NovelToon NovelToon
Hanya Manusia Biasa (Antara Cinta Sejati Dan Cinta Terlarang)

Hanya Manusia Biasa (Antara Cinta Sejati Dan Cinta Terlarang)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:32.6k
Nilai: 5
Nama Author: yuya hafira

Rasa kecewa bisa membuat orang berubah, itulah yang dialami oleh gadis bernama Karin. Kecewa pada keadaan dan keluarganya membuatnya memendam kemarahan dan melampiaskannya pada jalan hidupnya sendiri.

Bukan hanya Karin sendiri yang mengalami itu, namun juga ada beberapa orang yang hidup berdampingan dengannya, yang memilih jalan yang sama.

Tapi, akankah seterusnya jalan yang ia tempuh berlalu seperti itu?

Karin : Aku hanya manusia biasa...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuya hafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan 2

Beberapa saat berlalu. Saat langit yang cerah sudah berubah menjadi gelap, saat itulah Oma Idina terbangun dan membuat sebuah senyuman terbit di wajah pemuda yang senantiasa menunggu nya.

Roy menatap neneknya sambil tersenyum walaupun ia juga merasa sangat khawatir. Pemuda itu mencoba bertanya kepada sang nenek. Namun tak ada satupun kata yang keluar dari mulut neneknya. Roy hanya bisa menunduk dengan sedih.

Pemuda itu kemudian berjalan keluar dari kamar neneknya, berniat mengabari keluarga nya bahwa neneknya telah bangun. Segera, keluarga nya dan juga keluarga Andara, datang menghampiri kamar itu.Ruangan yang luas itu bisa menampung banyak sekali orang. Mereka tak perlu berhimpitan ketika berada di dalam nya.

Kedua kakak Roy yang sudah datang sejak siang, merasa sedih namun juga senang karena neneknya sudah bangun. Namun mereka bingung, karena Oma Idina tidak merespon sama sekali apa yang mereka ucapka. Mereka menjadi lebih khawatir.

Tuan Scott segera menghubungi dokter pribadi keluarga nya dan menceritakan tentang apa yang terjadi saat ini. Dokter itupun segera menuju ke rumah besar Tuan Scott.

.

.

.

Dokter datang dan berjalan di rumah itu dengan tergesa-gesa. Langkah nya sengaja ia percepat karena merasa khawatir dengan keadaan Oma Idina. Ia tidak mengira keadaan Oma Idina bisa seperti ini. Dokter itu masuk ke kamar Oma Idina tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Rasa khawatirnya membuatnya melupakan tata krama saat berada di rumah orang lain.

Dokter itu segera menghampiri Oma Idina tanpa diminta. Memeriksa keadaan Oma Idina dengan teliti, namun gerakannya terhenti saat tangan Oma Idina menyentuh tangannya seolah memintanya untuk menghentikan semua itu.

Dokter menatapnya dengan bingung. Lebih bingung lagi karena keadaan Oma Idina tidak seburuk yang ia kira. Lalu, apakah yang terjadi sebenarnya?

Oma Idina memberikan isyarat pada dokter itu agar mendekatinya. Oma Idina membisikkan sesuatu yang membuat dokter itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Lalu setelahnya, dokter itu menatap pada orang di ruangan itu satu persatu.

"Bisakah hanya keluarga Oma Idina dan Oma Claudy saja yang berada di dalam ruangan ini?" Dokter itu menatap orang-orang yang bertahan di sana. Tidak ada satupun dari orang-orang itu yang keluar dari sana karena memang hanya ada Tuan Scott sekeluarga dan Oma Claudy beserta anak dan cucunya.

Tuan Scott berjalan menghampiri dokter itu. "Kami adalah orang-orang yang dimaksud. Tidak ada lagi orang luar disini." Lalu Tuan Scott duduk di samping kanan ibunya, berdampingan dengan Roy yang sejak tadi duduk sambil menunduk di sana. Sementara Oma Claudy duduk di samping kiri. Wanita lanjut usia itu melihat wajah sahabat nya dengan sedih.

Kedua kakak Roy duduk tidak jauh dari mereka, sementara Andara dan kedua orang tuanya berdiri bersama Diana, berdekatan dengan Roy.

"Silahkan, Oma." Dokter itu bersuara dan berdiri di belakang Tuan Scott.

Oma Idina menggapai tangan anaknya, menggenggam dengan erat tangan itu. Tuan Scott membalasnya untuk menguatkan ibunya. "Katakan saja, Bu. Apa yang ibu inginkan?"

