NovelToon NovelToon
Lentera Abadi Di Makam Bintang

Lentera Abadi Di Makam Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Sistem
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yuzuki chan

​Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
​"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
​Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19 angin dingin di lembah hijau

Salju di pegunungan utara tidak lagi terasa seperti anugerah alam, melainkan seperti kain kafan yang menutupi luka-luka di tanah Kekaisaran Bintang Agung. Bagi Xing Shenyuan, setiap langkah yang ia ambil menjauh dari perbatasan Makam Bintang Agung terasa seperti menginjak dunia yang asing.

Sudah bertahun-tahun ia tidak merasakan angin dunia luar secara langsung tanpa perlindungan formasi makam. Sekarang, dengan zirah Bayangan Bintang yang melekat erat di balik jubahnya dan Lentera Abadi yang tergantung di pinggangnya, ia bukan lagi pangeran yang dibuang dengan nafas yang tersengal-sengal. Ia adalah perwujudan dari kematian yang berjalan.

Di belakangnya, Lin Xiaoyue berjalan dengan waspada. Gadis itu telah banyak berubah; tatapan matanya tajam, dan setiap kali ia menghembuskan nafas, ada uap biru tipis yang keluar, tanda bahwa teknik Pernapasan Api Biru-nya telah mencapai tingkat di mana ia bisa mengubah suhu tubuhnya sendiri.

"Guru, mengapa kita tidak terbang saja?" tanya Xiaoyue pelan, matanya menyapu hutan pinus yang membeku di kanan-kiri jalan setapak. "Dengan ranah Anda sekarang, bukankah melintasi pegunungan ini hanya butuh waktu sekejap?"

Shenyuan berhenti sejenak, membiarkan butiran salju mendarat di telapak tangannya. Salju itu tidak mencair, melainkan membeku lebih keras saat bersentuhan dengan energinya.

"Terbang berarti menunjukkan keberadaan kita pada mata-mata langit, Xiaoyue," jawab Shenyuan tenang. "Dunia mengira aku sudah mati atau membusuk di dalam makam. Biarkan mereka tetap mengira demikian hingga kita sampai di gerbang musuh. Selain itu... aku ingin melihat seberapa jauh kerusakan yang telah diperbuat ayahku pada tanah ini."

Shenyuan melihat ke kejauhan, ke arah sebuah desa kecil di kaki bukit yang tampak hangus. Tidak ada asap dapur, tidak ada suara ternak. Hanya keheningan yang menyesakkan. Inilah realita Kekaisaran; mereka terlalu sibuk memperebutkan takhta di pusat hingga membiarkan perbatasan dihisap kering oleh pajak dan bandit.

Login: Jembatan Ratapan Tua

Mereka sampai di sebuah jembatan gantung tua yang melintasi jurang dalam. Jembatan ini dikenal sebagai Jembatan Ratapan, konon dibangun di atas reruntuhan jembatan kuno dari zaman Dinasti Pertama.

Shenyuan merasakan getaran energi yang akrab dari dalam tanah di bawah jembatan tersebut. Tempat ini memiliki akumulasi kebencian dan sisa-sisa jiwa dari tentara yang jatuh dalam perang saudara ratusan tahun lalu.

> [Sistem Login Harian Makam Bintang]

> [Lokasi: Jembatan Ratapan (Titik Pertemuan Arwah)]

> [Status: Siap untuk Check-in.]

>

"Login," batinnya.

> [Ding! Check-in berhasil!]

> [Selamat, Tuan mendapatkan: "Lonceng Penenang Jiwa" (Artefak Tingkat Bumi) dan "Tiga Tetes Embun Kematian Murni".]

> [Deskripsi Item:]

> * Lonceng Penenang Jiwa: Dapat mengeluarkan getaran frekuensi rendah yang melumpuhkan kesadaran musuh di bawah Ranah Jiwa Baru Lahir selama beberapa detik.

> * Embun Kematian Murni: Bahan dasar untuk meningkatkan kualitas api pada Lentera Abadi.

>

Shenyuan menyimpan lonceng kecil perunggu itu ke dalam lengan bajunya. Hadiah sistem selalu fungsional, seolah-olah sistem itu sendiri adalah penasihat perang yang tahu apa yang akan ia hadapi.

