NovelToon NovelToon
9 Pintu Perunggu

9 Pintu Perunggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Misteri / Time Travel / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:873
Nilai: 5
Nama Author: Herwanti

Anila mencoba meraba disekitarnya hingga dia merasakan ada dinding di sebelah kirinya. Dia berjalan melangkah ke depan.

Tapi dia tersandung oleh sesuatu membuat dia jatuh ke tanah.”Ini dimana sih kenapa semua gelap. Seharusnya ini masih siang. Kenapa gelap sekali,”ucap Anila dengan wajah binggung. Tapi dimana saat itu Anila berada akan dia bisa keluar dari kegelapan itu dan kembali ke tempat asalnya. Anila akan bisa menemukan teka-teki yang dia dapatkan?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Anila kembali masuk ke dalam museum. Saat dia hendak masuk Anila melihat Harits mendatanginya.”Kenapa kakak keluar. Apa ada yang ke tinggalan?,”tanya Anila dengan santai berjalan.

Harits hanya tersenyum dengan kepala menggeleng. Segera mereka berdua masuk bersama melihat Bani dan Baki sedang melihat beberapa lukisan.”Anila kamu sudah kembali,”ucap Baki.

“Siapa yang menghubungi kamu sampai kamu harus keluar Anila,”tanya Bani yang ingin tahu.

“Itu editorku menanyakan novel baru. Kalian sudah menemukan lukisan apa?,”jawab dan tanya Anila bergantian mengubah topik pembicaraan.

“Kami hanya melihat lukisan dengan pemandangan hutan dengan pohon yang besar ada juga sungai yang mengaliri air dari atas gunung. Bukan itu bagus,”kata Baki mengatakan apa yang dia lihat.

“Itu benar sangat indah,”ucap Anila. Tapi setelah diamati dengan seksama Anila merasa ada yang aneh dengan lukisannya.

Harits melihat wajah serius dari Anila bertanya,”Ada apa Anila?.” Anila menggelengkan kepalanya dengan wajah santai. Dimana wajahnya dia sembunyikan lagi.

“Ohhh iya tadi kalian di luar ada apa?,”tanya Anila mengganti topik yang sebelumnya.

“Tidak ada,”jawab Baki. Anila yang paham kalau mereka sedang menyembunyikan sesuatu tidak bisa memaksa. Anila berkeliling melihat lukisan yang lain. Karena tidak terlalu paham Anila banyak bertanya bagaimana mereka bisa membedakan lukisan asli dan palsu.

“Apa kalian merasa lukisan itu ada yang salah atau tidak?,”tanya Anila dengan mata masih memandang ke arah lukisan didepannya.

“Lukisan ini tidak ada yang salah. Kenapa kamu berkata seperti itu Anila. Apa ada yang aneh?,”kata Baki.

“Tidak tahu hanya saja lukisan itu tampak ada yang salah. Tidak mungkin ada lukisan palsu di museum ini,”ucap Anila dengan wajah memikirkan lukisannya.

“Kalau itu benar pihak museum pasti sudah mengecek dengan menggunakan sinar X untuk melihat lapisan cetnya. Jika tidak sudah ada sertifikat dokumen untuk membuktikannya,”kata Baki.

“Itu belum tentu Baki. Kamu juga paham bukan kalau ada beberapa orang akan meniru lukisan yang bisa mereka jual,”sambung Bani dengan pendapatnya.

“Lukisan di depan asli dari zaman setelah raja Armaan. Hanya saja saat pengambilan lukisan mereka mendapatkan masalah. Jadi terlihat warna pudar,”kata Harits dengan tenang.

“Ohhh jadi seperti itu ini adalah lukisan setelah Raja bodoh itu. Tapi apa disini ada lukisan yang berkaitan dengan raja bodoh itu?,”ucap Anila yang sama sekali acuh.

“Kita bisa tahu kalau sudah berkeliling,”kata Bani. Segera mereka berkeliling sambile melihat Anila juga mengamati berbagai jenis peninggalkan yang sangat menarik.

“Aku tidak tahu kenapa ini sangat mahal kalau dijual?,”guman Anila yang merasa kagum. Tapi perkataan dari Anila terdengar oleh Baki disampingnya.

“Lukisan ini bisa mahal karena proses, jenis media yang mereka gunakan, termasuk ketelitian mereka dalam melukis. Karena dengan semua itu bisa menjadi sumber pengetahuan yang baru untuk generasi kita saat ini,”ucap Baki.

“Lihat disana ada lukisan yang komposisinya sangat seimbang dan harmonis. Apa lagi memiliki tekstur yang unik dan berbeda dengan lukisan yang lain. Kalau disebelahnya memiliki warna yang lebih alami dan natural dari lukisan sebelumnya dan tidak terlalu mencolok. Itulah yang membuat lukisan ini sangat malah. Jadi kamu paham bukan Anila barang ini sudah berusia lebih tua dari kita. Jadi ini bisa menjadi peninggalan yang sangat berharga,”sambung Baki menjelaskan seperti seorang ahli.

