Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"Sayang, kenapa lama sekali, mas sudah menunggumu dari tadi? " tanya Rangga yang tiba tiba keluar dari ruangannya.
Mendengar suara Rangga yang lembut dan memanggil Sayang, membuat hati Dewi berbunga bunga, dia lansung salah tingkah dan malu malu, menyelipkan rambutnya di telinga, dan mendekat ke arah Rangga.
"Maaf kak, membuat kakak menunggu, sebenarnya aku sudah dari tadi ingin masuk ke ruangan kakak, tapi ada sedikit gangguan." ucap Dewi dengan suara sok manja.
Rangga menatap Dewi dengan tatapan risih, apa apaan perempuan itu.
Dewi menatap sinis ke arah Kayla dan juga Ita, lalu berkata dengan angkuhnya. "Pergi sana kalian, mengganggu saja! " ujar Dewi mengibaskan tangannya.
Rangga menatap murka kearah Dewi, tidak Terima istri tercintanya di usir.
"Siapa yang kamu usir! " bentak Rangga dengan murka.
Tentu saja suara lantang Rangga itu membuat Dewi terlonjak kaget, begitupun dengan Ita dan Kayla, yang baru kali ini melihat wajah garang Rangga.
"k-kak." gugup Dewi dengan ketakukan.
"Siapa yang kamu usir barusan?! " sergah Rangga lagi.
Dewi terdiam dan mencerna ucapan Rangga.
"Jawab DEWI....!! " bentak Rangga lagi.
"M-mereka." tunjuk Dewi ragu ragu.
Ita yang melihat wajah pucat dan takut Dewi terkekeh dalam hati, sungguh puas rasanya melihat mengenaskan itu, sayang dia tidak bisa memvidiokannya.
Kayla hanya menatap sang suami dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kenapa kau mengusir mereka? " tanya Rangga lagi dengan nada tegas, walau tidak sekeras tadi, namun tetap saja ucapan menusuk itu membuat orang takut.
"K-karena mereka sok kenal dan ingin masuk ke dalam ruangan kakak, aku tau kakak tidak akan pernah mau menerima tamu wanita di ruangan kakak, makanya aku usir, lagian pramusaji itu sok tau banget, membawa wanita entah tujuannya apa, sangat mencurigakan, jangan jangan dia ingin menggoda kakak dengan wajah sok cantiknya itu, menjijikan." sinis Dewi, dia tak tau saja, setiap ucapan nya memantik api kemarahan di dada Rangga.
Brakkk.....
"Kurang ajar kau.....! bisa bisanya kau merendahkan istriku! " maki Rangga memukul dinding.
Duarrrr....
Dewi sangat syok mendengar ucapan yang keluar dari mulut Rangga itu, dia tidak menyangka wanita yang sangat membuat dia iri itu adalah istri Rangga, laki laki yang selama ini sangat dia sukai, dan dia puja, rasanya dunia Dewi mau runtuh saat ini juga, baru saja dia merasa senang, karena Rangga batal menikah dengan kekasihnya, kini rasa senangnya hancur lebur, mengetahui fakta klau Rangga sudah menikah, dan yang membuat dia semakin sakit, ternyata Rangga sangat membela istri dadakannya itu.
"N-nggak, nggak mungkin." ucap Dewi lemah menggelengkan kepalanya.
"Apanya yang nggak mungkin? " tanya Rangga kesal.
Dewi hanya bisa membisu tanpa bisa menjawab ucapan Rangga.
"Sudah cukup selama ini kau membuat ulah di cafe saya, hari ini kau sudah membuat ulah yang lebih fatal, hari ini juga kau ku pecat, silahkan keluar dari cafe saya, nanti sisa gaji, dan pesangon kau saya transfer. " tegas Rangga, selama ini Rangga diam bukan tidak tau sepak terjang Dewi di Cafenya, hanya saja apa yang dia lakukan baru sebatas wajar, dan ada Ita yang selalu membuat dia tak bisa berkutik, namun kali ini perempuan itu benar benar membuat dia murka, karena sudah menghina istrinya.
Deggg....
Dewi terlonjak kaget dengan ucapan Rangga yang memecatnya hanya karena wanita yang baru di nikahi Rangga itu, membuat Dewi tidak terima.
