Linda menjalin hubungan dengan tiga orang pria sekaligus. Hingga ia tidak mengetahui bayi yang ada dalam kandungannya. Siapakah pria yang akan dipilih Linda untuk bertanggung jawab atas kehamilannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erdin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istirahat Bersama
Pak Zayd yang merupakan leader di tim service memanggil Linda. Linda sempat sedikit panik saat pak Zayd memanggil dirinya untuk menghadapnya. Tentu saja ada sedikit pikiran yang kurang baik di rasakan oleh Linda. Sehingga saat pak Zayd memanggil namanya, Linda datang dengan perasaan yang cukup cemas. Apalagi di hari kemarin, Linda sempat telat. Mungkin Linda akan mendapatkan sedikit gertakan dari pak Zayd.
"Ada apa yah Pak?" tanya Linda dengan wajah lesuhnya.
"Kamu sudah istirahat?" tanya pak Zayd.
"Belum Pak," jawab Linda sedikit gemetar.
"Ya sudah, sekarang kamu istirahat. Mungkin kamu ingin shalat terlebih dahulu. Silakan saja. Saya berikan kamu waktu istirahat 30 menit. Tapi kamu jangan molor dari waktu yang sudah diberikan," pinta pak Zayd.
Linda langsung merasa lega saat pak Zayd meminta dirinya untuk istirahat. Linda yang sudah berpikir terlalu jauh. Akhirnya mendapatkan kabar yang baik. Tidak ada hukuman yang diberikan oleh pak Zayd. Dia pun segera pergi ke ruang ganti untuk mengganti seragam kerjanya. Sebelum pergi istirahat sejenak di depan mini market, tempat teman-temannya beristirahat.
Tidak afdol jika hanya duduk sembari bermain ponsel saja. Linda pun membeli sebuah minuman kemasan serta cemilan. Setidaknya cemilan itu bisa membuat Linda tidak merasa lapar, dalam melanjutkan pekerjaannya sebagai seorang pelayan setelah istirahat berakhir.
Mulai bosan, Linda pun mulai mengirimkan pesan pada Deni. Mungkin Deni pun saat ini sedang beristirahat seperti dirinya. Linda hanya mengirimkan emoticon hati pada Deni. Berharap Deni akan paham akan kerinduan yang sedang ada pada dirinya.
Hampir 5 menit berlalu, Deni tidak kunjung membuka ponselnya. Pesan Linda urung di buka oleh Deni. Entah pergi ke mana Deni saat ini. Tetapi itu cukup membuat Linda sedikit bersedih. Sebab ada kekhawatiran yang mulai melanda Linda. Dia khawatir akan hal buruk terjadi pada Deni.
Di tengah rasa khawatir yang di rasakan oleh Linda. Dia terkejut dengan kedatangan dari Farhan yang datang secara tiba-tiba. Dengan sebatang rokok yang dihisapnya, Farhan terlihat begitu antusias untuk duduk di samping Linda.
Linda sempat sedikit kurang nyaman dengan kedatangan dari Farhan. Apalagi Farhan membawa sebatang rokok yang sudah di bakar. Asap rokok itu cukup mengganggu Linda. Hingga Linda sempat batuk saat tidak sengaja menghirup asap rokok yang di hembuskan oleh Farhan.
Melihat Linda yang batuk-batuk oleh asap rokok miliknya. Farhan segera mematikan rokoknya tersebut. Dia segera meminta maaf pada Linda. Sebab Farhan tidak bermaksud untuk membuat menjadi batuk seperti itu.
"Kemarin loe dapat hukuman apa dari Pak Imron?" tanya Farhan penasaran.
"Tidak ada. Dia memaafkan saya. Tetapi jika saya mengulanginya kembali, maka sudah pasti akan ada hukuman berat yang akan diberikan pada saya," jawab Linda sembari meminum minumannya.
"Dia kalau sama perempuan memang seperti itu. Tidak adil! Halus dan lembut, beda ketika pada laki-laki. Dia berani berkata kasar. Otak mesum pokoknya," ucap Farhan dengan wajah kesalnya.
"Aku pikir bukan itu alasannya. Dia memaafkan aku, sebab dia iba dengan aku. Jadi tidak ada unsur seperti itu. Aku merasakan sendiri," ucap Linda.
