NovelToon NovelToon
With You Again

With You Again

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa / Tamat
Popularitas:128.1k
Nilai: 5
Nama Author: Indri Diandra

Waktu bisa mengubah segalanya. Termasuk hatiku, karena sering kau abaikan. Kini kau menyesal pun tidak ada artinya.
Pintar dan cantik tidak menjamin untuk kita di cintai, inilah kisah ku yang selalu di rendahkan, begitu banyak kebaikan pun tidak ada artinya dimata mereka. Dan lamanya waktu aku bersama mereka tidak bisa mengubah rasa bencinya kepadaku. Akankah Clara bertahan, atau ia menyerah dan memilih jalan lain.


Menulis apa yang ingin di tulis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri Diandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu orang di masa lalu

Yang terpenting adalah masa kini dan masa yang akan datang.

- ***Clara***-

Aku menelan makanan dengan susah payah. Perutku menolak, tapi aku harus makan. Mas Dimas menyuapiku dengan telaten. "Aku sudah kenyang Mas." Aku menolak suapan berikutnya. Perutku sudah tidak bisa menerima. Dan setelah itu aku berlari ke kamar mandi mengeluarkan makanan yang tadi aku makan.

"Sayang ayo kita ke dokter! aku khawatir dengan keadaan mu." Mas Dimas berucap sambil memijat leherku dan mengoleskan minyak kayu putih.

"Aku tidak apa-apa Mas, mungkin hanya masuk angin saja. Istirahat sebentar pasti sembuh kok."

Mas Dimas menuntunku ke ranjang. Ia terlihat sangat khawatir dengan kondisi ku. Aku bersandar pada headboard ranjang. Mual lemas dan pusing bercampur aduk menjadi satu, dan ini baru pertama kalinya aku mengalami ini.

" Kau ini dari tadi bilang tidak apa-apa tapi kondisi mu lemah begini."

"Aku hanya kelelahan Mas." Jawabku datar.

Ia khawatir tapi ujung-ujungnya akan ada perdebatan di antara kami.

"Baiklah kalau begitu, istirahat lah." Mas Dimas berlalu pergi meninggalkan aku di kamar sendiri.

Di ruang kerja Dimas tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya. Istrinya sakit, tapi kenapa begitu keras kepala tidak mau pergi ke dokter.

"Argh..." Ia tarik rambut nya ke belakang. Kalau biasanya Ia akan marah dengan Clara yang keras kepala. Tapi tidak untuk hari ini, ia tidak ingin kehilangan Clara.

Tok... Tok... " Mas! bolehkah aku masuk?" Suara Ardi dari balik pintu menyadarkan Dimas.

" Masuk!" Dimas sedikit berteriak untuk menyahuti panggilan Ardi.

"Mbak Clara sakit apa Mas? kenapa tidak ikut makan bersama tadi." Ardi berucap sambil berjalan mendekati sang Kakak.

Dimas menautkan alisnya. Ardi datang menemui dirinya hanya untuk menanyakan kabar Clara. Apa dia tidak salah dengar.

" Untuk apa kau menanyakan Clara?"

" Aku hanya khawatir Mas, sepertinya tadi pagi mbak Clara kurang sehat. Dan malam ini Ia tidak ikut makan malam bersama, jadi aku menanyakan nya kepada Mas Dimas."

"Dia itu istri Mas, jadi kau tidak perlu khawatir Ardi." Dimas merasa heran akan tingkah adiknya. Tapi Ia berusaha menampik pikiran buruk yang selalu mengganggu pikirannya sejak kemarin. Ia tahu betul istrinya seperti apa.

"Baguslah kalau Mas sudah perhatian. Jangan sampai nanti Mbak Clara dapat perhatian dari orang lain misalnya aku." Ardi berucap tanpa rasa bersalah, seolah-olah memang Ia menantang Dimas.

Dimas tidak menanggapi ucapan Ardi. Ia tidak ingin debat lagi dengan adiknya tersebut. Sudah cukup untuknya tadi berdebat dengan Mamanya.

