NovelToon NovelToon
PESONA PERAWAT IBUKU

PESONA PERAWAT IBUKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

Dita, seorang Caregiver yang merawat dengan sepenuh hati majikannya yang lumpuh, Bu Diana. sampai, suatu hari, Bu Diana meminta sesuatu yang membuat Dita menahan napasnya...

"Menikahlah dengan Tama, Dit. Aku tak mau Tama menikah dengan wanita binal itu... kamu harus selamatkan anakku, seperti kamu menyelamatkan aku..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11

"A-apa?"

Wajah Selina memucat, "Di rumah ini ada cctv?"

"Iya. Kenapa?" tanya Bu Diana.

Selina mulai panik, mencari kata yang tepat agar Tama tak perlu membuka cctv. Jika terbuka, habislah dia.

"Tam?" Selina menoleh pada kekasih nya.

Tama berdiri. Gerakannya ragu, seperti ada beban di pundaknya.

“Aku aka cek sekarang,” katanya akhirnya.

Selina langsung melangkah cepat, menghadang.

"Tunggu, Tam," katanya. "Tama, ngapain sih dibesar-besarin? Faktanya jelas. Gelangnya ada di kamar Dita. Bukti apa lagi yang kamu mau? Ini aja udah cukup kan?”

“Bukti,” ulang Bu Diana, suaranya datar tapi menggetarkan. “Itu yang sedang kita cari. Kenapa kamu malah terkesan keberatan, Seli?”

Selina menelan ludah. “Aku cuma nggak mau drama, Tante. Rumah ini sudah cukup ribet. Lagi pula… CCTV itu privasi.”

“Privasi?” Bu Diana tertawa kecil, pahit. “Kamu lupa rumah ini milik siapa?”

Tama melangkah ke arah panel monitor di sudut ruang keluarga. Tangannya sempat berhenti di udara, lalu menekan tombol. Layar menyala. Waktu diputar mundur, hari demi hari.

Selina berdiri kaku. Tangannya mencengkeram tas kecilnya.

“Putar dari hari sebelumnya, Tam,” pinta Bu Diana.

Gambar pertama menampilkan lorong. Jam menunjukkan pagi. Dita tampak mendorong kursi roda Bu Diana, tertawa kecil. Bu Diana terlihat lelah, tapi matanya berbinar. Mereka masuk kamar, melakukan terapi dan segala macam bersama. Beberapa jam berlalu, diputar cepat.

“Lanjut,” kata Bu Diana.

Hari berganti. Lagi-lagi Dita terlihat bersama Bu Diana, berjemur di halaman samping, memilah buku bacaan di ruang baca, menemani latihan kaki.

Ketika mulai masuk ke hari ini, Selina mulai gelisah. “Kurasa itu udah cukup, Tam.”

“Kenapa?” tanya Bu Diana. "Ini justru waktu krusial."

Tama memutar ke sore hari sebelum gelang hilang.

Layar menampilkan Selina berjalan menyusuri lorong setelah keluar dari kamar Bu Diana.

"Hmm, ada yang baru keluar dari kamarku rupanya," gumam Bu Diana.

Jantung Selina serasa melompat keluar, "Perawat itu juga biasa keluar masuk dari sana."

"Dia punya kepentingan. Bagaimana denganmu?"

Selina mati kutu.

Di layar, tampak Selina menoleh kanan-kiri, lalu masuk ke kamar Dita. Wajahnya di layar terlihat fokus, dan ketika keluar beberapa menit kemudian, bibirnya melengkung. Senyum tipis. Dingin.

Ruangan seketika sunyi.

“Berhenti,” ujar Bu Diana.

Tama menghentikan rekaman. Napasnya tercekat. “Selina… apa kepentingan mu masuk ke kamarku lalu ke kamar Dita?”

Selina membuka mulut, menutup lagi. “Aku… cuma cari charger.”

“Di kamar ku dan kamar Dita?” suara Bu Diana meninggi. “Dan kenapa setelah itu gelangku ditemukan di sana?”

Selina menggeleng cepat. “Itu kebetulan! Aku...”

“Cukup.” Bu Diana menghantam sandaran kursi roda. “Kau mencoba memfitnah perawatku!”

Air mata menggenang di mata Selina. "Itu hanya kebetulan. Bisa saja dia memang sudah menyimpannya dan kebetulan aku yang menyadari. Sialnya, hari ini malah mencari charger di kamar kalian."

