NovelToon NovelToon
Aku Jadi Miliarder Dalam Satu Malam

Aku Jadi Miliarder Dalam Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Miles Sterling hanyalah seorang menantu miskin yang dihina dan direndahkan oleh istri dan keluarganya. Saat ibunya sakit parah dan butuh biaya operasi $250.000, istrinya justru menghabiskan $300.000 untuk pesta mantan kekasihnya.

Namun takdir berkata lain. Miles ternyata adalah satu-satunya pemilik 50 koin NexaChain—mata uang kripto yang nilainya kini melonjak menjadi $40 miliar. Dalam semalam, ia berubah dari pengemis menjadi miliarder sekaligus CEO NexaChain Global. , perusahaan raksasa di balik koin tersebut.

Kini, dengan kekayaan dan kekuasaan yang tak terbayangkan, Miles siap membalas semua penghinaan. Tapi akankah ia mampu mempertahankan segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memohon Ampun!

"Tidak, tolong..." kata Miles cepat sambil mundur selangkah. "Tunggu sebentar lagi..."

Rumah sakit itu adalah satu-satunya rumah sakit di kota yang mampu melakukan transplantasi tersebut.

Jika ia pergi dari sana, ia membutuhkan lebih dari empat puluh delapan jam untuk mencapai rumah sakit lain di kota berbeda yang mampu melakukan operasi itu.

Sementara… Ibunya sudah tidak memiliki banyak waktu lagi.

Namun kedua petugas keamanan sudah bergerak menghampirinya.

Salah seorang mencengkeram lengannya dengan kuat.

Yang lainnya mendekat dari samping.

Genggaman mereka begitu keras hingga bahunya terasa nyeri dan memaksanya terhuyung beberapa langkah.

Ibunya mengeluarkan rintihan lirih ketika mereka mulai memisahkan dirinya dari Miles.

Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, wanita itu mengulurkan tangan.

Jari-jarinya yang gemetar sempat menyentuh lengan baju Miles… Sebelum akhirnya jatuh lemas kembali.

Kerumunan kini hanya menyaksikan dalam diam.

Sementara itu… Lingkaran pemuatan di aplikasi bank Miles masih terus berputar.

Lutut Miles mulai terasa lemas.

"Tolong… Beri aku satu detik lagi..."

"Keluar!" teriak Dokter Tyler.

Tatapan Miles masih terpaku pada layar ponselnya.

Lalu… Akhirnya aplikasi itu terbuka.

Lingkaran pemuatan menghilang, digantikan oleh tampilan dasbor aplikasi perbankannya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Miles melepaskan cengkeraman petugas keamanan dari lengannya.

Ia langsung menyentuh layar ponselnya dan langsung mentransfer uang sebesar 300.000 dolar dari rekeningnya ke sistem pembayaran rumah sakit.

Angka-angka pada layar menyala sebagai tanda transaksi berhasil.

Tatapannya langsung tertuju kepada perawat yang sejak tadi paling keras menghina dirinya. Dengan suara tenang, ia berkata, "Coba periksa."

Perawat itu berkedip, kebingungan selama sesaat.

Jawaban penuh kesombongan sudah hampir keluar dari bibirnya ketika monitor di meja resepsionis tiba-tiba berdering nyaring.

Resepsionis segera melihat monitor itu, mengucapkan beberapa patah kata pelan.

Lalu… Mata wanita itu membelalak. Ia langsung berdiri.

"Kami baru saja menerima pemberitahuan!" teriaknya. "Tiga ratus ribu dolar baru saja masuk ke sistem kami! Ini benar!"

Lorong rumah sakit langsung diliputi keheningan.

Kedua petugas keamanan yang beberapa detik sebelumnya masih mencengkeram Miles, langsung melepaskan tangannya.

Mereka mundur beberapa langkah. Wajah mereka berubah pucat.

Semua orang di lorong itu membeku.

Bahkan mereka yang tadi menertawakan Miles sambil mengangkat ponsel kini hanya berdiri terpaku seperti patung.

Miles tetap berdiri di tempatnya.

"Itu dua ratus lima puluh ribu dolar untuk operasi ibuku. Sisanya gunakan untuk obat-obatan dan perawatannya."

