NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

"Sazi, are you okey?." tanya Seza yang sudah hafal jika Sazi sedang tidak baik baik saja."

"I'm okey Za, woles santai aja, enggak usah dipikirin."

"Enggak lu bohong Zi?."

"Elu bisa cerita sama gue, lu masa baru nikah udah kusut begitu muka elu Zi kayak enggak ada bahagianya sama sekali."

"Ya namanya juga gue masih harus adaptasi Za, enggak secepat itu gue kasih perasaan gue ke dia, elu kan tau gue gimana, boro boro kepikiran nikah diusia gue masih sekolah gini wey."

"Iya sih emang enggak mudah gue faham, tapi janji ya, kalo elu ada apa apa elu bisa cerita,"

"Iya iya cerewet, Oia btw gimana elo sendiri sama mas Arven?."

"Haish ngapain elo tanya tentang dia, enggak gimana gimana cuma temenan aja kok, Oia elo masih divilla apa dah balik ke bandung Zi?."

"Gue baru sampai bandung Za, gila sih disini view-nya ga kalah keren sama dipuncak Za, ntar elu maen maen ya kesini."

"Iya santai, gue pasti maen kok, elo jangan lupa sekolah yang bener, jangan sampe ngecewain keluarga disana ya, inget Zi, sekarang elu udah enggak dibiayain lagi sama kak Meta."

"Iya iya gue ngerti, yaudah deh salam buat si mama ya, itu kayaknya suara mobilnya bang Fadli deh?."

"Yaudah bye."

Panggilan pun berakhir, Sazi langsung menutup pintu jendela dan kembali ke arah kasur dan langsung merebahkan tubuhnya dan menutupinya dengan selimut.

Motor sengaja ia tinggal di Villa milik keluarganya di puncak, saat sudah sampai di rumah orang tuanya. Ia langsung berlari menuju kamarnya.

Ayahnya yang melihat hanya bisa geleng kepala sambil melanjutkan membaca koran di area ruang tengah.

"Sayang,." Panggil Fadli lantang.

Melihat istrinya yang sedang tertidur pulas Fadli merasa gemas sendiri, ia mengusap wajah Sazi sampai ke rambutnya yang tergerai diarea bantal. Tak lupa ia mengecup kening Sazi sambil berkata. "Maafin aku ya Zi." ucapnya sambil menunduk.

Fadli tak ingin menggangu Sazi yang sedang tidur, ia langsung mengambil handuk dan celana dilemarinya, dan membersihkan tubuhnya lebih dulu.

Suara guyuran shower terdengar sampai ke luar kamar, Menjadikan Sazi terbangun saat itu. Tak lama Fadli keluar dengan menggunakan handuk dipinggang.

"Sazi yang masih linglung khasnya orang bangun tidur hendak ke kamar mandi namun endingnya malah bertubrukan dengan Fadli saat itu.

Nafas keduanya beradu, dan saling menatap lekat satu sama lain. Namun saat tak sengaja menyadari akan sesuatu tak lama teriakan Sazi mengejutkan seisi rumah.

"Aaa." langsung menutupi kedua matanya namun Fadli langsung tersenyum dan membuka kedua tangan Sazi, "Hei kamu teriakin apa, aku sudah pakai celana Zi."

"Sazi pikir itu handuknya terbuka Abang enggak pake celana."

tak lama Fadli menyentil dahinya Sazi "Hayo mikir apa sih kamu Zi."

"Abang ikh sakit tau."

"Zi, ini buat kamu, buka deh semoga kamu suka,"

"Apa ini bang?."

"Ya buka aja dulu, Maafin Abang ya, udah teledor hari ini bikin istri Abang kelaparan sampai cuma makan mie,"

"Enggak apa apa bang santai, Zi tau Abang pasti sibuk, iya kan?."

Namun Fadli hanya terdiam tak banyak bicara, ia hanya tersenyum lalu mengecup kening istrinya. "Besok kita ke bank ya, buka buku tabungan buat kamu."

Sazi hanya mengangguk masih fokus pada papper bag yang diberikan oleh Fadli.

"Bang seriusan ini buat Sazi?."