"Jangan membuat alasan lagi, Selina!" potong Bu Diana.

"Aku tidak membuat alasan, Tante!"

Tama memejamkan mata. Rahangnya mengeras.

"Hahaha, wanita seperti ini... Menjalin hubungan dengan anakku?"

"Tante... Ini hanya salah paham... aku..."

"Cukup!" wajah Bu Diana tegas. "Tam! Sekarang kamu tau siapa yang harus keluar dari rumah ini, kan?"

Tama memejamkan matanya, menahan dadanya bergejolak. Ini antara dua pilihan, mamanya, dan wanita yang dia cintai.

Bu Diana beralih ke Dita yang berdiri terpaku di ambang ruang tamu. “Antar aku ke kamar, Dit.”

Lalu ia menatap Selina tanpa sisa kelembutan. “Aku tidak akan pernah menyetujui wanita seperti kamu menjadi bagian dari keluarga ini.”

Selina terhuyung. “Tante, tolong...”

Bu Diana memutar kursi rodanya. “Aku tak mau melihatmu.”

"Andita!"

Dita mendekat, menahan air mata. Ia mendorong kursi roda Bu Diana kembali ke kamar, langkahnya hati-hati, seolah takut satu getaran kecil akan memecahkan sesuatu yang rapuh.

Pintu kamar tertutup.

Selina jatuh terduduk di sofa. Dunia seperti runtuh. Tama berdiri di hadapannya.

“Tam... Aku cuma melindungi hubungan kita!” Selina terisak. “Dia genit. Aku tahu tipe seperti itu. Nanti kamu...”

“Cukup,” kata Tama, suaranya dingin.

Selina menatapnya, mata merah. “Aku takut kehilangan kamu, Tam.”

“Sel, kenapa kamu harus lakukan hal seperti ini?” Tama menghela napas panjang.

"Aku mencintaimu, Tam."

"Aku juga. Tapi aku mau kamu lebih berusaha meluluhkan Mama, bukan seperti ini."

"Tam, aku..."

“Pulanglah.”

“Apa?” Selina tersentak. “Kamu ngusir aku?”

“Iya.” Nada Tama tegas, lelah. “Sekarang.”

Selina tertawa getir, lalu berdiri dengan tubuh gemetar. “Baik. Aku pergi.” Ia melangkah menuju pintu, berhenti sejenak. “Kamu akan menyesal.”

Pintu tertutup. Sunyi menyergap.

Tama duduk. Tangannya menutup wajah. Rasa bersalah menekan dada, kepada ibunya, kepada Selina, terlebih kepada Dita. Wanita yang sudah hampir dia usir karna hasutan dan tuduhan palsu.

Malam merayap. Rumah terlelap. Tama memilih ruang kerjanya. Lampu meja menyala redup. Bayangan Dita terlintas: pipi basah, senyum rapuh. Suara ibunya terngiang, kekecewaan yang dalam.

Ia tak tidur.

"Ya Tuhan..."

Ia mengusap wajahnya, dan menyembunyikan wajah tampan itu di sana.

Pagi datang pelan. Matahari menembus jendela besar ruang kerja. Tama terbangun di kursi. Ia menoleh ke luar, halaman belakang. Dimana dia mendengar suara mamanya dari sana. Perlahan dia beranjak dan membuka jendela.

Bu Diana duduk berjemur. Dita di sisinya, mengambil selimut agar tubuh majikannya itu terpapar sinar matahari, ia tersenyum. Tawa kecil terdengar. Wajah ibunya, lebih ringan.

Dita mendongak. Mata mereka bertemu. Dita menunduk hormat, lalu kembali fokus pada Bu Diana.

Tama berbalik, lalu kembali duduk di kursi kerjanya. Dadanya terasa sesak. kepalanya terasa pusing, karena tidur semalam yang tak nyenyak. Ia pijit pangkal hidung nya.

Tak lama, ketukan pelan terdengar.

Tok tok.

“Masuk,” jawab Tama.

Dita berdiri di ambang. “Bu Diana minta saya sampaikan… sarapan sudah siap.”

Tama mengangguk. Hening menggantung. Dita berbalik hendak menutup pintu.

“Dita,” panggilnya. “Aku minta maaf.”

Dita menunduk. “Tidak apa-apa, Tuan.”

“Aku mengecek lebih dulu.”

Dita mengangkat wajah. Matanya berkaca, tapi suaranya tenang. “Terima kasih sudah memeriksa kebenaran.”

