NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:182.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelajaran Untuk Pelayan

Mata Naomi berkilat dingin. Tatapannya menusuk lurus ke arah pelayan bernama Nina.

“Siapa yang kau sebut pencuri?” tanyanya pelan, tapi nadanya menusuk.

Nina mendengus, sama sekali tidak gentar. Dengan lancang dan lantang, penuh keberanian palsu, ia menunjuk Naomi.

“Tentu saja dirimu! Siapa lagi kalau bukan kamu? Anak angkat tak tahu malu! Sudah menganiaya para pelayan, sekarang malah mencuri perhiasan mereka!”

Viviane tersentak. “Apa?!” serunya terkejut, menoleh ke Naomi. “Kak Naomi mencuri?”

Nina langsung mengangguk yakin. “Benar, Nona Viviane. Dia mencuri perhiasan rekan kami.”

Carlos melangkah maju satu langkah. Tanpa bertanya ataupun mengecek, ia langsung percaya begitu saja. Tatapannya penuh penghinaan saat menatap Naomi dari ujung kepala hingga kaki.

“Kau benar-benar tidak tahu diri,” katanya dingin. “Sudah membuat masalah, sekarang mencuri pula? Benar-benar memalukan.”

Erick menyilangkan tangan di dada, sudut bibirnya terangkat sinis. “Aku sudah bilang dari dulu. Karaktermu memang bermasalah.”

Ia menoleh ke Viviane. “Beruntung pertunanganku denganmu belum terlaksana. Aku akan bicara pada kakekku. Pertunangan tetap dilanjutkan dengan Viviane, sesuai kesepakatan awal.”

Dulu, sebelum mereka tahu Naomi dan Viviane tertukar, keluarga Jills memang menjodohkan Erick dengan Viviane. Namun setelah rahasia itu terbongkar dan status Viviane hanya anak angkat terungkap, perjodohan itu pun dipindahkan pada Naomi, anak kandung keluarga Elios, sesuatu yang jelas tidak pernah diterima Erick.

Dan sekarang, Erick sudah menemukan senjata agar pertunangannya dengan Naomi tidak akan dilaksanakan.

Naomi hanya menatap dingin ke. Begitulah mereka, tanpa mencari tahu langsung menyalahkannya.

Viviane menunduk, lalu mendekat ke Naomi dengan wajah seolah penuh kepedulian. “Kak Naomi … apa uang bulanan dari Papi dan Mami tidak cukup?” ttanyanya lirih. “Sampai kakak harus mengambil perhiasan mereka? Kasihan mereka, Kak. Mereka bekerja keras untuk memveli perhiasan itu. Kalau kakak mau, kakak bisa mengambil perhiasanku saja. Daripada milik mereka.”

Mendengar ucapan Viviane semua orang yang ada di ruangan itu langsung tersentuh dan betapa baiknya sikap gadis lembut itu. Kecuali Max yang ingin merasa muntah.

Naomi tersenyum sinis. “Oh, kau benar,” ujarnya tenang. “Mereka memang bekerja keras.”

Ia menatap Nina dan Viviane bergantian. “Bekerja keras mencuri milik orang lain. Dan kau mendukung mereka, Viviane?”

Tubuh Viviane bergetar. “A–apa maksud kakak?”

Carlos langsung memotong dengan nada tajam. “Kau pikir kami akan percaya ucapanmu? Para pelayan di sini sudah mengabdi jauh lebih lama daripada kau yang baru tinggal setahun!”

Ia menunjuk Naomi. “Mereka bekerja jujur. Kembalikan perhiasan mereka. Apa keluarga Atlas tidak pernah mengajarimu etika sampai kau mencuri barang orang lain?”

Sebelum Naomi sempat menjawab, sebuah sosok tinggi melangkah ke depannya, yaitu Max.

Tatapannya dingin dan berbahaya. “Jaga mulut kalian,” katanya pelan, tapi auranya menekan seluruh ruangan. “Tidak ada yang berhak menuduh tanpa bukti.”

Ia melirik Viviane dengan senyum sinis.