***

Saat yang di nanti pun, tiba. Clara dan Meli menjadi perwakilan kantor nya untuk pergi ke Surabaya hari ini.

"Ah... akhirnya sampai juga Clara. Aku lelah sekali." Keluh Meli saat tiba di Surabaya setelah menempuh perjalanan sekitar 50menit menggunakan pesawat.

"Kau ini begitu saja sudah lelah." Ucapku tertawa menanggapi Meli sahabatku.

"Aku lelah ngantuk sekali Clara." Meli menguap beberapa kali. Memang Ia sering begadang.

"Kau pasti begadang membaca novel kan?" Tanya ku kepadanya.

"Iya, aku baca novel baru judulnya rasa yang hilang bagus banget Clara. Ada sedihnya dan ada manisnya juga." Ucap Meli sambil senyum-senyum sendiri membayangkan novel kesukaannya.

"Iya sayangku." Ku peluk Meli dari samping.

"Kita di jemput kan? atau naik taksi?" Tanya Meli.

"Di jemput Mel, nanti namanya Mas Riza yang jemput."

"Syukurlah aku pikir kita di biarkan berkelana sendiri."

"Berkelana? kau pikir kita sedang jalan-jalan. Kita ke sini untuk bekerja Mel."

Meli hanya mengerucutkan bibirnya. Ia berjalan cepat mendahului ku karena sedang kesal.

Kini kami di mobil bersama Mas Riza. Ia adalah team marketing dari cabang Surabaya. " Mbak mau ke hotel dulu atau ke kantor cabang Surabaya dulu?" Tanya Mas Riza.

" Kantor..."

"Hotel..."

Lalu aku dan Meli tertawa bersama.

"Ke kantor dulu sebentar Mas, aku mau menyapa team dari Surabaya dulu."

"Baiklah Mbak."

Tentu saja Meli cemberut dengan permintaan ku. Tapi aku hiraukan, paling dia juga pura-pura saja.

Kami sampai di cabang Surabaya. Kantor Surabaya lebih besar dari yang di Yogyakarta, karena di sini ada pabrik juga. Dan untuk team masing-masing divisi juga lebih banyak.

Aku langsung berjalan menuju divisi marketing.

"Selamat siang Pak? Ini mbak Clara dan Mbak Meli perwakilan dari cabang Yogyakarta Pak." Ucap Mas Riza memperkenalkan kami kepada Pak Ahmad pimpinan kantor Surabaya.

" Halo Pak." Sambil menyalami Pak Ahmad. Begitupun Meli, Ia melakukan hal yang sama.

Kami berbincang sebentar seputar pekerjaan. Pak Ahmad pimpinan yang bijaksana menurut ku. Ada ide-ide yang bahkan aku tidak kepikiran ke sana.

" Baiklah saya permisi Pak! besok pagi kita ketemu lagi." Pamit ku pada Pak Ahmad.

Di sepanjang perjalanan aku hanya melihat Meli yang sedang ngobrol dengan Mas Riza. Sepertinya ada tanda-tanda asmara. Ucapku dalam hati.

Semoga Meli bisa membuka hatinya untuk pria. Aku juga ingin sahabatku bahagia. Sendiri baik-baik saja, namun kalau berdua bukankah lebih baik. Kita di cintai dan saling mencintai. Rasanya akan lebih berwarna.

"Akhirnya aku ketemu kasur Clara." Meli langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk hotel.

"Kau tidurlah! aku mau mandi dulu ya?" Aku langsung berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku.

"Tadi ponselmu bunyi terus aku sampai tidak bisa tidur Clara." Keluh Meli kepadaku.

"Maaf ya Mel."

Aku lihat ada banyak panggilan dari Mas Dimas. Aku memang dari tadi belum menghubungi suamiku.

"Halo Mas? maaf aku baru mengabari, tadi aku sedang mandi."

"Iya, sayang kau sudah makan?"

