NovelToon NovelToon
Cinta Yang Kembali Di Hari Vonis

Cinta Yang Kembali Di Hari Vonis

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Dark Romance / Angst / Tamat
Popularitas:128.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Rasa putus asa menyelimuti Jessica Zhou saat hakim menjatuhkan vonis hukuman mati atas dirinya karena dituduh membunuh kedua orang tuanya demi warisan.

Bandingnya ditolak. Harapan seakan habis.

Hingga kasus itu sampai ke tangan Hakim Li—Adrian Li—yang dijuluki “Hakim Gila” karena ketegasan dan caranya yang tak biasa dalam mencari kebenaran.

Adrian, yang selama ini hanya fokus pada pekerjaannya, dicintai oleh dua wanita: Jessica Zhou dan Holdie Fu. Holdie berambisi tinggi dan berusaha mendapatkan hati pria dingin itu, sementara Jessica memilih memendam perasaannya setelah cintanya ditolak sepuluh tahun lalu.

Kini, nasib Jessica berada di tangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Jessica yang duduk di dalam penjara hanya menatap dinding dengan tatapan kosong. Cahaya lampu redup membuat wajahnya terlihat pucat dan lelah. Sudah lama ia duduk di sana tanpa bergerak, seolah pikirannya melayang jauh ke masa lalu.

“Apakah Jaksa Wu bisa membantuku?” gumamnya pelan, suaranya hampir tidak terdengar di dalam ruangan sunyi itu.

Jessica menundukkan kepalanya perlahan. Rambutnya jatuh menutupi sebagian wajahnya.

“Dia adalah utusan Adrian Li…” lanjutnya lirih.

Nama itu membuat matanya bergetar.

“Adrian Li… aku sudah pernah dengar tentangmu. Selama ini aku selalu mengikuti beritamu. Setiap ada berita dari kota S aku tidak pernah ketinggalan, hanya demi ingin tahu kabarmu.”

Bibir Jessica membentuk senyum tipis yang pahit.

“Kau sangat sukses… dan pesonamu masih tetap ada. Walau usiamu sudah hampir empat puluh tahun.”

Ia menarik napas panjang, lalu menutup matanya sebentar.

“Apakah kau sudah menikah dengan Holdie Fu…?” bisiknya lirih.

Pertanyaan itu menggantung di udara tanpa jawaban.

Ingatan lama perlahan kembali muncul di benaknya.

Flash Back

10 tahun yang lalu

Saat itu Jessica baru berusia enam belas tahun. Seorang gadis remaja yang masih polos dan penuh harapan.

Ia duduk di meja kecil di kamarnya sambil memegang pena. Senyuman manis terlukis di wajahnya saat menulis sesuatu di atas kertas.

Sesekali ia berhenti menulis, lalu membaca kembali kalimat yang baru saja dibuatnya.

“Kakak Li, aku berharap kau terima suratku,” batin Jessica sambil terus menulis dengan hati-hati.

Pipinya sedikit memerah.

“Aku hanya ingin berada di sisimu,” lanjutnya dalam hati dengan perasaan malu sekaligus berdebar.

Tangannya bergerak perlahan menyelesaikan surat itu. Bagi Jessica saat itu, setiap kata terasa sangat penting.

Setelah selesai menulis, ia menatap surat itu cukup lama.

Seolah sedang mengumpulkan keberanian.

Akhirnya ia melipat kertas itu dengan hati-hati, memasukkannya ke dalam amplop, lalu berdiri dari kursinya.

Tak lama kemudian Jessica berdiri di depan sebuah villa besar yang dipagari tembok tinggi.

Bangunan itu terlihat megah dan jauh dari jangkauannya.

Jessica menggenggam amplop di tangannya erat-erat.

Dengan jantung berdebar, ia berjalan mendekati kotak surat yang berada di depan gerbang.

“Semoga kau membacanya…” gumamnya pelan.

Dengan penuh harap, Jessica memasukkan surat tersebut ke dalam kotak surat itu.

Setelah itu ia berdiri sebentar, menatap ke arah dalam villa.

Keesokan harinya

Jessica berada di asrama ketika sebuah surat diberikan kepadanya.

Saat melihat nama pengirimnya, matanya langsung berbinar.

“Balasan…” gumamnya dengan suara bergetar.

Senyuman lebar langsung muncul di wajahnya.

Dengan terburu-buru ia membuka amplop itu.

Namun baru beberapa detik membaca, senyum di wajahnya perlahan menghilang.

Matanya terus bergerak membaca isi surat tersebut.

Tangannya mulai gemetar.

Air mata perlahan menggenang.

“Jessica, selama ini aku hanya menganggapmu sebagai adikku.”

Kalimat itu membuat napasnya terasa berat. Matanya memerah saat membaca baris berikutnya.

“Wanita yang aku cintai adalah Holdie Fu.”

Air mata Jessica akhirnya jatuh tanpa bisa ditahan.

Ia masih memaksa membaca hingga akhir.

“Aku akan menikahinya setelah aku sukses. Dan aku berharap kita masih bisa berteman. Karena kau dan Holdie adalah sahabat baik.”

Kertas di tangannya bergetar.

Jessica menundukkan kepalanya, air mata jatuh satu demi satu mengenai surat itu.

