NovelToon NovelToon
Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Status: tamat
Genre:Romantis / Berubah manjadi cantik / Selingkuh / Tamat
Popularitas:31.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Danie A

Spil krisan donk. Masih pemula, tulisan masih berantakan🙏
Novel ini mengandung adegan ehem-ehem, yang merasa takut khilaf minggir dulu.


Embun 25tahun, seorang yatim piatu yang dibesarkan di sebuah Panti asuhan. Menikah dengan Danuarta diusia nya yang masih belia. Mereka dikaruniai anak yang cantik bernama Kayla. Keluarga harmonis itu berubah sejak Danu mengkritik penampilan Embun yang dekil.
Tanpa tahu Danu suaminya telah lama berselingkuh. Demi anaknya Embun mencoba bertahan dengan sikap Danu yang semakin menjadi. Namun Embun tetap diceraikan karena dekil.
Embun yang tersulut amarah merubah diri menjadi wanita cantik dan elegan dengan bantuan seorang pria asing bernama Malvin .


Siapakah Malvin? Kenapa dia mau membantu Embun? dan bagaimana reaksi Danu melihat perubahan Embun mantan istrinya itu?

Penasaran? Lanjut baca.
Like, komen, fav, Vote dan Gift nya ya😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap 11 : Membawa luka

"Kamu nggak masak Sayang?" Danu duduk di meja makan, melihat Yura yang sedang menuangkan bungkusan yang dia beli di warung pagi tepi jalan.

"Aku kan kerja mas, mana sempat."beralasan.

"Kayla mana?"

"Lagi mandi tuh!" menunjuk dengan dagunya.

"Oiya mas, Aku ada sarapan spesial buat mas." Yura meletakkan piring kecil dengan tutup diatasnya didepan Danu duduk.

"Apa ini?"penasaran

"Lihat aja." duduk tak jauh dari Danu, berpangku tangan.

Danu membuka tutup itu. diatas piring kecil itu ada sebuah test pack dengan dua garis disana. Bibir Danu terangkat, senyumnya mengembang dan berubah jadi tawa, menatap pada Yura.

Yura mengembangkan senyum lebarnya.

"Kamu hamil?"

Yura mengangguk penuh semangat.

"Aaaa... sayang!" Danu berdiri dan memeluk Yura. Menggendongnya pelan dan berputar. Lalu menghujaninya dengan kecupan, berakhir pada bibir seksinya. memangut bibir itu lama.

Sepasang mata suci itu ternodai lagi oleh pasangan yang belum resmi menikah itu. Mereka masih menunggu akta perceraian Danu yang kini tinggal menghitung hari saja.

Kay, dengan wajah marah dan sedih yang bercampur itu berlari memasuki kamarnya. Bulir kristal keluar dari mata beningnya. Dia membenamkan wajahnya dibantal.

"Ibuuu!!"tangisnya.

_______

"Kenapa Kay?"

"Kenapa wajahmu seperti itu?" Embun mengelus rambut Kay, saat dia baru turun dari motornya sepulang kerja dari resto.

Kay memeluk ibunya erat. Menenggelamkan wajahnya disana.

"Kay? Ada apa?"

Kay menatap sendu ibunya. Kay kembali menenggelamkan wajahnya.

"Apa Ayah memarahimu?"

Kay menggeleng.

"Apa gurumu yang memarahimu?"

Kay menggelang.

"Lalu kenapa wajahmu begitu. Heeemm?"

Kay masih terdiam memeluk ibunya. Dibelakang Kay, agak jauh Embun melihat Catty.

"Ada apa dengan nya?" menggerakkan bibir tanpa bersuara. Catty hanya mengangkat bahunya.

"ayo masuk. Ibu membawa sesuatu. Heemm?"

Embun mengambil beberapa kresek yang terkait di motornya, menuntun Kay masuk. Mengajak Catty serta beberapa anak panti.

Embun membagi Roti John pada masing-masing anak dan pengurus panti. Embun tersenyum melihat wajah-wajah senang dan ceria itu.

"Ramai sekali. Sedang pembagian apa?" Suara yang tiba-tiba muncul di samping telinga Embun, membuatnya terlonjak dan memalingkan kepala ke samping. Malvin berdiri dibelakang Embun dengan sedikit membungkukkan tubuhnya. Bibir mereka hampir bersentuhan.

Embun sedikit menggeser tubuhnya kesamping, Wajah Malvin terlalu dekat, hingga membuat Embun sedikit tak nyaman. Malvin tersenyum lucu menegakkan punggungnya.

"Ini... Ada roti john pemberian dari bos tempat saya bekerja." jelas Embun. "Beliau tau saya tinggal dipanti dan dengan murah hatinya membagi beberapa kotak roti untuk kami. Anda mau?"

"Aku juga dapat?"

"Masih ada lebihan."mengambil potongan roti.

