NovelToon NovelToon
Because Of You

Because Of You

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Kembar / Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Tamat
Popularitas:97.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Garis kehidupan setiap orang kadang berliku. Awalnya mungkin sedikit menyimpang, tapi tujuan akhir yang ditentukan Tuhan tidak pernah meleset. Demikianlah yang terjadi dengan kehidupan Darel dan Dara di kisah sebelumnya.

Novel lanjutan ini akan mengisahkan:
》Perjalanan hidup Darel dan Dara selanjutnya bersama kedua anak mereka.
》Begitu juga dengan garis kehidupan Mikha dan Manche yang terhisap dalam lika liku kehidupan cinta Darel dan Dara sebelumnya.

Selamat membaca.
Semoga terhibur. 🙏🤗💖

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Mulai Sibuk.

...~•Happy Reading•~...

Kandara mengangguk mengerti, lalu menepuk pelan tangan Darel yang sedang menggenggam tangan kanannya untuk menenangkan. Dia berusaha tidak bertanya apa pun, karena melihat Darel sedang berpikir dalam diam. Begitu juga dengan Pak Darpha yang hanya diam, tanpa mengajak bicara Bu Richel atau kedua cucunya yang selalu diajak ngobrol.

Setelah mobil mereka tiba di halaman mansion, mereka semua segera turun. Darel mengusap pelan lengan Kandara, lalu berjalan cepat masuk ke dalam mansion sambil telpon. Ketika melihat Darel berjalan cepat, bahkan cendrung berlari kecil, Kandara segera mendekati Bu Selvine yang sudah turun dari mobil dan sedang berbicara dengan Efrima dan Efraim.

"Ma, tolong lihat anak-anak, ya. Tolong ganti baju mereka untuk di rumah. Dara mau menyusul Darel, mungkin ada yang dibutuhkan." Kandara berkata pelan kepada Bu Selvine sambil mengelus punggung Mamanya, agar bisa menolongnya. Bu Selvine mengangguk, mengiyakan, karena mengerti maksud Kandara dan kondisi Darel.

Kandara juga minta ijin meninggalkan kedua orang tua Darel, lalu berjalan cepat masuk ke dalam rumah. Dia langsung naik tangga menuju kamar Darel. Ketika melihat Darel tidak ada dalam kamar, Kandara mendekati kamar mandi untuk mencek keberadaan Darel. Ketika tidak terdengar suara air, atau apa pun dari dalam kamar mandi, Kandara kembali ke pintu menuju ruangan pribadi Darel lalu mengetuk.

"Masuk..." Jawab Darel dari dalam. Kandara segera buka pintu dan tertahan, saat melihat Darel hanya memakai boxer dan sedang membuka lemari pakaiannya. Darel tersenyum melihat Kandara berdiri di pintu dengan wajah yang tiba-tiba merona.

"Maaf, aku hanya mau bertanya, mungkin ada yang bisa aku bantu." Kandara berkata sambil melihat ke arah yang lain, dengan wajah memerah.

"Kau istriku. Ayoo, masuk. Tolong ambil jas kerja berwarna gelap untukku. Aku mau pakai ini." Darel berkata sambil memperlihatkan kemeja yang baru diambil dari dalam lemari.

Kandara segera membuka lemari yang ada tulisan jas kerja, lalu memilih warna biru dongker sambil menunggu Darel memakai kemeja dan celana dengan benar. Darel tetap tersenyum melihat Kandara hanya bersadar di pintu lemari tanpa melihatnya.

"Kalau sudah tiba waktunya untuk makan malam dan aku belum selesai, kalian makan saja. Tidak usah tunggu aku dan jangan dipanggil." Darel berkata sambil merapikan pakaiannya.

"Iya. Kau perlu minum sesuatu atau yang lain?" Kandara bertanya sambil memeluk jas Darel. Dia berpikir, mungkin Darel bisa minum atau makan sesuatu jika terlambat makan malam.

"Boleh. Tolong siapin minuman." Darel berkata sambil mengambil jas dari tangan Kandara dan pakai. Kandara segera berbalik, lalu hendak berjalan keluar dari ruang pribadi.

"Dara, mau kemana?" Tanya Darel yang melihat Kandara hendak keluar dari ruangan.

