NovelToon NovelToon
Salah Sasaran

Salah Sasaran

Status: tamat
Genre:Paksaan Terbalik / One Night Stand / Romansa / Tamat
Popularitas:63k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Mitos dilangkahi adik perempuan menikah, merupakan momok yang menakutkan bagi Bening Embun Pagi. Belum lagi anggapan orang-orang yang akan melabelinya sebagai perawan tua, begitu menkutkan baginya.

keadaan yang membuatnya sangat terdesak ini, membuat Bening akhirnya, mengambil jalan pintas, dengan menjebak pria incarannya di coffee shop miliknya.

Sayangnya penjebakan itu berujung petaka bagi hidup bening, pria yang masuk dalam jebakannya bukanlah pria idamannya melainkan seorang pengusaha perkebunan teh asal Kota Kembang Bandung yang terkenal dengan sifatnya yang arogan.

Bagaimanakah nasib Bening selanjutnya? apakah ia akan menikah dengan pria idamannya atau justru terjebak pernikahan dengan pria arogan yang masuk perangkapnya?

Cerita selengkapnya hanya ada di novel Salah Sasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

SURYA mondar-mandir di kamarnya tak tenang, sampai-sampai ia menandaskan dua gelas wiski dalam waktu singkat untuk mengurangi rasa gugupnya. Bukan tanpa alasan Surya terlihat tak tenang dan gugup, pasalnya ini adalah kali pertamanya ia akan menyentuh dan meniduri seorang gadis.

Surya melepaskan jas dan dasinya, kemudian rompinya. Rasa gugup bercampur gairah yang membuncah, membuat Surya begitu stres. Namun ia harus melakukannya malam ini juga, ia ingin istrinya segera memberinya keturunan, mengingat kini usianya sudah lebih dari kepala tiga, Surya ingin memiliki banyak anak agar tidak kesepian seperti dirinya.

Akhirnya Surya keluar dari kamarnya, ia menyusuri koridor menuju kamar istrinya. Surya menarik napas panjang, sebelum ia mengetuk ringan pintu kamar Bening.

Tak ada jawaban, ia menahan desakan untuk menggedor lebih keras. Tapi kemudian, tiba-tiba pintu terbuka.

Bening berdiri di hadapannya dengan rambutnya yang tergerai lurus sepunggung, wanita itu mengenakan jubah tidur yang terbuat dari sutra, dan Surya langsung di cengkram bayangan bagaiamana penampilan Bening di balik jubah itu. Tangan dan kakinya yang panjang dan ramping, payu*ranya yang berisi dan padat.

Surya memperhatikan dada Bening naik-turun, tampaknya wanita itu pun sama gugupnya seperti dirinya.

Surya menutup pintu, tak lupa menguncinya. Ia tak berbicara sebab takut terdengar suaranya menampakan gairah yang sudah tak dapat ia bendung lagi. Tatapan Surya menyusuri tubuh Bening, membuat hasratnya kian meledak-ledak.

Bening wanita yang cantik, sangat cantik, dan lekuk-lekuk wanita ini, tubuh wanita ini miliknya seorang dan selamanya. Sebaiknya Surya segera menyelesaikan ini sekarang juga, dari pada berlama-lama membuatnya semakin gila. "Lepaskan jubah tidurmu!" ujar Surya, akhirnya dia berbicara.

"Apa?"

Surya menunjuk pada jubah yang di kenakan istrinya. "Lepaskan jubah itu, sekarang!" ulangnya dengan nada memerintah.

Bening tak melepaskan jubahnya. 'Pria macam apa dia? Mengajak bercinta tapi memerintah seolah aku adalah domba yang akan di jagal.' ia melipat tangannya di dada.

Surya memusatkan pandangannya pada tubuh Bening, ia menghembuskan napas pelan kemudian meraih ujung tali pinggang yang menahan jubah itu, lalu menariknya.

Sejenak Bening memejamkan matanya, seolah ini adalah peristiwa yang paling dia takutkan. Sementara Surya justru berpikir sebaliknya, ia berpikir bagaimana istrinya menikamati sebuah kenikmatan dengan mata tertutup.

Mendadak Surya memegang siku Bening, kemudian memutar tubuh istrinya agar memunggunginya. Ia meluncurkan tangannya di sekeliling pinggang Bening, dan menunduk, menyentuhkan bibirnya ke leher Bening.

Kulit istrinya begitu lembut dan harum, gairah Surya seolah merembes ke pembuluh darahnya dan mulai mengaliri tubuhnya dengan aliran kuat. Tubuh Bening kaku, Surya mengeraskan pegangannya dan menurunkan bibirnya ke bahu istrinya.

Surya menggigit ringan di bahu istrinya, merasakan aliran gairah dalam dirinya semakin besar dan menyebar, berpusat pada bagian selangkangan tubuhnya. Sensasi itu begitu menyiksa Surya, ia kembali memutar tubuh istrinya.

Bibirnya menemukan bibir Bening. Bibir istrinya begitu lembut, kenyal, lembab dan Surya langsung teringat pada kejadian di malam ia berciuman dengan Bening di coffee shop. Masih jelas terasa dalam benaknya bagaimana rasa wanita itu dalam pelukannya, bagaimana ia membalas ciuman Bening dengan begitu menggelora, hingga meluncur ke lubang gairah.

Surya memperdalam ciumannya, tubuhnya menginginkan lebih. Ia meluncurkan tangannya menuruni bagian samping tubuh Bening, ke pinggul istrinya, menekankan wanita itu ke tubuhnya sendiri.

