terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 11
setelah sekian lama dia menguasai diri di kamar mandi, Bila memutuskan untuk mencari udara segar di taman yang merupakan tempat favorit mendiang ibu Gama bahkan tata letak yang mengatur ibunya sendiri dengan kolam dan gazebo yang tampak teduh dan nyaman ada juga beberapa jenis bunga yang secara langsung ibu Gama tanam langsung.
Gama memang jarang berada di situ, hanya kepala pelayan yang sesekali membenahi taman tersebut. ada alasan tersendiri selain kesibukannya bekerja, karena setiap kenangan bersama orang tuanya masih sering muncul ketika dia sedang kalut di taman itu.
Gama masih sering memperhatikan taman lewat balkon kamarnya yang memang mengarah langsung ke taman walau tak berani untuk turun hanya untuk sekedar bersantai di gazebo.
Bila melihat takjub pada taman itu, karena terasa berbeda dari taman lainnya dengan bunga warna warni yang indah dan sebagian bahkan jenis bunga yang sudah sangat susah untuk di temui karena kelangkaannya.
Bila tampak menyusuri jalan setapak dengan kagum dan bahkan membuatnya lupa dengan apa yang dia alami di kamar utama, dia bahkan dapat tersenyum cerah hanya karena kupu kupu hinggap di tangannya lalu berterbangan.
Pak Syam menghampiri nonanya setelah dia memperhatikan nonanya bahkan dari nonanya turun dari lantai dua, dan memberikan instruksi pada tukang kebun untuk beristirahat dan pelayan lainnya untuk membawakan jus dan buah sebagai cemilan. Pak Syam berdeham agar tidak membuat kaget Bila, Bila menengok dan melihat pak Syam berada di belakangnya. " maaf pak, saya tak memperhatikan, saya kira tidak apa apa jika saya berada di sini". pak Syam tersenyum hangat, " tidak ada larangan untuk nona berada di manapun di mansion ini karena nona muda adalah istri dari tuan muda pemilik mansion ini". Bila merasa terhibur dengan pernyataan pak Syam yang mengganggap dia patut di hormati selaku nyonya rumah, padahal yang ada dalam fikiran Bila bahwa statusnya sama saja dengan para pelayan hanya saja sebutan dan tugasnya yang sedikit berbeda.
pak Syam berjalan mensejajari langkah nona mudanya mengarahkan ke gazebo di tengah taman yang di kelilingi kolam ikan, " taman ini di bangun oleh nyonya, setiap yang ada disini adalah sentuhan dari tangan ibu tuan Gama, dulu ketika tuan Gama masih kecil, disini menjadi tempat untuk berkumpul dan menghabiskan waktu untuk nyonya, tuan besar dan tuan Gama. Bercanda, bersantai dan bahkan kadang para pelayan akan menyiapkan makan keluarga di gazebo karena tuan Gama yang sering tidak mau makan di mansion", pak Syam tersenyum, Bila pun seakan merasakan kehangatan di taman dari cerita pak Syam. pak Syam mempersilakan nona mudanya untuk duduk setelah sampai di gazebo, tidak lama pelayan datang membawa pesanan pak Syam. " saya undur diri nona, masih ada yang harus saya urus di mansion" Bila tersenyum " terimakasih pak, sudah mengantarku sampai di sini, maafkan saya yang sudah menyita waktu pak Syam", "saya senang melakukannya nona", pak Syam tersenyum dan membungkuk hormat pada nona mudanya dan pergi berlalu meninggalkan Bila dengan fikirannya yang mulai terbuka dengan kehidupan tuan Gama. Apa yang sudah terjadi padanya sampai membuatnya menjadi sosok lelaki yang sangat dingin dan pendiam bahkan terlihat menyeramkan walaupun wajahnya tampan dan punya badan yang bagus "setan apa yang merasukiku bagaimana bisa aku memikirkan wajah dan tubuhnya", Bila kaget dengan fikirannya.