NovelToon NovelToon
Mahligai Impian

Mahligai Impian

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Angst / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

"Seiman, aku ingin seperti Mama yang cium tangan Papa di sepertiga malam sambil pakai mukena ... belajar ngaji selepas Isya dan berdiri berdampingan di Jabal Rahmah." - Zavia

Menjadi pasangan seorang Azkayra Zavia Qirany adalah impian seorang Renaga Anderson. Namun di sisi lain, sepasang mata yang selalu menatapnya penuh cinta justru menjadikan Renaga sebagai cita-cita, Giska Anamary.

Mampukah mereka merajut benang kusut itu? Hati mana yang harus berkorban? Dongeng siapa yang akan menjadi kenyataan? Giska yang terang-terangan atau Zavia yang mencintai dalam diam.

Follow ig : Desh_puspita


Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama konten penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 - Pengakuan Fabian

Sama seperti sewaktu mengantar Zavia, malam ini Giska bersikap sama. Sungguh, Renaga benar-benar tidak mengerti kenapa dua wanita ini kerap kali membuatnya bingung.

"Giska, jangan buka jendelanya."

Renaga sangat paham wanita itu tampaknya tengah merana, dia juga sadar sebagai sebabnya. Melihat Giska yang persis batu dan mendadak tuli, Renaga menutup jendela tersebut hingga Giska memperbaiki duduknya dengan segera.

"Nanti masuk angin, cukup Zavia saja yang sakit setelah bersamaku ... kamu jangan, Giska."

"Iya," jawabnya singkat, bahkan Renaga hanya bisa menghela napas pelan.

Mungkin dia yang berubah seperti itu akibat ucapan Renaga pagi tadi. Sikap Giska yang selalu saja bercanda dan bicara persis petasan sepertinya akan mulai dia kurangi lantaran pria itu memintanya bersikap dewasa.

Hingga tiba di kediamannya, Giska segera turun dan sempat mengucapkan terima kasih seadanya. Tanpa menatap ataupun memberikan harapan baik untuk Renaga di keesokan hari seperti dahulu.

Sementara Renaga yang dipercayai Justin untuk mencari Giska, bermaksud menemui Keny lebih dulu. Dia hanya ingin memperlihatkan jika telah berhasil membawa pulang Giska ke rumah dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun.

Namun, belum memasuki gerbang utama, Giska berhenti dan menoleh ke arahnya. Hal aneh, dahulu Giska akan memaksa Renaga untuk masuk lebih dulu. Akan tetapi , kali ini dia justru menghalangi langkah Renaga.

"Pulanglah, hari sudah malam, kak."

"Iya tahu, tapi aku mau mengantarmu ke hadapan om keny," jawab Renaga meluruskan niatnya, khawatir jika Giska salah paham nantinya.

"Tidak perlu, Kak ... biar aku yang jelaskan, terima kasih untuk malam ini. Lain kali, Kakak tidak perlu menuruti keinginan Papa ataupun Daddy, aku bisa pulang sendiri."

Giska tidak senaif itu, sejak dahulu dia sangat tahu bagaimana malasnya Renaga jika harus mengantar ataupun menjemputnya. Meski akhirnya pria itu mau, itupun karena dipaksa atupun Giska sendiri yang merengek padanya.

"Hm, jangan pergi seperti tadi ... mataku perih mencarimu malam-malam begini, Giska."

Sama sekali dia tidak berbohong, wajahnya tampak sembab dan matanya memang selelah itu Giska lagi-lagi merepotkan Renaga, tanpa sengaja dan jujur dia tidak sama sekali merencanakan pergi agar dicari.

"Iya, tidak lagi."

Demi mencari Giska malam ini, kepala Renaga sedikit sakit. Mungkin karena Justin berteriak di saat dia baru saja terlelap. Dia bahkan menguap lebar-lebar seraya berlalu meninggalkan kediaman Giska.

"Kak Aga!!"

Fabian berlari tergopoh-gopoh ke arahnya. Sama seperti Renaga yang tapaknya kurang tidur, pria itu juga sama. Dia mendongak, menatap ke arah lampu kamar Giska yang masih menyala, sontak dia curiga Giska belum kembali.

"Kau kenapa?"

"Giska, aku terlambat baca pesan om Keny ... ketiduran soalnya, apa dia sudah pulang, Kak?" tanya Fabian masih dengan napas terengah-engah, dia mengedarai motor dengan kecepatan tinggi dan pergi tanpa seizin orang tuanya.