"Loe itu masih polos. Jadi loe gak tahu sifat asli dia. Gue cuman minta loe hati-hati saja. Dia itu kadang suka genit. Apalagi sama cewek cantik, dia suka genit," ucap Farhan.
Linda tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Farhan. Sama sekali Linda tidak mempercayai ucapan dari Farhan. Apalagi Linda tidak merasakan hal itu pada Farhan. Dia melihat sosok pak Imron tidak seburuk yang di pikirkan oleh Farhan.
"Aku tidak percaya dengan yang kamu bilang. Pasti kamu cuman marah dengan dia saja. Makanya kamu mengatakan hal buruk padanya. Aku lihat dia orang yang baik. Jadi tidak seperti apa yang kamu pikirkan. Kamu salah tentang dia," ucap Linda.
"Terserah loe saja. Terpenting gue udah kasih tahu Loe. Jadi loe harus hati-hati sama dia. Kalau dia genit sama loe. Tabok saja mukanya," ucap Farhan sedikit tertawa.
Linda pun tertawa dengan ucapan dari Farhan. Sama sekali Linda tidak mengerti akan Farhan yang begitu benci dengan pak Imron. Padahal sosok pak Imron di mata Linda sama saja. Tidak ada sosok yang menakutkan seperti yang dikatakan oleh Farhan.
"Oh iya, kita belum kenalan. Nama gue Farhan Aditya. Gue sudah cook 2. Sudah karyawan tetap juga di sini," ucap Farhan menyodorkan tangan kanannya.
"Namaku Linda Permatasari. Panggil saja Linda," Linda menjabat tangan Farhan.
Farhan terlihat begitu menyukai senyuman Linda yang terlihat manis. Dia teringat senyuman manis Linda akan istrinya beberapa tahun yang lalu. Ketika mereka masih berstatus pacaran. Belum ada ikatan pernikahan dengan persoalan yang komplek dalam rumah tangga mereka.
Linda sendiri merasa gugup saat kedua mata Farhan menatap wajahnya dengan tatapan yang begitu tajam. Perlahan Linda menunduk, menghindari kontak mata Farhan yang semakin tajam menatap wajahnya.
"Aku benar-benar takut dengan tatapan pria ini. Matanya seperti berbicara berbeda. Aku harus bisa mengontrol diriku sendiri. Tidak boleh, jangan sampai aku jatuh cinta dengan tatapannya," ucap Linda sedikit gemetar.
Farhan sendiri pun mulai merasa bersalah dengan tatapan wajahnya yang begitu tajam pada Linda. Farhan merasa apa yang di lakukan pada Linda adalah sebuah kesalahan yang cukup besar. Sehingga Farhan langsung meminta maaf pada Linda.
"Aku tidak bermaksud seperti tadi. Maafkan aku," ucap Farhan dengan wajah gugup.
"Iya, aku maafkan kamu," balas Linda.
Waktu istirahat Linda yang hampir habis, sehingga Linda harus segera kembali ke restoran. Mengingat pak Zayd hanya memberi waktu istirahat pada Linda sebanyak 30 menit saja. Linda harus segera kembali ke restoran untuk kembali bekerja.
"Mungkin kita lanjut nanti lagi ngobrolnya. Waktu istirahat sudah hampir habis. Jadi aku harus segera pergi dari sini. Aku duluan yah," ucap Linda.
Farhan yang merasa sedikit kesepian. Akhirnya turut pergi bersama dengan Linda ke restoran. Farhan merasa, dengan istirahat yang sedikit lama. Hanya akan membuatnya menghabiskan banyak rokok. Dia harus hemat pengeluaran, sebab anaknya kini sudah 3. Butuh biaya yang cukup besar untuk bisa tetap bertahan hidup dengan gajinya yang tidak terlalu besar.
Farhan memanggil Linda untuk jalan bersama dengan dirinya. Sehingga Farhan dan Linda bisa sampai di restoran dengan waktu yang sama. Linda sama sekali tidak mempersoalkan itu. Dia pun berjalan berdampingan bersama dengan Farhan. Sedikit bertanya perihal restoran. Pertanyaan dengan jawaban yang tentunya Farhan sudah ketahui. Linda pun merasa gembira dengan setiap jawaban yang diberikan oleh Farhan. Sekalipun Linda tahu, jika Farhan memang sedikit kalem dan tidak banyak bicara.