NovelToon NovelToon
The Baskara'S Bride

The Baskara'S Bride

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Malam sebelum pernikahan yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan Ambar berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki Jayden, calon suaminya, berkhianat dengan Gea, adik tirinya sendiri. Alih-alih mendapat pembelaan, Ambar justru diusir dalam kehinaan oleh ayahnya yang menganggapnya "wanita kuno" dan tidak becus menjaga pria.
Di titik nadir kehidupannya, di atas sebuah jembatan kelam, Ambar bertemu dengan Baskara Mahendra, seorang pria di kursi roda yang nyaris mengakhiri hidup karena merasa tak berharga. Dalam sisa-sisa harga diri yang hancur, Ambar menawarkan sebuah kesepakatan nekat: sebuah pernikahan kontrak untuk saling menyelamatkan.
Ambar tidak tahu bahwa pria lumpuh yang ia selamatkan adalah penguasa tunggal keluarga Mahendra yang sangat disegani. Kini, tepat di jam yang sama saat mantan kekasih dan adiknya merayakan pesta mereka, Ambar siap kembali—bukan sebagai korban, melainkan sebagai istri dari pria yang kekuasaannya mampu meruntuhkan segalanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Malam itu, lobi rumah sakit VIP berubah menjadi lautan setelan jas hitam.

Puluhan pengawal pribadi Mahendra Corp berdiri tegak, membentuk barisan pagar betis yang kokoh.

Di tengah-tengah mereka, dua kursi roda didorong perlahan oleh perawat berseragam rapi.

Ambar duduk dengan balutan long coat berwarna krem yang hangat, wajahnya masih sedikit pucat namun memancarkan aura keanggunan seorang ratu.

Di sampingnya, Baskara duduk di kursi rodanya sendiri, menggenggam erat tangan istrinya seolah tidak membiarkan oksigen pun memisahkan mereka.

Di luar, puluhan mobil mewah berwarna hitam mengkilap sudah terparkir rapi dengan lampu yang menyala, siap mengawal sang pemilik takhta kembali ke istananya.

Sementara itu, di sebuah rumah kontrakan sempit yang pengap.

Jayden duduk meringkuk di depan televisi tabung tua yang gambarnya sesekali bergetar.

Layar itu sedang menayangkan berita breaking news tentang kepulangan Nyonya Ambar Mahendra dari rumah sakit setelah insiden percobaan penculikan oleh seorang sosialita bernama Clara.

"Sial! Lihat itu!" geram Jayden sambil mengepalkan tinjunya hingga memutih.

"Dia dulu hanya wanita yang kubuang seperti sampah! Sekarang lihat pengawalannya, mobil-mobil itu, satu bannya saja mungkin lebih mahal dari harga diriku sekarang!"

Rasa iri membakar dada Jayden seperti api yang disiram bensin.

Ia tidak menyangka bahwa pria cacat yang ia remehkan itu ternyata adalah naga yang menyembunyikan taringnya.

Tepat saat itu, pintu rumah yang reyot terbuka dengan bunyi derit yang menyakitkan telinga.

Gea dan Shinta melangkah masuk dengan bahu merosot.

Rambut mereka berantakan, sepatu mereka penuh debu, dan wajah mereka menunjukkan keletihan yang luar biasa.

"Kami pulang..." gumam Shinta dengan suara yang nyaris hilang.

Jayden menoleh dengan tatapan tajam yang mematikan.

"Bagaimana? Apa kalian sudah mendapatkan pekerjaan?"

Gea menjatuhkan map plastiknya ke lantai yang berdebu.

"Tidak ada yang mau menerima kami, Jayden! Kami sudah keliling pasar, swalayan, bahkan tempat cuci mobil, mereka bilang kami tidak punya keahlian. Kakiku berdarah!"

"TIDAK ADA?!" Jayden berdiri dan menendang meja kayu di depannya.

"Kalian lihat di televisi itu! Ambar sedang dikawal puluhan mobil mewah, makan enak, dan dimanja oleh miliarder! Sementara kalian? Mencari kerja jadi pelayan toko saja tidak becus!"

Shinta menangis sesenggukan, menutup wajahnya dengan tangan yang kini mulai kasar.

