NovelToon NovelToon
Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Isekai / Rebirth For Love / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tamyst G

Arvella terlahir kembali sebagai bayi dengan kesadaran dari kehidupan sebelumnya. Dengan ingatan masa lalunya, ia mampu melihat bahaya dan mencegah masalah sebelum terjadi. Sebagai anak tunggal dalam keluarga kerajaan, Arvella belajar menghadapi dunia yang penuh intrik, rahasia istana, dan tanggung jawab besar meski tubuhnya masih kecil.
Seiring tumbuhnya Arvella, ia menemukan lorong rahasia, ramalan kuno, dan misteri yang mengancam kerajaan. Ia belajar memecahkan masalah sosial, menghindari bencana, dan menghadapi intrik politik dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Di tengah semua itu, sosok laki-laki misteriusKsatria Anjing kerajaan yang kelak menjadi bagian penting hidupnya muncul secara samar, membangkitkan rasa penasaran dan ikatan takdir yang halus. Bersama ingatan masa lalu dan insting alaminya, Arvella perlahan menemukan kekuatannya, belajar tentang kepercayaan, cinta, dan akhirnya menentukan jalannya sendiri dalam menghadapi takdir yang telah menunggunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Pertemuan Misterius di Perpustakaan

Sinar matahari pagi menyusup melalui jendela kaca tinggi perpustakaan istana, memantul di permukaan buku-buku tua yang berdebu, menciptakan bayangan panjang yang menari di lantai marmer.

Bayi Arvella sudah bangun dari buaian dan duduk di pangkuan Liora, matanya yang merah menyala memantau setiap gerakan di sekitar.

Hari itu terasa berbeda; hawa perpustakaan terasa berat tapi penuh kemungkinan, seakan rahasia menunggu untuk ditemukan.

Aku merasakan denyut ketegangan yang samar, energi yang memberi tahu bahwa hari ini akan menjadi titik balik dalam pengembangan kemampuan Arvella.

“Arvella… kau siap?” tanya Liora sambil menggendong bayi itu lebih erat.

Aku menggeliat, tangan mungilku menyentuh jari Liora.

Bayi ini tahu, tidak ada yang kebetulan di istana ini; setiap langkah di aula atau perpustakaan bisa membuka rahasia, memicu konflik, atau memberi petunjuk penting.

Begitu memasuki ruangan, aroma tinta, kertas, dan lilin tua langsung menyapa.

Rak-rak tinggi penuh buku kulit tua berdiri seperti penjaga rahasia kerajaan.

Bayi ini menatap setiap sudut, memperhatikan bayangan, cahaya, dan gerakan para pelayan yang menata buku.

Aku merasakan energi yang berbeda dari biasanya; ada kehadiran seseorang di perpustakaan, tersembunyi tapi nyata, yang menarik perhatian Arvella.

“Perhatikan, Liora,” bisik pelayan muda yang ikut masuk, suaranya rendah tapi penuh antisipasi.

Aku menggeliat, tangan kecilku menunjuk ke sudut rak, ke bayangan seorang laki-laki dengan rambut hitam dan mata biru, berdiri sambil mengamati buku tertentu.

Bayi ini merasakan energi hangat dan familiar dari sosok itu, sesuatu yang mengingatkan pada kenangan samar dari masa lalu.

Bayi ini tahu, pertemuan ini bukan sekadar kebetulan; ada alasan mengapa sosok itu muncul di saat Arvella paling penasaran.

Tiba-tiba terdengar suara lirih yang membuat seluruh pelayan menoleh.

“Buku ini… mungkin memiliki rahasia yang tersembunyi,” kata sosok laki-laki misterius itu, suaranya lembut namun tegas.

Bayi Arvella mencondongkan tubuh, tangannya meraih sehelai kain yang tergantung, menandakan rasa ingin tahu yang tak terbendung.

Aku tahu, bayi ini secara naluriah merasakan bahwa rahasia ini terkait dengan masa depannya.

Liora tersenyum pelan, menunduk ke bayi itu, “Kau ingin tahu apa yang dia maksud, ya?”

Aku menggeliat, tangan mungilku menunjuk ke arah buku yang sedang diperhatikan laki-laki misterius itu.

Bayi ini sadar bahwa jika ia ingin belajar, ia harus mencoba memahami petunjuk halus ini, meski tubuhnya kecil dan tak bisa bergerak bebas.

Sementara itu, bayangan di rak lain bergeser.

Laki-laki misterius itu mengambil buku, membalik halaman dengan hati-hati, matanya yang biru menatap Arvella sebentar, seolah ingin mengundang bayi itu untuk ikut “melihat”.