"Mau ambil minuman untukmu." Kandara berbalik lalu menjawab pertanyaan Darel dengan wajah tidak mengerti, mengapa Darel bertanya demikian.

"Tidak usah turun untuk ambil minuman. Gunakan saja ini." Darel berkata sambil menekan alat di tembok dekat lemari.

"Pak, tolong bawa air mineral dan minuman hangat ke kamar saya." Darel berbicara cepat dengan kepala pelayan yang menerima panggilannya.

"Baik, tuan muda. Apakah untuk nyonya muda juga?" Tanya kepala pelayan, yang tidak melihat Kandara bersama yang lain di lantai bawah.

"Iya, lengkap." Jawab Darel singkat, lalu mengakhiri pembicaraan mereka. Kepala pelayan sudah mengerti maksud Darel.

"Sebenarnya, minuman untukmu saja. Aku nanti bersama yang lain di bawah." Kandara berkata sambil merapikan dasi Darel.

"Tidak mengapa. Kau bisa minum di kamar sambil istirahat. Yang penting, kau sudah tau menggunakan apa yang ada dalam kamar ini." Darel berkata sambil mengotak-atik ponsel. Kandara melihat sekeliling ruang pribadi Darel, untuk melihat apa lagi yang belum diketahui. Kemudian dia melihat semua yang dikenakan Darel.

"Kau tidak ganti sepatu?" Tanya Kandara, saat melihat Darel selesai telpon dan langsung membuka pintu ruang kerjanya, tanpa mengganti sepatunya.

"Ini saja. Tidak akan kelihatan ." Darel berkata sambil menunjuk sendal kamar yang dikenakan. Kandara mengangguk lalu keluar, saat dengar pintu kamar Darel diketuk.

"Saya yang bawa saja, Pak." Kandara meminta nampan berisi minuman dan kue-kue dari tangan kepala pelayan. Kandara bersyukur, Darel tetap membuka ruang kerja. Sehingga dia dengan muda masuk ke ruang kerja Darel, tanpa harus minta tolong Darel.

Kandara meletakan nampan minuman di meja kecil di sudut ruang kerja Darel. Sedangkan Darel merapikan meja kerja. Dia menyalakan televisi berlayar lebar di tembok dan menghidupkan laptopnya, lalu kembali telpon.

Darel memberi isyarat agar Kandara tinggal di ruang kerja, saat melihat Kandara sudah meletakan nampan dan hendak keluar dari ruangan.

"Tolong berdoa untuk pertemuan ini, agar semuanya berjalan baik." Darel berkata sambil berjalan mendekati Kandara, setelah mengakhiri pembicaraannya di telpon, lalu memeluk Kandara dengan sayang. Kandara mengangguk dalam pelukan Darel, lalu segera melepaskan pelukannya karena tahu, Darel sedang sibuk.

"Apa Daddy ikut meeting bersamamu?" Tanya Kandara, karena tadi melihat mertuanya berjalan cepat seperti Darel saat turun dari mobil. Jadi dia berpikir, Darel akan meeting bersama Daddy nya juga.

"Iya. Aku minta Daddy mendengar saja, agar aku tidak perlu banyak penjelasan saat berbicara dengannya. Ada masalah di kantor pusat, asistenku yang ada di sana tidak bisa tangani sendiri. Jadi tadi dia minta aku hadiri pertemuan ini, agar bisa buat keputusan." Darel menjelaskan sambil mengotak-atik laptop di atas mejanya.

"Ooh iya, Dara. Jangan biarkan Efra ke kamar unclenya. Mungkin Mikha pulang malam atau tidak pulang malam ini, karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan."

"Kau tolong bicara dengan Efri, jangan sampai dia berpikir unclenya berbohong, karena pulang malam atau tidak pulang." Darel berkata cepat, saat Kandara bertanya tentang Pak Darpha, dia teringat Mikha.

Melihat Darel sudah terhubung, Kandara segera pamit sambil memberikan semangat kepada Darel dengan mengepalkan tangan.

"Thank you." Darel berkata sambil mengangkat tangan dan jarinya membentuk tanda 'OK'. Kemudian menghidupkan alat komunikasi yang ada dalam ruang kerjanya.