"Jangan bandingkan kami dengan Ambar, Jayden. Kamu sendiri yang membuangnya!"

"Diam kau, tua bangka!" bentak Jayden kalap.

"Mulai besok, kalian tidak boleh pulang kalau tidak membawa uang! Aku tidak mau tahu, entah kalian harus jadi tukang sapu jalanan atau pemulung, lakukan saja! Rumah ini butuh biaya, dan aku tidak sudi memberi makan orang yang tidak berguna!"

Di bawah temaram lampu bohlam yang berkedip, keluarga Wijaya yang dulu sangat berkuasa itu kini hancur berkeping-keping.

Mereka meratapi nasib di ruang sempit, sementara di sisi lain kota, Ambar sedang memasuki gerbang emas yang akan melindunginya selamanya.

Pintu gerbang emas kediaman Mahendra terbuka lebar menyambut iring-iringan mobil hitam yang membawa sang ratu kembali ke istananya.

Sesampainya di dalam kamar utama yang masih harum semerbak bunga biru, Baskara meminta pelayan untuk undur diri.

Hanya tinggal mereka berdua dalam keheningan malam yang mewah.

Baskara meraih dompet kulitnya, lalu mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam legam dengan aksen emas yang berkilau elegan—sebuah Black Card tanpa batas limit yang hanya dimiliki oleh segelintir orang paling berkuasa di dunia.

"Ini untukmu, Ambar. Simpan di tasmu," ucap Baskara sambil meletakkan kartu itu di telapak tangan istrinya.

"Besok, pergilah ke pusat perbelanjaan paling mewah. Beli apa pun yang kamu mau. Perhiasan, tas, atau bahkan gedung mal itu sekalian jika itu bisa membuat stresmu hilang setelah kejadian tadi."

Ambar terdiam sejenak melihat benda berharga di tangannya, lalu tawa renyahnya pecah memenuhi kamar.

"Bas, uang yang kemarin kamu berikan saja masih ada banyak di rekeningku. Butikku juga sudah mulai berjalan," ucap Ambar sambil menggelengkan kepala, merasa suaminya ini benar-benar tidak masuk akal dalam memanjakannya.

Baskara tidak menerima penolakan. Ia menarik tangan Ambar, menggenggamnya erat dengan tatapan mata yang dalam dan posesif.

"Kemarin ya kemarin, sekarang ya sekarang, Sayang," ucap Baskara dengan suara bariton yang lembut namun tegas.

"Tugasmu hanyalah menjadi bahagia di sampingku. Masalah uang, biarlah itu menjadi urusanku yang menyediakannya untukmu tanpa henti."

Ambar menatap suaminya dengan haru. Keamanan dan cinta yang diberikan Baskara benar-benar tidak ternilai harganya.

Ia mendekat, menyandarkan kepalanya di bahu kokoh pria itu.

Baskara mencium puncak kepala Ambar, menghirup aroma sampo istrinya yang menenangkan.

"Sekarang, lupakan semua ketakutan tadi. Malam ini hanya ada kita berdua."

Ia tidak ingin istrinya memikirkan hal lain selain istirahat yang berkualitas.

Sambil terus menggenggam tangan Ambar, Baskara menyelimuti istrinya dengan penuh kasih sayang, bersiap untuk menjaga tidur Ambar sepanjang malam agar tidak ada satu pun mimpi buruk yang berani mendekat.

Malam yang seharusnya tenang itu pecah oleh suara napas yang memburu dan rintihan tertahan.

Di balik selimut sutra yang mewah, tubuh Ambar menegang, keringat dingin membasahi pelipisnya.

Dalam tidurnya, ia kembali ke ruang pengap itu—merasakan tali yang menyayat kulitnya dan kegelapan yang seolah menelan nyawanya bulat-bulat.

"Tidak! Lepaskan aku! Bas, tolong aku. Gelap sekali..." racau Ambar dengan suara parau yang menyayat hati.

Baskara, yang sejak tadi hanya terpejam semu karena menjaganya, seketika tersentak.

Ia segera menyalakan lampu redup di samping ranjang, menyingkap selimut, dan menarik tubuh Ambar ke dalam dekapannya yang kokoh.