Diplomasi yang Mematikan di Sekte Lembah Hijau

Sekte Lembah Hijau berdiri di atas sebuah oase di tengah pegunungan salju. Berkat formasi kayu tingkat tinggi, area sekte ini tetap hijau dan subur, sangat kontras dengan lingkungan sekitarnya. Namun, bagi Shenyuan, kehijauan ini terasa palsu—seperti bunga plastik yang menutupi akar yang membusuk.

Di gerbang sekte, dua murid penjaga segera menyilangkan tombak mereka saat melihat dua sosok berjubah hitam mendekat.

"Berhenti! Ini adalah wilayah suci Sekte Lembah Hijau. Sebutkan identitas dan tujuan kalian!" teriak salah satu murid. Ia bisa merasakan tekanan yang aneh dari pria di depannya, meskipun ia tidak bisa melihat ranah kultivasi pria itu dengan jelas.

Shenyuan tidak berhenti. Ia terus berjalan.

"Aku datang untuk bertemu dengan Ketua Sekte Qing He," suara Shenyuan datar, namun bergema di seluruh lembah, membuat daun-daun di pohon bergetar hebat.

"Lancang! Nama Ketua Sekte bukan untuk dipanggil oleh gelandangan sepertimu!" Murid itu menusukkan tombaknya.

Wusss—

Sebelum tombak itu sampai, Shenyuan hanya menggerakkan jarinya sedikit. Tekanan gravitasi dari Tangan Penghancur Bintang yang ia modifikasi menjadi medan pasif segera menghantam kedua murid itu. Mereka tersungkur ke tanah, tidak bisa mengangkat kepala, seolah-olah ada gunung yang diletakkan di atas punggung mereka.

"Xiaoyue, bawa pesanku masuk," perintah Shenyuan.

Xiaoyue melangkah maju, mengeluarkan gulungan hitam dengan segel lilin bergambar bintang mati. Ia melemparkannya ke arah pintu gerbang. Pintu kayu raksasa itu meledak hancur saat bersentuhan dengan gulungan tersebut, yang kini melayang di udara, memancarkan aura ungu yang mengerikan.

"Penguasa Makam Bintang datang bertamu. Apakah ini cara kalian menyambut tamu?" suara Xiaoyue lantang, didukung oleh Qi api birunya.

Pertemuan Para Penguasa

Hanya butuh beberapa menit bagi para tetua sekte untuk keluar. Di barisan paling depan, seorang pria paruh baya dengan jubah hijau zamrud memandang Shenyuan dengan wajah pucat. Dia adalah Qing He, seorang ahli Ranah Jiwa Baru Lahir Tahap Awal.

Qing He bisa merasakan bahwa pria berjubah hitam di depannya memiliki aura yang sangat mirip dengan... keluarga kekaisaran. Namun, ada sesuatu yang jauh lebih gelap dan lebih tua menyelimutinya.

"Siapa Anda?" tanya Qing He, tangannya gemetar di balik lengan bajunya. "Kekaisaran tidak pernah menyebutkan ada ahli setingkat Anda yang menjaga makam leluhur."

Shenyuan membuka penutup kepalanya, memperlihatkan wajahnya yang tenang namun dingin. "Namaku Xing Shenyuan. Tapi bagi kalian, aku adalah akhir dari kesetiaan buta kalian kepada ayahku."

Qing He tertegun. "Pangeran Ketujuh yang dibuang? Tidak... itu tidak mungkin. Pangeran itu tidak punya kultivasi..."

"Dunia berubah, Ketua Sekte Qing He," potong Shenyuan. Ia berjalan melewati Qing He seolah pria itu tidak ada harganya. Ia duduk di kursi utama di aula penyambutan yang baru saja ditinggalkan para tetua. "Sekte Lembah Hijau telah memasok obat-obatan dan sumber daya kayu ke militer pusat selama bertahun-tahun. Mulai hari ini, pasokan itu akan dialihkan ke utara. Ke arah makam."

"Anda meminta kami berkhianat?" tanya seorang tetua dengan marah. "Kekaisaran akan meratakan lembah ini dalam semalam!"

Shenyuan menatap tetua itu. Matanya berkilat ungu. Tiba-tiba, tetua itu mencengkeram lehernya sendiri, kakinya terangkat dari lantai seolah dicekik oleh tangan tak kasat mata.

