NovelToon NovelToon
Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Otak Devan bekerja dengan kecepatan super komputer. Pengetahuan tentang celah hukum, psikologi pasar, dan manipulasi finansial tingkat tinggi membanjiri benaknya dalam sepersekian detik.

​"Minggir," ucap Devan singkat kepada pialang utama yang duduk di depan terminal.

​"T-tapi Tuan Devan, ini bukan—"

​"Aku bilang minggir," potong Devan dengan tekanan aura yang membuat pialang itu langsung melompat dari kursinya.

​Devan duduk, jari-jarinya langsung menari di atas keyboard dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata telanjang.

​"Pak Haris, jangan gunakan kas tunai kita untuk membeli saham yang sedang dibuang," perintah Devan tanpa mengalihkan pandangan dari layar. "Mereka menggunakan taktik Short Selling. Mereka meminjam saham kita, menjualnya tinggi, dan berharap membelinya lagi saat harganya hancur."

​Clarissa menatap suaminya dengan tatapan tercengang. Istilah dan strategi itu sangat rumit, bagaimana bisa mantan petugas kebersihannya mengetahui hal ini?

​"L-lalu apa yang harus kita lakukan?!" tanya Haris bingung.

​"Kita tekan balik," ucap Devan dengan seringai predator. "Alihkan seluruh kas tunai kita, dan gunakan aset apartemen pusat yang baru saja mendapat izin VVIP tadi sebagai agunan untuk margin pinjaman dari Bank Internasional. Beli semua saham perusahaan logistik milik konsorsium mereka. Kita lakukan Hostile Takeover."

​"Itu bunuh diri! Kalau kita gagal, perusahaan ini akan hilang seutuhnya!" teriak Haris histeris.

​"Lakukan saja, Haris," potong Clarissa dengan nada tegas yang membungkam seisi ruangan. Wanita itu menatap punggung Devan dengan keyakinan mutlak. "Lakukan apa pun yang dia perintahkan. Aku mempertaruhkan semuanya padanya."

​Devan tersenyum tipis mendengar kepercayaan buta istrinya itu. Dengan akses sistem dan kecepatan jarinya, Devan mulai mengeksekusi puluhan transaksi balasan dalam hitungan menit. Alih-alih mempertahankan saham Rajawali, ia menyerang langsung jantung pertahanan musuh dengan membeli saham perusahaan musuh secara agresif dan menyebarkan rilis pers resmi tentang proyek apartemen VVIP mereka.

​Dalam waktu kurang dari lima belas menit, grafik merah di layar raksasa itu tiba-tiba melambat... lalu berhenti.

​Detik berikutnya, panah hijau mulai melonjak tajam ke atas. Bukan hanya saham Grup Rajawali yang kembali normal berkat sentimen positif dari rilis proyek, tetapi nilai perusahaan lawan justru anjlok drastis karena panik melihat saham mereka diakuisisi secara paksa.

"M-mereka menarik mundur serangannya! K-kita berhasil! Tidak... kita malah untung dua puluh persen dari akuisisi balik ini!" teriak pialang utama dengan air mata bahagia.

Sorak sorai meledak di ruangan itu. Haris langsung sujud syukur di lantai. Clarissa menghela napas panjang, tubuhnya nyaris limbung karena kelegaan yang luar biasa, namun Devan dengan sigap berdiri dan menangkap bahunya.

"Sudah kubilang, jangan pernah meragukan suamimu, Bos," bisik Devan sambil mengedipkan sebelah matanya.

Namun, perayaan itu harus tertunda. Pintu ruang rapat tiba-tiba diketuk pelan oleh Kepala Resepsionis yang wajahnya tampak tegang.

"Mohon maaf mengganggu, Nyonya Clarissa," ucap resepsionis itu ragu-ragu. "T-tapi ada tamu di lobi bawah. Beliau menolak menunggu dan memaksa ingin bertemu dengan Tuan Devan sekarang juga."

Clarissa mengerutkan keningnya. "Siapa dia? Kenapa dia mencari Devan?"

"Beliau menunjukkan lencana dari Badan Intelijen Militer Pusat Ibukota, Nyonya. Namanya... Kapten Arya."

Mendengar nama dan institusi itu, senyuman santai di wajah Devan seketika lenyap. Suhu di dalam ruangan itu mendadak turun beberapa derajat saat aura dingin tak kasat mata memancar dari tubuh sang Dewa Perang.

Masa lalunya yang berdarah akhirnya berhasil mengendus keberadaannya.

1
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
🥰🥰🥰
Mamat Stone
🤩🤩🤩
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Skull//Skull//Skull/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
👻👻👻
Mamat Stone
👊👊👊
Mamat Stone
/Skull//Skull//Skull/
Mamat Stone
/Bomb//Bomb//Skull/
Mamat Stone
👊👊/Skull/
Mamat Stone
🔪🔪/Skull/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
👊👊👊
Mamat Stone
🔪🔪🔪
Mamat Stone
👻👻👻
Mamat Stone
😈😈😈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!