Mika Sanjaya gadis penguasa yang untuk beberapa saat rela meninggalkan semua harta kekayaan dan kekuasaan untuk bisa bersama seseorang yang pernah menolongnya, suatu saat dirinya adalah seorang gadis cantik dengan banyak talenta dan tak pernah kekurangan apapun, tapi di saat lain dirinya harus merubah pribadi dan penampilannya menjadi gadis kampungan dan kumal yang siap di bully hanya untuk seorang pemuda yang pernah menyelamatkan hidupnya, ada intrik juga cinta di daiamnya, ingin tahu bagaimana cerita selanjutnya? ikuti setiap bab yang outhor up ya🤗😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nawangsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*"Si Culas Dan Si Licik"
Setelah lelah Mika memilih untuk ke Lippo Plaza, sesampainya disana dirinya langsung menuju ke food court karena para moluska di perutnya sudah berdemo.
Tak sengaja saat saat duduk menikmati makanannya dia mendengar ada yang menyebut nama Korie.
" Rin lo coba deh deketin lagi tuh si Korie, siapa tau dia terpikat sama pesona lo dan mau balikan lagi sama lo."
Terdengar suara wanita yang dirasa rasa Mika pernah mendengarnya tapi lupa suara siapa.
"Ogah ah, bukannya dia sudah kere dan seluruh harta dia kalian rampok?"
Terdengar suara wanita lainnya menyahuti.
"Awalnya iya... tapi sekarang sudah berubah Rin, entah gimana awalnya tiba-tiba aja semuanya kembali ke dia hanya dalam satu hari."
Terdengar lagi suara wanita yang sempat di ingat ingat oleh Mika.
Untuk memastikannya, Mika lalu membalik badannya untuk melihat apakah benar tebakannya jika suara wanita itu adalah Wina anak dari Angel Ibu tirinya Korie.
"Ternyata beneran dia, semuanya bisa serba kebetulan begini he... he... bolehkan nguping apa yang mereka rencanakan."
Batin Mika sambil tetap memakan makanannya sambil tersenyum sinis saat mendengarkan percakapan keduanya.
"Kalo begitu elo sama nyokap lo balik miskin lagi dong sekarang!"
Kata gadis yang dipanggil Rin oleh Wina, dengan cueknya dia mengatakan mereka kembali miskin tanpa perduli dengan ekspresi tak suka diwajah Wina karena kata katanya itu.
Rini tahu jika Wina ingin memanfaatkannya untuk kembali bisa mendapatkan hartanya Korie, tapi Rini juga bukan gadis bodoh dan dia juga punya rencana sendiri untuk bisa mendekati Korie lagi begitu dia tahu Korie sudah kembali mengambil alih aset kekayaan.
Tanpa diketahui oleh kedua gadis licik itu, Mika mengambil foto keduanya dan merekam percakapan mereka walaupun dia tak yakin bisa terekam atau tidak karena suasana food court yang ramai.
Mika memperhatikan langit langit sekitar food court mencari cari dimana letak CCTV, Mika berpikir seandainya kedua gadis itu ada dalam sudut pantau CCTV di area itu, akan mudah baginya untuk memeriksa rekaman mereka.
"Jadi gimana Rin.. elo mau kan kembali deketin Korie? nanti gue yang bakal bantu biar lo mudah untuk ketemu dia."
Tanya Wina yang terkesan memaksa merayu Rini agar melancarkan rencananya.
"Gue bisa deketin Korie dengan cara gue sendiri tanpa lo (katanya sinis sambil menyeruput habis minumannya), apalagi setelah apa yang sudah lo dan keluarga lo lakuin ke dia! gue gak yakin dia mau akrab sama kalian, end thanks ya untuk informasinya, mmmuach ( Rini berdiri memberika kiss bye untuk Wina sebelum dia pergi) lo yang bayar, gue pergi bye..."
Rasanya Wina ingin menjambak mencakar cakar muka Rini, dia tak menyangka jika usahanya menemui Rini untuk mengajaknya kerjasama ternyata gagal total.
Awalnya Wina berencana mengumpankan Rini untuk bisa kembali mendapatkan hartanya Korie, seandainya tak bisa mendapatkan kembali hartanya, minimal mereka masih bisa ikut menikmatinya jika Rini setuju dengan rencananya.
Tapi ternyata Rini pun bukan gadis polos yang bodoh, dia bahkan lebih licik dari Wina dan tentunya sekarang dia punya rencana sendiri untuk bisa mendekati Korie kembali.
Apalagi Rini sangat yakin jika Korie masih bucin habis kepada dirinya, mengingat bagaimana cintanya Korie dulu kepadanya.
