Berawal dari Kasihan...
Berlanjut dengan Cinta...
Berakhir pada Kesedihan...
Setelah 15 tahun lamanya, impian Sang Gadis terwujud dan dimulailah Perubahan untuk segalanya, namun perubahan itu mengubah segalanya begitu juga dengan keasliannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2.5 Masalah Sebenarnya
Saat Mei selesai mandi dan berpakaian mewah, Mei turun ke meja makan untuk sarapan, namun mata Mei memincing setelah melihat Raeya duduk disana dan sedang memakan bubur, Mei melihat Bulkrish keluar dari dapur dengan milkshake coklat ditangannya, Bulkrish melihat Mei sudah di ruang makan pun tersenyum,
"Mei, ayo sarapan, kamu harus minum obat kan," Bulkrish
Mei mendekat,
"Kenapa ada pelayan di meja makan?? Makanannya jadi kotor kan?" Mei
"Mei, Raeya bukan pelayan, dan juga makanannya aku sendiri yang buat, gak mungkin kotor kan," Bulkrish
"Ck sudahlah, aku mau sarapan di tempat lain aja," Mei
Mei kembali ke kamarnya dan diikuti Bulkrish,
"Mei, kamu jangan seperti ini, Raeya itu-" Bulkrish
"Aku tau dia udah donorin sumsum tulang belakangnya untukku, kau sudah mengatakan itu ratusan kali, aku bosan," Mei
Mei mengambil kunci mobil dan dompetnya, lalu pergi, Bulkrish berusaha mengejar Mei namun tak terkejar,
"Arghh!! Apa Mei marah sekali padaku?? Jika terjadi sesuatu, aku tak bisa memaafkan diriku sendiri," lirih Bulkrish.
.
Malam hari tiba dan Mei belum juga pulang, Bulkrish mencoba menelepon Mei namun ponselnya tak di bawa bahkan alat pelacak di mobil dan dompet Mei semua dimatikan.
Bulkrish pun mencarinya kemana mana, namun tak juga ketemu, hingga telepon Bulkrish berdering,
"Hallo," Bulkrish
"Boss, Nyonya Besar sudah ditemukan," bawahan Bulkrish
"Dimana Mei sekarang??" Bulkrish
"Nyonya sepertinya menuju ke- Bandara," Bawahan Bulkrish
"Apa!?" Bulkrish
Bulkrish tanpa membuang waktu langsung melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
.
.
.
Saat sampai Bandara, Bulkrish melihat Mei sedang dipeluk seorang pria yang ia sangat kenal,
"Aji," Bulkrish#
Bulkrish segera mendekat ke mereka dan memisahkan mereka,
"Jauhi Mei!!" marah Bulkrish
"Bulkrish tahan emosimu, jangan membuatku malu, ayo kita pulang dulu," Mei
Bulkrish melemparkan kunci mobil miliknya ke Aji lalu menarik pergi Mei,
"Dia memang tak pernah berubah, masih sama saja menyebalkan," Aji
Aji pergi.
.
.
.
Diperjalanan pulang, Mei menatap Bulkrish yang menyetir cukup kencang,
"Bulkrish, bisa lebih pelan, kata Dokter kan jantungku tak boleh sampai tertekan," Mei
Bulkrish tersadar lalu memelankan laju mobilnya,
"Maafkan aku," Bulkrish
"Dasar tempremental, kenapa kau berteriak teriak gitu di Bandara hanya karena aku menjemput Aji," Mei
"Kenapa kamu menyuruh Aji kembali?" Bulkrish
"Karena pertama kau itu selalu sibuk, aku juga butuh perhatian, dan kedua kau- ah yang kedua itu rahasia, jika kau peka, itu lebih bagus," Mei
Bulkrish terdiam dengan ekspresi tak terbaca,
"Bulkrish, jika saat itu aku meninggal??" Mei
"Aku akan meledakan seluruh dunia ini dan menyusulmu," Bulkrish
"Kukira kau akan menikah dan nenjalani hidup, ahhh aku merasa seperti penghalang," Mei
Bulkrish menghentikan mobilnya, lalu mencium bibir Mei lalu menatap Mei,
"Jangan bicara omong kosong, aku hanya milikmu, aku tak akan biarkan orang lain memilikiku, aku bisa kehilangan apapun kecuali dirimu, aku mencintaimu Mei, hanya dirimu," Bulkrish
Bulkrish memeluk Mei.
.
.
.
