NovelToon NovelToon
Daily Quest: Get A Girlfriend Before Graduation

Daily Quest: Get A Girlfriend Before Graduation

Status: tamat
Genre:Romansa / Komedi / Slice of Life / Tamat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Genre: Comedy Absurd, Romance Comedy, School

Damatakura Ken hanyalah siswa SMA biasa kalau "biasa" itu berarti lebih memilih grinding di game RPG daripada ngobrol sama manusia nyata. Hidupnya damai... sampai ayahnya panik karena Ken belum pernah pacaran seumur hidup!

Demi menyelamatkan masa depan anaknya (dan mungkin garis keturunan keluarga), sang ayah memberikan sebuah misi:

“Nak, selama tiga tahun masa SMA-mu, kau harus punya pacar! Tapi… kayaknya mustahil ya? Soalnya kamu cuma jago main game gampang.”



Ken pun terpaksa spawn ke dunia percintaan yang ternyata jauh lebih sulit dari semua game yang pernah ia tamatkan.
Dengan pengalaman sosial nol, dan logika dating sim yang telah ia pelajari bertahun-tahun, mampukah Ken menyelesaikan quest ini?

Atau... apakah ini justru akan menjadi kekalahan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Rahasia: Sosok Asli Sang Alien

Di perkemahan kelompok Ken.

Malam mulai turun.

Udara terasa sejuk.

Langit perlahan dipenuhi bintang.

Mereka sibuk menyiapkan tempat.

Sebuah tikar besar dibentangkan.

Dirapikan bersama.

Beberapa menit berlalu.

Akhirnya selesai.

“Ah… akhirnya selesai juga.”

Biblos mengusap dahinya.

Keringat menetes pelan.

Ken mendekat.

Langkahnya santai.

“Cuma segitu aja lelah?”

Nada suaranya datar.

Biblos menoleh—

Lalu meloncat kaget.

“Ma-matamu bercahaya merah!”

Tangannya gemetar menunjuk.

Ken berkedip.

Bingung.

“Kan mataku memang warna merah?”

“Bukan!”

Biblos menggeleng cepat.

“Bukan itu!”

“Mata mu merah, tapi sekarang… bercahaya!”

Ken terdiam.

Memegang dagu.

Berpikir.

“Hm…”

Beberapa detik berlalu.

Sunyi.

“Entahlah.”

Ia mengangkat bahu.

Santai.

Biblos hanya bisa menatap bingung.

“Hei semuanya!”

Suara Mei memecah suasana.

Ia sudah duduk di atas tikar.

Tersenyum lebar.

“Cepat duduk di sini!”

“Baiklah!”

Semua menjawab bersamaan.

Mereka mulai berkumpul.

Satu per satu duduk.

Ryu mencoba mendekat.

Ke arah Kaguya.

Namun—

Kakinya tersandung.

“Wah!”

Ia jatuh.

Keras.

“Hey!”

Ryu bangkit.

Menepuk celananya.

Kesal.

“Kau masih ada masalah, hah?”

Rara tersenyum jahil.

“Kau dilarang mendekati Kaguya.”

Ia melipat tangan.

“Nanti kamu cuma jadi nyamuk.”

“Cih.”

Ryu mendengus.

Kesal.

Ia berbalik.

Pergi.

Duduk di samping Kiro.

Yang sedang makan mie.

Tenang.

Seolah tidak peduli dunia.

Semua akhirnya duduk.

Di atas tikar.

Menghadap langit.

Sunyi.

Tenang.

Bintang-bintang bertaburan.

Cahaya kecil memenuhi langit gelap.

Suasana damai.

Sejenak—

Tidak ada yang bicara.

“Langit malam ini sangat indah…”

Kaguya berbisik pelan.

Matanya berbinar.

Menatap ke atas.

Namun—

Sesekali…

Ia melirik ke samping.

Ke arah Ken.

‘Bukan cuma langit…’

‘Mungkin karena… dia di sini…’

Matanya kembali ke langit.

Wajahnya sedikit merah.

Mata Ken.

Merah.

Dan sedikit bercahaya.

