(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 11 - Diizinkan
"Bagaimana Om Tante?" tanya Gian, ia sangat berharap orang tua Hilya mengizinkan anaknya tinggal di masionnya sampai pulih.
"Kami tidak ingin merepotkan nak Gian, apalagi nak Gian juga bekerja, saya rasa sama saja jika Hilya tinggal di masion atau di rumah bersama kami" Jawab Arga.
"Saya sama sekali tidak merasa direpotkan, saya justru sangat berharap Bapak dan Ibu mengizinkan Hilya tinggal di masion saya, lagipula untuk masalah pekerjaan saya memiliki banyak tangan kanan jadi tidak perlu ada yg dikhawatirkan" Ucap Gian meyakinkan orang tua mereka.
Mendengar penjelasan dari Gian, Arga dan Rita saling pandang. Menurutnya wajar jika CEO dari perusahaan nomor 1 di negara ini mempunyai banyak tangan kanan.
Mereka yakin Gian akan menjaga Putrinya. Tidak mungkin jika ia melakukan hal hal yang tidak diinginkan, bisa bisa reputasinya sebagai CEO menjadi buruk.
Ya Arga dan rita sudah tau bahwa Gian adalah seorang CEO dari perusahaan Pratama Grup. Ia sangat terkenal di dunia bisnis walaupun baru pertama melihatnya secara langsung.
Mereka juga mempunyai tugas diluar kota yang tertunda minggu lalu, Arga tidak mungkin kesana sendirian. Ia juga harus ada yang mengurus kebutuhannya selama tugas dikota lain.
Mereka pun menatap Putri semata wayangnya.
"Menurutmu bagaimana nak? Apa kamu mau? " Tanya Rita
"Kalau kalian mengizinkannya aku tidak masalah"
"Baiklah kalau begitu, kami mengizinkan Hilya tinggal bersamamu untuk sementara sampai kami selesai menyelesaikan pekerjaan kami" Ucap Arga pada Gian sambil menepuk bahu kanan Gian.
"Terima kasih Om, Terima kasih Tante" Ucap Gian yang terlihat kegirangan mendapat izin dari Arga dan juga Rita.
Melihat Gian sesenang itu membuat Dewi penasaran, anaknya tidak pernah menujukkan ekspresi seperti itu semenjak pernikahannya dengan Jenika gagal.
Apa Gian sudah membuka hati untuk wanita lain?. batin Dewi
Malam pun menujukkan pukul 21.00 keluarga Pratama pun pamit pulang dan kembali lagi esok hari.
•
•
•
•
Di dalam mobil
Gian menyetir mobil nya sedangkan kedua orang tuanya duduk dibelakang, Dewi sengaja menaiki mobil Gian karna ingin menanyakan sesuatu.
"Gian Mamah ingin menanyakan sesuatu pada kamu" Ucap Dewi yang melihat ke arah anaknya yang sedang menyetir.
"Mau tanya apa mah?"
"Apa kamu punya rencana lain mengajak Hilya tinggal di masion mu?"
"Tidak, aku hanya ingin menebus kesalahan ku jadi aku ingin merawatnya"
"Apa tidak ada rencana lain?" Tanya Dewi yang belum puas dengan jawaban sang Putra.
"Maksud Mamah rencana lain bagaimana?" Tanya Gian bingun dengan maksud sang mamah.
"Emm mamah pikir kamu udah membuka hati kamu untuk wanita lain" Jawab dewi membuat Gian terkekeh seketika.
"Apaan sih Mah gk ada kok"
"Huff... Kamu tuh harus lupain wanita ular itu, Mamah yakin kamu bisa dapetin wanita lebih baik dari dia" Ucap Dewi dengan nada sedikit meninggi menahan emosi mengingat mantan calon menantu nya.
"Gian lagi gk mikiran soal wanita, Gian cuma mau nebus kesalahan Gian aja" Ucap Gian membuat Dewi kecewa karena tenyata Putranya belum menyukai seorang wanita lagi.
Tapi ini adalah kesempatan bagi Dewi untuk membuat Putranya menyukai seorang wanita dan membuat Putranya melupakan wanita ular itu, Dewi akan membuat rencana supaya Gian menyukai Hilya dan segera menikahkannya dengan begitu ia akan segera menimang cucu.
Pikir Dewi tanpa sadar tersenyum senyum sendiri di dalam mobil.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe