Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 Mengejutkan.
Penawaran perhiasan karya Letisha lebih tinggi dengan tawaran karena pengusaha yang sudah mencapai 800 juta dan bahkan melebihi dari harga perhiasan Liana.
Liana dan Vanila panas dingin berada di acara tersebut, siapa sangka ternyata Letisha yang dianggap remeh mampu memberikan perhiasan yang menarik banyak perhatian dengan harganya yang sudah mencapai 800 juta dan artinya Liana sudah benar-benar bisa dikalahkan Letisha.
"800 juta? apakah ada yang ingin menambah lagi?"
"900 juta," salah satu wanita kembali memberi harga yang sangat tinggi.
"900 juta apa masih ada?"
"1, 5. Milliar?" pria yang membuka harga fantastis itu kembali meninggikan harganya setelah banyak orang saling merebut pria dan tersebut.
"Lagi-lagi pria itu mencuri perhatian Rakash, bagaimana tidak jika sejak tadi dia sepertinya sangat menginginkan perhiasan istrinya sampai memberikan harga yang tidak masuk akal.
"1, 7 Milliar!" lagi-lagi harga dinaikkan dan belum ada keputusan apapun.
"2, 5 Milliar!" pria tersebut semakin menaikkan harga bahkan berlipat-lipat membuat semua orang kaget dan Letisha rasanya sudah ingin pingsan dengan dengan harga yang begitu fantastis untuk karya pertamanya.
"Apa ada yang ingin menaikkan lagi?"
"2,7 Milliar!"
"Ada lagi?"
"3. Miliar!"
"Apa ada yang ingin menaikkan lagi?"
Sepertinya para pengusaha sudah berhenti menawar harga perhiasan yang terus dinaikkan pria tersebut.
"1, 2, 3! Baiklah perhiasan milik dari Nona Letisha Adelia Putri diputuskan dengan harga 3. Milliar!" tegas pembawa acara tersebut mengetuk palu.
Letisha sudah ingin pingsan yang tidak percaya dan siapa sangka jika harga perhiasannya 3 kali lipat dari harga perhiasan milik Liana yang sudah dikenal sebagai desainer papan atas.
Sementara Rakash masih melihat ke arah pria yang memberikan tawaran perhiasan cukup fantastis kepada istrinya. Pria tersebut tersenyum merasa sangat puas karena berhasil memenangkan perhiasan tersebut, entah apa saat ini yang ada di pikiran Rakash, pandangannya terlihat datar dan matanya tidak berhenti menatap pria yang ternyata sejak tadi melihat istrinya dengan cara berbeda.
Hmmmm, jiwa-jiwa cemburu Rakhas terlihat muncul, bagaimana tidak pada seorang pria muda yang menggebu-gebu ingin merebutkan karya milik istrinya.
"Selamat Nona Letisha, perhiasan anda dihargai dengan 3 Milliar, dan sekarang silakan memberikan sepatah dua kata untuk orang yang telah memberikan harga fantastis untuk sejarah pertama dalam dunia pelelangan," ucap pembawa acara tersebut membuat Letisha menganggukkan kepala.
"Hmmm, Saya mengucapkan terima kasih untuk para tamu undangan yang sudah hadir di acara ini, sungguh saya tidak percaya bisa berdiri di tempat sebesar ini dan bahkan karya pertama saya bisa menjadi barang lelang dengan harga yang fantastis. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada tuan Digo yang baru saya tahu hari ini berasal dari perusahaan Tekstil yang telah membeli perhiasan saya dengan harga fantastis,"
"Seperti apa yang sudah dikatakan pembawa acara tadi bahwa hasil pelelangan ini akan disumbangkan pada yayasan panti asuhan dan saya mohon untuk doa dari semua rekan-rekan agar di kemudian hari saya bisa menciptakan karya-karya yang lebih menarik lagi dan juga internasional, dan semoga amanah sumbangan ini bisa saya jalankan dengan baik!"
Letisha cukup bijak memberikan pidato rasa syukurnya dan bahkan kata-katanya tertata dengan rapi. Winona sahabatnya itu sejak tadi tidak berhenti bertepuk tangan benar-benar sangat bangga dan sementara ekspresi suaminya justru datar.
"Tidak menyebutku sama sekali?" ucapnya dengan mendengus kasar dan ternyata seorang Rakash masih membutuhkan validasi dari istrinya.
Mungkin saja Rakash yang memberikan support dan bahkan kesempatan itu tetapi namanya tidak disebutkan dan sementara fokus Letisha hanya tertuju pada pria yang sudah membeli perhiasannya dengan harga mahal.