"Iya, sini Abang pakaikan kalungnya ya, waktu nikah kan Abang belum sempat belikan buat kamu karena terlalu mendadak saat itu."

"Tapi bang ini pasti mahal?."

"Enggak apa apa Zi, Abang cari uang buat siapa kalau bukan buat istri abang, tuh kan apa Abang bilang cocok dikamu." puji Fadli sambil tersenyum dan mengarahkan Sazi pada cermin yang berada di sebelah kasurnya.

"Terimakasih ya bang."

"iya sama sama, yaudah yuk tidur sudah malam Abang ngantuk banget." Keduanya pun pada akhirnya tidur dikasur yang sama.

Keesokan harinya, janji Fadli untuk mengajak Sazi ke Bank pun terlaksana, proses antrian panjang pun harus mereka lalui lebih dulu.

"Bang ngantri banget."

"iyalah Zi ini hari Senin wajar padet."

"kamu tunggu disini dulu Abang beli makanan dulu ya?."

"bang Fadli, somay jangan lupa, jangan pake kolnya ya?."

"iya sip."

Dengan berlari cepat dan hanya dalam waktu beberapa menit saja Fadli sudah menenteng banyak makanan yang dibelinya sambil menunggu antrian yang mengesalkan itu.

Pada akhirnya, nomer antrian 98 pun dipanggil juga. "Ayo Zi, nomer kita sudah dipanggil."

Selang beberapa menit kemudian proses pembuatan buku tabungan pun sudah selesai. "Habis ini kita ke ATM dulu ya Zi, biar kamu bisa kita langsung praktek."

Sazi hanya menurut patuh. Dan dengan lembut Fadli menjelaskan bagaiman acaranya. "Nah gitu, yaudah tinggal klik ambil deh uangnya, gampangkan?."

"Iya bang hehe."

"Yaudah itu uangnya pegang sama kamu buat kebutuhan masak dan sekolah, yang di ATM terserah mau kapan aja kamu pakai buat jajan kek, terserah lah pokoknya itu nafkah dari Abang buat istri Abang."

"Bang terus Abang pegang uang nggak?."

"hmm nanti Abang minta ke kamu hehe, becanda Zi, Abang ada tenang saja,"

"Seriusan bang, kalo Abang enggak pegang ya ribet nanti dijalan buat beli bensin atau keperluan lainnya."

"Santai aja sih Zi, Abang masih punya kok seriusan."

"Yasudah kalau gitu, terimakasih ya bang."

"hmm, yuk kita pulang?."

""oiya tentang sekolah kamu sudah Abang daftarkan kemarin Abang suruh si arveen kemarin."

"Seriusan bang, Sazi sekolah lagi?."

"iyalah harus."

"Padahal nanggung banget sih bang ngapain juga Sazi pindah sekolah cuma tinggal nunggu beberapa bulan lagi kelulusan."

di beberapa hari terakhir nampak Fadli begitu baik dan perhatian pada Sazi saat itu, membuatkan sarapan pagi, menyiapkan buku sekolah membantu menjelaskan jika ada kesulitan dari PR yang dikerjakan Sazi.

Pulang kerumah pun selalu tepat waktu saat itu, namun diselang satu minggu kemudian. Nadia kembali membuat suasana rumah tangga Sazi dan Fadli mengalami gejolak kebimbangan pada Fadli.

Ponsel Fadli berdering berkali kali saat itu, Fadli merasa tak enak hati jika menjawabnya dihadapan Sazi.

Namun Sazi yang melihat pada layar ponsel, tertera nama Nadia. Sazi hanya datar saja. "Jawab bang, itu teman Abang dari tadi telpon."

Fadli hanya mengangguk, tak lama ia menjawab telpon itu. Dan tak lama ia berjalan menjauh dan saat Sazi beberapa menit kemudian mencari suaminya sudah tak ada lagi batang hidungnya. Seperti biasa menghilang dalam sekejap

"Kemana bang Fadli?, kok enggak bilang kalo mau pergi?." ucap Sazi heran. Mencari ke lantai bawah dan bertanya pada ayah mertua dan ibu mertuanya pun seisi rumah tidak tau pergi kemana Fadli saat itu. Namun ayahnya lagi lagi mengepalkan tangan saking kesalnya.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!