NovelToon NovelToon
TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:35.9k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.

Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semoga Berjodoh

When marimba rhythms start to play...

Dance with me, make me sway ...

Satu menit berselang dari pesan yang ia kirim ke nomer Bima, bukan balasan pesan masuk dari pria itu yang kini diterima Citra, tapi panggilan masuk dari Bima.

"Astaga! Kenapa juga dia malah telepon!?" Citra mendengus kasar. Tak segera menjawab panggilan telepon dari Bima, sementara sering teleponnya masih terus berbunyi.

"Ada apa, Mas?" Akhirnya Citra memutuskan mengangkat panggilan masuk dari Bima.

"Kamu akan ke Bogor dengan ibumu?" tanya Bima menjawab pertanyaan Citra tadi.

"Umm, iya, Mas. Ibu minta diantar karena ada keponakannya yang melahirkan." Citra mengungkap alasannya, padahal ibunya mungkin saja belum tahu jika Sekar sudah melahirkan.

"Kalau begitu biar saya antar saja kamu dan ibu pergi ke Bogor." Bima justru menawarkan diri mengantar Citra. Dia anggap ini adalah kesempatan untuknya mengenal keluarga Citra lebih dekat.

"Oh, jangan, Mas! Biar saya antar ibu pakai motor saja." Citra bereaksi menolak tawaran Bima tadi.

"Kamu pergi ke Bogor dengan ibu kamu mengendarai motor?" Nada bicara Bima seperti kaget mendengar Citra akan mengantar orang tuanya ke tempat yang jauh menggunakan kendaraan roda dua.

"Iya, Mas. Saya sering pergi ke sana pakai motor, kok." Bagi Citra, itu bukan pertama kalinya ia mengendarai motor pergi ke Bogor. Setiap hari raya saat mudik, mereka pulang ke Bogor, karena orang tua dan keluarga besar dari ibunya tinggal di sana.

"Pakai motor berkendara jauh, apalagi bawa orang tua, itu sangat berbahaya. Biar nanti saya yang antar saja ke sana!" Bima anti ditolak oleh Citra, bahkan terkesan memaksa. "Besok berangkat jam berapa? Biar saya tidak telat jemput kamu."

"Nggak usah, Mas! Saya nggak enak ngerepotin Mas." Citra masih berusaha menolak.

"Kenapa kamu selalu menolak kalau saya menawarkan sesuatu? Saya tidak bermaksud jahat pada kamu, Citra." Bima merasa Citra seakan menjaga jarak dengannya.

"S-saya ... Saya nggak ingin merepotkan Mas." Sebenarnya bukan hal itu yang paling utama menjadi alasannya. Tapi, karena dia takut berdekatan dengan Bima yang notabene mantan kakak iparnya.

"Saya yang menawarkan, bukan kamu yang meminta, jadi jangan beranggapan kalau kamu merepotkan saya!" tegas Bima karena Citra tak enak hati kepadanya. "Ya sudah, sebaiknya kamu istirahat saja dulu! Besok jam delapan pagi saya ke rumah kamu. Selamat beristirahat ..." Bima mengakhiri percakapan telepon mereka setelah memutuskan akan menjemput Citra esok pagi.

Citra memandang ponselnya dengan kening berkerut setelah sambungan telepon mereka berakhir.

"Kenapa jadi dia yang ngatur?" gerutu Citra menanggapi sikap Bima yang memaksa ingin mengantarnya ke tempat yang belum dia rencanakan sebelumnya. "Aku harus bicara sama ibu dulu." Citra teringat kalau ibunya belum diberitahu rencana ke Bogor esok hari. Bisa-bisa ibunya itu akan bingung kalau Bima datang ke rumah menjemput mereka.

***

Citra memberi kabar soal sepupunya yang telah menjalani persalinan. Dia juga mengajak sang ibu untuk menengok Sekar dan bayinya esok hari. Untung saja Citra sudah menyiapkan bingkisan untuk keponakannya itu, karena ia tahu Sekar sudah mulai memasuki masa persalinan.

"Besok pagi pergi jam berapa, Cit?" tanya ibu Nurul setelah menyetujui rencana Citra.

"Jam setengah sembilan saja, Bu," jawab Citra.

"Oh ya, kamu sudah service motor belum?" Ibu Nurul selalu mengingatkan anaknya untuk mengecek kondisi kendaraannya jika ingin berpergian jauh.

"Emmm, kita nggak naik motor, Bu." Mulai berdebar Citra menjawab pertanyaan sang ibu, karena ibunya itu akan tahu kalau mereka tidak pergi berdua saja.

"Nggak naik motor? Naik bis?" tanya Ibu Nurul lagi.

"Ummm, nanti Mas Bima yang akan antar kita ke sana," jawab Citra dengan jantung berdetak makin kencang.

"Bima? Yang kemarin datang ke sini itu?" Mata Ibu Nurul membeliak mengetahui pria yang ia duga menyukai anaknya itu akan ikut pergi dengan mereka ke Bogor.

"Iya, Bu." Citra mengangguk dengan menunduk.

Ibu Nurul memperhatikan putrinya yang tampak salah tingkah. Dia merasakan ada sesuatu yang tak diceritakan Citra padanya.

"Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari Ibu, Citra? Soal Bima itu?" Pertama Bima yang mengaku relasi bisnis kantor Citra datang ke rumah mereka, kini Bima akan mengantar mereka ke Bogor. Apa yang dilakukan Bima sama sekali tidak ada hubungannya dengan urusan pekerjaan. Tidak mungkin tidak ada sesuatu, sampai Bima masuk ke urusan pribadi putrinya itu.

"Nggak ada kok, Bu! Mas Bima hanya ingin kenal keluarga kita saja." Citra tidak bisa terus berkelit, meskipun ia masih tetap merahasiakan status Bima sebagai mantan kakak iparnya.