"Sayang sekali kamu menjadi penipu!" di tengah pidato yang hampir selesai itu tiba-tiba saja terdengar suara lantang dari seorang wanita membuat semua orang membalikan tubuh ke belakang.
Wanita terlihat elegan dengan wajah tegas dan tampak amarah di wajah bengisnya. Letisha kebingungan melihat wanita tersebut.
"Kamu desainer instan yang melakukan penipuan, membohongi semua orang di sini dan hanya ingin menaikkan nama kamu saja untuk sebagai pemula!" tugas wanita tersebut memberikan kecaman kepada Letisha.
"Apa maksudnya?" batin Letisha.
Winona sahabatnya bahkan sampai berdiri, Jiwa tidak terima sahabatnya dikatakan seperti itu sudah meronta-ronta.
"Maaf Nona? ada apa ini?" salah satu panitia acara menghampiri wanita dipenuhi dengan amarah tersebut.
"Wanita itu pembohong? Dia menjual perhiasan dengan hasil plagiat dari karya saya. Perhiasan yang hari ini terlihat di depan mata kalian semua bukanlah hasil karyanya dan melainkan hasil karya saya!" ucapnya membuat semua orang kaget dengan mulut mereka yang mulai berkoar-koar.
Letisha menggelengkan kepala dengan wajah kagetnya mendapatkan tuduhan seperti itu.
"Tidak! Itu tidak benar. Ini adalah hasil karya saya sendiri, ini bukan karya siapapun!" tegas Letisha.
"Mana ada maling mengaku, kamu mendaftarkan karya kamu dengan desain orang lain agar bisa lulus seleksi. Kamu mencuri karya saya dan sekarang dengan tidak tahu malu kamu melelang hasil karya dari desain orang lain, dasar desainer pemula secara instan dengan jalan yang sangat licik," tegas wanita tersebut semakin membuat orang kaget.
"Tidak! Itu tidak benar sama sekali, jangan sembarangan memberi tuduhan dan saya bisa melaporkan Anda atas pencemaran nama baik!" tegas Letisha tidak terima dengan semua perkataan wanita yang tidak dia kenal itu.
"Kamu mengatakan saya pencemaran nama baik? Kamu seharusnya sadar diri dan jangan bersandiwara di hadapan semua orang. Apa yang kamu lakukan sudah menjatuhkan harga dan martabat seorang desainer dan melanggar etika dalam berkarya!" tegas wanita itu menunjuk-nunjuk Letisha.
Rakash berdiri dari tempat duduknya dan kemudian menghampiri wanita tersebut.
"Maaf Nyonya? Apa anda bisa membuktikan omongan Anda? Karena bagaimanapun ini adalah acara besar dan semua orang yang ada di tempat ini orang-orang yang pintar," ucap Rakash sudah pasti akan membela istrinya.
"Tuan! Saya tidak akan berani datang ke acara ini jika tidak membawa bukti. Karya saya telah dicuri wanita itu dan wajar saja saya marah dan ingin memperlihatkan kepada semua orang yang ada di sini bahwa dia designer penipu!" tegas wanita itu.
"Kalau begitu buktikan!" tantang Rakhas.
"Baiklah!" Wanita tersebut sepertinya benar-benar memiliki bukti, dia mengeluarkan beberapa lembaran kertas dari dalam tasnya dan memperlihatkan kepada Rakash.
Letisha saat ini benar-benar gelisah, harga dirinya merasa diinjak-injak. Rakash melihat semua bukti-bukti tersebut dan cukup kaget.
Pembawa acara juga penasaran apa yang dikatakan wanita tersebut dan ingin melihat bukti-bukti itu. Bukan hanya orang-orang yang berkontribusi dalam membuat acara tersebut tetapi para tamu juga ingin memastikan atas ucapan wanita tersebut atas plagiat karya.
Sepertinya apa yang dikatakan wanita itu benar apa adanya, terlihat dari ekspresi kekecewaan orang-orang yang ada. Mata Rakash juga tertuju pada istrinya dan melihat istrinya itu geleng-geleng kepala meyakinkan kepada Rakash apa dia tidak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.
Tetapi semua orang sudah bisa mengambil keputusan dengan kesimpulan mereka bahwa Letisha benar-benar terlibat dalam penipuan dan melakukan plagiat karya yang sekarang telah terjual dengan harga fantastis.
"Ini tidak mungkin ya Allah? Ada apa ini?" batin Letisha.
Bersambung.....