seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Benda Kecil Dan Penting Ikut Berdiri
Setiba nya Yuda di rumah langsung di sambut dengan senyuman istri nya dan di suguhi oleh pelukan yang membuat pria manapun iri, Leni sekarang lebih berani dan lebih berinisiatif setelah yakin dalam hati nya kalau suami nya bukan lah orang tidak punya hati seperti dulu.
Walau begitu Leni masih menyimpan kewaspadaan walau tidak terlalu ketat seperti dulu. “Kamu sudah pulang mas kok cepat banget.... Apa yang kamu beli?”
“Tadi nya aku ingin beli sesuatu tapi saat tiba di sana, aku tidak menemukan nya, jadinya aku pulang lagi.”
"Ouh, begitu, ini minum dulu mas,” ujar Leni menyodorkan gelas berisi air putih yang di siapkan untuk suami nya.
Yuda menoleh ke arah istri nya! Leni pun mengernyit bingung lalu bertanya. “Ada apa mas, kamu mau Leni pijitin?” tawar nya.
“Boleh kalau kamu gak cape sayang,” jawab Yuda sambil menggegam tangan istri nya seolah takut kehilangan.
Leni malah bingung,g bagaimana ia bisa memijat, sedangkan tangan nya di genggam dengan erat oleh suami nya itu. “Mas.. Gimana mau pijitin kamu aja megang tangan Leni,” ucap nya dengan polos.
Srett.!!,
Yuda langsung menarik tubuh Leni membuat gadis itu terhayung klau jatuh di pangkuan suami nya. “Kalau gitu gak usah mikirin, gini aja aku udah enaken kok.”
Yuda malah memejamkan mata sedangkan Leni wajah nya bersemu merah dadanya berdegup kencang merasa gugup saat berhadapan wajah sedekat ini dengan semua nya.
“Mas..! Kamu masih cape! Leni duduk di kursi saja ya,” ucap Leni memohon.
“Gak mau, udah diem dulu,” Yuda sendiri tak membiarkan istri nya turun justru malah memeluk istri nya.
Degh!,
Leni kaget karena ia merasakan sesuatu mengganjal di bagian bokong dan dan itu sesuatu yang keras dan sulit untuk di kalahkan.
"Mas..! Leni turun ya, itu kamu pasti sakit kalau Leni duduki..!”
Yuda melotot lalu mengangkat tubuh istri nya berdiri, dan saat itu juga benda kecil yang penting ikut berdiri saat di duduki oleh Leni.
“..aaa...!!”
Yuda langsung berlari begitu Leni menjerit, ia jugatak menyangka kalau adik nya bisa terbangun dengan mudah, tapi itu wajar karena membuktikan ia seorang lelaki sejati, siapa yang tidak terangsang saat di suguhi wanita cantik dengan gundukan bokong.
dengan malu Yuda menuju kamar mandi, dan mandi di sana, demi untuk menetralkan gejolak di hati nya, agar lebih tenang dan mendingin. “Tujuan buat dia lebih cinta, malah bikin dia takutt.., masalah-masalah.”
jika ingin menyalahkan seseorang maka dirinya sendiri yang salah, sudah tahu iaman lemah malah memaksa malah nekat seperti itu, judulnya ingin mesra seperti di film-film.
Sedang Leni masih teriak di ruang tengah. “Kok aku merasa ngeri ya,,, punya suami ku kok besar banget, padahal dulu tidak sebesar itu.”
"Ihh, aku mikir apaan si, Leni sadar, kamu ini mikir apaan sih,” gadis itu juga tidak polos namun tetap saja melihat langsung akan terasa ngeri bagi nya.
Tak lama Yuda keluar dengan wajah yang sudah selesai mandi, wajah nya segar dan yang paling penting si jangkar sudah tidak berdiri lagi seperti sebelum nya, hingga membuat Leni takut.
“Sayang ini! Aku ada uang, kamu pegang aja,” ucap Yuda menyodorkan uang dengan jumlah lima koin seratus perak kepada istri nya.
“i-ini, uang dari mana mas,“ begitu melihat uang Leni langsung membeli dan menatap dengan rasa gugup, ia selama ini hanya pernah memgang uang yang di berikan suami nya paling 10 perak.
