Setelah menikah, Anin banyak menemukan banyak hal yang janggal di rumah mertua nya. Anin sering mendengar ibu mertua nya menangis dan dia juga sering melihat tubuh ibu mertua nya di penuhi oleh lebam.
Hingga suatu hari Anin melihat dengan mata kepala nya sendiri ayah mertua nya sedang melakukan hubungan terlarang dengan ipar nya. Anin bertekad untuk membongkar semua kebusukan mereka di depan semua orang, dan membuat ayah mertua nya dan juga ipar nya mendapat kan hukuman atas perbuatan mereka.
Ikuti kisah kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Anin yang baru saja selesai melaksanakan sholat zuhur nya, merasakan perut nya yang lapar. Anin lalu melangkah kan kaki nya ke dapur taoi sebelum nya dia mengajak ibu mertua nya untuk makan siang bersama, saat ini Anin bahkan tidak tahu kemana pergi nya bapak mertua nya.
"Bu, ayo kita makan siang dulu. Ibu kan belum makan siang!" Anin berkata sambil mengetuk pintu kamar bu Ela.
Ceklek, pintu kamar terbuka dan bu Ela muncul di balik pintu sambil tersenyum pada menantu bungsu nya tersebut.
"Iya nak, ayo!" Kedua nya pun berjalan menuju je dapur.
Anin menarik salah satu kursi untuk bu Ela, setelah iti dia mengambil piring dan peralatan makan lain nya untuk diri nya dan juga mertua nya. Tapi Anin dan bu Ela sangat syok setelah mereka membuka tudung saji yang berada di atas meja makan.
"Astagfirullah hal adzim, kemana semua makanan ini menghilang?" Mata Anin membulat dengan sempurna kala dia tidak menemukan makanan yang sudah dia masak tadi.
Bu Ela pun tak kalah terkejut nya, pasal nya dia melihat sendiri tadi Anin memasak semua itu.
Anin duduk di salah satu kursi dengan mengh3la nafas berat, Anin tidak menyangka bahwa semua makanan yang dia masak raib begitu saja.
"Ya udah nak, kamu duduk di sini, biar ibu saja yang masak lagi!" Bu Ela bangun dari kursi nya dan bersiap memasak sajian makan siang mereka.
"Bu, maaf kan Anin ya, Anin gak bermaksud membohongi ibu. Tadi Anin sudah masak semua nya, tapi Anin tidak tahu kenapa semua nya bisa hilang!" Anin merasa tidak enak dengan mertua nya.
"Kamu tidak salah nak, sudah lah jangan di fikir kan lagi. Biar ibu yang masak lagi!" Bu Ela tersenyum pada menantu nya.
"Biar Anin bantu bu!" Anin pun berdiri dari tempat duduk nya dan dia mulai mengeluarkan isi kulkas yang tadi sudah di beli nya.
Tapi Anin di buat semakain terkejut dan tidak percaya karena saat akan menyiapkan bumbu masakan nya, Anin melihat tempat bawang nya sudah kosong. Begitu pun botol minyak goreng dan gula, semua barang yang tadi sudah di tata rapi kini sudah menghilang dari tempat nya.
"Astagfirullah hal adzim, kenapa semua nya bisa hilang seperti ini?" Anin mengusap dada nya yang terasa sesak.
"Sabar nak, kita masak dengan bumbu apa ada nya saja ya!" Bu Ela mengusap pelan pundak menantu nya.
"Tapi bu, tadi Anin sudah belanja semua nya. Kenapa bisa hilang seperti ini? Apakah ada maling yang masuk ke rumah kita?" Tanya Anin dengan penasaran.
"Nanti ibu jelas kan, kamu tenang dulu ya!" Bu Ela menenangkan menantu bungsu nya tersebut.
Akhir nya Anin membantu bu Ela masak dengan bumbu seada nya, tapi Anin sudah kehilangan nafsu makan nya. Dia tidak bersegera sama sekali menikmati makanan yang ada di hadapan nya saat ini.
"Makan lah nak, nanti kau sakit!" Bu Ela membujuk Anin.