Seperti titik cahaya di langit malam.

“Oh, aku lupa.”

Suara Ken tiba-tiba memotong suasana.

Ia langsung duduk tegak.

Mengambil ponsel.

Menatap layar.

Serius.

“Misi hari ini…”

Ia mengetuk layar.

“Bermain rank satu kali.”

Ia mulai matchmaking.

Tanpa ragu.

Sementara itu…

Di perkemahan kelompok Rinkuto.

Mereka akhirnya sampai di puncak gunung.

Udara lebih dingin.

Angin bertiup cukup kencang.

“Akhirnya…”

Rinkuto membungkuk sedikit.

Napasnya terengah.

Tas besar masih tergantung di punggungnya.

“Senpai…”

Ia menatap Yota.

“Kenapa kau nggak bantu bawa?”

Nada suaranya kesal.

Yota tersenyum santai.

“Ah, maaf.”

“Aku lagi menggendong Vivi.”

Ia menurunkan Vivi dari punggungnya.

Perlahan.

“Maaf ya, Rin.”

Vivi tersenyum lembut.

Mengelus kepala Rinkuto.

“Hahah…”

Yota tertawa kecil.

Lalu mendekat.

Berbisik pelan di telinga Rinkuto.

“Jangan coba-coba ambil dia dari aku.”

Rinkuto menatap datar.

“Mana mungkin.”

Yota mengangguk santai.

“Oh.”

“Benar juga.”

Rinkuto menghela napas.

Lega.

“Baiklah.”

Yota menepuk tangan.

“Sekarang kamu pasang alatnya.”

Rinkuto langsung berdiri tegak.

“Oke.”

Matanya berbinar.

“Saatnya dimulai.”

Ia mulai mengeluarkan alat-alat.

Pemancar sinyal besar.

Beberapa komponen aneh.

Disusun rapi.

Seperti alat profesional.

“Baiklah!”

Yota mengangkat tangan.

“Hidupkan!”

Rinkuto menekan tombol.

Mesin menyala.

Suara dengung pelan terdengar.

Namun—

Tiba-tiba.

Udara berubah.

Berat.

Menekan.

“Ini…”

Rinkuto membeku.

“Ini aura yang sama seperti waktu itu!”

Tangannya gemetar.

“Hey!”

Yota mundur selangkah.

Keringat dingin muncul.

“Ini berbahaya!”

“Bahkan kita belum mulai ritual!”

Dari dalam hutan—

Sesuatu bergerak.

Cepat.

Sangat cepat.

Makhluk bermata merah muncul.

Berlari ke arah mereka.

Aura marah menyebar.

“Padahal aku hampir victory…”

Suaranya berat.

Kesal.

Ia melompat.

Tinggi.

Lalu—

Mendarat keras di depan mereka.

Debu berterbangan.

“Gawat…”

Yota mundur.

Wajahnya tegang.

Aura itu menekan dada.

Sulit bernapas.

Vivi justru maju sedikit.

Matanya berbinar.

Seperti melihat sesuatu yang luar biasa.

Rinkuto gemetar.

Tubuhnya kaku.

‘Ini… sama seperti waktu itu…’

Sementara itu—

Sumire berhenti makan.

Wajahnya berubah serius.

Tatapannya tajam.

“Berani-beraninya kalian…”

Makhluk itu berbicara.

Nada suaranya kesal.

“Menghilangkan sinyal…”

“Padahal aku hampir victory!”

Rinkuto membeku.

Matanya melebar.

“Tunggu…”

Ia menelan ludah.

“Suara ini…?”

“Ken?”

Makhluk itu terdiam.

“Hah?”

Ia memiringkan kepala.

“Ken?”

“Oh…”

Sejenak.

Wajah mengerikan itu berubah.

Perlahan.

Menjadi—

Wajah Ken.

Datar.

Seperti biasa.

“Kan betul.”

Sumire melangkah maju.

Mendekat.

Wajahnya serius.

“Aku mencium bau nona Kaguya.”

Ia menunjuk Ken.

“Ternyata dari kamu.”

Tatapannya menyipit.

“Kenapa kamu di sini dengan bau badan nona Kaguya?”