"Sayang! Bangun, Ambar! Ini aku, Baskara. Kamu aman di sini," ucap Baskara dengan nada

mendesak namun penuh kelembutan.

Ambar terbangun dengan sentakan hebat, matanya membelalak ketakutan, menatap liar ke sekeliling kamar sebelum akhirnya fokus pada wajah suaminya.

Ia langsung menghambur ke dada bidang Baskara, terisak hebat sambil mencengkeram kemeja tidur suaminya hingga kusut.

"Bas, aku bermimpi di gudang itu lagi. Pintunya terkunci dan aku tidak bisa bernapas," tangis Ambar pecah, bahunya berguncang hebat karena trauma yang mendalam.

Baskara memejamkan mata, merasakan kepedihan yang luar biasa melihat wanitanya hancur seperti ini.

Ia membelai punggung Ambar dengan gerakan konstan yang menenangkan, sesekali mengecup puncak kepalanya untuk memberikan rasa aman yang nyata.

"Sstt... tenanglah, Sayang. Lihat aku," Baskara menangkup wajah Ambar, memaksa istrinya menatap matanya yang penuh keyakinan.

"Kamu tidak di gudang itu lagi. Kamu di kamar kita. Tidak akan ada yang bisa mengunci pintu itu dari luar selama aku ada di sini. Aku tidak akan membiarkan kegelapan itu menyentuhmu lagi."

Baskara terus membisikkan kata-kata penenang, membiarkan Ambar menumpahkan seluruh ketakutannya di pelukannya.

Ia tidak akan tidur lagi malam ini; ia akan terjaga memastikan bahwa setiap hembusan napas istrinya kembali teratur dan setiap mimpi buruk itu pergi menjauh.

"Aku di sini, Ambar. Selamanya akan tetap di sini," bisik Baskara lirih di tengah keheningan malam, sambil mendekap erat harta paling berharganya itu hingga Ambar benar-benar merasa tenang kembali.

1
falea sezi
g perawan. kah kok. ambar. langsung ke atas g skit kah/Smug/
tiara
waduh thor bikin deg-degan aja nih,akhirnya Badkara kembali sadar semoga Jayden tertangkap segera ya
my name is pho: siap kak🥰
total 1 replies
tiara
semoga Jayden dapat di hadang oleh pengawal Ambar yah.dan dibuat tidak bisa berulah lagi
tiara
sabar Ambar berdoa saja semoga lancar operasinya dan cepat bisa berjalan lagi
tiara
lanjuut thor semangat upnya
my name is pho: ok kak
total 1 replies
tiara
keluarga Wijaya masih terus membuat Ambar ga nyaman sepertinya,
my name is pho: iya kak
total 1 replies
tiara
apa keluarga Wijaya menginsyafi kesalahannya atau tabah tetpuruk ya,lanjuut
tiara
cepat sembuh Ambar biar bisa lihat kejutan apa yang dibuat oleh suamimu yang kaya
tiara
wah pa Baskara ko bisa kecolongan sih
Alex
sambil nahan nafas Thor bacanya
tiara
lanjuut thor
tiara
nasi sudah jadi.bubur, bekerjalah kalian pa Wijaya jika ingin punya uang
tiara
dimulainya kehancuran keluarga wijaya,lanjuut thor semangat upnya
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
tiara
perjanjian pra nikah mulai di hapus satu demi satu hingga akhirnya mungkin dihapus semua 😄😄😄
tiara
bagus pa Baskara hempaskan mantan sejauh mungkin
tiara
wah mantan Bastian mau melakukan apa ya terhadap Ambar.lanjuut thor
tiara
pa Wijaya nikmatilah hasil kejahatanmu pada anak kandung sendiri dan lebih membela anak tirimu
tiara
lanjuut thor semangat upnya,ga sabar lihat kehancuran keluarga Wijaya.agak aneh juga sih mengapa ayahnya begitu benci sama anaknya atau karena Gea dan ibunya yang sudah menghasut ps Wijaya ya
tiara
lanjuut thor seru niih, jadi deg-degan aku nunggu reaksi keluarga wijaya
tiara
Mereka mulai saling terbuka dan saling membutuhkan semoga kebahagian selalu menyertai tuan Baskara dan istrinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!