"Kak, apa maksud kakak?! " Tanya Dewi yang tidak terima.
"Apa telinga mu sudah berfungsi, sehingga ucapan saya harus di ulang dua kali! " sarkas Rangga dengan dingin.
Dewi menggelengkan kepalanya.
"Nggak bisa gitu dong kak, hanya karena aku membentak wanita itu, kakak memecat ku, apa itu nggak berlebihan, lagian aku nggak tau kalau dia itu istri kakak." ujar Dewi tidak terima, dan kini dia memperlihatkan wajah aslinya kepada Rangga, karena selama ini dia sok berlemah lembut di hadapan Rangga.
Rangga hanya menarik sudut bibirnya sebelah, dan menatap sinis ke arah Dewi.
"Jangan kau pikir kelakuan kau selama ini terhadap karyawan yang semena mena dan sok jadi atasan saya tidak tau, selama ini saya diam, karena masih ada orang yang membuat kau diam, tapi kali ini saya tidak bisa mentolerir kamu lagi, kesalahan yang kau buat sudah sangat fatal." tegas Rangga yang tidak mau di bantah.
Dewi menelan ludah kasar, dia tidak menyangka Rangga tau kelakuannya, tapi walau pun begitu, dia tetap tidak terima di pecat oleh Rangga.
"Kakak klau memecat ku, kakak tau kan konsekwensinya, kakak ku pasti akan marah sama kakak." ancam Dewi, selama ini dia tau betapa akrabnya abangnya dengan Rangga.
"Kau pikir saya takut dengan abang kau itu." sengak Rangga makin murka.
"Pergi lah dari sini, sebelum saya suruh security menyeret kau keluar! " usir Rangga yang sudah muak melihat wajah Dewi.
Dewi tak bisa berbuat apa apa lagi, dia berbalik dan menghentakkan kakinya ke lantai, lalu menatap sinis dan penuh dendam ke arah Kayla dan Ita.
"Nggak usah melotot melotot kaya gitu, udah kaya kunti julid aja loe. " cibir Ita.
"Kau....!! " tunjuk Dewi.
"Apa! mau gue patahin tuh jari." balas Ita yang tidak pernah takut dengan perempuan itu.
"Dasar babu sialan! " kesal Dewi meninggalkan ke tiga orang itu.
"Ehehehe..... Pak, maaf. Saya cuma nganterin ibu ke ruangan bapak.
" Iya terimakasih." Angguk Rangga.
"Kalau gitu saya undur diri dulu." ucap Ita ingin pergi dari sana.
"Makasih ya Ita, udah nganterin saya ke ruangan suami saya, oh... Iya, boleh minta tolong buatkan jus lemon." pinta Kayla sopan.
"Sama sama ibu, baik bu, saya akan buatkan pesanan ibu." ucap Ita sopan lalu pergi dari ke dua orang itu.
"Ayo sayang masuk, maaf ya, ada drama nggak jelas." sesal Rangga.
Kayla patuh dan menurut masuk ke dalam ruangan Rangga itu, dia menatap kagum ruangan Rangga, terlihat rapi dan bersih.
"Duduk sini." ujar Rangga menepuk sisi sebelah sofa yang dia duduki, wajahnya yang tadi sangat seram sudah berubah lembut.
Kayla melangkahkan kakinya dan duduk di samping Rangga yang tersenyum kepadanya.
"Mas klau marah serem juga ya, bikin takut tau." ucap Kayla.
Maaf sayang, mas kelepasan, membuat kamu takut sama mas." sesal Rangga.
Kayla hanya tersenyum dan merebahkan kepalanya dengan manja di bahu sang suami.
"Nggak apa apa, aku senang, karena mas marah karena membela ku, baru kali ini aku benar benar di anggap, dan di bela sama orang yang ku anggap penting." ucap Kayla sendu mengingat perlakuan mantan kekasihnya, om tante dan juga sepupunya.
Rangga merengkuh tubuh sang istri ke dalam pelukannya, "Jangan di ingat lagi, yang lalu biar lah berlalu, sekarang mas akan selalu berada di sisi mu, dan akan selalu membela kamu." ucap Rangga menenangkan sang istri.
"Makasih mas, aku bersyukur menikah dengan mas." ucap Kayla pelan.
Bersambung.....
semangat💪