Setelah Rini pergi, Mika juga sudah menyelesaikan makannya, dia juga memilih untuk segera pergi karena pegal di seluruh tubuhnya membuatnya merasa tak nyaman.
Saat ini Mika hanya ingin ke sauna, dia ingin memanjakan tubuhnya untuk mendapatkan pijatan disana, lewat simbah google Mika mencari tempat layanan massage sauna dan spa yang recommended tapi gak jauh dari posisinya sekarang.
Tak sampai lima belas menit berkendara, akhirnya Mika sudah sampai di tempat pelayanan jasa massage sauna dan spa di daerah pondok indah, betulnya gak jauh dari posisinya sekarang hanya saja Mika harus berputar karena letaknya ada diseberang jalurnya.
Setelah kurang lebih dua jam dirinya menghabiskan waktu disana menikmati pelayanan yang memanjakan tubuhnya, kiri tubuhnya terasa kembali lebih fresh dan bugar.
Dalam perjalanan pulangnya, Mika mengirimkan foto kedua gadis si culas dan si licik tadi kepada Jo dan memintanya untuk mengawasi keduanya.
"Jo, elo urus deh kedua cewek ini, pantau setiap gerakan mereka, gue punya firasat mereka bakal ngelakuin segala cara buat deketin Korie."
"Siap Boss, tapi gue boleh tanya gak nih Boss?"
"Tanya apaan? jangan mikir yang macem-macem ya?"
"Cuma semacem aja Boss, apa lo cinta sama Korie Boss? lo cemburu sama nih cewek dua?"
"Ini sudah lebih dari semacem dudul !, gue gak ada cinta gak ada cemburu ! gue cuma mau bales budi ke dia dan mastiin jika dia baik baik saja, kalo semua sudah dapat terkendali oleh dirinya sendiri ya gue go back to Paris ngurus bisnis gue sendiri lah, lagian lo kenapa sih kepo banget sampe nanya nanya begini?"
"Gak ada apa-apanya juga Boss, gue cuma kepo doang, lo segitunya untuk dia Boss just anought."
"Ya udah lo lakuin aja apa yang gue perintahin, dan jangan lupa rekaman CCTV di food court tadi."
"Iya ngerti, ya udah hati hati di jalan Boss bye."
Setelah Jo menutup percakapan mereka, Mika lalu melepaskan earphone portabel nya, melajukan kendaraannya kerumah besar keluarga Atmadja.
Untuk menghilangkan rasa sepi Mika menyalakan music agar tak terasa sepi dan memilihnya asal, sebuah lagu mulai terdengar dari St12 yang berjudul Rasa Yang Tertinggal
Bila asmaraku telah tiba
Merenggut nafas dijiwa
Itu dia yang datang hadirkan cinta
Menyebar ke dalam rasa
Dapatkah ku mengatakannya
Perasaan yang ku punya
Untuk dia mestinya ku ungkapkan saja
Tuk dapat jawaban darinya
Dapatkah aku memeluknya
Menjadikan bintang di Surga
Memberikan warna yang bisa
Menjadikan indah
Aku tak mampu mengatakan
Aku tak mampu tuk mengungkapkan
Hingga sampai saat ini
Perasaan tlah tertinggal
Dapatkah dia merasakan
Satu nafas yang tersimpan
Itu bukan cinta
Sekedar cinta biasa
Yang sesaat dan trus hilang
Dapatkah aku memeluknya
Menjadikan bintang di Surga
Memberikan warna yang bisa
Menjadikan indah
Aku tak mampu mengatakan
Aku tak mampu tuk mengungkapkan
Hingga sampai saat ini
Perasaan tlah tertinggal
Dapatkah aku memeluknya
Menjadikan bintang di Surga
Memberikan warna yang bisa
Menjadikan indah
Aku tak mampu mengatakan
Aku tak mampu tuk mengungkapkan
Hingga sampai saat ini
Perasaan tlah tertinggal
Dapatkah aku memeluknya
Ku jadikan bintang-bintang di Surga
Memberikan warna yang bisa
Dan teruslah bisa
Menjadikan indah
*Alhamdulillah up satu bab akhirnya selesai juga, terimakasih banyak untuk yang menginkuti cerita recehan outhor, jangan lupa untuk LIKE KOMENT RATE BINTANG LIMA DAN FAVORITKAN JUGA SECANGKIR KOPI DAN BUKET MAWAR BUKTI TANDA CINTA UNTUK OUTHOR. LOVE YOU ALL 🤗😘😘😘*
harusnya si Rini lempar ke Pluto aja
ini area anu ya
wkwkkwk
sepuasnya lho.. 🤭😅😅
otw nyari maksudnya.. 🤭