"Kayak calon suaminya saja ingin mengenal keluarga kita lebih dekat." Ibu Nurul tersenyum melihat semburat merah di pipi Citra, membuat ia menyadari kalau putrinya itu berhak mencari kebahagiaannya sendiri.

"Aaakkhh, Ibuuuu ... Jangan berlebihan, deh!" Citra memutar bola matanya karena ibunya kini mulai ikutan meledeknya. "Udah, ah, aku istirahat dulu, Bu." Dia pun bergegas kembali ke kamarnya untuk menghentikan pembicaraan mereka yang mungkin akan semakin panjang jika diteruskan.

***

Menepati janjinya akan mengantar Citra dan orang tuanya ke Bogor, Bima datang ke rumah Citra pukul 07.55 menit. Tak telat satu menit pun, bahkan tiba lebih awal. Dia bersemangat sekali ingin mengantar Citra menemui saudaranya. Momen itu bisa ia manfaatkan untuk mengenal keluarga besar Citra.

Bima menekan bel di dekat pintu gerbang lalu merapikan kemeja ia pakai sembari menunggu orang yang akan membukakan pintu untuknya.

Dua menit berselang, pintu gerbang dibuka dan seorang wanita muda yang membukanya.

"Mas Bima, ya?" Wanita muda yang tak lain adalah Ambar menebak tamu yang datang ke rumahnya. Sebab, sang ibu sudah menceritakan tentang pria yang sedang berusaha mendekati Citra.

Bima tersenyum mendapatkan sambutan hangat dari wanita yang ia duga adik Citra. Dia juga tak menyangka adik Citra sudah tahu siapa dirinya.

"Benar, kamu pasti adiknya Citra." Bima menebak.

"Iya, aku Ambar, Mas." Ambar mengulurkan tangannya memperkenalkan diri pada Bima. "Silakan masuk, Mas. Mbak Citra lagi siap-siap." Setelah bersalaman dengan Bima, Ambar mempersilakan pria itu masuk.

"Terima kasih," Bima melangkah masuk dan duduk di sofa dengan posisi yang sama ketika ia datang pertama kali ke rumah itu.

"Sebentar aku panggil Mbak Citra dulu ya, Mas." Ambar sok akrab, seolah sudah mengenal Bima lama.

"Mbak, Mas Bima udah datang, tuh!" Saat masuk kamar Citra, Ambar memberitahu kakaknya soal kehadiran Bima. "Eh, ternyata Mas Bima ganteng banget, Gagah lagi. Mas Bayu saja sih, lewaaattt!" Baru pertama bertemu, Ambar sudah terkagum dengan penampilan fisik Bima.

"Aku doain Mbak berjodoh sama Mas Bima. Biar Mas Bayu sama keluarganya panas kalau lihat Mbak bisa dapetin cowok keren melebihi Mas Bayu," harap Ambar ingin sang kakak bisa berjodoh dengan Bima. Sayangnya dia belum tahu jika Bima adalah kakak tiri dari mantan suami Citra.

♥️♥️♥️

1
Sunaryati
Nak Bima dan Nak Citra selamat telah jadi suami istri. Benar untuk memadu kasih itu sudah insting tak perlu di-briefing🤣🤣🤭
sryharty
Alhamdulillah

akhire saaaaaah kalian berdua
laki2 mah pasti udah faseh banget tentang begituan.
mas Bim bim selamat belah duren .
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
apa Cecil kasih saran sama Citra buat ngerjain Bima saat MP ya😁
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
alhamdulillah sah ,,,slmat ya bim,cit,,,
aq kok penasaran sma apa yg di bisikin cecil siiihhhh,,,🤭
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
bisik2 tetangga😂...apasih yg di katakan oleh Cecil.bikin penasaran aja
Esther Lestari
Sah juga akhirnya.
Dibisikin apa sama Cicil tadi Citra....penasaran
ρυтяσ✨
Alhamdulillah.... SAH
betul maz'Bima, walaupun seorang lelaki perdana masalah MP tapi kaum lelaki pasti tau tata cara'y🤭🤭🤭🤭walaupun perjaka tidak menjamin dia lelaki polos... iya kaaaan🤣🤣🤣✌✌✌
Ernalita Sitompul
Bima pasti sdh nggak sabaar😄
Ernalita Sitompul
Bima pasti sdh nggak sabaar😄
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Nah pinter ini Bima🤭
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Alhamdulillah akhirnya sah ini pengantin barunya
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
typo kah itu kak
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Cecil ngomong apa sih bikin kepo saja
Dest Cookies
alhamdulillah.. akhirnya sah... tp aku masih penasaran.. apa sih yg diomongin cecil??

.
sryharty
otw saaaaaahh
Esther Lestari
Arini pusing takut gak kebagian harta mendiang suaminya.
Untung Bayu kali ini waras, gak nurutin apa mau nya Arini.

Cecil mau menyampaikan apa ya ke Citra
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Wah ada apa ini. Kira-kira Cecil mau kasih kabar apa ya
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Sokoor Arini, sekarang anakmu sendiri menolak usul kamu
Sunaryati
Syukur Bayu kali ini tidak mengikuti kemauan ibunya. Sudah jelas di sini Arini ingin menguasai harta mendiang suaminya, hany untuknya Bayu dan Laras, padahal Bayu itu tidak berhak. Lalu menganggap Citra seperti dirinya.
Menjelang pernikahan Bima dan Citra, emak penasaran dan drg- degan apa yang akan dikatakan Cecil pada Citra
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
jangan aneh2 ya Cecil.gak lucu kalau tiba2 semua yang di rencanakan berantakan.jangan jadi Arini jilid 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!