“Ini uang ku yang di simpan, kamu ambil dan simpan untuk kebutuhan kita ya,” suruh Yuda memaksa istri nya menerima uang itu.
Leni masih tak percaya dengan tangan gemetar ia mencubit tangan nya sendiri sehingga mengaduh. “..aww...!”
“Kamu ini, jelas ini bukan mimpi lah, setelah ini aku akan ke gunung untuk berburu lagi, jadi kamu di rumah, sperti biasa jangan keluar rumah jika tanpa izin ku. Mengerti!”
Leni mengangguk dengan wajah serius. “Mengerti, Leni gak akan ngecewain kamu.”
setelah menyimpan lima koin uang itu Leni tersenyum lebar, dalam kekacauan sumber daya ia masih bisa mengangkat uang lima ratus perak. “Mas! Aku gak nyangka kalau aku akan megang uang kamu sebesar ini.”
“Kita udah nikah tentu saja, apapun yang kumiliki itu milik kamu, begitupun sebaliknya, setelah ini kamu akan menjadi nyonya Yuda,” ucap Yuda dengan percaya diri, dengan gingseng, hanya tinggal mendapatkan 20% point cinta istri nya lagi.
Degh!,
“Oke mas..! Sekarang Leni yakin kalian doa Leni selama ini akhirnya terwujud, Leni selalu berdoa kalau kamu berubah dan ternyata itu menjadi kenyataan hari ini..”
“Cring point cinta Leni meningkat 5%, total 35%.”
“Kenapa Kecik sekali sayang ku!!, ahh, sudahlah itu lebih baik dari pada tidak sama sekali,” ucap yuda dalam hati setidaknya ada peningkatan untuk saat ini ia hanya tinggal mengumpulkan 15 point cinta lagi, entah bagaimana lagi agar istri nya bisa cinta pada nya.
“hehehe..! kalau gitu aku pergi dulu,” ucap Yuda.
Leni mengusap setetes air mata yang sempat keluar lalu menatap suami nya dengan sambil berkata. “Kamu baru pulang, dan belum makan mas, apa gak mau makan dulu?”
“Tidak usah sayang, aku pergi berburu dulu, baru setelah itu kita makan daging,”cetus Yuda dengan yakin.
Leni walau gak yakin hanya mengangguk, meskipun kemarin Yuda mendapatkan ayam hutan, tapi Leni ragu jika suami nya beruntung lagi hari ini. “Tapi mas, kamu sama sekali gak punya panah bagaimana kamu berburu?”
Yuda menggaruk kepala nya, bukan gatal melainkan mencari jawaban yang pas dan masuk akal. “Aku sebenarnya hanya melihat para hewan berkelahi laku kalau ada yang kalah baru aku muncul mengambil hewan yang kalah berkelahi.”
Leni pun menatap wajah suami nya yang terlihat mencurigakan, tapi pada akhirnya ia hanya bisa percaya pada suami nya. “Iya, aku percaya mas, dah semoga kamu beruntung lagi hari ini.”
Akhirnya Yuda kembali berangkat, hanya beberapa menit saja di rumah nya sudah kembali akan berburu, saat sudah pergi jauh dari arah rumah nya, di samping rumah nya tepat nya rumah bi Yeti, Bagas dan dua teman nya sudah siap mereka membawa pedang dan juga panah beserta busur nya.
Yuda berjalan dengan santai mulai masuk ke daerah perhutanan, tanpa menyadari kalau tiga orang membuntutinya dari belakang, tiga orang itu berniat melancarkan aksi mereka saat sudah tuan di dalam hutan.
Dan saat sudah berada di tengah hutan Yuda berhenti lalu menoleh ke belakang, karena curiga ada yang mengikuti nya. “Aneh, kok aku merasa ada yang mengikuti!”
Yuda menoleh ke kanan ke kiri memastikan tidak ada orang di sana, Saat Yuda menunduk ia menemukan jejak hewan buas di sana, lalu berjongkok untuk melihat lebih jelas.
Jlebb....!
Panah melewati kepala Yuda dan tepat menancap di salah satu pohon yang berada di depan Yuda.