Wajah perawat itu langsung kehilangan pucat. Bibirnya terbuka. Namun tidak ada suara yang keluar.

Ia terhuyung mundur selangkah sambil menatap Miles.

Bisik-bisik langsung menyebar ke seluruh lorong.

"Aku tidak percaya… Dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu?" Perawat itu akhirnya berhasil menemukan suaranya. Namun suaranya lemah dan bergetar.

"A-aku… Aku tidak sungguh-sungguh dengan semua yang kukatakan tadi," katanya terbata-bata sambil berusaha tertawa untuk menutupi rasa malunya. "Aku hanya bercanda. Tentu saja aku tidak benar-benar bermaksud akan mengundurkan diri. Itu hanya sindiran. Kau tahu... hanya untuk mencairkan suasana."

Namun suaranya semakin gemetar setiap kali mengucapkan sepatah kata.

Ia segera berbalik menuju meja resepsionis dan membungkuk ke arah monitor.

"Periksa lagi, mungkin ada kesalahan. Mungkin pemberitahuan itu sebenarnya untuk orang lain. Atau… Mungkin tagihan pasien lain tidak sengaja masuk ke rekening rumah sakit..."

Ia berusaha mencari segala kemungkinan agar pembayaran itu terlihat sebagai sebuah kebetulan, bukan berasal dari Miles.

Suara Miles memotong ocehannya. "Periksa nama pengirimnya."

Perawat itu langsung membeku, tangannya menggantung di atas mouse.

"Tidak perlu diperiksa," katanya dengan gugup.

"Uang itu bisa saja dikirim oleh siapa pun. Mungkin dia hanya kebetulan datang saat uang itu masuk. Hanya kebetulan. Itu saja."

Alasannya kini terdengar semakin konyol.

Semua orang bisa melihatnya, kalau erawat itu hanya tidak mau percaya bahwa Miles adalah orang yang mengirim uang tersebut.

Miles tidak mengatakan apa pun. Ia hanya menatap perawat itu dengan sabar, menunggu wanita itu memeriksa dan memastikan sendiri kebenarannya.

Namun Dokter Tyler sudah muak.

"Periksa nama pengirimnya, Perawat Nora," bentaknya. Bacakan dengan suara keras."

Perawat itu terkejut saat menatap layar monitor. Matanya berulang kali beralih dari Miles ke layar monitor.

"Bacakan," perintah dokter itu sekali lagi.

Kedua tangan perawat itu gemetar saat matanya membaca informasi pengirim. Ia menelan ludah dengan susah payah.

Lalu berbisik, "Miles… Miles Sterling."

Dokter Tyler perlahan menoleh kepada Perawat Nora. "Kau dipecat."

Perawat Nora langsung terengah-engah. Ia berlutut di hadapan Miles sambil memegang erat ujung celana pria itu dengan kedua tangannya.

"Tolong… Tolong, Tuan. Aku mohon… aku hanya… Aku hanya menjalankan pekerjaanku. Tolong jangan biarkan mereka memecatku. Aku tidak sungguh-sungguh. Aku bersumpah, aku tidak tahu… Tolong maafkan aku."

Namun Miles bahkan tidak menundukkan kepalanya untuk melihat wanita itu. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Suara Perawat Nora pecah ketika ia terus memegangi kaki Miles sambil menangis.

"A-aku… Tolong… Aku salah..."

Ia terus terbata-bata memohon belas kasihan.

Tetapi Miles tetap tidak memandangnya.

Setelah beberapa saat, Miles menoleh kepada Dokter Tyler. Tatapannya dingin. "Pastikan operasi ibuku dilakukan hari ini. Kalau terjadi sesuatu padanya karena keterlambatan yang kau sebabkan… kau juga akan kehilangan pekerjaanmu."

Dokter Tyler segera mengangguk. Suaranya dipenuhi rasa takut. "Tentu, segera. Aku sendiri yang akan mengawasi seluruh prosesnya, Tuan Sterling. Tolong… jangan menghubungi dewan direksi. A-aku akan bertanggung jawab sepenuhnya."

Miles tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia berbalik lalu berjalan pergi.

Kerumunan secara otomatis menyingkir, membuka jalan baginya.

