Di bumbui Cerita 21++
Tak kusangka aku bisa mencintaimu.
Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.
Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.
Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.
Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.
Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Melakukan bersama Michel
Aditya yang melihat semua perlakuan hangat Steven kepeda
Arana terlihat begitu sangat kesal. Karna merasa kesal Ia tak melihat wajah Michel
yang kini tengah melihat ke arahnya.
“Aditya, ayo.” Michel masuk ke dalam mobil.
Sementara Aditya masi
sibuk melihat ke arah mobil yang Arana tumpangi yang kini mulai menjauh dari
parkiran gedung tesebut. Dengan perasaan kesal Aditya masuk ke dalam sambil
membanting pintu mobilnya.
“Apa kamu cenburu? Melihat Arana bersama pemuda lain?” Michel
melihat ke arah Aditya ketika mengatakan itu.
Aditya tersenyum sinis ketika mendengar ucapan Michel yang
mengatakan kalau di tengah ceemburu melihat kedekatan Arana dengan pemudalain.
“Cemburu, aku tak mungkin cemburu. Karna aku tak
mencintainya lagi.” Aditya melihat ke arah Michel ketika mengatakan itu.
Iya, aku memang sangat cemburu melihat Arana bersama pemuda lain.” Aditya membatin.
Michel yang mendengar ucapan Aditya nampak terlihat begitu
sangat senang dan bahagia karna mengira Aditya mulai melupakan Arana.
Michel menyandarkan kepalanya di bahu Aditya, sementara
Aditya mulai melajukan mobilnya membelah kota yang tengah Ia tempati.
“Aditya, aku sangat mencintaimu.” Michel mengatakan itu
ketika melihat Aditya mulai pokus mengemudikan mobilnya.
Mendengar ucapan Michel, Aditya hanya terdiam tak merespon
dan masih sibuk melihat ke arah depan. Karna sebenarnya Aditya mendekati Michel
hanya karna ingin menyakiti Arana, karna Arana telah membuatnya kecewa hanya
karna alasan itu Aditya melakukannya.
Namun keadaan justru berbalik ke arahnya. Melihat Arana
bersama pemuda lain justru membuat hatinya terasa sakit.
Mungkin karna merasa sangat sakit hati, Aditya menghentikan
laju mobilnya di pinggir jalan, lalu menyerang bibir Michel dengan begitu
sangat buasnya. Michel yang mendapat serangan seperti itu dari Aditya terkejut.
“Ao, Aditya kamu menyakitiku.” Michel berusaha melepas pautan
bibir Aditya dari bibirnya.
Mendengar teriakan Michel, bukannya melepas ciumannya aditya
malam memperdalam ciumannya, bahkan bibirnya kini mulai menurungi leher jenjang
Michel dan mulai membuat tanda kemerahan di sana. Aditya mulai menurunkan tali
gaun yang Michel kenakan dan mulai beraksi di bagian kenyal Michel dan itu
membuat Michel mulai mengeluarkan desahannya.
Cukup lama Aditya melakukannya hingga akhirnya ia tersadar,
kalau yang dia lakukan itu salah. Namun semuanya sudah telanjur. Michel mulai
beraksi dengan caranya sendiri bahkan saat ini Michel telah dudu di atas pangkuannya
sambil menghadapa ke arah wajah Aditya.
Aditya yang telah melepas bibir dari tubuh Michel, namun
saat ini justu Michel yang mulai menyentuh semua yang ada di tubuh Aditya.
“Michel, hentikan. Kita tak boleh melakukan ini.” Aditya
mencoba menghentikan dengan apa yang tengah Michel lakukan saat ini.
“Ah, Aditya aku menginginkannya.” Michel kembali mencium
bibir Aditya.
Sebagai pemuda normal
mendapat perlakuan kasual seperti yang tengah Michel lakukan saat ini, Aditya mulai
terpengaruh libido dalam dirinya mulai memanas, dan tak dapat lagi menahan
hasratny, di tambah saat ini di depan matanya, di atas pangkuannya seorang
gadis yang tak berhenti membuatnya merasa tergoda.
Hingga akhirnya Aditya kembali melakukan yang tadinya sempat
terhenti. Perlahan Aditya mulai menyentuh bagian kenyal Michel, dan membuat
tanda kemerahan di sana, dan semua itu membuat Michel tak berhenti mengeluarkan
desahan.
Di dalam desahannya, Michel berbisik pelan di telinga
Aditya. “Aditya, aku mengiginkannya.” Michel kembali mengulang kata-katanya.
