NovelToon NovelToon
TEROR DI ALAS PURWO

TEROR DI ALAS PURWO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Kutukan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Pusaka Ajaib
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.

Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.

Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.

Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpesona

Sena mengerutkan keningnya. Ia tidak pernah menduga jika jika Raja sosok yang sangat gatal, dan tak dapat mengendalikan diri ketika melihat wanita cantik sedikit saja.

Amara mengulas senyum yang cukup.datar. Sebab ia merasa jika sosok dihadapannya sedang membuatnya ingin menjambak rambutnya yang panjang sepunggung.

"Terimakasih atas pujiannya, dan hamba merasa tersanjung dengan apa yang sudah paduka katakan, saya Apakah Raja ingin hamba buatkan daging panggang lagi? Mungkin ini dapat membuat paduka raja merasa lebih bersemangat," Amara menawarkan kemampuannya.

Akan tetapi, sosok itu terlihat tidak tertarik dengan tawarannya, ia justru memindai penampilan wanita yang berada dihadapannya, dan melihat jika wanita itu masih cukup cantik dan menarik, seperti Kajol saja, usia sudah tua, tapi semakin cantik.

Hal itu pula yang dilihat oleh Kala Gemet pada diri Amara, dimana usia wanita itu tak lagi muda, tetapi semakin menarik perhatiannya.

"Tidak, aku tidak lagi ingin makan daging bakar, tetapi mencoba ingin mencicipi rasa daging mentah dari seorang wanita yang cukup membuatku terpesona," kata rayuan maut yang mulai ia lancarkan membuat Amara bergidik ngeri.

Sebagai wanita dewasa, tentu saja ia mengerti akan apa yang disampaikan oleh sang Raja, dan itu membuat degupan jantungnya semakin memburu.

Bagaimana mungkin ia harus melayani sosok tersebut, sedangkan ia memiliki suami didunia nyata, tentu saja ia tak ingin mengkhianati pasangannya.

Disisi lain, ia tak ingin membuat Sena harus menjadi korban dari keserakahan sang Raja, yang mana tak pernah merasa puas dengan satu wanita saja.

Ia akan terus saja tergoda dengan wanita manapun yang ia kehendaki.

Amara menelan salivanya, dan wajahnya terlihat gusar, ia harus mencari cara untuk membuat sosok Raja tersebut teralihkan.

"Saya akan mencoba membantu memijat Paduka Raja, sebab saya memiliki keahlian dibidang itu, jika Raja berkenan mungkin saya bisa membantu,"

Sena sudah tampak gelisah, bagaimana mungkin mereka berdua harus terjebak dalam perangkap mesum sang Raja.

Tetapi ia yakin, jika ibunya memiliki sikap yang tak mudah ditebak, dan ada rencana lain disebaliknya.

Raja Kala Gemet tersenyum sumringah. Tentu saja pijat memijat akan menjadi hal yang sangat begitu dinantikannya.

"Baiklah, aku terima tawaranmu dengan senang hati, lagi pula, gadisku belum mau disentuh, ia masih menunggu persyaratannya, dimana meminta aku persembahkan kembang Wijaya Kusuma, dan untuk memanfaatkan waktu luang yang terbuang, maka sebaiknya kita melakukan hal yang menyenangkan."

Raja Kala Gemet merangkul pundak Amara, dan membawanya ke ranjang, tempat dimana ia tadi dan Sena sedang bercumbu rayu.

Sena dan Amara bertemu pandang, keduanya berusaha untuk tidak saling mengenal satu sama lainnya, tetapi hati tak dapat dibohongi, jika keduanya saling mencemaskan.

Raja Kala Gemet membuka pakaiannya, lalu meninggalkan bagian dalam yang menutupi rudalnya yang memiliki ukuran tak seberapa.

Sang Raja bertelungkup, lalu memanggil Amara yang masih berdiri mematung menatap tubuh polos sosok tersebut.

"Ayolah, mengapa hanya berdiri disitu," panggilnya dengan suara yang cukup lembut.

Sena menatap sang mama, dan Amara menganggukkan kepalanya, memberi isyarat jika ia mampu mengatasinya.

Tetapi Sena tak dapat tenang, sebab Kala Gemet memiliki sikap licik, ia tidak mungkin tega membiarkan ibunya terjebak dalam perangkap sang Raja.

Amara menaiki ranjang yang terbuat dari kayu jati pilihan dengan ukiran yang cukup indah.

Ia mulai memperlihatkan keahliannya dalam memijat, dan memulainya dari bagian punggung.

Tangan Amara yang memiliki kulit cukup halus karena selalu dalam perawatan, membuat Kala Gemet memejamkan matanya.

"Tanganmu sangat halus," ucapnya dengan suara yang parau, sebab hasratnya mulai memuncak.

Amara merasa bergidik, tetapi ia merasa yakin, jika ada bisikan yang mana kekuatan lain akan segera datang.

Sementara itu, Naura menceburkan dirinya dism sendang Srengenge, dan itu adalah sendang terlarang untuk mandi, kecuali Sena yang diijinkan sang Raja, dan biasanya orang lain hanya boleh meminum dan mencuci wajah saja, tanpa harus berendam didalamnya.

Setelah selesai mandi, ia menggunakan kemben yang merupakan pemberian dari sang Raja, karena ia merupakan salah satu gundik sosok tersohor tersebut.

Setelah selesai melilitkan kain jarik dipinggangnya, Naura menyanggul rambutnya, lalu mempersiapkan diri dan berjalan menuju ruang tempat dimana sang Raja sedang menikmati pijatan yang melenakannya.

Langkahnya cukup anggun, kecantikannya semakin terpancar, dan ia merasa jika ia akan awet muda dan menjadi pusat perhatian.

