NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan Cerai 22

"Jadi bagaimana Arimbi? Apa yang bisa aku bantu?" tanya Ran sambil tersenyum cerah.

Sejenak Arimbi terdiam, dia menundukkan kepalanya. Bingung, begitulah yang dirasakan Arimbi. Padahal sebelumya dia sudah menyusun banyak kata yang ingin disampaikan, akan tetapi ketika sudah berhadapan, sulit sekali rasanya mulutnya terbuka.

"Santai saja. Nggak usah terburu-buru. Aku punya banyak waktu kok."

Meski Ran tidak tahu apa yang dirasakan oleh Arimbi, tapi dia paham dengan perasaan Arimbi saat ini. Sebelum Bhumi dan Arimbi datang, lebih dulu Bhumi sudah memberitahu kepadanya. Dan Ran juga langsung mencari berita tentang Arimbi.

Sangat menyakitkan memang dikhianati. Dimana Ran sudah banyak menerima kasus serupa meski tak sama.

Ran meraih tangan Arimbi lalu menepuknya secara perlahan. Ia menyalurkan energi positif dan dengan sentuhan tersebut, Ran ingin menyampaikan bahwa semua akan baik-baik saja.

Hiks

Air mata Arimbi meluncur tanpa permisi. Dadanya yang sesak membuat isakan tangisnya terasa sangat memilukan.

"Maaf, saya minta maaf, Bu Kieran."

"Tidak masalah Arimbi, ah maaf sedari tadi aku memanggilmu tanpa embel-embel,"jawab Ran sambil mengambilkan tissu untuk Arimbi.

"Tidak apa-apa, Bu. Saya malah senang, dipanggil tanpa ada embel-embel begini. Saya siap bercerita Bu Kieran,"ucap Arimbi sembari mengusap air matanya yang membasahi pipi.

"Baiklah, agar lebih nyaman, panggil saja Kak atau Mbak,"pinta Ran.

Meski awalnya canggung, tapi Arimbi akhirnya bisa berbicara dengan nyaman. Dia menceritakan semua yang dialaminya dan tujuan dari mendatangi Ran.

Tentu saja untuk bercerai, dan selanjutnya adalah harta gono-gini. FAE merupakan hal utama yang ingin Arimbi perjuangkan. Lebih tepatnya dibagi menjadi dua, sehingga dia bisa mendirikan perusahaannya sendiri dengan namanya, pastinya.

"Baiklah, aku paham. Kamu mau kapan ke pengadilan Agama. Apa udah bawa semua syarat dan juga buktinya?"

"Sudah Kak, sudah semua. Saya sudah membawanya. Bahkan saya juga sudah mencetak semua bukti chat dan foto mereka."

"Bagus, kalau begitu ayo kita berangka sekarang."

Arimbi menganggukkan kepalanya. Mreka berdua pun berjalan berdampingan keluar dari ruangan. Di depan ruangan ternyata ada Bhumi yang menunggu.

"Sudah?" tanya Bhumi kepada Arimbi.

"Sudah Mas, terimakasih," jawab Arimbi dengan tersenyum simpul.

"Kamu pulang aja, Bhum. Kami mau langsung ke pengadilan agama. Dan untuk kamu, aku tunggu ceritamu."

Gluph!

Bhumi kesulitan menelan saliva nya sendiri. Kedua orangtuanya mungkin sudah bercerita kepada seluruh keluarga. Jadi mungkin tinggal beberapa orang untuk mendengar cerita darinya.

Dan benar saja, banyak pesan masuk. Dimana semuanya adalah berasal dari sepupu serta paman dan bibinya.

"Haaah, repot nya keluarga besar ya gini. Nanti aku bales di grub aja deh. Biar nggak satu-satu balesinnya," ucapnya lirih.

Bhumi mengikuti Ran dan Arimbi yang sudah berjalan lebih dulu. Ia jelas tidak ikut pergi ke Pengadilan Agama, Bhumi hanya akan berjalan bersama hingga tempat parkir saja.

"Arimbi, pakai mobil ku aja. Biar gampang. Nanti aku akan minta supir kantor untuk nganterin mobil kamu ke rumah."

"Baik Kak, terimakasih dan maaf merepotkan."

"Nggak ada yang ngerepotin kok. Tenang aja. Bhum, salam buat Om dan Tante ya. Bilang ke Om dan Tante, Abi mau bicara katanya," ucap Ran kepada Bhumi. Entah benar atau tidak Bhumi sendiri tidak tahu. Karena kalau memang benar pastinya pamannya akan langsung menghubungi sang ayah.

"Iya, Kak. Dan Mbak Arimbi, aku doakan semuanya lancar juga diberi kemudahan. Aamiin."