Untuk pertama kalinya ia merasakan bagaimana rasanya harapan yang hancur dalam sekejap.

Surat itu terlepas dari tangan Jessica dan jatuh ke lantai. Kertas putih itu terbuka begitu saja di atas lantai kamar asrama yang dingin.

Jessica hanya berdiri terpaku beberapa saat. Matanya masih menatap surat itu seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia baca.

“Kalau begitu… aku akan mundur dan tidak akan mengganggu kalian,” gumam Jessica lirih. Suaranya penuh luka.

Di kepalanya, kenangan demi kenangan mulai bermunculan.

Ia teringat saat-saat mereka sering bersama.

Perhatian pria itu padanya… dan juga pada Holdie.

Tidak pernah ada perbedaan.

Ia selalu bersikap hangat kepada mereka berdua.

Karena itulah Jessica yang masih muda saat itu salah mengartikan semuanya.

Ia berharap perhatian itu adalah cinta.

Padahal tidak.

Kenangan lain muncul.

Saat pria itu jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

Jessica selalu datang menjenguk.

Ia dengan sabar membantu merawatnya, bahkan menggantikan perawat menjaga di malam hari.

Holdie Fu juga sering datang.

Mereka bertiga sering berada di ruangan yang sama.

Saat itu Jessica merasa sangat bahagia.

Namun sekarang semua kenangan itu terasa menyakitkan.

“Kakak Holdie memang lebih cantik dan dewasa dariku…” ucap Jessica dengan suara bergetar. Ia tertawa kecil, namun terdengar pahit.

“Aku hanya gadis remaja yang tidak tahu apa-apa.”

Matanya kembali dipenuhi air mata. “Usiaku dan Kakak Adrian juga berpaut cukup jauh. Mana mungkin dia menyukai gadis tidak dewasa sepertiku…”

Tangannya mengepal pelan.

Saat itu akhirnya ia sadar.

Perasaan itu hanya miliknya sendiri.

Flashback Off

Jessica yang kini duduk di dalam sel perlahan menggenggam kedua tangannya.

“Sepuluh tahun… dan aku malah menjadi tersangka pembunuhan. Aku benar-benar tidak layak mencintaimu, Adrian Li…”

Suasana sel terasa semakin sunyi.

“Apakah sekarang kau peduli padaku…?” bisiknya sangat pelan.

Tiba-tiba suara langkah terdengar dari luar.

“2866, ada yang ingin bertemu denganmu!” seru petugas wanita dengan suara tegas dari balik jeruji.

Jessica sedikit terkejut.

Ia mengangkat kepalanya perlahan.

Nomor itu adalah nomor tahanannya.

Beberapa saat kemudian.

Dengan kedua tangan diborgol, Jessica berjalan mengikuti petugas menuju ruang pertemuan.

Langkahnya pelan.

Wajahnya tampak tenang, namun matanya menyimpan banyak kelelahan.

Pintu ruangan dibuka.

Jessica masuk ke dalam.

Di sana sudah ada seorang pria yang berdiri membelakangi pintu, menghadap dinding ruangan.

Tubuhnya tinggi dan tegap.

Jessica yang baru masuk menatap punggung pria itu dengan bingung.

Jantungnya tiba-tiba berdebar tanpa alasan yang jelas.

“Tuan… siapa Anda?” tanya Jessica dengan hati-hati.

Pria itu tidak langsung menjawab.

Beberapa detik kemudian, ia perlahan berbalik.

Tatapan matanya langsung tertuju pada gadis di depannya.

Untuk sesaat, ruangan itu terasa sangat sunyi.

Waktu seolah berhenti.

1
Mitaria Lubis
atau dia juga yg membunuh tentor Adrian Li
awesome moment
leon happy bgts. punya 4 ayah angkat dgn 4 profesi
awesome moment
bukan jess yg diculik tp adrian. troosh jess dipaksa demi adrian
awesome moment
shane bnr2 bisa diandalkan termasuk...menjatuhkan holdie. penjahat sejati adalah org yg sgt sabar
awesome moment
tu kn...mmg rada waras tu holdie
awesome moment
😄😄😄kt2 shane, smuanya palsu. jleb g c
awesome moment
adrian pasti milih mundur drpd baremg holdie
awesome moment
nha...jess, kamu yg adrian pilih
awesome moment
jessi n keberuntungannya gedhe lho👍👍
awesome moment
adrian, lawan ketakutanmu. org2 tersayangmu pergi bukan krn.mu. justru krn mrk sgt syg kamu. spt jess. yg tulus cinta kamu
awesome moment
shane ternyata di pihak adrian maka...holdie bikin lubang utk dirinya sndiri
awesome moment
adrian tau bhw holdie yg mengintimidasi jess sejak 11 tahun lalu. adrian msh berkutat dgn rasa takut kehilangan
awesome moment
😄😄😄takdir mmg hnya utk org yg sabar
awesome moment
😄😄😄😄😄jd ngabrut malahan
awesome moment
makin dekat ke holdie
awesome moment
masalah dtg lg
awesome moment
krn di mobil tu warisan sebenarnya disimpan
awesome moment
JJ hanya pion?
awesome moment
holdie merasa menang pdhl...dia sdh kalah sejak 10 tahun lalu
awesome moment
JJ ternyata. sadis xeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!