Kasus yang menyeret namanya ini menyebabkan Raga dikeluarkan dari sekolah. Akibat dari itu hidup Raga menjadi tambah berat selain masih dalam tahap penyelidikan polisi, masa depan yang ia tata dengan rapih hancur begitu saja. Sampai dimana Raga menghilang dan tidak pernah ditemukan lagi. Ada yang mengatakan bahwa hilangnya Raga masih bersangkutan dengan kasusnya atau penculikan berencana. Namun ditengah huru hara menghilangnya seseorang Raga munculah orang yang mengakui bahwa ia adalah sahabat Raga. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah mereka percaya Raga menghilang? Dan Apakah dia benar sahabat Raga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju aksi selanjutnya II
Nampaknya Anwar sekarang merasa bersalah karena dirinya tidak benar benar membaca baik buku pemberian tuan. Namun dalam hatinya berjanji jika setelah ini akan membacanya dengan seksama.
"Coba kau baca lagi ini." Ucapnya.
Setelah memberi Akte kelahiran Anwar, selanjutnya Gadis memberikan kartu keluarga kepada Anwar.
"Ini sungguh gila." Kedua mata Anwar membulat dengan sempurna saat membaca bahwa kartu keluarga yang ia pegang pun sudah tertera nama lengkap ia yakni Anwar Pattimura. Namun dua orang nama sebelum Anwar ini tentunya jadi pertanyaan besar untuk ia tanyakan lagi kepada Gadis.
"Lalu nama dua orang ini siapa? Apakah ini orang tua palsuku?"
Lagi lagi Gadis menghela nafas panjang
"Baik dengarkan. Aku akan menjelaskan satu satu secara perinci tentang rumah ini dan dua orang yang kau maksud tadi agar kau paham bahwa apa yang dilakukan tuan itu tidak semata mata ajaib semuanya sudah ada garis awalnya."
Anwar mengangguk cepat
"Dua orang yang kau tanyakan tadi itu mereka sama seperti kita yaitu budak tuan. Mereka mempunyai bisnis sampai cabangnya ada di setiap kota besar negara ini dan semua itu berkat bantuan tuan. Sampai dimana mereka mempunyai satu anak laki laki namanya Anwar Pattimura namun ketika usianya sudah tujuh belas tahun mereka harus menyerahkan nya kepada tuan sebagai persembahan terimakasih karena tuan telah membantu kesusahan mereka. Namun mereka mengkhianati tuan karena mereka tidak menyerahkan anaknya. Mereka malah menukarnya dengan anak lain dan apakah kau bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya?"
"Mereka mati?"
"Lebih tepatnya jiwa dan raga mereka ditarik paksa oleh tuan untuk menjadi budak selama lamanya tentunya di dunia tuan. Berbeda dengan anaknya ia hanya ditarik roh saja sementara wujud anak itu tuan simpan dengan cara diawetkan oleh ramuan khusus yang tuan punya. Tuan melakukan itu karena tuan yakin suatu saat akan ada manusia yang meminta pertolongan untuk berganti wujud dan keyakinan itu terkabul oleh kau." Gadis tersenyum sembari menatap mata Anwar dengan penuh kemenangan
"Lalu keluarga mereka tidak terlihat lagi. Sampai dimana aku diutus oleh tuan untuk membereskan permasalahan ini dengan cara menutupi jejak hilangnya mereka dan tentunya mengakui bahwa salah satu dari mereka adalah saudara kandung, yakni pak Endang.Sampai sekarang pun semua karyawannya belum mengetahui bahwa majikan sudah lenyap ditelan dunia iblis yang mereka ketahui majikan berserta keluarga nya itu sedang berada diluar negeri."
"Kapan kejadiannya?"
"Kurang lebih saat kau sedang dikeroyok oleh teman teman sma mu."
Setelah mendengarkan penjelasan dari Gadis hati Anwar kembali panas. Jantungnya berdegup begitu kencang dirinya seperti merasakan ketakutan namun apa yang ia takutkan tidak bisa ia deskripsi semuanya campur aduk.
"Kau tidak usah takut. Aku disini akan membantu mu. Kau sendiri kan yang mengiyakan ada prajurit untuk menemani balas dendam mu. Jadi kau tidak usah cemas karena aku tentunya akan mengingatkan mu jika kau salah atau lupa kewajiban mu kepada tuan."
"Aku mau bertanya sekali lagi tentang keluarga ini. nama yang aku pikirin kemarin pun termasuk bisikin dari tuan?"
"Soal itu aku tidak tahu. Tapi aku yakin jika tuan disana pastinya sudah merencanakan semua ini karena aku percaya bahwa tuan itu salah satu maha penguasa dan pengabul apapun."