Kandara keluar dari ruang kerja Darel dan menutup pintu di belakangnya. Dia berdiri sejenak di depan pintu, lalu mengatupkan kedua tangannya di dada. Kandara berdoa di dalam hati untuk permasalahan yang sedang dihadapi Darel.

Walaupun Darel tidak menjelaskan secara rinci, Kandara bisa mengerti dengan melihat keseriusan Darel. Sebenarnya lebih sulit memutuskan sesuatu tanpa hadir dan melihat rekan bisnisnya. Tapi kondisi yang tidak memungkinkan, Darel harus lakukan itu.

Kandara segera keluar dari kamar Darel, lalu turun untuk menemui kedua anaknya dan Bu Selvine. Di bawa tangga, dia melihat Pak Darpha sedang berjalan cepat ke ruang kerjanya. Sedangkan Bu Richel berdiri menunggunya di bawah tangga.

"Dara, Darel sudah bekerja?" Tanya Bu Richel setelah Kandara berdiri di bawah tangga.

"Sudah, Mom. Katanya, kalau Darel belum selesai meeting, kita makan malam saja. Tidak usah menunggunya." Kandara menjelaskan apa yang diminta oleh Darel. Bu Richel mengangguk pelan, lalu memegang pundaknya.

Bu Richel tidak mengatakan kepada Kandara, apa yang dikatakan suaminya tentang masalah yang sedang terjadi di perusahaan mereka di Amerika, sehingga membuat mereka harus kembali ke mansion dan lakukan pertemuan darurat.

...~•••~...

...~●○♡○●~...

1
Sheety Saqdiyah
Luar biasa..
Terimakasih buat authornya..
❥␠⃝ ͭ🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaaah 🤭, makasih dukungannya Kak. 🙏😍 sehat & bahagia sllu 🙏🤗
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Sikap yang sangat ramah sekali pada yang lainnya, kalau ngomong sama orang kayak gini adem
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya karena setiap tindakan yang di bawa dengan emosi yang tinggi terkadang malah miris ke diri sendiri
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau suatu penting memang harus serius, ya kali mau ngaur ujungnya malah gak enak
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Benar tuh, kalau terlalu di pikirin tidur gak nyenyak. Gak baik juga buat kesehatan nantinya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Astaga ngakak Star baca namanya trio apa itu kwak Kwak bukan ya ampun... Ada - ada ae dah
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Putus cinta memang sakit sih, apa lagi kalau di tinggalkan tanpa kesalahan nyessss banget nano - nano
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Heem, Meraka tentunya juga sudah banyak membantunya selama ini. Gak mungkin di sia - siakan aja
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Harus usaha keras banget kalau bukan lanjutin aja, tapi emang buat dulu dari nol ya ampun
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Benar sekali, kadang gak nyangka dan sesak banget kalau jadi orang yang ada tapi di anggap gak ada
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Pemilik perusahaan udah gak kaget lagi kalau punya masalah sama banyak wanita, kecuali istrinya galak banget bisa handle
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Akan jadi lebih mudah kalau udah tau karakter, beda halnya jika belum kan masih harus jauh lebih hati - hati
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kadang ada aja ekpresi orang pas kayak gitu malah lucu, jadi lawannya sampe mau ketawa
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Di mana - mana kalau orang baru bangun meski udah mandi sekalipun bagian mata masih terlihat
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Setidaknya masih menghargai, sikap cuek seseorang belum tentu dia tidak peduli akan sesuatu
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kan kalau udah salah jadinya gak enak sendiri alias salting, makanya harusnya tanya dulu pelan2 jangan asal ngomong hehe
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Mau bagaimana pun sebagai seorang ibu sesibuk - sibuknya dalam suatu hal pasti masih sempat kepikiran sama anak
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya pasti, kalau udah bubar gak mungkin tetap maksa daftar ya kan. Orang tempatnya dah gak ada
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Emang susah kalau udah liat sosok yang akshsjdb susah buat di jelasin dengan kata - kata, cukup jantung yang tau
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Satu sisi pasti gak enak ya, cuma semuanya kembali pada keputusan setelah keluar sebuah usulan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!