Anila mengangguk paham dengan penjelaskan Baki. Setelah melihat Anila tertarik dengan guci yang sama persisi.”Yang mana yang asli atau mereka asli semua,”ucap Anila melihat gucinya.

“Guci ini  dari masa Dinasti Ming pada tahun 1368-1644 karena memiliki desain rumit dan glasik  biru putih. Untuk mencari keaslian keduanya kita bisa melihat dari jenis tanah, desain, tanda tangan atau cap dari pengrajin, dan warna dan glasiknya,”kata Bani.

“Apa itu Glasik kak Baki?,”tanya Anila yang sama sekali tidak paham.

“Glasik itu lapisan kaca atau keramik, biasanya untuk melindungi permukaan guci untuk menghindari kerusakan. Glasik juga bisa meningkatkan keindahan Guci termasuk warnanya juga. Bisa memberikan efek mengkilap. Tahan air dari kelembaban juga,”jawab Baki  dengan wajah senang menjelaskan.

“Wah banyak juga ya. Apa ada jenisnya juga?,”ucap Anila lebih lanjut.

“Adalah,”ucap Baki.

“Kalau kamu mau kita bisa belajar di perpustakan besok. Jika kamu tertarik,”ucap Baki dengan santai.

“Ok,”ucap Anila yang kembali melihat semua jenis barang antik.

“Apa kamu sudah menemukan apa yang kamu cari Anila,”ucap Bani.

“Aku masih memikirkan tentang lukisan yang pertama tadi. Jadi aku masih belum bisa menyimpulkan kalau ada kaitan dengan teka-teki yang aku cari,”ucap Anila dengan wajah polos dengan bibir tersenyum.

“Karena masih ada waktu kita bisa pergi ke tempat lain, bagaiamana?,”tanya Baki. Anila mengangguk segera mereka hendak keluar. Tapi saat mereka hendak kelua Anila melihat lukisan yang sama dengan lukisan yang dia lihat sebelumnya. Anila segera menuju ke lukisan itu dan berkata,”Kenapa lukisan ini sama seperti yang tadi ya.”

“Memang ada kemiripan. Tapi keduanya jelas berbeda,”ucap Bani menuju ke salah satu lukisan bayangan orang di sebelah sungai.

“Itu benar,”ucap Anila setelah memperhatikan dengan seksama.

“Ada yang kamu sukai dari lukisan ini Anila,”ucap Harits yang dari tadi mengamati perubahan Anila. Bani yang melihat Harits hanya bisa diam saja.

“Lihat di sana di sebelah sunga ada bentuk seperti pintu bukan. Aku lihat dengan seksama bentu itu sama dengan pintu yang ada di makam itu,”ucap Anila. Mereka bertiga melihat arah yang di tunjuk oleh Anila. Kalau apa yang dikatakan oleh Anila benar.

“Kak Baki apa kamu tahu ini lukisan dizaman apa dan oleh siapa?,”tanya Anila yang ingin tahu.

“Kalau tidak salah ini lukisan dimasa raja Armaan masih belum menduduki tahta. Lukisan ini mengambarkan sebuah tempat yang sangat indah untuk seseorang,”jawab Baki.

“Apa ini ada kaitan dengan kakak dari raja Bodoh itu?,”kata Anila menebak.

“Aku belum tahu pasti. Apa kamu mau mencari di museum yang lain untuk memastikannya. Karena lukisan ini ada dua jenis yang sama di tempat yang berbada,”ucap Baki

“Boleh,”ucap Anila yang memiliki harapan untuk melihat pintu kedua.

Segera mereka keluar dari museum Seca. Di luar mereka segera naik mobil yang akan dikendari oleh Bani. Mereka pergi ke museum selanjutnya. Tapi melihat hari sudah agak gelap mereka memutuskan untuk kembali dan pergi ke esok harinya. Di perjalanan mereka di ikuti oleh mobil hitam. Anila melihat ke belakang berkata,”Kalian sebenarnya memilik musuh tidak sih. Kenapa aku merasa kalau mobil itu mengikuti kita dari tadi?.” Harits yang juga melihat tidak bisa berkata apa-apa untuk menjawabnya.

“Sebenarnya di tempat kita ada beberapa orang yang mencari rahasia dari peninggalan nenek moyangku Anila,”ucap Baki yang terus terang.

“Peninggalkan Nenek moyang kamu, memangnya apa itu sampai mereka terus mencari kesempatan untuk mengejar kita. Tapi anehnya mereka sama sekali tidak berbuat apa-apa. Ini sangat aneh,”ucap Anila yang menganalisis situasi.

“Itu benar mereka tidak bisa mendekati kita karena mereka tidak tahu dimana lokasinya yang pasti,”kata Baki lagi.

“Apa peninggalkan itu sangat berharga bagi kamu Baki?,”tanya Anila dengan ramah dan santai.

“Itu benar itu adalah perjalanan kisah keluargaku hingga sampai sekarang ini,”jawab Baki. Tapi sebenarnya apa itu?.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!