NovelToon NovelToon
Kuli Bangunan Terpaksa Kaya

Kuli Bangunan Terpaksa Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Komedi / Romansa Fantasi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Riyan Sadewa, seorang kuli bangunan di Bandung, hidup pas-pasan hingga sebuah kecelakaan di lokasi kerja mengubah segalanya. Sebuah sistem misterius muncul, memaksanya menghabiskan uang dengan syarat tidak boleh mendapatkan keuntungan sedikit pun. Jika ia untung, nominal uang yang harus dibuang justru berlipat ganda. Riyan terjebak dalam permainan ekonomi yang absurd, membeli aset besar hanya untuk merusak harganya demi memuaskan sistem. Di tengah tekanan ini, ia harus belajar bahwa membuang uang ternyata jauh lebih sulit daripada mencari nafkah, dan ia harus menemukan cara untuk menghentikan siklus ini sebelum hidupnya hancur.

"Sistem gila. Bukannya berkurang, duit gua sekarang malah bertambah."

"Gua cuma mau miskin, Ya Tuhan! Kenapa susah banget buat bangkrut di dunia ini?!"

Bagaimana kelanjutannya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Kezia Zevan terpaku. Tangannya yang memegang tepi dokumen bersampul kulit hitam itu sempat menegang selama beberapa detik.

Di dalam kabin mobil limosin yang kedap suara dan super mewah itu, kata "sampah" yang baru saja dilontarkan oleh Riyan bergema dengan keangkuhan yang luar biasa.

Seumur hidupnya memimpin divisi strategis Zevan Group, belum pernah ada satu pun pengusaha, menteri, atau kepala konsorsium asing yang berani menyebut draf kerja sama buatannya sebagai sampah.

Kontrak ini dirancang oleh tim analis keuangan terbaik di Indonesia, menjanjikan keuntungan bersih lima triliun rupiah tanpa celah kerugian sedikit pun.

Namun, di depan matanya saat ini, seorang kuli bangunan dengan baju oblong abu-abu bernoda semen kering baru saja melempar pulpen emas pemberiannya ke atas meja dengan ekspresi wajah yang tampak sangat... muak.

"Sampah?" Kezia mengulang kata itu dengan nada suara yang perlahan mendingin. Sepasang mata elangnya menyipit tajam, mencoba menyelami apa yang ada di dalam batok kepala Riyan.

"Riyan Sadewa, aku tahu kamu baru saja memenangkan taruhan petir kemarin malam dan meremukkan saham Vandersen siang ini. Tapi menghina kalkulasi bisnis Zevan Group secara langsung... bukankah itu terlalu arogan, bahkan untuk ukuran pria sepertimu?"

Riyan Sadewa diam-diam melirik jam digital merah di sudut matanya yang terus berkedip panik: [11 Jam : 02 Menit : 45 Detik].

Saraf-saraf di lehernya mulai terasa agak kaku, sinyal dari Sistem bahwa jika dia berani menandatangani kontrak yang menguntungkan ini, nyawanya akan tamat saat itu juga.

'Aduh, Nona Zevan yang terhormat! Gua terpaksa arogan biar gak mati muda! jerit Riyan dalam hati, keringat dinginnya mulai menembus kaus oblongnya yang dekil.

Riyan menarik napas dalam-dalam, lalu memajukan posisi duduknya. Dia menopang kedua siku tangannya di atas meja, menatap Kezia dengan pandangan mata yang sengaja dibuat sedatar dan se-sarkastik mungkin gaya yang sering dia lihat dari mandor proyek kalau lagi menolak hasil plesteran dinding yang mencong.

"Nona Kezia, lu denger baik-baik ya," kata Riyan dengan suara berat.

"Zevan Group katanya keluarga bisnis rahasia terbesar, tapi pola pikir kalian ternyata masih sekecil butiran pasir kucing."

"Lima triliun rupiah keuntungan dalam tiga tahun? Recehan kayak gitu mau lu pamerin ke gua? Gua invest duit itu bukan buat nyari untung, paham?!"

Kezia tertegun. Kalimat Riyan barusan seperti sebuah hantaman godam yang tepat mengenai logika bisnisnya. Invest duit bukan buat mencari untung? Lalu untuk apa?

"Gua mau tanya sama lu," lanjut Riyan, otaknya yang sudah terdesak mulai merangkai bualan paling absurd sedunia demi memancing penolakan dari Kezia.