Mendengar bisikan pelan Michel di telinganya, Aditya tak
bisa menahan lagi, dan ingin segera menuntaskan segala yang ada dalam dirinya.
Tampa berpikir panjang Aditya mulai melakukan semuanya di
bagian job belakang mobilnya, dengan sekali hentakan Aditya menembus milik Michel,
Aditya melihat Michel meringgis kesakitan ketika miliknya menembus milik Michel.
Hingga akhirnya mereka melakukannya, cukup lama Aditya
bertempur, hingga akhirnya urusannya dengan Michel terselesaikan di dalam
mobilnya.
Setelah selesia melakukannya Aditya kembali mengenakan
pakaiannya, begitupun dengan Michel. Michel terlihat sangat senang karna telah
berhasil mengikat Aditya dengan cara memberikan hal yang paling berharga dalam dirinya.
Karna menurut Michel, memberikan hal yang paling berharga
kepada orang yang kita cintai akan membuatnya selalu terikat dengan kita,
itulah yang selalu ada dalam pikiran Michel saat ini.
Namun Aditya nampak sangat menyesal ketika selesai melakukan
itu dengan Michel. Karna tak menyangka akan melakukan hal seperti itu dengan
saudari tiri Arana.
Aditya kembali melajukan mobilnya, menuju arah rumah Michel.
Sesekali Aditya meliaht ke arah Michel yang kini tengah duduk di sampinnya.
“Michel, apa kamu tak menyesal dengan apa yang terjadi
barusan?” Aditya melihat ke arah Michel ketika mengatakan itu.
“Tidak, justru aku sangat senang dan bahagia.” Michel
menyandarkan kepalanya di bahu Aditya ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar ucapan Michel, Aditya menarik napasnya, lalu
membuangnya secara perlahan.
Setelah sampai di depan pintu rumahnya Michel keluar dari
dalam mobil, namun sebelum dirinya turun Michel mengecup pipi Aditya.
Sementara Aditya melihat ke arah rumah Arana, dan tampa
sengaja matanya tertuju dengan wajah Arana yang tengah membuka tirai
jendelanya.
Melihat Aditya melihat ke arahnya dengan segera Arana
menutup kembali tirai jendela kamarnya.
“Hem, sepertinya aku harus benar-benar melupakanmu aditya.”
Arana berjalan ke arah tempat tidurnya ketika selesai mengatakan itu.
“Daa, sayang.” Michel melambaikan tangannya ketika mobil
Aditya mulai meninggalkan halaman ruamhnya.
Dengan senyuman Michel melangkah masuk ke dalam rumahnya,
dan langsung berjalan ke arah kamarnya untuk segera membersikan diri karna
sisa-sisa yang telah Ia lakukan dengan Aditya di dalam mobil masih ada di
tubuhnya.
Pagi pun tiba, Michel pergi ke kamar Arana, karna sengaja
ingin memperlihatkan tanda merah yang ada di lehernya. Bekas tanda yang tengah
Aditya buat.
“Pagi Arana.” Michel membuka pintu kamar Arana lalu masuk.
Melihat Michel masuk ke dalam kamarnya dengan wajah yang
begitu sangat ceria, Arana merasa sangat bingun karna tak biasanya Michel
bersikap seperti itu.
“Pagi Michel.” Arana berbalik melihat ke arah Michel karna
saat ini Arana tengah membelakangi Michel.
“Ada apa. Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan?” Arana
tersenyum melihat ke arah wajah Michel dan tampa sengaja matanya tertuju di
leher Michel.
Arana melihat tanda merah di sekitar leher Michel sekitar
ada empat tanda merah, dan itu membuat Arana merasa tidak nyaman melihatnya.
Dengan segera Arana membuang pandangannya melihat ke arah
lain. Sementara Michel yang melihat tingkah Arana tersenyum sinis. Untuk membuat
Arana melihat tanda mereh itu dengan jelas Michel menyuruh Arana membantunya
memakai kalungnya.
“Ara, bantu aku memakai ini.” Michel memberikan kalungnya
kepada Arana.
“Sini, biar aku bantu.” Arana mengambil kalung itu, lalu
memakaikan di leher Micel.
Michel yang melihat Arana mulai ingin memakaikan kalung
tersebut. Michel mengankat semua rambutnya dan tanda merah terlihat jelas di
mata Arana.
ika widya
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭
usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