Nina menelan ludah suaranya dibuat mendayu-dayu berpikir Max mudah tergoda oleh ulat kremi seperti dirinya. “Maaf, Tuan Muda Max. Tapi ketiga pelayan itu babak belur, dan perhiasan mereka memang hilang.”

Max menatapnya lurus. “Kau yakin?”

Tangannya bergerak ke balik jas. Dalam sekejap, sebuah pistol hitam mengarah tepat ke dahi Nina.

Tubuh Nina gemetar hebat begitu moncong pistol diarahkan kepadanya. Semua orang terkejut. Mata mereka membulat sempurna dengan napas tercekat.

Siapa yang tidak mengenal Maximilian Atlas, sang tirani dari empat keluarga pemegang pilar negara?

“Saya … saya yakin.” suara Nina tercekat.

“Turunkan senjatamu, Tuan Max,” kata Carlos tegang. “Ingat, ini kediaman keluarga Elios. Kau tidak berhak mengangkat senjata di sini.”

Max tersenyum miring. “Siapa kau berani memerintahku? Kau pikir aku takut?”

Carlos terdiam. Rahangnya mengeras, giginya bergemeletuk.

Naomi menghela napas pelan. Ia tahu kakak angkatnya tak pernah bercanda.

“Kalau begitu,” kata Naomi dingin. “Panggil mereka.”

Carlos mengernyit. “Untuk apa?”

“Supaya mereka bicara langsung,” jawab Naomi tanpa ragu. “Di depan semua orang.”

Viviane tampak ragu. “Kak Naomi … bukankah ini akan mempermalukan semua pihak?”

Naomi menoleh. “Bukankah kau yang menginginkan kebenaran, Viviane? Daripada hanya sibuk menuduhku. Lebih baik perjelas sekarang juga.”

Senyum Viviane mengeras.

“Panggil mereka,” kata Max singkat.

Itu bukan permintaan. Tapi sebuah perintah mutlak.

Dengan wajah tidak rela, Nina berbalik.

Beberapa menit kemudian, tiga pelayan digiring ke ruang tengah bersama dengan Nina. Langkah mereka tertatih, wajah pucat. Begitu melihat Naomi, mata mereka berkilat penuh kebencian.

“Sekarang,” kata Max dingin. “Jelaskan. Apa yang terjadi?”

Pelayan pertama menunduk, lalu menunjuk Naomi. “Dia memukuli kami dan merampas perhiasan kami!”

Naomi mengangguk pelan. “Perhiasan yang mana?”

Ketiga pelayan itu terdiam.

Naomi lalu mengeluarkan sebuah kalung, gelang, dan cincin dari sakunya. Ia mengangkatnya tinggi agar semua orang melihat.

“Yang ini?” tanyanya tenang. “Perhiasan pemberian kakek dan nenekku.”

Suaranya mengeras. “Yang kalian ambil saat aku koma di rumah sakit. Satu-satunya hadiah yang aku miliki sejak aku berada di mansion ini.”

Ketiga pelayan itu terdiam sesaat, lalu salah satunya berkata lantang. “Itu milik kami, Nona Naomi. Jangan injak kami hanya karena kami pelayan rendahan! Jadi Nona seenaknya pada kami.”

Nada mereka berubah. Mereka mulai memanggil Naomi dengan sebutan “Nona”, mencoba menarik simpati orang yang ada di ruangan itu.

Viviane kembali maju. “Kak … jangan perlakukan mereka seperti ini. Bagaimanapun mereka manusia. Kembalikan perhiasan mereka, Kak.”

Naomi terkekeh. “Kalau begitu, ayo kita buktikan.” Ia menoleh ke Carlos. “Cek CCTV. Bukankah mereka akan terlihat kalau masuk ke kamarku?”

Wajah ketiga pelayan langsung menegang.

Nina cepat-cepat memotong. “Tidak perlu CCTV! Mereka orang baik! Semua orang tahu nona punya perilaku buruk. Keluar masuk club malam! Bahkan dengan menggandeng—”

Tanpa aba-aba Naomi langsung melangkah.

Plak!

Tamparan keras mendarat di wajah Nina.

Carlos, Erick, dan Viviane berteriak bersamaan.

“Hentikan Naomi!”

Mereka mencoba maju tapi tiba-tiba Max menghadang.