"aaaaa..." Malvin membuka mulutnya.

Embun menatap heran.

"Tangan ku penuh. Aaaaa..." menunjukan tangannya yang masing-masing membawa barang. Sebenarnya hanya tas kerja dan overcoatnya.

Embun menyuapkan roti kemulut Malvin yang terbuka. Malvin menggigit sebagian. lalu mengunyahnya.

"Hmmm... ini enak."

Embun tersenyum hangat.

"Heem... Ini juga laris didepan resto. Kebetulan ada yang jual siang ini."

"Aaaaa..." Malvin membuka mulutnya lagi.

Embun menyuapkan lagi sisa potongan roti Malvin pun ikut memajukan kepalanya. Hingga jari Embun menyentuh bibir Malvin.

Mata Malvin menatap hangat wajah Embun. Membuat gadis itu sedikit kikuk segera mengalihkan pandangan serta tubuhnya. memindahkan kembali potongan roti-roti yang masih ada di atas meja.

Malvin mengunyah rotinya, mata pria itu masih menatap lekat pada Embun.

"Daddy!"

Malvin menoleh, melihat Catty berlari kearahnya. Malvin merentangkan tangannya, menyambut hangat pelukan gadis kecilnya. dengan berjongkok, bertumpu pada kedua lututnya.

"Daddy kapan sampai? kenapa Catty tak tau?"mengerucutkan bibirnya menatap wajah daddy Malvin.

"Baru saja, princess." Malvin mencium pipi putrinya.

"Kenapa Catty nggak liat Daddy tadi."

"Kamu terlalu asyiik main dengan Kay."

"Oohh yaa?"terlihat berfikir."Daddy, ada saus dibibirmu."

"Oh ya? Bersihkan."

Catty mengambil tissu yang ada diatas meja disamping Embun. Mengusap bibir Daddy yang masih tertinggal saus.

"Di pipi mu juga ada saus." Malvin menunjuk pipi Catty.

"Ini salah Daddy."cemberut mengelap pipinya sendiri dengan tissu.

Malvin tergelak. Embun ikut tersenyum melihat Ayah dan anak itu. Malvin menoleh, hingga tatapannya bertubrukan dengan mata Embun. Melihat Embun yang tersenyum manis dari bawah.

"Kamu cantik..." ucapnya beralih memandang Catty."Kalau tersenyum."

Entah pada siapa kalimat itu ditujukan. Catty atau Embun. Embun menunduk kembali pada aktifitasnya. Catty menyambut ucapan Daddynya dengan pelukan , minta gendong.

"Kamu sudah besar Catty sudah 8tahun." ucap Malvin, namun masih tetap menggendong putrinya.

"Kamu makin berat." keluh Malvin berjalan kekerumunan anak-anak.

"Daddy!"bersemu merah. Embun tersenyum lagi melihat ayah dan anak itu. Mata Embun melihat Kay yang termenung agak jauh, melihat menatap Catty dan Daddynya.

Embun berjalan mendekati anaknya.

"Kamu kangen ayah?"duduk disamping Kay,

Kay menggeleng.

"Kenapa wajahmu begitu. heemm?"

"Ibu."

"Iya Kay sayang."

"Ini pertama kalinya Kay iri melihat Catty."menatap jauh Catty yang bermanja pada Daddy. Embun memeluknya.

"Sayang. Kamu masih punya ayah."menghibur anak gadisnya.

"Ayah...." ucapan Kay terhenti melihat mobil ayahnya memasuki halaman panti.

Baik Embun, ataupun Kay terkejut, kenapa Danu bisa ada disini? Bukankah ini belum waktunya pulang kerja?

Danu keluar dari dalam mobil. Ada seorang wanita didalam mobil itu. wanita itu tertinggal disana. Dia adalah Yura.

Danu berjalan dengan sebuah berkas ditangannya. Embun mendekat, begitupun Kay. Namun gadis kecil itu bersembunyi dibalik tubuh ibunya.

"Ada apa mas?"berhenti.

"Ini!"

Danu melempar kasar berkas yang dia bawa kemuka Embun. Embun mengambilnya sebelum jatuh.

Berkas Akta cerai.

"Itu milikmu!"Ucap Danu,"Aku sudah menyimpan bagianku."

Embun tersenyum lucu.

"Mas kemari untuk menyerahkan ini?"

"Tidak! Aku ingin menjemput Kay." Danu mengambil sesuatu dari balik jasnya."Dan menyerahkan ini! Kamu boleh datang. Aku sengaja mengundangmu."senyum licik.

Danu mengulurkan sebuah undangan. Undangan pernikahannya dengan Yura.

"Mas Danu akan menikah?"sedikit kaget.

"Tentu saja. Pria tampan dan mapan sepertiku, sudah pasti dan harus menikah lagi dengan wanita cantik tentunya." Dengan sombongnya Danu menunjuk Yura yang duduk di kursi penumpang.