"Salah satu?"
Apa yang dimaksud salah satu itu? Apakah tuan (venom) ini lebih dari satu.
"Jawaban itu bisa kau temukan jika kau rajin membaca buku dari tuan. Sekarang kau fokus tentang apa yang ingin kau lakukan."
Lagi lagi anwar mengangguk penuh dengan keyakinan
"Tapi apakah orang luar sana akan percaya dengan semua ini? Maksudku berkas dokumen yang kau perlihatkan kepada ku ini semuanya asli kan tidak palsu atau karangan cerita?"
Gadis memutar bola matanya "Apa kau bercanda menanyakan seperti tadi?" Kali ini Gadis menjawab pertanyaan Anwar ini dengan tatapan yang begitu sinis dan Anwar yang melihat tatapan ini pun seketika bulu romanya ikut berdiri dan sekujur tubuhnya mendadak menjadi hawa panas seolah dirinya akan dihajar habis habisan dengan tatapan dari Gadis ini.
"Maaf aku bercanda tidak bermaksud sumpah." Kaku Anwar sambil membuang muka
"Baca buku tuan." Ucap Gadis sekali lagi dengan penuh penekanan di setiap katanya
"Baiklah aku akan baca."
"Bawa semua berkas semua ini dan pergilah ke ruang tamu terlebih dahulu."
"Oke." Singkat Anwar
***
Setelah Anwar mengetahui penjelasan dari Gadis bahwa dirinya sudah memiliki identitas yang tercatat di sipil sekarang dirinya merasa cukup lega. Karena dari hal itu tentunya Anwar bisa leluasa melakukan apa yang di mau termasuk dengan apa yang ia lakukan siang ini yaitu daftar sekolah kembali di sekolahnya yang dulu.
"Aku sudah menyiapkan berkas pendaftaran sekolah mu tapi sayangnya kau tidak bisa tinggal di kelas mu yang dulu dan tentunya aku akan menjadi wali orang tua mu" Ungkap Gadis di dalam mobil yang dikemudikan olehnya sendiri.
"Tidak jadi masalah yang terpenting aku bisa sekolah disini lagi."
"Kau masih ingat dimana letak ruang akademik untuk pendaftaran calon siswa baru disini?"
"Tentunya saja aku ingat lagi pula aku ini bukan hilang ingatan."
"Kalau begitu antarkan aku ke ruang akademik karena aku pun sudah tidak sabar ingin mendaftarkan mu di sekolah ini lagi dan menuntaskan rasa balas dendam mu."
Anwar tersenyum sambil mengangguk lalu beriringan dengan mereka berdua yang akan keluar dari mobil.
"Apa kita perlu minta izin ke satpam itu lagi?" Tanya Gadis sambil menunjuk orang tersebut
"Tidak usah ikuti aku saja." Jawab Anwar
kali ini langkahnya di pimpin oleh Anwar sementara Gadis mengekorinya dibelakang. Sampai tidak terasa mereka pun sudah berada di depan pintu akademik sekolah.
"Permisi apakah ada orang?" Ucap Gadis sedikit membesarkan nada suaranya sementara Anwar sekarang malah asyik bermain ponsel
"Silahkan masuk." Saut seseorang yang berada di dalam. Tak banyak basa basi Gadis dan Anwar pun masuk ke dalam ruangan akademik.
Mereka disambut hangat oleh senyuman seorang perempuan tua berjilbab kuning dan tentunya Anwar mengetahui siapa orang tersebut.
"Silahkan duduk." Ucapnya
"Saya Gadis orang tua wali anak ini. Tujuan saya datang kemari tentunya ingin pendaftaran dia untuk melanjutkan sekolah disini. Saya tahu sekolah ini dari iklan media sosial. Maka dari itu tolong dibantu terkait pendaftaran nya."
"Baik akan saya jelaskan."
Detik berikutnya ibu yang diketahui bernama Rani ini menjelaskan runtutan berkas pendaftaran serta biaya sekolah bagi siswa baru. Hampir satu jam lebih ibu ini menjelaskan kepada Gadis dan Anwar terkait berkas, biaya dan kelas mana yang akan Anwar masukin.
"Mungkin dari saya sudah cukup. Karena biaya nya sudah ditransfer langsung oleh ibu Gadis dan semua berkas pendaftaran yang dibawa ibu Gadis sudah sangat lengkap saya langsung informasikan saja sekarang jika ananda Anwar mulai besok bisa langsung masuk kelas."
Anwar tersenyum sumringah saat mendengar bahwa besok dirinya bisa mulai sekolah kembali tentunya sebagai siswa baru.
"Baik terimakasih."