Kak.. ih dipeluk kek adeknya!"
"Enggak!"
"Kakak nyebelin!"
"Bodo!"
Apa yang sering kali diharapkan seorang adik perempuan terhadap kakak laki-lakinya?
Rasa ingin dilindungi, disayang bahkan dimanja. Itu sangat wajar bagi seorang adik perempuan terhadap kakak laki-lakinya.
Sama halnya dengan Binar yang selalu ingin dekat dan dimanja oleh Surya. Layaknya seorang adik kakak pada umumnya.
Namun Surya justru terkesan cuek dan enggan berdekatan dengan Binar, sampai-sampai Surya memilih untuk tinggal di apartemen dengan alasan ingin belajar mandiri.
Ingin belajar mandiri atau justru ingin menjauh dari Binar?
Sampai hari dimana Binar mulai dekat dengan seorang laki-laki, Surya yang awalnya cuek justru berubah posesive.
Hingga sampai pada hari dimana Binar mengetahui sebuah rahasia besar, benang kusut pun perlahan mulai terurai.
Bahkan tanpa disadari oleh keduanya, ada sebuah rasa yang seharusnya tidak pernah ada.
Lantas bagaimana, apakah keduanya akan bersama? Atau justru sebaliknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom alfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"Assalamualaikum Dek.." Wajah Dylan terpampang di layar hp Binar melalui sambungan vidio call.
"Waalaikumsalam Kak.. maaf ya, kakak uda bela-belain jemput Binar, tapi malah ada cowo rese."
Dylan terkekeh melihat wajah Binar yang memberengut, dengan pipi menggembung.
"Iya.. tidak apa-apa. Kamu beneran uda sehat kan? uda bisa kerja?"
"Uda kok, Insyaallah aku uda sehat."
"Alhamdulillah.. Kakak hari ini kemungkinan gak dateng ke kantor, kakak lagi ada kerjaan di luar. Kamu hati-hati ya kerjanya, kalo ada apa-apa langsung hubungi kakak! oke? harus makan tepat waktu juga, nanti siang kakak kirimin makanan ya."
"Siap Bos..." ucap Binar dengan senyum lebar dan mengangkat tangan ala komandan upacara.
"Siap dihalalin?"
Decitan rem mendadak cukup menyentakkan hingga membuat ponsel Binar terjatuh.
"Kakak.... kenapa ngerem mendadak sih?" sungut Binar sambil membungkuk mencari ponselnya yang terjatuh. Namun sayangnya telepon terputus dan hp binar mati.
"Ada kucing." jawab Surya cuek.
"Kucing! mana? terus kucingnya gak ketabrak kan?" Binar mulai panik saat Surya menyebut jenis binatang kesayanganya itu.
"Enggak, kucingnya uda kabur." ucap Surya seraya kembali melajukan mobilnya.
Datang ke kantor dengan Bos besar pemilik perusahaan, tentu Binar menjadi pusat perhatian bagi seluruh karyawan yang berpapasan denganya.
Sepanjang perjalanan Binaar begitu canggung, bahkan teman-temanya pun seakan tidak berani untuk sekedar menyapa.
Binar semakin kesal dengan sosok pria yang saat ini berjalan satu langkah di depanya, pria itu bahkan terlihat cuek dan sama sekali tidak menghiraukan Binar yang benar-benar telah menjadi pusat perhatian oleh para karyawan, Binar yakin sebentara lagi pasti gosip-gosip akan bertebaran.
Bayangan menjadi karyawan biasa yang hidup tenang, tentram, serta damai sentosa kini lenyap sudah. Berganti dengan Binar si artis dadakan. Karena semua karyawan akan beralih profesi sebagai wartawan dan berlomba-lomba untuk mencari tau siapa Binar sebenarnya.
Bahkan saat memasuki ruangan devisi Pemasaran, Shiren hanya mampu diam tanpa berani berkomentar apapun, padahal Binar sebelumnya yakin kalau Shiren pasti akan kembali mencari gara-gara dengannya.
'Tunggu kakak di mobil! kita makan siang di luar.' begitulah pesan yang dikirim oleh Surya saat jam istirahat tiba.
Lagi-lagi Binar berada di persimpangan jalan, antara memilih untuk pergi makan siang dengan kakaknya, atau memakan makanan yang sudah dibelikan oleh Dylan. Dan pada ahirnya Binar tetap memilih untuk memakan apa yang sudah ada di hadapanya.
Sejak siang hingga jam kantor telah usai, Binar tidak sekalipun melihat kakaknya berada di kantor. Leora, Sekretaris Surya pun justru terlihat asik ngobrol bersama receptionis di depan, sudah bisa dipastikan jika Surya memang sedang tidak berada di kantor.
Dylan pun sama, seperti yang sudah dikatakanya pagi tadi, pria itu benar-benar tidak terlihat datang ke kantor seharian ini.
Hari sudah menjelang magrib saat Binar keluar dari kantor dan di jemput oleh Pak Andi. Supir pribadi Binar.
Mata binar tidak sengaja menangkap sorang pria yang sangat ia kenali, Pria yang selama setengah hari ini tidak ia temui keberadaanya di kantor ternyata sedang bersama dengan seorang wanita.
Naura keluar dari mobil Surya lalu keduanya berjalan beriringan masuk ke sebuah panti asuhan, Untuk kali pertamanya dalam beberapa tahun. Binar melihat senyuman yang begitu tulus dari bibir Surya, sebuah senyuman yang tidak pernah ia lihat jika bersama denganya.
Begitupun dengan Gadis berjilbab lebar yang berjalan di belakang Surya dengan menunduk, Gadis itu bahkan tersenyum malu-malu saat berpapasan dengan seorang satpam penjaga yang sedang menyapa keduanya, dilihat dari gerak-geriknya satpam itu sedang menggoda Surya dan Naura.Bahkan untuk pertama kalinya, Binar melihat Surya tertawa lebar saat menanggapi candaan dari satpam itu.
Binar merasakan nyeri di dada, ada rasa iri. Impian menikmati tawa lepasnya telah terampas oleh orang lain. Ternyata lamanya kebersamaan tidak menjamin sebuah kenyamanan untuk berbagi gelak canda.
"Jalan Pak!" perintah Binar kepada Pak Andi, setelah sebelumnya Binar meminta pak Andi untuk berhenti sebentar.
"Bukanya tadi itu mas Surya ya Mbak?" pak Andi memberanikan diri untuk bertanya.
"Iya Pak."
"Mas Surya memang sering datang kesana Mbak, itu kan yayasan juga punya mas Surya."
"Apa Pak? Bapak gak salah kan?"
"Ya Allah.. apa lagi ini, selama ini kami begitu dekat, namun kami bagai orang asing yang tidak saling mengenal. Aku yang dengan bangga mengatakan bahwa akulah adiknya, aku yang paling mengenalnya. Namun aku salah, aku hanyalah orang lain yang tidak tau apa-apa tentang kak Surya." batin Binar.
karya nya bgs bgt sukses trs buat KK ny buat hasil karya yg lebih menarik dan semangat buat KK ny, pasti semua nya gemar cerita nya 👍👍