NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:50k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. mau menggali kuburan

Vera tertegun tidak percaya dengan apa yang baru dia lihat barusan ini, Kenapa lantai ruangan itu sudah bersih mulus dan seolah tidak ada bercak walau hanya sedikit saja, padahal barusan dia telah melihat padahal dirinya telah melihat lipan beserta dengan mayat yang ada di lantai itu dengan jumlah yang begitu banyak sekali.

Matteo saja sampai kebingungan dengan sikap sang istri karena Vera terlihat seperti orang bodoh yang kesambet oleh sesuatu, dia terus mengatakan bahwa di atas lantai itu tadi ada lipan yang sangat banyak karena mereka memakan mayat yang ada di situ sehingga membuat Mateo kebingungan mau menjelaskan bagaimana kepada sang istri.

Sebab Matteo dan Vera memiliki pandangan yang berbeda sehingga mereka tidak tahu harus mengungkapkan Bagaimana tentang masalah itu, bukan karena Mateo tidak percaya dengan apa yang telah Vera lihat namun dia sendiri sekarang mulai merasakan bahwa di dalam keluarga mereka memiliki sesuatu yang tidak beres dan kemungkinan besar nanti akan berakibat fatal.

Lama mereka terdiam dalam kebingungan yang begitu besar karena sekarang mereka harus berhati-hati dan ini pasti berhubungan dengan masa lalu Vera yang begitu kelam, entah iblis itu akan datang lagi untuk mengganggu atau karena ini ada iblis lain yang akan datang merusuhi hidup mereka saat ini.

''Kamu mungkin lagi banyak pikiran sehingga bisa melihat hal seperti itu kembali.'' Matteo berusaha untuk menenangkan sang istri.

''Aku takut bila bayang-bayang itu akan datang kembali dan kita akan mengalami masalah yang sama.'' Vera berkata dengan Lirih.

''Biar kamu tenang untuk sekarang apa lebih baik kita datangi saja dulu mbak Purnama?'' tawar Matteo.

''Ah tidak usah dulu lah karena nanti aku masih bisa bicara dengan Seruni, kasihan Mbak Purnama karena terus direpotkan dengan masalah kita.'' Vera menolak karena dia memang merasa enggan.

''Ya sudah Bila memang begitu maka tidak masalah kalau kamu ingin berbicara dengan Seruni terlebih dahulu.'' Matteo juga tidak melarang sang istri.

Sebab pikiran Matteo saat ini adalah untuk ketenangan sang istri terlebih dahulu agar dia juga bisa mendapat ketenangan dan bisa membangun rumah tangga yang lebih adem lagi, ini saja dia sudah merasa sangat senang karena Vera akhirnya setuju untuk pindah ke kota dan tinggal di rumah Matteo aja.

Matteo memang sudah lama sekali ingin pindah dari desa itu karena dia merasa tidak nyaman dengan rumah warisan dari orang tua Vera, seperti ada sesuatu yang aneh mengintai dia setiap malam sehingga merasa tidak nyaman dan terkadang ingin membicarakan masalah itu kepada Vera namun selalu saja batal karena Metteo merasa sungkan.

''Seruni katanya mau datang nanti malam, jadi aku akan berbicara dengan dia terlebih dahulu.'' Vera keluar dari dalam kamar itu.

''Aku ikut kata kamu saja karena kenyamanan kamu adalah yang utama.'' ucap Matteo sehingga Vera tersenyum Mendengar hal itu.

''Tapi tadi rasanya begitu nyata karena memang ada sebujur mayat yang terbaring di atas lantai itu.'' batin Vera di dalam hati.

''Kak, kamar yang itu sudah siap karena aku lebih suka yang itu saja.'' Aura muncul karena dia memang ikut dengan Vera sekarang.

''Iya, kamu bisa pilih mau tinggal di kamar yang mana karena kakak juga sedang mencari kamar yang tepat.'' Vera mengangguk setuju.

Matteo pun tidak masalah kalau Aura mau tinggal di sini karena dia merasa kasihan dengan gadis sebatang kara itu bila tidak bertanggung jawab, ikut dengan Dina dia merasa tidak nyaman sehingga saat ini memutuskan untuk dengan Vera saja terlebih dahulu namun bila Dina bersikeras ingin mengajak pulang maka Vera pun tidak melarang.