Yura yang merasa ditunjuk. tersenyum sinis dan keluar dari dalam mobil. Melenggang dengan angkuhnya mendekati Danu, memeluk manja lengannya.

"Dia calon istriku. Dan mama sambung Kay." tersenyum menghina.

Embun tersenyum lucu, matanya sudah mengembun. namun sekuat mungkin dia bertahan agar tak tumpah.

"Selamat ya." tersenyum tegar.

"Ayo mas, kita pulang. Aku tak tahan berada disini."rengek Yura manja.

"Iya sayang. tentu saja."tersenyum.

Danu beralih menatap anaknya yang berdiri dibelakang Embun.

"Ayo Kay. Kita pulang." ajak Danu.

"Nggak. Kay disini saja dengan ibu."

Wajah Danu berubah.

"Kay." menggeram.

Embun berbalik menatap lembut anak gadisnya.

"Pulanglah. Besok kemari lagi,"dengan suara parau.

"Ibu..."Air mata Kay sudah menetes. Memeluk ibunya. lalu berlari kearah mobil Danu, membuka pintu belakang dan masuk.

Embun hanya bisa menatap getir pada anaknya. Namun Embun harus kuat. Tidak ada airmata yang boleh jatuh didepan Danu.

Tanpa mengatakan apapun Danu menyusul memasuki mobilnya, terlebih dahulu membukakan pintu untuk Yura. Mobil silver itu bergerak dan menghilang di belokan halaman Panti.

Embun masih menatapnya. Lututnya tiba-tiba lemas, engselnya seolah sudah lepas. Embun ambruk, sepasang tangan menahannya, tubuh yang hangat menyentuh tubuhnya dari belakang. Embun menoleh.

"You okey?"

Air mata Embun lolos juga. membanjir dan menganak sungai disana.

"Aku bisa membantumu. Membalas mereka."

______

1
Ellya Muchdiana
si Embun kenapa diam aja ditampar, tampar lagi laki2 jahat mantan suaminya itu
Ratna Ningsih
peran embun di sini lembek ..oon banget di hina sama yura ko diam ajah jdi kesal bacanya
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Zur Rosma Said
lanjut bro
Seven8
biang kerok dong
Seven8
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Akbar Razaq
Pak damar dan isyri apa tdk tahu klo Yira adalah pelakor.mungkin itu karmanya
Akbar Razaq
Sudah melihat.pertunjukqn Danu ,Yura dan mamahnya masih saja ingin ketemu Danu.keterlqluqn banget si Kay Tidakah.ia kasihan dan jaga perasaan mamanya
Akbar Razaq
Klo begini ceritanya ya ga papa ya dik ya 😆 soalnya di buang seorang centeng malah dapat rich man.
Akbar Razaq
dasar setan kenapa cuma talak 2 gak 3 sekalian nanggung toh siapa juga yg mau balikan sama yg senentar lagi jadi gembel
Akbar Razaq
aku yah baca yg beginian pasti tenggorokan rasanya kering dada sesak padahal sdh tahu bohongan.Apalagi klo pas sesi ketahuan pake lakinya gampar lagi rasanya aku pingin tiba tiba ada di samping lakinya trus nyekik dia.entahlah rasanya pingin jd super women nya istri teraniayah 🤭🤭
Sunarmi Narmi
Ambil Kay Embun jgan takut tidak bisa membiayai..pasti ada jln..jangan lemah krn Kay anak Mandiri..kasihan Kay klo kmu lemah hati.srmangattt 💪💪💪💪
Sunarmi Narmi
Semoga anak Yura cacat biar kapok..dah tau hamil kok jahat
Sunarmi Narmi
Thor jgan terlalu banyak ciumannya..ngobrol dulu selesaika mslah..jgan nyosorrr trusss
Sunarmi Narmi
Klo kusam gunakan krim mlm krim siang Mbun...pelembab biar kulit kenyal...ini authornya lgi kepingin scinkare ya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sunarmi Narmi
Cuci muka yg bersih Mbun..ngak usah pake scincare..mshal..suamimu lgi gila
Sunarmi Narmi
Klo ada modelan Yura di lingkunganku..lngsung aku masukin karung tak iket buang ke laut...perempuan macam apa anak rindu ayahnya dihalangin...minta digibeng...../Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Angry//Angry/
Rinda
ibuk bodoh, dmn2 klo bercerai ibuk mempertahankan anknya
Seven8
emang
Seven8
Danu... Danu... dr dulu embun cantik, cuma sibuk ngurusin pekerjaan rumah, ngurus anak, gak punya duit buat diri sendiri & perawatan+ makan hati punya suami kaya kamu.. kecantikannya tertutup oleh kerasnya kehidupan yg kamu kasih.
kalo ngarep bisa bersinar yah modalnya jg gede...

modal gak mau tp ngarep dpt istri yg glowing maximal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!