Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 12.
Kini pertengkaran semakin kacau, ketika Victoria berkelahi dan mengusik istri perdana menteri dengan menyuapi makanan mengunakan tangannya, kedalam mulut istri perdana menteri.
Hingga mengakibatkan istri perdana menteri kesakitan karena terlalu banyak makanan masuk kedalam mulutnya.
Bibir yang tadinya berwarna merah menyala, kini terlihat berantakan sampai menyebar disetiap kedua pipinya yang putih.
Kemudian melihat keributan sampai membuat semua yang menonton terkejut panik, semua orang lantas memisahkan perkelahian tersebut.
Dengan kasar putra kedua dari kaisar melihat adik iparnya ditindas oleh keponakannya sendiri langsung membela. Dengan satu gerakkan dia menarik tubuh Victoria menjauh dengan kasar tanpa ada rasa belas kasihan.
Memandangi Victoria didorong oleh kakak iparnya, nyonya Viona langsung beranjak dari duduknya sambil berlari. Dengan cepat menahan tubuh Victoria yang hampir terbentur oleh lampu dinding yang tidak jauh dimana Victoria berdiri.
Saat tubuhnya langsung digenggam oleh ibunya, Victoria menatap ibunya dengan tatapan tenang lalu menegakkan tubuhnya kembali.
"Terimakasih, ibu!."ucap Victoria menatap ibunya
"Dasar sialan, apa yang sudah kamu lakukan. Sampai kamu menindas bibimu sendiri, apa ini etika yang diajarkan oleh kakak ipar selama ini."ucap Jones dengan wajah marah menatap kakak iparnya
Memandangi kekacauan sedikit mereda, Jones merangkul adik iparnya untuk menenangkan. Bahkan para wanita turut menenangkan Istri perdana menteri.
Pada saat Victoria mendengar apa yang diucapkan pria dihadapkannya, menatap dirinya dengan tatapan tajam tidak suka. Lalu dengan berani Victoria menatap balik pria itu dengan tatapan lebih tajam dan dingin.
"Memangnya kenapa, lagipula aku tidak menganggapnya sebagai bibi!."ucap Victoria dengan nada dingin menatap mereka semua dengan tatapan tajam
"Victoria, jaga ucapanmu. Berani sekali kamu tidak mengakui bibimu, ingatlah dia istri dari pamanmu."ujar kerabat lain dengan lantang menyela pembicaraan dua orang didepan dengan wajah kesal
"Paman? Apa anda tidak salah bicara, mana ada seorang bibi menghina kerabat dari pihak suaminya tanpa berpikir. Apa dia layak dipanggil bibi?."ucap Victoria dengan tegas mengucapkan secara fakta bahwa bukan sekali wanita ini menghina ibunya
Ketika mendengar perkataan Victoria yang cukup masuk akal, membuat semua orang terdiam dan tidak bisa membantah untuk sesaat. Mereka mengakui hal tersebut dan memang istri perdana menteri sama sekali tidak menyukai nyonya Viona termasuk putrinya.
Saat semua orang terdiam Jones mengedipkan matanya sebentar, lalu kembali menatap Victoria. Meskipun mereka bersalah bukankah Victoria hampir melukai adik iparnya jika tidak segera dicegah, dan tindakannya begitu membahayakan adik iparnya.
"Kamu tetap saja tidak bisa dengan sesuka hati melakukan tindakan yang membahayakan terhadap bibimu. Jika pertengkaran tidak dicegah mungkin saja kamu malah membunuh bibimu sendiri."ujar Jones dengan tatapan tidak terima dan marah pada tindakan Victoria kali ini yang kelezatan batas
"Itu memang tujuanku!."jawab Victoria sambil mengalungkan kedua tangannya didekat dada menyilang tatapannya tertuju kearah paman keduanya
"Apa?."ucap semua orang langsung terkejut
"Victoria, apa maksud ucapanmu. Berhentilah bertengkar dan membuat keributan, sudah ibu bilang jangan buat masalah diacara nenekmu."ucap nyonya Viona menatap Victoria membujuk untuk menghentikan pertengkaran ini
Arah tatapan Victoria beralih tertuju pada ibunya yang terlihat khawatir, jika sesuatu terjadi padanya. Tetapi kali ini Victoria tidak akan tinggal diam melihat mereka ditindas, karena dia bukan lagi putrinya yang polos dan lemah.