"Kalau gua tanda tangan ini kontrak, modal ratusan miliar yang gua taruh bakal menghasilkan bangunan kawasan terpadu, mall baru, ruko, dan apartemen mewah kan? Ujung-ujungnya tempat itu bakal ramai, disewa orang, dan menghasilkan duit lagi buat gua. Betul?"

"Tentu saja. Itu namanya perputaran modal yang sehat," jawab Kezia, masih bingung ke mana arah pembicaraan Riyan.

"Nah, justru itu masalahnya! Gua gak mau modal yang sehat! Gua benci perputaran duit yang untung!" seru Riyan sambil menggebrak meja limosin dengan pelan.

"Gua punya syarat mutlak kalau lu mau gua invest di proyek kawasan terpadu tol itu. Syarat yang gak bisa dinego satu persen pun oleh bapak lu!"

Kezia langsung menegakkan punggungnya, aura dinginnya mendadak tertutup oleh rasa penasaran intelektual yang teramat sangat tinggi.

"Katakan. Apa syaratnya?"

"Pertama, gua mau lu bangun kawasan terpadu itu di atas lahan tol, tapi dengan konsep 'Kota Hantu Modern'!" batin Riyan mulai berkreasi liar, memikirkan ide paling merugikan finansial yang bisa menghanguskan dana triliunan.

"Gua mau semua ruko, mall, dan gedung apartemen yang dibangun nanti... dilarang keras untuk disewakan atau dijual kepada manusia siapa pun sampai kiamat! Kamar apartemennya harus dibiarkan kosong melompong biar sarang laba-laba dan hantu lokal yang nempatin!"

Rahang Kezia Zevan seketika turun beberapa milimeter. Matanya membelalak.

"Kamu... mau membangun mega proyek properti triliunan hanya untuk dikosongkan secara sengaja?"

"Belum selesai! Syarat kedua!" Riyan semakin bersemangat melihat wajah syok Kezia. Mampus lo! Kali ini lu pasti bakal batalin kontraknya karena mengira gua orang gila!

"Di tengah-tengah kawasan kota hantu itu, gua mau dibangun sebuah kolam renang raksasa seluas satu hektar. Tapi airnya gak boleh pakai air biasa atau air pam. Air kolam renangnya harus diisi penuh pakai kuah seblak level lima yang paling pedas se-Bandung! Dan setiap hari, gua mau ada puluhan truk tanki yang mondar-mandir cuma buat ganti kuah seblak itu biar tetep anget! Biaya operasional kuah seblak itu harus dibebankan penuh ke anggaran proyek bersama! Gimana?! Kalau Zevan Group setuju sama syarat gua yang mau invest kalau proyek ini rugi total tanpa hasil, gua tanda tangan sekarang!"

Riyan menyandarkan punggungnya kembali ke jok kulit dengan senyum penuh kemenangan mutlak. Dia yakin, seratus persen yakin, Kezia Zevan sebagai CEO jenius yang rasional akan langsung melemparkan dokumen kontrak itu ke wajahnya, membatalkan perjodohan, dan mengusirnya dari limosin karena menganggapnya sudah gila stadium akhir.

Dengan begitu, proposal kerja sama yang menguntungkan ini gagal, dan Sistem akan menyatakan dia lolos dari denda jaringan saraf tubuh.

Suasana di dalam limosin mewah itu mendadak menjadi sangat sunyi selama hampir satu menit penuh. Hanya terdengar suara dengung halus dari mesin mobil yang membelah jalanan kota.

Kezia Zevan menatap lurus ke arah Riyan dengan pandangan mata yang sangat dalam. Wajah cantiknya yang sempat syok perlahan-lahan berubah.

Alisnya bertaut, matanya bergerak-gerak seperti sedang memproses sebuah kode matriks rahasia yang teramat rumit di dalam kepalanya.

Kota hantu tanpa penghuni... kolam renang kuah seblak raksasa dengan biaya operasional masif tanpa pemasukan... batin Kezia berpikir keras, mencoba menyinkronkan kegilaan Riyan dengan buku teks strategi bisnis tingkat tinggi yang pernah dia pelajari di Harvard.

Tiba-tiba, mata Kezia berkilat tajam. Sebuah senyuman kekaguman yang teramat dalam dan penuh rasa takjub perlahan terukir di bibirnya. Dia memukul dahi indahnya dengan pelan secara spontan.

"Ya Tuhan... Riyan... kamu benar-benar seorang monster finansial yang menakutkan," ucap Kezia dengan suara yang bergetar kecil karena rasa kagum yang meluap-luap.

Riyan yang tadinya sudah siap-siap mau membuka pintu limosin untuk turun, langsung membeku. Badannya mendadak kaku.