" Belum, Mas sudah?"

"Belum juga, kau makanlah dulu sayang?"

"Baiklah, nanti aku cari makanan sama Meli."

"Oke, sampai jumpa sayang?"

"Iya."

Aku mengakhiri panggilan dengan Mas Dimas.

"Mel, ayo kita cari makan? aku lapar."

" Makan di hotel atau mau keluar?"

"Di luar saja ya? kita sekalian jalan-jalan dekat hotel.

Aku dan Meli segera keluar dari hotel. Kita menuju ke taman kota Surabaya. Di sana ada berbagai kuliner khas Surabaya.

" Ramai sekali Clara."

" Namanya saja taman kota, pasti ramai lah. Kalau ke kuburan baru sepi Mel."

Kami mencari makanan yang aku inginkan. Aku sendiri bingung dengan diriku yang akhir-akhir ini selalu pilih-pilih makanan.

Kami akhirnya makan nasi pecel khas Surabaya. Dan Meli makan begitu lahap.

" Aku kenyang sekali Clara."

" Kau kan makan banyak sekali, makanya kekenyangan kan. Sudah kita tidur saja besok pagi Mas Riza menjemput kita pagi-pagi."

Pagi ini kami bersiap menuju kantor. Peluncuran produk baru kali ini sangat penting untuk kami. Katanya ada investor penting yang akan ikut hadir dalam acara peluncuran produk baru nanti.

Aku memasuki ruangan besar yang ada di kantor Surabaya. Tiba-tiba jantung ku berdetak lebih kencang. Aku tidak bisa mengalihkan pandangan ku darinya. Apakah ini mimpi? Aku bertemu lagi dengannya setelah sekian lama. Apa ini Tuhan? Kenapa harus sekarang aku bertemu dengan dia lagi.

Aku meyakinkan hatiku. Ia hanya masa lalu dan yang terpenting adalah masa kini dan masa depan ku dengan Mas Dimas.

Terimakasih sudah menyempatkan membaca karyaku 🙏

jangan lupa like dan komen ya...

1
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
Kisah rumtang yang bagus menegangkan. Recomend
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kasian km Clara , sedih bgd ini nasib Fl nya my sweet. smoga km tetep bahagia ya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
hmm drama rumtang yg cukup pelik
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
singgah disini 😁
Ryaici Saristi
mampir kk
🌸🦉•Martabak Manis•🦉🌸
mama mertua tidak bersyukurr
🌸🦉•Martabak Manis•🦉🌸
halah
🌸🦉•Martabak Manis•🦉🌸
anak mama pasti nurut ra
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
walah Clara jangan-jangan kau mulai ada rasa ma si Ardi ini, dah lah ceraikan suami mu nikahilah saja adeknya wkwk ✌️
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
termasuk dirimu kan Di, mas mu memang gak pernah ingin tau perasaan istrinya kayaknya
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
weh si Ardi jangan manas-manasin lah, malah jangan-jangan kau suka ma mba ipar mu ya
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
jawaban singkat padat dan jelas iya saja sudah mewakili semuanya, orang marah ditanyai ya jawabnya iya ja hehe
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
mbak mu kebelet kali tuh wkwk canda canda, mood nya lagi buruk itu makanya cepet-cepet
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
kaget aku kasir jadi kasur ku kira dah sampai dirumah wkwk 😅
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
mood nya si Clara langsung berubah buruk lagi gara-gara kamu Dim, kamu sih jadi suami kenapa gak bisa ngertiin perasaan istri mu sih
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ♉🏫⃟Sᵐᵖ
Nah lo Dimas jawab dengan jujur jangan menipu dirimu sendiri 😤
apakah km. benar2 masih menyukai Clara 😤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sikapmu Dimas bikin Clara bingung 😏
Ney 🐌
lemahhh 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ap trllu baik
Ney 🐌
obat pengalihan,,, sahabat🤗🤗
Ney 🐌
cb sAja,,, kali ajj hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!