NovelToon NovelToon
Cygnus

Cygnus

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri / Romansa-Percintaan bebas / Sci-Fi
Popularitas:205k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ariya

Hai, nama ku Kyra. Aku sekarang ini bekerja di sebuah perusahaan yang berkecimpung dalam bidang teknologi. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang Astronot. Sejak kecil aku suka dengan cerita mitologi Yunani.
Kali ini aku diberi kesempatan untuk membuktikan kualitas kinerjaku dengan cara diberi tugas menyelesaikan permasalahan di kantor cabang yang ada di Kanada. Aku menerima tawaran ini bukan sekedar membuktikan kualitas ku tapi berlibur.

Tak seperti ekspektasi ku, tak hanya bekerja dan berlibur tapi banyak sekali hal yang terjadi selama aku di Kanada....

Bahkan aku juga mendapat teror selama 5 tahun terakhir di liburanku ini. Siapakah pelaku teror yang tak lelah mengejarku bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun🙀

Aku butuh kalian untuk selalu mendukungku, memberi support dan semangat lewat jejak kalian 🥰

~ Happy reading ^_^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keseleo

Hari ini aku pergi bekerja sendiri, tidak seperti kemarin ketika Felix mengantarku. Aku juga tidak berharap diantar jemput oleh Felix setiap hari, tapi kalau dia mau aku juga tidak akan menolak karena lumayan dapat menghemat pengeluaran transportasi. Hehehe :v

Memakai heels setinggi 3 cm ternyata masih menyulitkan ku dalam berlari. Aku yang terbiasa memakai sneekers memang tidak cocok jika harus memakai heels. Aku berlari semampuku setelah turun dari bis, bis yang aku tumpangi berhenti di halte yang berjarak 50 m dari kantor. Waktu sudah menunjukkan pukul 07.59 sementara aku harus sudah berada di ruangan jam 08.00 waktu setempat. Aku menambah kecepatan lari ku dan seketika, "aduhh," pekik ku merasakan sakit yang luar biasa pada pergelangan kaki. Aku meringis menahan sakit.

"Kamu tidak apa-apa?" ucap seseorang mendekatiku.

Aku mengelus pergelangan kakiku yang sedikit membengkak dan mendongak ke atas, "Pak Davin?!" pekik ku kaget.

"Kakimu bengkak. Aku bawa ke rumah sakit ya?"

"Ah tidak usah pak. Aku kompres juga nanti baik-baik aja. Pak Davin masuk aja ini udah hampir telat loh pak," aku menolak tawaran Davin secara halus.

"Aku bawa ke rumah sakit aja. Kalau tambah bengkak nanti juga makin repot," Davin memapah ku menuju mobilnya.

"Terima kasih pak, maaf merepotkan," ucapku merasa tidak enak.

Davin melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.

"Lain kali tidak usah pakai heels, pakai flat shoes aja biar lebih aman," Davin melihat kebawah memperhatikan kakiku.

Aku mengangguk, "baik pak."

"Jangan panggil pak, terlihat tua. Panggil Davin saja," Davin tersenyum pada ku.

"Iya.. Vin?" ucapku ragu. Kita memang sudah sepakat untuk tidak berbicara formal satu sama lain tapi bagaimana jadinya jika aku memanggil Davin hanya namanya saja saat di kantor. Aku berharap tidak ada kesalahpahaman yang akan ditimbulkan.

***

Setelah kakiku diobati, aku dan Davin kembali ke kantor bersama. Aku menolak Davin yang hendak memapahku berjalan menuju ruang kerja. Akan terjadi masalah jika karyawan lain melihat aku bersama Davin dekat di luar tugas kantor.

Braaakk

Devi masuk keruangan ku dan melempar beberapa dokumen dengan kasar di atas meja.

"Berani sekali kamu menggoda pak Davin," Devi memberikan tatapan tajam kepadaku.

Aku yang tidak suka dengan sikap Devi memberikan tatapan lebih tajam padanya. Prinsip ku jika kamu baik padaku, aku juga bisa bersikap lebih baik padamu, dan sebaliknya.

"Bukan urusanmu!" ucapku dengan menekan setiap suku kata.

"Awas aja. Hari-hari mu di sini tidak akan kamu lalui dengan tenang," ancam Devi.

Aku melangkah mendekatkan diri dan meletakkan ujung telunjuk jariku di dadanya, "aku tidak takut!" tatapanku semakin tajam.

Devi yang melihat tatapan tajamku sedikit menciut dan dengan cepat berbalik berjalan meninggalkan ruangan. Aku menghela nafas melihat tumpukan dokumen yang dilempar Devi tadi. Ku kira aku tidak akan lama berada di ruangan ini tapi ternyata itu salah.

