Setelah menikah, Anin banyak menemukan banyak hal yang janggal di rumah mertua nya. Anin sering mendengar ibu mertua nya menangis dan dia juga sering melihat tubuh ibu mertua nya di penuhi oleh lebam.
Hingga suatu hari Anin melihat dengan mata kepala nya sendiri ayah mertua nya sedang melakukan hubungan terlarang dengan ipar nya. Anin bertekad untuk membongkar semua kebusukan mereka di depan semua orang, dan membuat ayah mertua nya dan juga ipar nya mendapat kan hukuman atas perbuatan mereka.
Ikuti kisah kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Langkah kaki Tika mendadak berhenti, Anin menatap nya dengan tatapan tajam. Tapi dasar nya orang yang tidak tahu malu, dia santai saja seperti rumah nya sendiri.
"Kenapa jika aku ambil semua nya? Aku juga berhak atas semua ini!" Tika berkata dengan sinis nya.
"Yang mana hak mu di sini? Kau tidak punya hak apapun di dalam rumah ini, dasar pencuri!" Anin berkata sambil mendekati Tika.
"Jangan lupa Anin, semua ini di beli dengan uang ku yang sudah kau rampas!" Tika menjauh kan semua benda yang sudah dia ambil dari rumah itu.
"Ha ha ha, Kau memang sudah tidak waras. Kau bilang aku merampas semua uang mu, tidak salah bicara kau mbak? Aku mengambil yang memang hak ku, apapun yang menjadi milik suami ku itu juga hak ku. Sementara kau hanya lah ipar nya saja, mas Dirga tidak punya kewajiban apapun pada mu! Anin berkata sambil tangan nya merebut kembali apa yang sudah di ambil oleh Tika.
"Jangan kurang ajar kau Anin, kembalikan semua itu pada ku!" Teriak Tika sambil berusaha merebut kembali semua nya dari tangan Anin.
"Tidak akan ku biar kan kau mengambil semua milik ku! Pergi lah dari rumah ini!" Anin mengusir Tika dari hadapan nya.
"Aku tidak akan pergi sebelum kau mengembalikan semua itu pada ku!" Ujar Tika sambil berkacak pinggang.
"Mbak Tika, aku sudah merekam semua yang lakukan tadi, jadi jika kau berani mengganggu ku dan mengambil hak - hak ku lagi. Maka aku tidak segan - segan untuk memviral kan mu, semua orang akan tahu bahwa kau adalah seorang pencuri!" Anin mengancam Tika.
"Kurang ajar kau Anin, hapus video itu segera!" Tika memberi perintah pada Anin.
"Pergi kau dari sini sekarang juga, atau kau akan tahu akibat nya!" Kembali Anin mengancam ipar dari suami nya tersebut.
"Awas Anin, aku akan membalas semua perbuatan mu pada ku!" Tika berkata lagi.
Tika akhir nya pergi dari sana dengan kesal, dia gagal mendapat kan apa yang dia ingin kan. Selama ini dia tidak pernah gagal mendapat kan apa yang dia ingin kan, karena bu Ela tidak pernah melawan saat di tindas oleh Tika. Tapi kini dia harus menelan pil pahit kegagalan akan aksi nya, karena Anin tidak membiarkan dia menjarah isi rumah itu.
"Dasar pencuri, rupa nya dugaan ku benar. Mbak Tika lah yang telah menjarah isi dapur ini!" Guman Anin sambil kembali menyimpan semua nya di tempat nya.
Pada saat itu bu Ela pun masuk ke dapur, dia merasa haus jadi dia ingin mengambil air minum.
"Anin, sedang apa kau nak?" Tanya bu Ela pada Anin.
"Gak ngapa - ngapain bu, cuma menyusun semua nya kembali. Tadinya tikus yang mencuri lagi di rumah ini, tapi aku berhasil menggagal kan aksi nya!" Anin berkata sambil tersenyum.