Bayi ini mencondongkan tubuhnya sedikit, matanya bersinar karena rasa penasaran yang murni.

Aku merasakan bahwa hari ini adalah pelajaran pertama Arvella dalam memahami teka-teki dan rahasia, sesuatu yang jauh lebih kompleks daripada sekadar mencegah bahaya kecil.

“Arvella… hati-hati, jangan menarik buku itu,” Liora berbisik.

Tapi bayi ini menggeliat, tangan kecilnya bergerak ke buku, tidak untuk merusak, tapi untuk menunjukkan bahwa ia mengerti urutan kode yang tersembunyi di halaman.

Aku merasakan ketegangan dari orang-orang di sekitar; mereka tidak menyadari bahwa bayi ini sebenarnya mampu membaca bahasa simbolik yang rumit, kemampuan yang ia bawa dari ingatan masa lalu.

Laki-laki misterius itu tersenyum tipis, seolah kagum, dan menunduk sedikit, “Ah, kau lebih dari sekadar bayi biasa.”

Bayi ini menatapnya, matanya yang merah menyala menampilkan rasa penasaran, kehangatan, dan rasa percaya pertama.

Aku tahu, pertemuan ini akan menjadi dasar hubungan mereka, bukan hanya misteri yang harus dipecahkan, tapi juga pengenalan terhadap seseorang yang akan menjadi bagian penting dalam hidup Arvella kelak.

Tiba-tiba terdengar suara gaduh: seorang pelayan menabrak rak dan beberapa buku jatuh berserakan.

Aku menggeliat, tangan kecilku dengan cepat menahan satu buku yang hampir jatuh.

Bayi ini menyadari bahwa perpustakaan, meski terlihat aman, memiliki risiko tersembunyi; ketidakhati-hatian bisa menghancurkan dokumen penting atau memicu perhatian raja jika terdengar.

Liora menghela napas lega, tersenyum, sementara laki-laki misterius menatap bayi itu dengan kagum, seakan mengakui kecerdasan instingtifnya.

“Bagaimana kau bisa begitu cermat?” tanya laki-laki itu, suaranya lembut tapi penasaran.

Bayi ini menggeliat, matanya berbinar, tapi tentu saja tidak bisa menjawab dengan kata-kata.

Aku merasakan interaksi ini bukan hanya sekadar bertemu; ini adalah awal dari pelajaran dan ikatan.

Bayi ini belajar bahwa komunikasi bisa terjadi tanpa kata-kata, melalui pengamatan, gerakan, dan energi yang dirasakan.

Selama berjam-jam, Arvella duduk di pangkuan Liora, memperhatikan buku, simbol, dan gerakan tangan laki-laki misterius itu.

Bayi ini memahami sebagian dari teka-teki yang ada, dan dengan instingnya, memberikan sinyal kecil yang membuat laki-laki itu tersenyum dan menandai petunjuk penting di halaman buku.

Pengalaman ini membuka jalur baru bagi Arvella: kemampuan untuk belajar, berinteraksi, dan memecahkan misteri jauh lebih kompleks daripada sebelumnya.

Sore tiba, cahaya mulai memudar, dan perpustakaan semakin tenang.

Bayi ini mencondongkan tubuh, menatap sosok laki-laki misterius yang menutup buku terakhir dan meletakkannya dengan hati-hati.

Aku merasakan energi kehangatan dan rasa aman yang tidak biasa, sesuatu yang membuat Arvella merasa bahwa hari ini bukan hanya tentang membaca buku, tapi tentang membangun kepercayaan dan koneksi pertama dengan seseorang yang akan memainkan peran besar dalam hidupnya.

Ketika bayangan senja memenuhi ruangan, bayi ini menutup mata sejenak, tangan mungilnya masih menggenggam kain Liora.

Aku tahu, setiap detik hari ini adalah pelajaran berharga tentang pengamatan, strategi, dan membaca orang lain, dan bahwa sosok misterius ini akan menjadi bagian dari takdirnya, secara alami, ketika waktu yang tepat tiba.

Dan malam itu, Arvella menutup mata, siap menghadapi hari-hari berikutnya, dengan misteri yang berkembang, teka-teki yang menanti di istana, dan sosok laki-laki misterius yang perlahan menjadi bagian dari kehidupannya.

1
Passolle
lanjut ka
LOL #555
Hebat banget ,baru lahir udah bisa buka mata ,mendengar, ngendaliin kekuatan magis , serba bisa , kayak budak koporat
LOL #555: gak sih kak , biasanya juga kalau reinkarnasi gini ,baru lahir udah bisa ngalahin naga 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!