"Ibu saja yang makan, aku sedang tidak berselera!" Jawab Anin sambil menggeleng kan kepala nya.
Melihat mood menantu nya yang sudah sangat jelek, bu Ela pun tidak jadi makan siang. Dia membimbing tangan menantu nya ke ruang keluarga, dia tidak ingin menantu nya terus merasa bersalah karena semua yang telah terjadi.
"Anin, ibu tidak menyalahkan mu atas apa yang terjadi nak. Ibu tahu kau sudah belanja dan memasak untuk makan siang kita di rumah ini!" Bu Ela berkata sambil mengenggam erat tangan menantu nya.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun yang berani mencuri di rumah ini, aku pasti akan membalas nya!" Anin berkata dengan nada yang berapi - api.
"Biar kan saja nak, toh orang - orang yang mencuri tidak akan berkah hidup nya. Ibu harap kau lebih bersabar nak!" Bu Ela menasihati menantu nya.
"Tidak bu, aku tidak akan diam saja. Aku akan memastikan bahwa siapa pun yang berani mengambil milik ku, akan segera mendapat kan balasan nya!" Anin tampak nya sangat geram dengan dengan apa yang terjadi di rumah ini.
"Ibu minta satu hal pada mu nak, kamu harus lebih bersabar dalam menghadapi nya. Dan untuk selanjutnya, ibu minta pada mu agar tidak usah berbelanja terlalu banyak nak. Berbelanja bahan secukupnya saja untuk satu hari!" Bu Ela meminta pada menantu nya.
"Bu, aku bukan tipe orang yang suka bolak balik- balik ke warung setiap hari. Kenapa kita tidak bisa menyimpan stok makanan di rumah kita?" Anin bertanya pada ibu mertua nya.
"Kau tidak perlu ke warung nak, setiap hari ada pedagang sayur yang keliling menjual sayuran nya. Ibu akan minta dia datang setiap hari ke rumah kita membawa dagangan nya!" bu Ela memberikan solusi untuk masalah yang di hadapi di rumah nya.
Anin terdiam mendengar ucapan ibu mertua nya, tapi di dalam hati nya dia masih penasaran siapa yang sudah mencuri di rumah nya. Biar kan ibu mertua nya sudah memberikan solusi dari permasalahan nya, tapi tetap saja Anin ingin memberi pelajaran pada orang yang sudah berani mencuri semua milik nya.
"Ibu, aku mau istirahat saja, kepala ku pusing!" Anin pamit pada ibu mertua nya.
Anin membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, tapi dia tidak bisa memejam kan mata nya. Anin masih teringat akan kejadian yang baru saja terjadi.
Dia ingin sekali membicarakan ini sama Dirga, tapi dia tidak ingin mengganggu suami nya yang sedang bekerja di luar sana.
"Aku akan tunggu mas Dirga pulang saja, akan ku tanyakan pada nya apa yang sebenar nya terjadi? Kenapa ibu seperti nya menyembunyikan sesuatu dari ku? Ada banyak rahasia di rumah ini yang tidak aku ketahui, keluarga ini menyimpan banyak rahasia!" Guman Anin sambil membolak - balik kan badan nya ke kiri dan ke kanan.
Anin menduga bahwa pelaku pencurian itu adalah Tika, tapi dia tidak punya bukti nya. Dia tidak melihat dengan mata kepala nya sendiri. Tapi Anin tidak akan diam saja, dalam hati nya dia bertekad akan membongkar siapa yang sudah mencuri di rumah ini.
"Aku akan membongkar semua rahasia di rumah ini satu persatu, karena seperti nya semua orang di sini tampak menyembunyikan sesuatu dari ku!" Guman Anin lagi.
Tiba - tiba, Anin menemukan sebuah ide.
"Mungkin dia bisa menjelaskan pada ku, apa rahasia di rumah ini. Aku akan menemui nya!" Anin segera bangun dari tempat tidur nya dan dia langsung mengenakan hijab instan nya.
Anin berjalan keluar rumah, menuju ke tempat seseorang yang akan dia korek informasi nya mengenai rahasia di rumah mertua nya ini.