remaja cantik namun sederhana yang mencintai seorang murid baru yang sangat tampan. dirinya mencintai dalam diam, karena dirinya yang sadar diri. walaupun begitu, ternyata pria itu merasakan kalau gadis cantik itu menyukainya , dan malang untuk si gadis.karena cintanya tetap tidak terbalaskan. dan semakin tragis buat si gadis, setelah pria itu tahu kalau wanita yang punya rasa padanya itu ternyata adik dari musuhnya .bahkan seakan-akan nasib buruk itu selalu berpihak pada gadis itu. karena pada akhirnya pria itu malah menjadi saudara tirinya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vatic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keterpurukan yelse
Hari itu , dan benar saja tak berapa lama setelahnya ada seseorang datang yang menjemput mereka. dan yelse ikut serta di sana . mereka pulang ke tempat masing-masing, Nathan ke tempatnya dan yelse ke tempat kerja.
Di tempat kerjanya , yelse di sambut kaget oleh adelle, karena penampilan yelse yang berantakan dan banyak noda darah. " apa yang kamu lakukan? bagaimana bisa kamu seperti ini? " tanya adelle.
" Aku membantu orang yang terluka tadi! " jawab yelse.
" Cepat mandi dan ganti bajumu. aku pergi dulu biar aku ambilkan! " kata adelle. dan yelse langsung berjalan ke arah kamar mandi di sana.
Setelah bersih yelse langsung bersiap kerja. sepanjang di tempat kerjanya yelse selalu kepikiran tentang Nathan, bagaimana keadaannya sekarang , dan apakah dia sudah memeriksakan kondisinya.
" Yel,,,! " panggil adelle pada yelse yang terlihat merenung.
" Ah,, iyya! " kaget adelle.
" Ada apa denganmu? kamu dari tadi banyak diam dan merenung, seperti banyak pikiran? " tanya adelle sambil mengambil piring kotor di depan yelse.
" Hmm! aku memang kepikiran orang yang aku tolong tadi! " jawab yelse.
" Pikirkan saja dirimu sendiri, jangan memikirkan hidup orang lain.! " kata adelle.
Sepulang kerja yelse berniat akan mampir ke tempat Nathan. namun dengan penuh pertimbangan akhirnya dirinya memutuskan untuk pulang.
Setelah sampai di rumahnya. yelse sudah di tunggu oleh pelayan yang baik itu. dia tampak cemas dan panik.
Dan setelah melihat siapa yang datang, pelayan itu langsung berlari menghampiri yelse yang memang baru masuk di gerbang utama.
" Aduuuhh,,, kamu dari mana saja. kenapa kemarin tidak pulang? " katanya dengan wajah yang sangat panik.
" Apa ada masalah? " tanya yelse yang seperti menyadari sesuatu.
" Kamu sudah di tunggu tuan di tempat kerjanya! " kata pelayan itu.
" Apa ayah ada di rumah? " tanya yelse.
" Iyya,, dari kemarin dia di rumah, dia tampak sangat marah. cepat temui dia.! " kata pelayan itu dengan sedikit mendorong yelse.
Yelse sudah berdiri tegap di depan ayahnya. namun sepertinya yelse tidak begitu takut, dia masih tampak tenang menghadapi wajah marah ayahnya.
Begitupun dengan ayah yelse. yang menatapnya penuh dan tajam. mereka belum bedebat ataupun bersuara . hanya ada tatapan bengis ayah yelse dan juga yelse yang menunduk.
" Apa peringatan kemarin belum cukup untukmu?" tanya ayah yelse dengan suara seperti iblis. namun yelse enggak menjawabnya. dan dia masih betah untuk diam.
" Apa yang sudah kamu lakukan dengan anak itu.? apa kamu tahu kalau kecerobohan kamu bisa membuat ambruk sekolah besar kita. apa kamu tidak kasihan dengan mamamu yang sudah tiada karena kelakuan kamu itu.! " ayah yelse mulai menggebu.
" Ini salahku bukan salah mama! " bantah yelse tegas.
" Dengan umur yang masih bau kencur kamu sudah berani pergi dengan seorang pria. mau jadi apa kamu. mau jadi seperti mamamu! " ayah yelse mulai tidak bisa mengendalikan diri.
" Apa maksud ayah? " tanya yelse dengan tatapan nanar dan berkaca. seolah dirinya menemukan sesuatu tentang masa lalu orang tuanya.
Dan itu cukup membuat ayah yelse sedikit gelagapan. karena perkataan yang tidak di sengajanya. " katakan sesuatu tentang mama yah,,,! " ulang yelse terdengar sangat serius dan penuh penekanan. namun ayahnya malah tidak bisa berbuat apa-apa. dan hanya diam tanpa berucap. ayahnya mulai menyadari kalau dirinya kelepasan tadi.