Punya adik hanya tinggal satu seperti itu sehingga wajar bila mereka berdua bersikeras untuk saling mengurus satu sama lain, kalau dengan Dina maka Aura adalah saudara kandung dan bila dengan Vera maka mereka saudara beda ibu, namun Vera tetap baik kepada Gadis itu dan tidak pernah mengungkit tentang masalah yang telah lama berlalu.

...****************...

''Aku harus bergerak sekarang untuk mencari tumbal itu.'' Santoso berkata dengan emosi tinggi.

''Dari awal aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan ikut campur dalam masalah tumbal, kau urus aja itu sendiri dan aku tidak ingin ribut!'' Dina berkata dan tanpa menoleh.

''Din, Mau sampai kapan kau akan terus bersikap angkuh seperti itu?'' Santoso mulai habis kesabaran.

''Bukan kah sejak dulu kau sudah tahu bahwa aku memang seperti ini? Lalu kenapa sekarang baru kamu mempermasalahkan tentang masalah itu.'' Dina menatap Santoso yang ada di sebelah dia sekarang.

''Ya aku ini sedang kesulitan dan setidaknya kau bisa membantu aku!'' kesal Susanto.

''Loh itu masalah kau sendiri dan tidak ada urusan dengan aku, pesugihan yang kau ambil sama sekali tidak ada urusan dengan aku!'' Dina sangat menegaskan tentang hal itu.

''Gila, kau memang istri yang sama sekali tidak ada guna!'' Susanto berteriak dengan sangat marah.

Dina tetap saja anteng dan seolah tidak ada reaksi dari wanita itu sehingga Siapa saja yang melihat pasti akan merasa kesal, padahal dulu dia adalah gadis yang ceria dan tidak pernah membuat masalah untuk hidup orang lain, sekarang harus dia berubah hanya karena masalah hidup yang begitu rumit.

''Hahhh, sejak dulu aku tinggal menikmati hidup tanpa harus sengsara Jadi kenapa sekarang aku harus memikirkan soal tumbal itu juga.'' Dina berkata dengan suara sinis.

''Nyonya.'' Mang Ujang kembali datang untuk menghadap Dina.

''Ada apa lagi?'' tanya Dina menatap orang tua yang terlihat kebingungan.

''Tuan Santoso mengatakan agar saya menggali kuburan Lisa kembali, karena Lisa bukan bagian dari tumbal!'' Mang Ujang menyampaikan apa yang telah dikatakan oleh Santoso.

Mendengar hal itu tentu saja Dina menjadi semakin kesal karena dia tidak mau bila terus menggali kuburan yang sudah ada hanya karena Lisa tidak bisa mereka jadikan tumbal, tentu itu nanti harus mengandung resiko kembali dan kemana juga mereka akan membuang mayat Lisa.

''Tidak usah, meski dia bukan tumbal namun dia tetap saja harus terkubur di sana.'' Dina langsung melarang.

''Bisa kah nyonya yang mengatakan hal itu kepada tuan Santoso?'' tanya Mang Ujang karena dia tidak memiliki nyali.

''Ya!''

Dina berlalu pergi meninggalkan orang tua yang masih berdiri di sana dengan perasaan berkecamuk tidak karuan, andai saja dia tidak mempertimbangkan segala hal maka Menghujam sudah lama berhenti dari rumah ini karena menurut dia pekerjaan yang dia hadapi itu mengandung banyak resiko dan keselamatan diri dia seringkali terancam.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
Eli Rahma
lanjuut
Nengsih Irawati
Semangat 🥰 lanjut
Raffaza Direzky87
itu kenapa congornya susanto ikut² an ngebacot, nglempar keslahan pada orang lain, panggil mba pur aja... biar ada titik terang nya
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
Heni Mulyani
lanjut author
ismi
bu yuni bakal nyesel karena tlah menuduh rudi,padahal ana mati karena dibuat tumbal oleh susanto dan dina
vania larasati
lanjut kak
Noona Han
hais malah pdaribut menuduh rudi
Kristiana Subekti
Sania malah bikin suasana jadi makin runyam aja😤😤
Kristiana Subekti
waduh si Rudi jd tersangka nih,,,,, padahal dia g tau apa-apa
Yeyet Rohaeti
kasihan rudi di jadikan kambing hitam,klu ana udah di ketemu kan meninggal.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!