Setibanya didepan pintu kamar sang Raja, ia menarik nafasnya dengan berat, lalu mengetuknya dengan perlahan.

Tok tok tok

"Heeem, siapa yang datang," Kala Gemet masih terpejam, sepertinya sensor untuk melihat dengan jarak jauhnya terganggu, sebab ia tidak menyadari, jika batu permata yang ada dicincin Amara sudah menghambat kekuatannya.

"Hamba akan melihatnya, Paduka." Sena bergegas pergi untuk menuju ke arah pintu dan melihat siapa yang datang.

Saat pintu terbuka, Sena dikejutkan oleh kedatangan Naura yang datang dengan sebuah nampan yang terbuat dari bahan kuningan, dan membuat ia tercengang, saat melihat kembang Wijaya Kusuma yang dibawanya.

Saat bersamaan, Naura menyelipkan belati Ra Tanca ke tangan Sena, lalu menatap dengan sebuah isyarat.

"Siapa?" tanya sang Raja, hatinya saat ini penuh syahdu, pijatan Amara membuatnya melupakan sesuatu.

"Naura, yang mulia. Saya datang untuk memberikan pelayanan, mungkin Raja akan lebih bahagia jika dilayani secara bersama-sama." Naura beranjak masuk, dan Sena menyelipkan belati tersebut dibalik kain jariknya.

Tanpa sadar, permata yang ada dilehernya, memeberikan sebuah energi yang lain kepada belati tersebut.

"Masuklah, sepertinya malam ini akan membuatku sangat bahagia, bagaimana tidak, tiga wanita cantik melayaniku sekaligus," ucapnya dengan wajah berbinar.

"Baik paduka Raja." Naura melangkah menuju ranjang, dan dalam kesempatan itu, Sena memakan kembang Wijaya Kusuma tersebut, lalu menelannya dengan cepat.

Tubuhnya bergetar hebat, dan ia merasa sebuah energi masuk ke dalam tubuhnya. Ia mengejang sesaat, dan saat sebuah penyatuan terjadi, Sena membeliakkan kedua matanya, lalu perlahan selarik cahaya berwarna biru masuk menyatu dengannya.

"Baginda, sebaiknya bertelentang, agar kami dapat melihat rudal Raja yang perkasa dan cukup membanggakan bagi kami para wanita," Naura mulai melancarkan aksinya, dan saat bersamaan, Sena sudah mulai tampak tenang.

Kala Gemet menuruti ucapan Naura, sepertinya pengaruh mandi disendang Srengenge sudah memberikannya aura yang membuat Kala Gemet menjadi eror.

Ia menuruti ucapan Naura, dan Amara bergeser dari tempat, dan memberikan ruang untuk sang Raja agar dapat berbalik arah.

Sedangkan Sena, sudah bergabung dengan keduanya. Sesungguhnya ia merasa sungkan jika harus seranjang dengan sang Mama, tetapi tak ada pilihan, mereka berada disaat yang sulit, dan harus saling menguatkan.

Sang Raja mengubah posisinya dengan bertelentang, dan benar saja, apa yang sudah mereka fikirkan, jika rudal milik sang Raja sudah tegak sempurna.

1
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Ahh hampir saja kmu Sena kena mkn oleh Gemet.
Syukur deh gak jd lg, klo gak kasian bgt Nathan. 😞😇
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Knpa gak minta bantuan kyai aja si bu, 😏😏😫malah nekad lg sendirian mau masuk lubang itu, klo ikut tersesat kan jd nambah beban yg lain bu.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Waduh smoga dehh keperawanan Sena msh bisa diselamatkan dr si Gemet ini. 😆😠😠🙄🙄

Semua krna ulah Alessa dan Axel, iihhh geramm nya. 😡
Arinda Fira
si kenny malah aman
Arinda Fira
masakan mama sena
Arinda Fira
sudah masuk alam gaib
Arinda Fira
kasihan para tim sar dan basarnas
Ayuk Witanto
semoga saja mereka berhasil menyegel para siluman
V3
Allah ... sumpah aku deg degan bgt baca nya. 😱
smg cepat ketemu deh kitab kuno nya
V3
kak ralat sedikit ach ,, yg mengambil nampan jatuh itu si Naura bukan Manda 🤭
alaaaamaak .... makin seruuu nih 👏
semoga Kitab Kuno nya cepat di temukan biar Mantra nya bisa di patahkan 🤗
Siti H: iya, Kak. typo
total 1 replies
V3
hadeeeeww ... deg degan bgt aku bacanya 😱😱
semoga Sena berhasil memusnahkan si Gemet
Arinda Fira
wah terpisah oleh kabut ternyata
Arinda Fira
semoga sena bertemu ibunya💪
Arinda Fira
kok gitu
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lah kk siti knp di gantung ya ahhh g rela dehh
V3
hahaha ..... si Gemet kta nya punya tongkat gak seberapa besar tp dh lelaguan ja gila wadonan 🤣🤣
V3
bujug busrak ..... dh telentang ja tuh si Gemet ,,, mna tuh tongkat nya dh berdiri 🤣🤣🤣
neni nuraeni
jreng... jreng... aku Yo deg... deg.. ser,,, ikutan cpe aku bcanya,, lnjut thor
renjani
hebat thor👍 bisa membawaku seakan ikut war didlm y 👍👍 sampai menahan sesak ingin cepat sampai kebatu besar...semangat thor💪 jaga kesehatan👍
Desyi Alawiyah
Ah, berhasil ngga yah Alessa menemukan kitab itu? Semoga saja berhasil...

Lanjut kak Author, semangat... 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!