Arimbi mengaminkan doa Bhumi. Dia juga mengucapkan terimakasih dengan bantuan dari Bhumi yang telah membawanya hingga kantor ini. Selanjutnya Bhumi akan mempercayakan Ran untuk menangani kasus dari Arimbi ini. Sedangkan dirinya, saat ini masuk ke mobil dan mengambil ponsel. Sebelum kembali ke rumah, lebih dulu Bhumi membalas pesan dari saudara-saudaranya tentang apa yang telah terjadi pada dirinya.

Seperti pemikirannya tadi, Bhumi memilih untuk menuliskan jawabannya di grub keluarga.

"Pasti udah denger cerita dari Ayah dan Bunda. Yup benar, kita nggak jadi pergi buat lamaran minggu depan. Aku putus, atau lebih tepatnya semuanya gagal. Aku nggak mungkin lanjutin hubungan aku sama wanita itu karena dia udah tega bohongin aku. Tapi semuanya nggak perlu khawatir, aku baik-baik aja kok. Mungkin ini jalan Allah buat kasih lihat kalau dia bukan pasangan hidup yang baik. Minta doanya aja supaya aku bisa dipertemukan dengan wanita yang baik nantinya. Makasih untuk semuanya ya."

Fyuuuuh

Bhumi bernafas lega. Setelah menuliskan itu, ada perasaan yang begitu tenang dalam hatinya. Dia juga merasa senang karena memiliki keluarga besar yang amat sangat peduli terhadap dirinya.

Bhumi tersenyum lebar, dia lalu memilih kembali pulang bukannya ke perusahaan. Hari ini dia ingin menghabiskan banyak waktu bersama kedua orangtuanya.

Harus diakuinya, pengkhianatan dan kebohongan yang dilakukan Senia terhadapnya membuat luka yang dalam pada hatinya. Namun bukan berarti Bhumi ingin larut di dalamnya. Orangtua yang perhatian dan keluarga yang suportif membuat Bhumi yakin bahwa dirinya akan lebih mudah melupakan rasa sakit tersebut.

"Tapi mungkin yang aku rasakan nggak lebih buruk dari yang Arimbi alami. Dia pasti lebih sakit. Dibohongi selama bertahun-tahun, bahkan si pria sampai punya anak dengan selingkuhannya. Kenapa kok ada ya laki-laki yang tega kayak gitu. Apa dia nggak mikir, kalau ibu, adik, atau anak perempuannya bisa mengalami hal yang sama. Haah dasar," gumam Bhumi merasa tidak mengerti dengan tindakan yang dilakukan suami Arimbi.

TBC

1
Shee_👚
mungkin ini harusnya Farhan bertemu dengan dina ini ya kak??
Mardiana
aku mah setuju dengan sikap Arimbi....dia lebih berfikir positif dan elegan menghadapi mantan dan pelakor
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
rata2 pelakor ya begitu apa lagi ini pelakor syar'i berlagak maha benar 🤣🤣....padahal kasian bener sama hidup nya 🤣
nunik rahyuni
huh....selalu merasa paling benar mak pelakor...
mbak mbi yg sabar ....mak lakor tu anggap j angin kentut ...bau..jd lebih baik menjauh..
dewi rofiqoh
Arimbi 👍 👍
Dew666
🍭🍭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heyyy km itu playing victim bgt sih yg JD korban sebenarnya siapa sih?
I Love you,
😤😤😤😤 onono warek kalakuanya..plakorrrrrr😭😭😡😡😡
I Love you,
anah emang yg pegg nyawa anak loh Arimby?😤😡
Lee Mba Young
Arimbi diam mlh kelihatan sok iyes, hrse mlh gk usah datang lbih bagus.
datang tp di maki diam saja buat apa, ya maki balik lah. sekalian viral nya kl mbales jng setengh setengh.
Eni Istiarsi
mungkin maksudnya pemakaman bukan pernikahan
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hey,lu tuh ya JD orang g terima takdir padahal tanpa Arimbi ikut campur KLO anak lu dah azalnya y ada yg nolak
Nurminah
jalang menunjukkan kedok busuknya haha
mampus si amar nyesel ternyata bukan ibu peri yg didapat mak Lampir 🤭🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ka lelayu apa afira sih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: baru paham lelayu itu meninggal
innailaihi wainnailaihi rojiun
total 1 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mending g usah dari pada km mlh ditolak dan merasa bahwa km menyindir
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sebenarnya karma tapi NNT dia blng itu kutukan sumpah berasal dari Arimbi
Lela Angraini
haahhh sungguh picik sx kamu farrah,,sungguh farrah pikiranmu
Lela Angraini
khaaaannn bner dugaanku msti di kaitkan sma arimbi.
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
innailaihi wainnailaihi rojiun
kasian JD korban dari orang tua tapi hati hati Arimbi mnt km mlh disalahkan m orang picik
Lee Mba Young
lagian ngapain datang, trus di maki maki pelakor berani nglawan balik gk. coba kita lihat arimbi berani nglawan gk 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!