Melainkan dia seorang agen mata-mata profesional yang kejam dan berani melawan siapa yang menindas mereka itu bukan suatu yang sulit dia lakukan. Apalagi membicarakan dua kata tentang mereka Victoria tidak akan diam saja dan tertindas.
"Ibu, kali ini aku tidak ingin ibu selalu ditindas dan dihina oleh mereka dengan sesuka hati. Aku akan melindungi ibu adapun yang terjadi dan melawan siapa saja yang berani menghina kita tanpa melepaskannya."jawab Victoria meyakinkan ibunya bahwa dirinya tidak lemah dan polos lagi seperti dulu
Mendengar perkataan putrinya, sejenak membuat perasaan ibu tenang. Namun meskipun begitu saat melihat situasi sekarang.
Sehingga membuatnya merasa khawatir jika putrinya tertimpa masalah atas tindakannya.
Sewaktu istri perdana menteri kesakitan sambil menutupi bibirnya dia menatap dua wanita yang sangat tidak dia sukai. Lalu dengan kemarahan, dia beranjak dari duduknya dalam keadaan marah melangkah maju dengan berani.
"Dasar wanita sialan, berani sekali kamu pada istri perdana menteri yang disegani dikerajaan Langit, semua orang sangat menghormati suamiku. Kamu pantas diberi hukuman atas perbuatanmu."ucap istri perdana menteri dengan marah sambil menunjuk kedepan
Dengan kemarahan diwajahnya, istri perdana menteri mengangkat satu tangannya bersiap untuk menampar wajah wanita yang telah menindasnya.
Akan tetapi gerakannya sontak terhenti karena sebuah tangan langsung mencengkeram tangannya dengan kasar, bahkan cengkramannya langsung membuat istri perdana menteri itu kesakitan pada pergelangan tangannya.
"Aaah..., Lepaskan saya!."teriak istri perdana menteri kesakitan berusaha melepaskan tangannya dengan kasar
"Victoria, hentikan nak. Lepaskan bibimu sekarang!."pinta ibu pada Victoria untuk melepaskan tangan adik iparnya yang terlihat kesakitan
Ketika mendengar permintaan ibunya, Victoria langsung melepaskan tangan wanita itu dengan sedikit kasar. Hingga gerakannya membuat wanita dihadapannya terhuyung hampir terjatuh, meski tubuhnya langsung dipegang oleh kakak iparnya laki-lakinya.
"Dia begitu kejam sekali, lihatlah tatapannya dingin dan menyeramkan sekali."gumam wanita lain dengan tatapan ngeri dan takut
"Saya tidak akan diam saja, saya akan beritahukan masalah ini pada suamiku atas perbuatan keponakannya yang kejam ini."ucap istri perdana menteri kesakitan sambil menatap kedepan penuh kemarahan akan mengadu pada suaminya
"Saya juga akan membantu, menegakkan keadilan untukmu adik ipar. Saya tidak terima jika adik ipar ditindas dengan kejam oleh Victoria, meskipun dia keponakanku sendiri."ujar Jones menatap adik ipar dengan penuh perhatian akan membantu
Mendengar perkataan kakak ipar dan adik iparnya, seketika membuat ibu khawatir jika terjadi sesuatu pada Victoria yang lebih parah lagi. Dia tidak ingin putrinya dihukum hanya karena untuk membela dirinya dari hinaan mereka.
"Victoria, sebaiknya minta maaf lah pada bibimu. Ibu tidak mau kamu dihukum hanya demi membela ibu, mereka tidak bisa kita lawan Victoria."ucap ibu menatap Victoria khawatir membujuk
Melihat kekhawatiran diwajah ibunya, Victoria terdiam sambil menatapnya. Tetapi apabila dia berani melawan maka dia dengan berani menerima resikonya.
Dengan tatapan tenang, Victoria mengusap lengan ibunya menenangkan. Dia memahami kekhawatiran ibunya saat ini terhadapnya dan tidak ingin terjadi sesuatu padanya.
"Ibu, Victoria lakukan ini demi melindungi ibu. Agar orang lain tidak lagi menindas ibu, ibu telah banyak menderita selama ini. Jika semua orang lebih mempercayai dia maka Victoria akan terima resiko adapun itu demi ibu."ujar Victoria dengan tenang tersenyum kecil akan selalu melindungi ibunya