"Ibu sudah tua,nak." Oma Idina berucap dengan suara yang bergetar. Wanita itu menatap dengan sayu wajah putranya.

Roy menunduk walaupun ia tidak menangis. Pemuda itu sudah pasrah dengan apa yang akan dikatakan oleh neneknya dan juga sudah pasrah dengan apa yang mungkin saja terjadi. Baginya, saat ini kebahagiaan dan kesehatan neneknya yang menjadi hal utama.

"Ibu memiliki satu keinginan. Ibu harap, keinginan ibu bukanlah suatu kesalahan. Ibu harap, kalian bisa mengabulkan keinginan ibu." Tidak ada satupun yang menjawab.

"Scott, bisakah kamu menikahkan Clarence? " Seketika suasana di ruangan itu menjadi terasa lebih hening. Mereka saling menatap satu sama lain.

Tuan Scott menoleh pada Tuan Guzov yang saat itu sedang melihat ke arah nya. Mereka terlihat bingung, walaupun keinginan Oma Idina menjadi keinginan mereka juga. Terlebih lagi, mereka sama sekali belum mengatakan tentang rencana itu. Apakah Oma Idina sudah merencanakan ini sendiri?

"Scott..." Oma Idina memanggil putranya yang tampak bingung.

Tuan Scott menatap ibunya dengan ekspresi yang bingung namun juga senang. "Iya, Bu?"

"Apa kamu bersedia menikahkan anakmu yang masih muda ini? Aku hanya ingin melihat cucu lelakiku menikah. Aku takut aku tidak bisa menyaksikan pernikahannya." Suara Oma Idina bergetar dan ia menangis.

Tuan Scott menahan tangisannya dan segera menenangkan ibunya. "Aku tidak keberatan, Bu. Kalau itu yang menjadi keinginan ibu. Aku senang kalau ibu bisa menyaksikan pernikahannya. Tapi, aku juga harus bertanya padanya." Tuan Scott menatap Roy yang masih saja menunduk.

"Nak, apakah kamu bersedia?" tanya Oma Idina dengan lirih. Roy sama sekali tidak menjawabnya.

Oma Idina benar-benar menangis. Namun Roy belum juga memberikan jawaban. Tuan Scott mengguncangkan bahu Roy,tapi pemuda itu tetap tidak merespon. Kesadaran Roy seolah hilang dari tubuhnya. Tuan Scott menjadi serba bingung. Ia tak bisa lagi menahan air matanya. Apalagi melihat wajah ibunya yang tampak menderita.Oma Idina menangis hingga nafasnya sesak. Orang-orang di sana menjadi panik dan tidak lagi menunggu jawaban dari Roy. Dokter segera menangani secepat mungkin.

Dalam keadaan itulah akhirnya Roy memberikan jawaban yang membuat semua orang merasa lega. "Oma, Clarence bersedia. Clarence mau menikah sesuai keinginan Oma. Oma bertahanlah. " Roy menangis sambil menggenggam erat tangan neneknya.

Orang-orang di sana hanya bisa melihat dari jarak yang cukup jauh, mencoba memberi ruang untuk dokter saat menangani Oma Idina. Namun Roy dan Tuan Scott masih berada di sana.

Beberapa saat kemudian, Oma Idina kembali tenang. Wanita itu tersenyum pada putra dan juga cucunya. Mereka membalasnya walaupun tatapan khawatir masih terlihat di wajah mereka.

"Terima kasih,nak. Terima kasih karena kamu mau menuruti keinginan Oma."

Roy terisak. "Iya Oma. Oma jangan sedih lagi. Oma sudah bisa tenang sekarang."

"Belum. Sampai Oma benar-benar menyaksikan semuanya."

"Tapi Oma, Roy sama sekali tidak punya kekasih. Lalu siapa yang akan menjadi pengantin perempuan nya?"

Oma Idina menatap Roy kemudian menatap lekat wajah Andara. "Angel."

Kali ini, wajah Andara menjadi pucat. Tubuhnya menegang. Tatapan semua orang tertuju padanya, kecuali Roy. Pemuda itu merasa dunianya seakan runtuh. Berpikir bahwa kondisi neneknya akan semakin memburuk. Karena Roy yakin, Andara tidak akan mau mengikuti keinginan neneknya.