Tama menelan ludah. “Dan aku juga meminta maaf atas nama Selina.”

Dita tersenyum pahit, dadanya terasa lebih sesak sekarang. “Iya, Tuan. Saya tidak terlalu memikirkan nya.”

Tama mengangguk pelan, "Terima kasih karena kamu mengerti. Dia begitu karena... Dia cukup frustasi... Mama terlalu menunjukkan ketidaksukaannya..."

Dita mengangguk. "Saya.. Izin... Tuan."

Tama menatapnya, "Iya. Aku akan nyusul."

Di meja makan, Tama sudah lebih rapi. Bu Diana makan dengan makanan sehat yang baru saja Dita siapkan. Wanita tua itu melirik anak lelakinya yang baru saja duduk.

"Tam..."

Tama menoleh.

"Mama mau kamu memutuskan hubungan dengan wanita ular itu."

Mata Tama melebar seketika.

"Dan Mama mau, kamu nikah sama Dita."

Kini, giliran mata Dita yang melebar, seketika dia menoleh pada majikannya itu.

"Ma!"

1
Lilis Yuanita
lnjut
partini
wkwkkwwk stres tu tama
Manis
huuuhhh akal akalan Tama aja tuh
Cinta_manis: 🤣🤣 bisa jadi kak
total 1 replies
Lilis Yuanita
jgn2 modus
Cinta_manis: 🤣🤣🤣🤣macam tau aja
total 1 replies
Lilis Yuanita
lnjut bikin gemes
Cinta_manis: makasih Kak 🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Katanya tidak lihat kok , malah bilang paka i....🤣🤣🤭
sunaryati jarum
Kepikiran kan ,tak perlu malu mengakui tertarik pada Dita .Jika begitu mengakui pada diri sendiri dulu
Mama lilik Lilik
🤣🤣🤣jujur tama
Meliandriyani Sumardi
hadir kak..baru sempet soalnya...
Lilis Yuanita
mau bilng suka tp gengsi
Cinta_manis: 😄😄😄 iya tuh
total 1 replies
sunaryati jarum
Aduh Diana kenapa ditanyain, seharusnya dari gelagatnya sudah dapat ditebak
Cinta_manis: iya, ya kak
total 1 replies
sunaryati jarum
Suka
Cinta_manis: makasih bintang 5 nya kak. 🥰 sehat2 terus dan diberkahi ya😍
total 1 replies
sunaryati jarum
Sepertinya Bu Diana kerjasama dengan Dokter Eros untuk membuat zTama cemburu
Cinta_manis: yeeeyyy. makasih komennya kak🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bu Diana pandai juga mengerjai Tama putranya, kemarin menentang dinikahkan dengan Dita.Namun sekarang mulai tertarik.
Cinta_manis: 🤭🤭🤭 ibu emang yang paling tau anaknya
total 1 replies
sunaryati jarum
Kau tidak akan pergi sepertinya Tama mulai memikirkan tawaran ibumu
Cinta_manis: 🥰🥰🥰 sepertinya ya kak
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagaimana Tama, sekarang agar kau punya bukti kui untuk memutuskan hubungan kamu dengan Selina cari orang untuk mencari banyak bukti jika Selina sudah terbiasa berhubungan intim dengan banyak pria.
Cinta_manis: makasih udah ninggalin komennya kak😍
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah gitu firasat Bu Diana ternyata tidak salah.Ini di negeri sendiri di luar negeri kaya apa, Selina.
Cinta_manis: 🤧🤧🤧 nah
total 1 replies
sunaryati jarum
Sampai ke luar negri cuma ngobral diri.Tama suruh orang kepercayaan untuk membututi pacarmu Selena,, sepertinya mudah dipakai banyak orang,macam toilet umum 🤣🤣🤣🤭
Cinta_manis: waduuhh kaka🤧
total 1 replies
sunaryati jarum
Selina keknya cuma mengincar harta Tama,ketemu Brian langsung mau pergi minum minum , malamnya tidur dengan pria bernama Raka
Cinta_manis: 🤧🤧🤧 ya ampun
total 1 replies
sunaryati jarum
Ayo malamnya baru bersenang senang dengan pria lain ini sudah berkata kangen sama Tama.Ayo semangat dan sabar semoga Bu Diana sembuh karena motivasi dan ketelatenan kamu Dita.
Cinta_manis: makasih kak🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!