Saat Miles tiba di pintu keluar rumah sakit… Ponselnya bergetar. Sebuah pesan baru masuk dari Lily.

Miles menatap layar itu cukup lama tanpa bergerak.

Lalu ia membukanya.

Miles,

Aku benar-benar minta maaf atas caraku memperlakukanmu tadi malam. Aku seharusnya tidak mempermalukanmu di depan Kelvin. Tolong maafkan aku. Aku ingin kau datang bersamaku ke pesta ulang tahun Kelvin malam ini. Aku akan memperkenalkanmu kepada semua orang sebagai suamiku. Aku berjanji. Di depan mereka semua, aku akan memberikan penghormatan yang pantas untukmu.

1
Wega Luna
entahlah jujur jadi agak bosan karena malam pesta butuh berepisode episode,nasib ibunya gimana,,,,
MELBOURNE: sabar guyss tunggu besok lagi
total 1 replies
Was pray
drama muter2nya kesuuuwen... masalah duduk di kursi berlapis emas mbulet gak kelar2
Was pray
bab nya kebalik ya Thor?
MELBOURNE: udah di perbaiki kokk
total 2 replies
Was pray
trik othor untuk mempermalukan miles dua kejadian yg sama, dulu waktu pertama kali memperkenalkan diri sebagai CEO di nexachain dipemalukan Alvaro Krn terpisah dari Laura Krn miles dapat tlpn sehingga mereka masuk ke gedung tidak bmvareng ma laura, sekarang gantian Laura yg dpt tlpn sehg gak bareng Laura lagi doan dipermalukan ma Lily dan Kelvin , kejadian yg super langka selain di novel ini... 🤣🤣🤣
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dibuang kerikil dipungut berlian si miles ini🤣🤣🤣🤣🤣,
Was pray
kenapa gak dilihat dan disita ponselnya Kelvin dan Lily Theo? itu kan bisa jadi bahan penyelidikan... ntar diberikan lagi tapi disadap jadi tau apabila ada aktivitas yg mengarah ke kasus penculikan ibunya miles, polisi amatir nih. .
Was pray
interogasi malah berubah jadi mbahas pesta . salah tempat nih. gak konsekwen
Was pray
katanya miles mau merahasiakan identitasnya sebagai CEO di nexachain KPD lily dan keluarganya...? ini malah ngasih tau Lily secara tidak langsung ... jadi orang kok pkin plan les miles
Was pray
kesuuuweeen....
Rahmawati
berlagak sok
MRYSS
harus nya di BKIN beda kek Ama novel orng" punya bnyk duit kok g mau beli jas trus di pake mlh pura" miskin naiff bngtt
Was pray
miles berikan no tlpn yg digunakan untuk mengancam kepada polisi agar ditelusuri jejak digital oleh pihak kepolisian
Was pray
baru aja miles jadi horanv hebat udah down lagi, diperdaya dengan begitu mudahnya, keluarga CEO dari perusahaan super besar gak ada prioritas pemberian perlindungan keamanan buat keluarganya. seorang CEO pontang panting sendirian menjaga keamanan keluarganya
express
menarik
ghani pro
ide dan alur ceritanya menarik
Was pray
lega kok lemas? seharusnya perasaan lega bikin kuat bukan bikin lemas!
MELBOURNE: sorry² authornya ngantokk🙏🙏🙏
total 1 replies
Was pray
mulai muncul ketegasannya miles, udah bosan baca ketololan dan ketidak berdayanya miles yg jadi bahan cemoohan tapi gak bisa apa2, cuma bengong kayak sapi ompung
Was pray
lagi dan lagi ketololan miles muncul , sehari aja gak dihina orang miles demam
Was pray: iya je... bisa bikin geretan tuh ma miles yg lama loading otaknya... 😄😄
total 2 replies
@Lion_001
bagus ceritanya,saran jangan samoe miles jadi org yg naif kedepannya manfaatkan kekayaannya sebaik mungkin,dn bersikap tegas pada irg yg menhinanya, jikabmiles naif jafi bosan ceritanya. semangat thorr
MELBOURNE: makasih kk🙏🙏
total 1 replies
@Lion_001
lanjut thorr👍
MELBOURNE: ditunggu besok lagi guyss
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!