Sintya menepuk bahu Andara yang hanya mematung. Wanita itu bertanya dengan lirih dan perlahan. Tidak ingin anaknya berontak walaupun ia sangat tau Andara adalah anak yang baik. "Sayang, tenanglah dulu. Lihat Mami, nak." Sintya membawa Andara sedikit menjauh dari yang lain.

"Sayang, maafkan Mami atas permintaan kami. Tapi, coba lihatlah kondisi Oma Idina saat ini. Kami semua sangat berharap padamu,nak. Lagipula, kamu sama seperti Clarence yang sama-sama belum memiliki pasangan,kan? " Andara menatap ibunya dengan tatapan kosong.

"Atau, apakah kamu sudah memiliki kekasih? Apa Mami bertanya saja pada Karin?" Seketika Andara tersadar dan segera menghentikan ibunya yang terlihat ingin menghubungi seseorang.

Andara tidak tau apa saja yang akan diucapkan oleh ibunya pada Karin. Bahkan Karin saja tidak tau kalau saat ini Andara sedang berada di Surabaya.

"Stop, Mi!" ucapan Andara yang cukup keras membuat orang-orang di sana berpikir bahwa Andara menolak semua itu.

Roy sangat mengerti dan tidak ingin menyalahkan Andara walaupun gadis itu menolak keinginan neneknya. Ia akan menerima apapun jawaban dari Andara.

Andara meninggalkan ibunya dan berjalan mendekati Oma Idina. Tuan Scott menggeser posisi nya untuk memberikan ruang pada Andara. Orang-orang di sana melihatnya dengan perasaan yang tegang.

Andara mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu. Melihat neneknya sendiri yang usianya tidak jauh dengan Oma Idina. Melihat tatapan penuh harap kedua orang tuanya dan menatap wajah Oma Idina yang terlihat sangat sedih.

Andara melihat sekilas ke arah Roy yang setia menunduk. Lalu gadis itu membuang nafas panjang.

"Angel mau, Oma. Angel bersedia untuk menikah dengan Clarence."

.

.

.

bersambung...

.

.

.

salam dari Yuya😘😘

1
Kia Shoji
Lanjutan nya kak...
Nenieedesu
sudah aku favoritkan kak jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak di novel aku kak "gadis cantik milik bos geng motor"
Nenieedesu
bagus kak semangat terus
Nenieedesu
haduh cantik cantik suka sama sejenis
✨¥ulia∆rz
karya yang sangat luar biasa. kisah cinta terlarang yang tentu saja kurang diterima oleh masyarakat. tapi mereka para pelakunya bisa sadar dan memilih jalan yang benar
✨¥ulia∆rz
syukur lah kalau kamu sadar
✨¥ulia∆rz
apapun itu tetap saja tidak dibenarkan
✨¥ulia∆rz
lebih baik mereka tidak baik-baik saja nanti tapi dalam jalan yang lurus. daripada mereka baik-baik saja tapi belok
✨¥ulia∆rz
ya, mak jleb gak tuh😅
kalo orang lain berubah jadi buruk karena perkataan seseorang, belum tentu seseorang itu mau bertanggung jawab
✨¥ulia∆rz
iya. tapi kenapa juga kamu gak bilang sekalian ama mereka kalau kalian udah nikah
✨¥ulia∆rz
ngintip nih ceritanya? 😂😂
✨¥ulia∆rz
mungkin saja memang seperti itu.
✨¥ulia∆rz
awalnya mau ngedandanin, ujung-ujungnya kok begitu 🙈🙈
✨¥ulia∆rz
kasian sekali roy, dijadikan kelinci yang rupanya 😂😂😂
✨¥ulia∆rz: typo kelinci percobaan.

kok jadi kelinci yang?
total 1 replies
✨¥ulia∆rz
sikap mu yg membuatmu ku tersenyum. memang lucu
✨¥ulia∆rz
galak juga ya Andara ini😅😅
jijik atuh neng kalo dicolok mah
✨¥ulia∆rz
dua kucing jantan dong🤣🤣
siapa nih yang suka ngeliatin kucing jantan berantem? 😂🙏
✨¥ulia∆rz
waduh, bahaya neng. anak orang ntar koid😅😂😂
✨¥ulia∆rz
langsung aja ya neng, gak pake ngoceh dulu🤣🤣
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Semangat Karin,temukan kehidupan normalmu dan semoga kedepannya kamu menemukan orang yang tepat yang tulus mau menerimamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!