'Hah? Monster finansial apanya lagi, woi?! Gua ngomongin kolam renang kuah seblak, bukan rumus saham!

"Aku mengerti sekarang! Aku mengerti taktik besarmu!" Kezia menatap Riyan dengan binar mata penuh gairah bisnis yang membara.

"Kamu sengaja membuat proyek properti itu menjadi 'Kota Hantu' dan menciptakan atraksi konyol seperti kolam kuah seblak masif... itu adalah strategi 'Land Banking & Shock Marketing' tingkat ekstrim! Dengan membiarkan kawasan itu kosong dan membuat berita tentang kolam seblak terbesar dunia menjadi viral secara global, kamu sedang menciptakan hype publik terbesar abad ini tanpa perlu membayar biaya iklan!"

Kezia memajukan tubuhnya, menatap Riyan seolah pria berbaju kuli di depannya ini adalah sesosok dewa yang turun dari langit.

"Sementara tanah di sekitarnya dibiarkan kosong, nilai valuasi tanah terpadu milikmu akan melonjak sepuluh kali lipat dalam waktu setahun karena kelangkaan aset buatan! Ini adalah bentuk artificial scarcity (kelangkaan buatan) yang digabungkan dengan manipulasi media sosial! Dan kolam kuah seblak itu... itu adalah bentuk sindiran jeniusmu terhadap budaya konsumerisme masyarakat modern sekaligus cara untuk menarik jutaan turis internasional datang hanya untuk melihat kegilaan ini!"

Riyan Sadewa langsung memegangi kepalanya yang mendadak terasa berputar seperti mesin molen semen dengan kecepatan penuh. Jiwanya serasa sudah terbang keluar dari raga, meninggalkan jasad kulinya yang pasrah.

Kuah seblak... dibilang sindiran budaya konsumerisme?! Penghancuran duit... dibilang kelangkaan aset buatan?!

Riyan beneran ingin menangis sekencang-kencangnya di dalam mobil mewah ini. Kenapa otak orang kaya ini selalu punya GPS otomatis untuk mengubah segala bentuk kebodohan menjadi strategi bisnis triliunan rupiah?!

Sebelum Riyan sempat mengeluarkan sepatah kata pun untuk menghentikan kegilaan logika Kezia, wanita itu dengan cepat mengambil kembali pulpen emas di atas meja dan merevisi draf kontrak tersebut dengan tulisan tangannya sendiri yang rapi.

"Zevan Group menerima semua syarat absurdmu tanpa syarat, Riyan!" kata Kezia dengan nada suara yang mutlak dan penuh dedikasi.

"Kami akan mendanai penuh proyek 'Kota Hantu Seblak' ini bersama modal triliunanmu! Ayahku pasti akan sangat bangga melihat menantunya memiliki visi masa depan yang se-agresif ini!"

[Denting Sistem! Deteksi Kegagalan Penggagalan Proposal!]

[Analisis Sistem: Target (Kezia Zevan) menerima syarat kerugian mutlak Inang dan mengubahnya menjadi skema keuntungan jangka panjang berskala global (Global Scarcity Project).]

[Peringatan Gawat Darurat! Waktu Inang tersisa 10 Jam. Karena aliansi bisnis 'Kota Hantu Seblak' dinilai sukses besar oleh pasar sebelum dibangun, reputasi Anda naik 1000%. Pihak Keluarga Zevan kini secara sepihak mempercepat proses janji pernikahan Anda dengan Kezia Zevan menjadi besok pagi secara hukum adat dinasti!]

[Log Misi: Jika Inang menolak janji perjodohan adat ini, denda pembatalan Sistem berupa 'Pembusukan Seluruh Jaringan Otot Tubuh secara Instan' akan langsung diaktifkan!]

Riyan Sadewa langsung jatuh terkulai di atas jok limosin dengan pandangan mata yang kosong melompong.

Niatnya membuat proyek rugi total biar tidak terkena denda mati, sekarang dia malah mendapatkan proyek investasi kuah seblak global, uangnya terancam bertambah triliunan lagi, dan besok pagi dia dipaksa sah menjadi suami dari nona besar berdarah dingin yang menyembah kegilaannya ini sebagai sebuah kejeniusan mutlak. Penderitaan Riyan menghadapi kekayaan paksa dari Sistem baru saja resmi naik ke level pelaminan.

1
adib
oke. alur awal terlalu cepat.. jadi nggak berasa .. tp udah cukup unik jalur ceritanya
Bang Haji
Kalo bikin cerita pake otak dong ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!