Bening mencoba menjauhkan diri, namun dengan cepat Surya menarik kembali ke tubuhnya, hingga Bening merasakan bukti gairah suaminya yang menonjol.

Bening mulai menggeliat resah.

Apa ia menyakiti Bening? Surya harus melakukannya dengan cepat, menyelesaikannya dengan segera sebelum menghancurkan mereka berdua. Ia menurunkan jubah tidur Bening dari bahu telanjang wanita itu, tapi Bening mencengkram jubahnya, berusaha mempertahankan jubah itu di tubuh telanjangnya.

Jubah itu tidak akan menghentikan Surya, dengan satu tangan di sekeliling pinggang Bening, Surya mengangkat tubuh Bening dan membaringkannya di tempat tidur. Ia merangkak di atas tubuh istrinya, sembari menatap wanita itu.

Bening terlihat takut pada Surya, tapi Surya terus bergerak, ia membuka kancing celana panjangnya. Sehingga membuat Bening seketika tersingkap, memalingkan wajahnya. Rambut wanita itu jatuh di depan mata dan menutupi pandangannya.

"Tenanglah!" ucap Surya. Hanya itu yang ia bisa katakan sebab ia sama sekali tak tahu bagaimana cara menenangkan wanita.

Bening mencengkram erat jubah tidur ke tubuhnya, napasnya pendek seolah paru-parunya penuh, dan hasrat Surya seolah berdenyut dalam dirinya. Kaki Bening tegang dan gemetar di sekeliling tubuh Surya.

"Tenanglah!" ulang Surya. "Aku tidak akan menyakitimu."

Otot-otot Surya menegang, tubuhnya tersiksa. Ia mencoba mengukur jarak dan perlahan mulai menyatukan tubuh mereka.

Bening tersingkap setiap kali otot tubuh Surya menegang, berkontraksi dan bergerak di dalam tubuhnya.

Sementara Surya sendiri sangat terkejut mendapati istrinya masih perawan. 'Jadi yang di katakan dokter Leo itu benar? Bening masih perawan. Jadi, Aksara sama sekali tak pernah menyentuhnya yang berarti tak ada hubungan special dia antara mereka.' batin Surya.

Surya mencengkram seprai di kedua sisi tubuh Bening, kemudian mendesak lebih dalam, menarik diri, lalu mendesak lagi. Begitu hampir mencapai pelepasan, ia semakin mempercepat irama percintaannya dan segera menyelesaikannya.

Pelepasan yang Surya nantikan akhirnya tiba, ia langsung menarik diri, menjauh dari tubuh istrinya. Surya menyadari bahwa istrinya sama sekali tak menikmati moment itu, sehingga rasa bersalah dan rasa takut menghantui dirinya. Surya takut, begitu Bening memberinya seorang ahli waris, istrinya diam-diam pergi meninggalkannya mencari pria yang bisa menyenangkan hatinya.

Dengan raut wajah menyesal, Surya berdiri sembari mengamati Bening yang menarik kembali jubah tidurnya menutupi seluruh tubuhnya. Rambut Bening masih menutupi pandangan wanita itu darinya.

Surya mengancingkan celana panjangnya kembali. "Bening, apa ada yang kau butuhkan?" tanyanya khawatir sebab ia melihat ada bercak darah di atas seprai tempat tidur.

"Tinggalkan aku sendiri!"

"Tapi..."

"Tolong tinggalkan aku sendiri!" ulangnya dengan suara gemetar.

Dalam batinya, Surya memaki dirinya sendiri. Ia sudah melakukan hal yang ia takuti yaitu melukai istrinya sendiri, ia tidak tahu bagaimana cara menyentuh wanita dengan lembut, dan meperlakukannya.

"Baiklah. Kau bisa datang ke kamarku kapan pun kau butuh sesuatu." Surya berjalan menuju pintu, dan membuka kuncinya. Ia memejamkan matanya sesaat sebelum akhirnya ia melangkah keluar dari kamar istrinya.

1
Dewi Andayani
Mantapsssss
Ersa
Luar biasa
bunda DF 💞
good,, singkat padat n bikin penasaran
off
Akhirnya 😍
off
Astaga Grace meninggal dibunuh Aksara, Akhirnya end
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
terima kasih kembali kak🙏
semoga sukses selalu karya karyanya 🤲
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
Aksara jahat sekali 😡
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
kaaaan benerrrr kejutan luar biasa yang di ciptakan Bening dan Sukma
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
waahhh ampun deh sampai migran gituuu😂😂😂
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
ternyata rembulan baru kali ini melihat Bening OMG ...setelah sekian purnamaaaa
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
tenang Surya siapa tahu Bening akan menampilkan sesuatu yang di luar dugaan mu
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
pasti Surya takut akan terjadi kekacauan jika bening bermain musikk yaa
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
akhir yang membahagiakan ya..
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
semoga bening bisa punya anak sendiri ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
karya yang luar biasa. Terima kasih
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
saling melengkapi.
begitulah mereka
Ira Safwa 💕
selalu suka karya ka Irma, seruuu dengan konflik yang berbeda di setiap karyanya. Semangat berkarya 👍👍
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Bagus ceritanya konfliknya tidak terlalu berat, happy ending... recomanded 👍👍
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
sampai migrain mendengar suara piano yang dimainkan Bening
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Kehadiran Bening dalam kehidupan Surya membawa perubahan yang baik dan kehidupan yang bahagia yang mereka jalani...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!