" Kenapa ayah diam? bagaimana dengan mama dulu yah,, ? apa dia wanita liar. ?" tanya yelse dengan suara yang benar-benar lirih dan bergetar,. " apa itu artinya saya bukan anakmu,,! katakan yah, aku ingin mengetahuinya ! " lanjutnya, yelse benar-benar bicara dengan menahan tangisnya . bahkan suaranya hilang timbul karena rasa yang begitu menyesakkan. namun ayahnya tetap diam tidak lagi menggebu seperti di awal tadi.
" Apa itu alasan ayah,,!" yang selama ini tidak pernah bisa menerimaku,, hiks,,, apa aku bukan anakmu yah,, apa aku benar-benar bukan anakmu hikss! "
Bruk..
Yelse terduduk,, dia benar-benar tersedu dengan kedua tangan yang bertumpu pada lantai. dia benar-benar merasakan tidak berdaya sekarang.
" Apa karena ini ayah selalu menyebutku anak hina,, dulu aku selalu menangis ketika ayah menyebutku seperti itu. ,,hiks,,namun sekarang aku sadar,, kalau akau memang terlahir dengan kehinaan.! dan selamanya akan tetap hina!,, hiks,,, hiks, ! " yelse mulai meluapkan kesedihannya.
Ayahnya menatapnya sedikit iba kali ini. dengan melihat berapa pilunya tangis yelse dengan tangan yang terus memukuli dada. yang seakan memaksa agar oksigen tetap masuk di parunya.
Tes..
Air mata itu keluar dari kedua mata ayah yelse. selama ini ayahnya masih belum mengetahui. darah siapa yang mengalir dalam tubuh yelse saat ini. apakah darahnya, atau darah pria yang pernah dia pergoki bersama istrinya dulu.
Sungguh ayah yelse tidak pernah berani mengetahuinya. namun dia juga tidak bisa dengan mudah melepaskan yelse pergi darinya. itu juga karena kebimbangan hatinya. kalau mungkin saja darah kental yelse adalah darahnya.
Padahal selama ini, setiap melihat wajah yelse yang terlintas dalam pikirannya adalah. kenangan buruk tentang perselingkuhan istrinya dulu , yaitu mamanya yelse.
Keduanya terpaku di tempatnya masing-masing dengan waktu yang lama . ayah yelse yang masih berdiri tegak sambil melihat ke arahnya , dengan yelse yang masih terduduk dengan tangisan pilunya.
Semalaman yelse tidak bisa tidur karena itu. dia sendiri mulai insecure dengan dirinya sendiri. bahkan di sekolah dia terus diam dan tidak fokus dengan pelajaran.waktu berly menindasnya dia juga sama sekali tidak menghiraukan.bukan lagi mengabaikannya seperti biasanya.itu karena dirinya yang masih shock dengan apa yang dia ketahui dari ayahnya semalam .begitupun di tempat kerjanya.
Sepulang dari tempat kerja. dengan jalan yang linglung dia berjalan ke rumahnya. di depan gerbang utama dia berpapasan dengan mobil ayahnya . namun dia hanya menatap acuh karena tatapannya yang memang kosong.
Ayahnya melihat betapa terpuruknya yelse saat ini. dan itu cukup membuatnya sakit hati.sebenarnya dia mulai sedikit iba , namun ego masih menguasai hatinya. sehingga dirinya hanya melihat saja.
Bahkan ketika yelse menyapu di rumah itu, yelse masih tampak diam, dan bahkan dia yang melihat ayahnya duduk , hanya membungkuk hormat, seolah menghormatinya layaknya pelayan dengan tuannya.
Ayahnya merasa sakit dengan itu. saat ini yelse memang seolah mulai sadar diri. dia sudah tahu batasannya . namun dia tidak akan pernah bisa melupakan kebaikan ayahnya itu.
Bahwa ayahnya sudah mau memberikan nama besarnya untuknya. dan walau bagaimanapun dia sudah membesarkan dia dan kakaknya. walau tanpa kasih sayang. dan sampai akhirnya kakaknya pergi dari rumah itu.
Pagi ini ketika yelse berangkat sekolah. dia selalau ketinggalan busnya, itu di karenakan dirinya yang selalau melamun.
Dan pada akhirnya dirinya memutuskan untuk jalan kaki. itupun di laluinya dengan menatap kosong. sampai di penyebrangan jalan yelse sama sekali tidak memperhatikan rambu jalan.
Karena dia yang terus melangkah dan tidak melihat kanan kiri , membuat mobil yang terlanjur melaju kencang berjalan pasti ke arahnya.
Buakkkk..
" Yelse,,,! " gumam Nathan yang tidak sengaja melihat itu.