"Kekaisaran mungkin meratakan lembah ini dalam semalam," bisik Shenyuan. "Tapi aku bisa menghapus keberadaan kalian dari catatan sejarah dalam satu tarikan nafas. Pilih mana yang lebih kalian takuti."

Qing He jatuh berlutut. Sebagai ahli Jiwa Baru Lahir, ia bisa merasakan bahwa Shenyuan belum sepenuhnya menembus ranahnya, namun kualitas energinya... itu adalah sesuatu yang melampaui logika. Itu adalah energi yang menelan cahaya.

"Kami... kami akan mematuhi," ucap Qing He pasrah.

Strategi di Ibu Kota: Benih Perselisihan

Sementara Shenyuan menaklukkan wilayah utara dengan kekuatan, Su Yan melakukan hal yang sama di Ibu Kota dengan kecerdikan.

Di sebuah paviliun teh tersembunyi, Su Yan bertemu dengan Pangeran Pertama, Xing Jian. Pangeran Mahkota yang arogan itu tampak sangat tertarik pada "Alkemis Misterius" yang berhasil menyembuhkan Pangeran Ketiga.

"Nona Su," ucap Xing Jian, matanya memandangi Su Yan dengan penuh nafsu dan rasa ingin tahu. "Adikku, Xing Feng, sekarang sangat setia padamu. Dia bahkan mulai mengabaikan perintahku. Katakan padaku, apa yang kau berikan padanya selain pil?"

Su Yan tersenyum tipis di balik cadarnya. "Hanya harapan, Yang Mulia. Sesuatu yang sangat langka di istana ini. Pangeran Ketiga merasa bahwa dengan kekuatannya yang kembali, dia pantas mendapatkan kursi yang lebih tinggi daripada sekadar penonton di dewan menteri."

Xing Jian tertawa keras, namun matanya dingin. "Kursi yang lebih tinggi? Dia ingin takhtaku? Betapa lucunya."

"Lucu memang, Yang Mulia," sahut Su Yan sambil menuangkan teh. "Namun, saya mendengar bahwa dia telah mengumpulkan dukungan dari beberapa jenderal perbatasan utara. Dia bilang... dia punya 'sumber' baru yang memberinya sumber daya tak terbatas."

Informasi palsu yang ditanam Su Yan bekerja dengan sempurna. Xing Jian segera curiga bahwa Xing Feng sedang membangun kekuatan untuk melakukan kudeta. Kecurigaan adalah racun yang paling cepat menyebar di antara saudara kandung.

Penutup Bab: Malam di Lembah Hijau

Malam itu, di balkon tertinggi Sekte Lembah Hijau, Shenyuan berdiri menatap ke arah makamnya yang jauh di ufuk utara. Ia memegang Lonceng Penenang Jiwa di tangannya.

"Sekte pertama telah jatuh," gumamnya.

Xiaoyue datang mendekat, membawa laporan tentang persediaan obat-obatan yang berhasil mereka sita. "Guru, Ketua Sekte Qing He tampaknya masih memiliki keraguan. Haruskah aku memberinya 'pelajaran' tambahan?"

Shenyuan menggeleng. "Tidak perlu. Dia sudah tahu siapa pemenang dalam perang ini. Xiaoyue, besok kita akan melanjutkan ke Puncak Pedang Patah. Ada sesuatu yang terkubur di sana yang dibutuhkan oleh Lentera Abadi."

Shenyuan memejamkan mata, membiarkan energi bintang di langit masuk ke dalam tubuhnya melalui Sutra Penelan Bintang. Alurnya masih panjang, langkahnya masih banyak. Ia tidak akan terburu-buru. Ia akan memakan kekaisaran ini sepotong demi sepotong, hingga yang tersisa hanya kerangka tanpa daging.

"Bintang-bintang mulai sejajar," bisik Shenyuan. "Dan kematian... tidak pernah terlambat.

* Wilayah Terkuasai: Makam Bintang, Kota Guntur (Pengaruh), Sekte Lembah Hijau (Vassal).

* Kekuatan MC: Setengah Langkah Jiwa Baru Lahir (Stabilisasi Fondasi Astral).

1
Seorang Penulis✍️
Tess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!