***

Seharian ini aku lewati dengan duduk di dalam ruangan saja. Tak kusadari waktu telah berlalu dan sekarang saatnya untuk pulang. Ponselku berdering dan kulihat muncul nama Felix.

"Halo," sapaku.

"Aku sudah di depan. Cepatlah keluar," ucap Felix santai.

"Tunggu sebentar," aku mematikan telfon dan segera keluar ruangan.

Aku terdiam saat kulihat Felix sedang berbincang dengan Devi, mereka terlihat akrab. Aku memelankan langkah ku, ada perasaan aneh saat ku lihat mereka tertawa.

"Kakimu bagaimana?" suara Davin mengagetkanku. Tiba-tiba saja dia sudah ada di sebelahku.

"Iya. Sudah mendingan," aku menganggukkan kepala dan tersenyum tipis. Ku lihat Davin tersenyum lebar seperti terlepas dari sesuatu yang membebaninya.

"Ku antar pulang?" Davin menawari ku.

"Tidak usah. Temanku sudah di depan menjemput ku," dengan cepat aku menolaknya. Aku akan merasa terbebani jika terus menerima kebaikan Davin seperti ini.

Aku kaget saat seseorang tiba-tiba menarik tanganku. Aku menoleh dengan cepat dan ku dapati Felix yang terlihat marah.

"Terima kasih atas perhatian Anda. Tapi sepertinya Anda harus mengurungkan niat baik tersebut karena sudah ada saya," ucap Felix pada Davin.

"Permisi," Felix menarik tanganku meninggalkan Davin. Aku menunduk pamit pada Davin , hanya ada senyuman getir yang terlukis di wajah tampannya.

"Lix, Felix!" aku meninggikan suara dan seketika Felix berhenti. Dia menatapku dengan tatapan yang menakutkan.

"Kenapa?" aku bertanya padanya setelah mengatur nafas.

Felix terlihat menekan emosinya, "Aku menunggumu di depan cukup lama tapi saat ku lihat kamu malah berbincang dengan orang lain?"

"Dia bukan orang lain, namanya Davin. Dia manajer di kantor. Rekan kerjaku," ujarku menjelaskan.

"Bukankah tadi kamu tertawa riang bersama Devi?!" aku menatap Felix curiga.

"Aku dan dia berteman lama," Felix mengusap kepalaku.

"Ku dengar kamu dekat dengan Davin. Dia manajer mu tapi kamu bersama dia pagi ini," Felix menghentikan usapannya.

Aku kaget mendengar ucapan Felix. Dari mana dia tau? Ah pasti Devi yang mengatakannya. Dia sengaja menabur kerikil diantara diriku dan Felix.

"Rumah sakit," ucapku singkat.

"Hmm?"

"Tadi pagi dia mengantar ku ke rumah sakit. Kami ku bengkak akibat keseleo berlari menggunakan heels."

"Sekarang apa masih sakit?" tanya Felix khawatir.

Aku tersenyum, "tidak. Sekarang sudah tidak terasa sakit."

Felix tersenyum lega, "kalau begitu, ayo kita makan malam."

Aku mengangguk dan masuk ke mobil Felix.

1
Leya channel
udah mampir ya thor..
klo diliat sekilas, pemilihan kata2nya cukup baik. semoga didalamnya banyak ilmu baru yg bermanfaat.. 😘
❖ƬʜᴇLeͥadͣeͫrᴳᵒᵈ
Hallo
✈전Arynn: aamiin tysm 😍🥰🥰
total 5 replies
ANAA K
Semangat yah thor🙏🏿 jangan lupa mampir yah😉🙏🏿
ANAA K
Semangat selalu yah thor
ANAA K
Semangat upnya thor.. aku mendukungmu. Jangan lupa mampir kembali yah thor.👍🏾
ANAA K
Mantap thor. Membuatku penasaran
ANAA K
Waah keren thor
ANAA K
Semangat thor
R_armylove ❤❤❤❤
like ❤❤❤❤
R_armylove ❤❤❤❤
selalu mampir kesini
R_armylove ❤❤❤❤
jejak
R_armylove ❤❤❤❤
3 like mendarat.. plus rate bintang 5
R_armylove ❤❤❤❤
aku mampir lagi
Lidia Tikla
belum up up ya??
R_armylove ❤❤❤❤
aku mampir lagi ❤️
R_armylove ❤❤❤❤
balik lagi aku ka...
mampir bawa 3 like ya ❤️❤️❤️❤️
Nissa sakhi.
semangat kak.
Aerik_chan
Lanjut kak...ceritanya seru...

Boleh intip "Pengantin Pengganti"
R_armylove ❤❤❤❤
semangat selalu
R_armylove ❤❤❤❤
Hay...kau balik lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!