"Telat, Fabian!!"

"Huft, syukurlah kalau Giska sudah pulang ... aku benar-benar tidak sengaja, Kak."

Sebenarnya Keny hanya bertanya tentang keberadaan Giska, akan tetapi dia baru menyadari pesan Keny ketika terbangun dari tidurnya. Dia masih mengatur napas, demi apapun dia khawatir walau Giska terkadang menyebalkan setiap menit.

"Ketemu dimana, kak?"

"Tempat biasa," jawab Renaga yang mengira Fabian juga mengetahui tempat itu.

"Club? Astaga ... anak itu mabuk lagi?"

Ucapan Fabian sontak membuat Renaga mengerutkan dahi. Apa tadi? Seorang Giska mabuk? Sungguh, dari semua fakta yang Fabian utarakan, ini adalah yang paling tidak masuk akal.

"Mabuk? Giska sering mabuk?"

"Tidak juga, tapi biasanya kalau stres ya mabuk ... paling Zavia yang kena imbasnya," jelas Fabian semakin membuat Renaga tidak habis pikir.

"Tu-tunggu, maksudmu Zavia juga? Mereka berdua?"

Kedua gadis periang yang begitu jauh dari lingkungan semacam itu bisa melarikan diri dengan cara itu, jelas saja dia marah. Pria itu mendelik tajam, menatap Fabian lantaran tidak menghalangi mereka.

"Bertiga, aku juga ikut, tapi yang mabuk biasanya Giska. Ta-tapi itu tidak setiap kali, Kak, akhir semester kemarin saja ... Giska terlalu lelah dan dia tertekan, jadi begitu."

Seorang Renaga memang selalu berhasil membuat Fabian ciut. Tatapan tajam pria itu menegaskan jika dia tidak suka dengan apa yang mereka lakukan. Meski, jujur saja dia juga tidak jauh berbeda, tapi masalahnya seorang Giska sangat dia sayangkan merusak diri dengan cara itu.

"Ya Tuhan, kenapa kau biarkan, Fabian?'

"Semua orang punya beban, Kak ... hanya di saat itu Giska melepaskan semua yang dia pendam. Aku tidak bisa memaksa karena jika tidak begitu, aku dan zavia tidak akan mengetahui seberapa bodohnya anak itu menunggu kakak bertahun-tahun."

Fabian mengungkapkannya dengan perasaan menggebu, pemandangan Giska mabuk dengan menyebut nama Renaga adalah hal yang sangat mengganggu matanya. Kini, setelah pria itu kembai Giska menghilang hingga larut malam begini.

"Bian, apa maksudmu?"

.

.

- To Be Continue -

Hallo, selamat hari senin ... buat yang belum kilk favorit, jan lupa ya. Sama Renaga minta vote dong, Besti❤ Tapi vote Syila juga boleh❤😌

1
Mei Saroha
hasil keny Sonya ya jadi begini deh
Ayu Rinjani
kalau jodoh d tangan author apapuun jd indah dn berkesan..😍
Rosni Hasan
karyamu sangat aq suka thor ...pertama yg aq bc kisah hudzai...ternyata masih banyak karyawan klan megantara...akhirnya aq bc secara urut...bagus semua karyawan thor ..smg sukses
Ani Kurniati
bagus
Falach Abdillah
Alhamdulillah akhirnya KENI dapat mantu konglomerat juga , kasihan Giska ... meskipun cuma cerita tp xesel banget jadi Giska , akhirxa Keny dapat mantu yg bisa d banggakan sama sahabatxa , kasihan bacaxa ,,,,, makasih thooor udah xiapin jodoh yg perfect untuk giska
Alfi Alfi
Luar biasa
Alfi Alfi
Lumayan
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
🤣🤣🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
Ooo udah tau ya
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
lahhhhhh
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sudah kudugongggg
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wah dah lama berarti.
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
emang turunan kayla😜
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
kamu mencurigakan opa 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
ya iyalah, cuma lu yg anaknya ampe 5 dan mau nambah lagi.
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
azka, astaga kenapa mikir kesana coba
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wohhhh 👍👍👍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
rosela giska rosela 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
whahahahahhaha👍
sukensri hardiati
doa di sepertiga malamku...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!