“Berani kalian melangkah,” kata Max sambil mengangkat pistol. “Kupastikan kepala kalian bolong sekarang juga.”

Carlos mendengus. “Kau pikir kami takut—”

Dor!

Tembakan menggema. Peluru menembus kaki salah satu pelayan.

“Aarrrgghh!”

Jeritan melengking memenuhi ruangan.

Max bahkan tidak menoleh. “Jawab. Benar Naomi mencuri?”

Ketiga pelayan itu langsung panik. “Tidak!”

“Kami yang mencuri milik Nona Naomi!”

Carlos dan Erick membeku.

Max menatap Naomi dengan lembut. “Selesaikan saja.”

Naomi mengangguk. Ia melangkah mendekati Nina.

“Sejak awal aku tinggal di sini,” katanya dingin, “kau tidak pernah punya sopan santun padaku.”

Plak!

Tamparan kedua mendarat.

“Sekarang jawab,” lanjut Naomi. “Apa kau pernah melihatku masuk club malam?”

Nina gemetar, melirik Viviane. Namun Viviane membuang muka. Nina lalu menatap tajam Naomi.

“Kau tak—”

Bruk!

Sebuah tendangan keras menghantam perut Nina. Tubuh pelayan itu terlempar, menabrak vas bunga besar hingga pecah berkeping-keping.

Prang!

1
Arbaati
kapokmu kapan
Kusii Yaati
nah kan kena gampar sama max, terlalu kepedean sih... tubuh max itu terlalu mahal untuk di sentuh sama yang murahan kayak elo... sakit nggak seberapa tapi malunya luar biasa, udah di tolak di depan umum kena gampar pula 🤣🤣🤣🤣
Atalia
mampus kau vivian 😂😂😂
Silla Okta
babang max emang the best,,, gak mungkin tergoda sama ulet keket,,,,, 🤣🤣🤣🤣🤣 next Thor
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tumaan 🤣🤣 dipuskn berpa pri tuh 😤
Eka Haslinda
babang Max Seraaamm 👍👍👍
Hary Nengsih
salah sasaran y 🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Si Zane ini sensi banget dah 🤣
Nor Azlin
Rasakan lah anak orang lain yang kalian jaga & anggap anak sendiri malah menikam kalian dari belakang🤣🤣🤣🤣ini lah karma yang kalian cari sendiri ...buat yang kayak nyonya sama tuan Elios ini berpada2 lah mau menjaga anak orang yang kehilangan kedua orang tua nya kerana ini sangat berbahaya akibat nya mereka membuang anak sendiri kedesa namun meranti kan anak orang lain menjadi puteri mereka...sesuatu kebenaran sangat menyakitkan di saat semua nya terbongkar dengan sendiri disaat kalian di ambang kehancuran bukan bisa menolong malah membinasakan masa depan kalian semua yah 😂😂😂semoga ini titik pelajaran buat kalian para manusia busuk darah daging sendiri dituduh2 Mulu dasar orang tua bodoh percaya dengan orang luar berbanding anak yang di kandung kan nya sendiri ...ini lah contoh orang tua bodoh sudah ada anak sendiri masih mau ambil lagi beban yang akan membinasakan diri mereka sendiri deh...lanjutkan thor
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mantap Max walau menurut saya kurang tp tak apa itu sebagai perkenalan sama Viviane 😉😏😅
Passolle
lanjut thor
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Zane sblm kamu marah dan pertemananmu dngn Max hancur gara" tunangan mu itu mending selidiki dulu 😏
zylla
yakin? 🤣🤣🤣🤣
zylla
Zane benar" bodoh
Lesmana
wkwkwkwk brasa timmy lg ngejual sonya ke clay😄😄😄
Tiara Bella
Viviane kena tampol max... mana mw diksh para pria lg kan itu hukuman dr max bt cwek kegatelan
🍒⃞⃟🦅 ☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
puas gak tuh viviane🤣🤣🤣
@ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahahaha rasakan itu vivian
nnti pulang jadi apa coba
@ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
blm tau kah yg sebebrnya kau zen
🏡s⃝ᴿ . Cha
go maxxxx i lope you
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!