“Jangan-jangan kamu—”

Belum selesai—

Langkah kaki terdengar.

Ryu muncul dari belakang.

Napasnya berat.

“Ke… kenapa kau tiba-tiba berlari…”

Ia menepuk pundak Ken.

Ken menepis tangannya.

Tanpa melihat.

Lalu berjalan lurus.

Ke arah alat besar itu.

“Ke-Ken!”

Rinkuto panik.

“Jangan hancurkan alat itu!”

Ken tidak berhenti.

Ia sampai di depan alat.

Tangannya terangkat.

Dan—

Klik.

Tombol dimatikan.

Suara dengung hilang.

Sunyi.

Ken duduk.

Santai.

Mengeluarkan ponsel.

Menatap layar.

“Bagus.”

Nada suaranya ringan.

“Ternyata belum kalah.”

Ia kembali bermain.

Fokus penuh.

Beberapa detik berlalu.

Tidak ada yang bicara.

Semua terdiam.

Pelan-pelan—

Mereka sadar.

Makhluk itu…

Alien itu…

Adalah Ken.

Alasannya sederhana.

Sinyal hilang.

Game terganggu.

Dan dia…

Datang ke sumbernya.

“Ah…”

Mei menepuk keningnya.

“Aku kira kenapa kau tiba-tiba berlari…”

Yota mengangkat tangan.

Wajahnya kembali ceria.

“Oh iya!”

“Selagi semua di sini…”

Ia tersenyum lebar.

“Gimana kalau kita berpesta bareng?”

“Benar!”

Vivi langsung semangat.

“Pasti seru!”

“Ini terlalu awal buat tidur!”

“Setuju!”

Rinkuto mengangkat tangan.

Semangat kembali.

“Ayo!”

Suasana berubah.

Cepat.

Api dinyalakan.

Mereka berkumpul.

Menari.

Bernyanyi.

Tertawa.

Di bawah langit penuh bintang.

Malam yang tadi tegang…

Kini hangat.

Tenang.

Ken duduk sedikit menjauh.

Masih memegang ponselnya.

Lalu menatap ke langit.

‘Ternyata… tidak buruk juga…’

Ia menarik napas pelan.

‘Menghabiskan waktu bersama…’

Ia terdiam sebentar.

‘Oh iya…’

‘Misi mengajarkan perempuan bermain game… selesai.’

‘Misi melihat bintang bersama Heroine… selesai.’

Ia menatap langit lagi.

‘Tapi… apa nggak apa-apa kalau aku ngerjainnya acak?’

Beberapa detik.

‘Ya… nggak apa-apa.’

Wajahnya tetap datar.

‘Yang penting adalah—’

Matanya sedikit menyipit.

‘Misi Rahasia…’

Ia menutup ponselnya.

Pelan.

‘Sosok Asli Sang Alien… selesai.’

1
R24 CORP🇵🇸
🔥🔥🔥🔥
R24 CORP🇵🇸
lah🗿
R24 CORP🇵🇸
NPC bjir😭😭
R24 CORP🇵🇸
🤣🤣🤣🤣
Mega Siregar
asek, main game dengan camer nih ye 😗
Nnoy
Baca 🥹
Mega Siregar
semangat ya..
( oh iya, novel sebelumnya kenapa hilang? yg judul pangeran 13 )
Nnoy: ya walaupun Hiatus juga sih.
total 3 replies
Mega Siregar
parahnya 🤣🤣🤣😂
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
jadi kangen masa-masa sekolah
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
ya Allah ken. ini ada do'i di samping mu loh, malah kamu cuekin
Mega Siregar
🤭🤭🤭
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
lah padahal dia yang panggil /Shy/
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Kaguya pemalu.💞
Bobob
/Cry/
Bobob
Sensei? dia sensei? aku mulai meragukan nya
Bobob
Dikit-dikit My
Bobob
Kayak aku dan temenku
Bobob
Dracin /Facepalm/
Mucus Time
/Facepalm//Facepalm/
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Kalau aku jadi Kaguya pun langsung ilfil sih
Muo: sama👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!