Saat sampai mansion, Mei ketiduran, Bulkrish pun menggendong Mei kekamarnya, sampai di kamar Mei, Bulkrish menurunkan Mei dengan perlahan agar Mei terbangun, Bulkrish melepaskan ikat pinggang di dress dan sepatu Mei lalu menyelimutinya dengan perlahan,
"Tidurlah yang nyenyak Mei," Bulkrish
Bulkrish mencium kening Mei lalu pergi, namun saat sampai depan pintu, Bulkrish melihat Aji sudah disana,
"Mau apa kau?" Bulkrish dingin
"Aku hanya tau kamar Mei saja dan aku mau tidur," Aji
"Seharusnya kau tau malu Aji, Ayahmu yang telah membuat Mei koma 3 tahun, jika waktu itu Mei kenapa napa, aku akan menghancurkanmu juga," Bulkrish
"Kau tak perlu melakukan itu, aku akan menghabisi diriku sendiri jika Mei kenapa napa. Sudah 5 tahun aku tak melihat Mei, Mei semakin cantik ya, Ibu dari calon anak anakku memang yang terbaik," Aji
"Sebaiknya kau diam Aji, Mei adalah milikku," Bulkrish
Saat Bulkrish akan melangkah,
"Kau yakin?? Kau, Bara, ataupun diriku sendiri adalah pria pria yang paling dekat dengan Mei, tapi apa kau yakin tak ada masalah lebih besar?" Aji
Bulkrish menatap Aji, Aji tersenyun kecil,
"Kau dipanggil Bulkrish oleh Mei, apa kau yakin nama itu adalah milikmu atau seperti kau merebut seluruh negara dan mengklaimnya sebagai milikmu, kau yakin Mei juga milikmu," Aji
Bulkrish mengepalkan tangannya,
"Eka- namamu aslimu adalah Dewa Maha Asaputra, nama Putu Eka Putra Galung adalah nama pemberian yang Mei berikan padamu saat menemukanmu di tempat sampah, tapi kau yakin tak ada yang memiliki nama itu selain dirimu, popularitas yang sama denganmu, jika dia kembali, jika Mei memanggil dirinya, kau mungkin tak ada apa apanya," Aji
Bulkrish terdiam,
"Asaputra, sebaiknya aku belajar memanggilmu begitu, karena Eka Galung itu bukan namamu, sebaiknya kau memberikan semua yang telah kau rebut darinya, sebelum masalah lebih besar datang, karena kau hanya salinan pemilik Mei sebenarnya," Aji
Aji pergi,
"Aku hampir melupakan sesuatu, sesuatu yang harusnya paling aku takuti," bathin Bulkrish.
.
.
.
Kebesokan harinya, saat waktunya sarapan bersama, Ayah Mei yang sudah tua namun masih sehat bugar menjadi kepala keluarga,
"Papa, makanlah yang banyak," Mei
"Mei kamu kemarin kemana aja?? Eka mencarimu kemana mana," Ayah
"Tuh aku menjemput cucu kesayangan Papa, perjalanan dari Amerika kan lama banget," Mei
"Tapi kenapa kamu mengosongkan satu bangku," Bulkrish
"Kamu akan tau nanti," Mei
"Oi Aji, oleh oleh Amerika mana??" Dinara
"Kau mau??" Aji
"Ngak deh, tinggal beli aja di mall. Kak Derick, belikan aku yaaa," Dinara
"Hm baiklah," Derick
"Tak perlu, aku sudah membelikan oleh oleh untuk semua, nanti aku kasih," Aji
"Horeee," Dinara
"Aji dan Derick sudah pulang, Mei apa-" ujar Kakak Kedua Mei yang bernama Dwi terpotong karena-
Ting... Tong...
Mei dengan cepat pergi dari meja makan dan pergi ke depan pintu yang diikuti oleh semuanya, saat sampai depan pintu,
"Mei!!!"
Mei melihat seorang pria tampan dan berperawakan sama seperti Bulkrish,
"Eka!!!" Mei
Mei memeluk pria yang adalah Keponakan Ketiga Mei yang bernama sama seperti Bulkrish yaitu Putu Eka Putra Galung,
"Lama tak berjumpa Mei, aku merindukanmu," Eka
"Aku juga, kamu udah tumbuh besar ya," Mei
"Tentu saja, aku bukan anak usia 17 tahun lagi," Eka
Mei melepaskan pelukannya,
"Beri salam pada Kakek dan Ibumu sana," Mei
Eka mengangguk, Eka pun salim ke Ayahnya Mei,
"Kakek, aku pulang," Eka
Ayahnya Mei memeluk Eka,
"Maafkan Kakekmu ini nak, karena Kakek kamu terasingkan di luar negeri," Ayah
"Tidak apa Kek, jangan menyalahkan diri Kakek," Eka
Ayahnya Mei melepaskan pelukannya dan Eka berpindah ke Dwi,
"Ibu," Eka
Dwi memeluk Eka,
"Akhirnya kamu kembali sayang," Dwi
"Ibu, aku merindukan Ibu," Eka
"Ibu juga Eka," Dwi
Dwi melepaskan pelukan Eka, Dinara mendekati para sepupunya, Dinara memeluk Eka,
"Eka, akhirnya kau kembali juga," Dinara
"Kau masih sama Mumuk, demen banget ngelengket sama aku," Eka
"Eka, bagaimana kabarmu?" Derick
"Aku baik Kak Der. Aji kau juga dipanggil sama Mei," Eka
"Tentu saja," Aji
"Dan- kau Asaputra," Eka menatap Bulkrish
Eka mendekati Bulkrish setelah melepaskan pelukan Dinara,
"Akhirnya aku tak perlu memanggilmu dengan namaku karena kau memiliki nama asli, ini cukup menyenangkan bertemu dengan rival lama," Eka
"Tapi aku tak senang bertemu denganmu," Bulkrish
Mei menyela antar kedua pria tampan itu disaat suasana menjadi dingin dan mencekam,
"Hei, ayo kita lanjutkan sarapannya, aku lapar," Mei
Mei menggandeng kedua pria itu pergi kembali ke meja makan.
selamat siang👍
semangat terus ya💖
mampir juga di novel terbaruku "Suami dadakan" ya💖
salam dari kisah danau hijau buatan kakek
aku tunggu nih😁