Bu Ela tersenyum dan dia menuang kan air ke dalam gelas, lalu meneguk nya hingga tuntas. Bu Ela tahu yang di maksud tikus oleh Anin tidak lain adalah Tika, karena selama ini Tika lah yang selalu mengambil apapun di rumah ini tanpa izin.
"Nak, jangan ribut sama Tika, malu jika di lihat orang lain!" Bu Ela menasihati Anin.
"Bu, aku tidak pernah cari ribut sama siapa pun. Tapi aku juga tidak akan tinggal diam jika ada orang yang merampas semua hak ku. Aku akan membalas perbuatan baik seseorang pada ku, begitu pula sebaliknya. Jika ada yang berbuat jahat pada ku, maka aku pun akan membalas nya!" Ujar Anin pada ibu mertua nya.
"Ibu cuma tidak mau sampai kau terlibat masalah dengan Tika nak, kau tidak tahu seperti apa Tika sebenar nya!" Bu Ela kembali berkata.
"Bu, ibu tenang saja. Selama aku tidak pernah merugikan orang lain, aku juga tidak takut pada siapa pun. Aku punya Allah bu, aku yakin Allah akan melindungi ku dari orang - orang yang berhati busuk!" Anin berkata sambil menutup kulkas nya.
"Oh ya bu, ayo kita makan siang. Aku tidak memasak untuk makan siang, tapi tadi aku beli di pasar!" Anin lalu duduk di meja makan.
Anin juga menyiapkan piring dan gelas untuk ibu mertua nya, Anin melayani bu Ela dengan baik. Bu Ela sendiri tahu menantu nya yang satu ini berbeda dari yang lain nya, dia berani membela kebenaran. Dia tidak takut sama sekali dengan Tika.
Sementara itu, Tika kembali ke rumah nya dengan perasan kesal. Dia lalu membanting pintu dengan kasar, sehingga pak Johan pun terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Tika.
"Ada apa? Kenapa kau kelihatan kesal sekali?" Tanya pak Johan pada Tika.
"Anin, dia sudah membuat ku sangat kesal hari ini. Dia mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik ku!" Tika mengadukan semua perbuatan Anin pada pak Johan.
"Anin? Bagai mana bisa?" Pak Johan tidak percaya bahwa Anin begitu berani pada Tika, karena Weni dan Bu Ela sendiri begitu takut dan tunduk pada Tika.
"Iya, dia merekam semua nya melalui ponsel nya. Lalu dia mengancam ku, jika aku kembali mengambil apapun dari dalam rumah itu dia akan membuat Video itu Viral!" Ujar Tika dengan geram.
"Rupa nya dia berani juga bermain - main dengan kita!" Pak Johan berkata sambil berfikir keras, bagai mana cara nya agar Anin bisa tunduk pada mereka seperti bu Ela.
"Berani sekali dia pada ku, lihat saja aku akan membuat nya menderita dan akhir nya pergi dari rumah itu. Akan ku hancur kan hubungan nga dengan Dirga, karena dia sudah berani - berani nya mengganggu ku!" Ujar Tika sambil mengepal kan tangan nya.
Tika benar - benar emosi, selama ini dia lah yang menguasai semua milik Dirga dan juga Pak Johan. Tapi semenjak Anin datang ke rumah itu sebagai istri nya Dirga, Anin sudah tidak bisa lagi menguasai semua uang nya Dirga.
Termasuk sepeda motor milik Dirga yang selama ini di gunakan oleh Tika, kini sudah di ambil kembali oleh Dirga dan di berikan pada Anin. Padahal di depan orang - orang, dia sudah mengatakan bahwa sepeda motor itu milik nya. Tapi sekarang Dirga sudah mempermalukan diri nya dengan mengambil kembali sepeda motor itu.
"Lihat saja Anin, aku pasti akan membuat mu Dan Dirga berpisah. Aku akan menguasai semua nya kembali seperti dulu, kau akan menangis karena kau akan segera kehilangan semua nya dalam waktu dekat ini Anin, aku bersumpah aku akan membuat mu di usir dari rumah itu!" Tika bertekad akan menghancurkan kehidupan Anin dan membuat nya berpisah dengan Dirga.