NovelToon NovelToon
My Chosen Wife

My Chosen Wife

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:11.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Putritritrii

Lanjutan Dari Novel Terpaksa Menikah. Sebelum membaca kisah dari Anak - Anak Raka dan Eva beserta sahabatnya. Mohon di baca untuk Season pertamanya.


Sebelum ke sini tolong baca dulu Terpaksa Menikah.

Memilih pasangan yang pas, seperti sang mama adalah keinginginan Rava Atmadja. Banyak keinginan yang ia dasari dari kisah cinta papa dan mamanya, yang bersatu karena sebuah kesalahan. Kesalahan yang menurut sang papa dan juga mamanya, adalah berkat dan kebahagiaan dengan hadirnya, Rava di kehidupan mereka.

.
Karena di Jodohkan oleh sang mama dengan anak sahabatnya, Rava mencoba untuk lari dari kenyataan. Dan berusaha untuk memilih yang terbaik antara pilihan sang mama dan juga pilihannya sendiri. Mari baca dan berikan dukungan kalian. Terima Kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BINGUNG

Sesampainya Rava dan Vara di kediaman Rava, ada yang aneh dari pandangan Vara. Ia sangat mengenali, mobil Sport berwarna orange yang terparkir di depan rumah kakaknya. Sedangkan Rava, ia biasa saja tanpa perduli dengan tatapan Vara terhadap dirinya.

 

“Kak… Enggak salahkan?”

 

“Enggak, tunggu di sini. Kakak akan membukakan  gerbang,”

 

Rava pun turun dari mobilnya dan langsung saja membuka pintu gerbang rumahnya, suara gerbang rumah itu membangunkan si pengemudi yang sebelumnya memilih menunggu dengan merebahkan tubuhnya. Ia keluar dari mobilnya dengan cepat , berlari ingin menghampir Rava. Rava yang tersadar langsung saja berteriak, “Tetap di sana! Kalau kau berani melangkahkan kakimu, akan aku patahkan kakimu!” ketusnya.

 

 

“Kak,Rava!” balasnya sama, dengan wajah sedih khas bapaknya Frans.

 

“Aku tidak main-main, masuk ke dalam mobilmu, lalu parkirkan di dalam garasi.” perintah Rava dengan tegas. Langsung saja, Rava bergegas kembali ke dalam mobilnya, mata Vara dengan tajam menatap pada kakaknya.

 

“Nanti, kakak jelaskan, “ ucap Rava dengan melajukan mobilnya ke dalam garasi mobilnya. Begitu juga dengan Frans, ia mengikuti Rava untuk memarkirkan mobilnya. Dengan cepat, Rava berlari ke dalam rumahnya, sebelum Defan keluar dari mobilnya. Vara tertawa ngakak melihat ulah kakaknya itu. Entah kenapa, dia sangat takut dengan si Defan, karena Defan itu sangat suka  langsung peluk Rava dengan sangat mesra, bahkan sampai mengecup pipi sang Kakak. Karena itu, membuat Vara bisa terkikik sampai mau pipis, Tapi ia tidak segan jika Defan terus mengganggu kakaknya. Vara dengan senang hati akan membantu sang kakak, untuk menimpuk si Defan agar kakaknya terlepas dari jeratan sang sepupu gila.

 

 

“Kenapa kau terus tertawa? Turunlah,” ketus Defan ke Vara yang masih duduk di dalam mobil. Vara pun keluar dan masih menertawai apa yang barusan dia lihat.

 

 

“Ku rasa, kau sudah gila benaran,” ucapmya langsung berjalan masuk meninggalkan Vara.

 

“Woi… anak ingusan, jangan kau ganggu kakakku, kau itu Cuma bisa buat rusuh, Fannnnn.” teriak Vara.

 

Defan tidak menggubris suara teriakan yang dia rasa seperti radio rusak itu, dengan cepat Ia berjalan ke arah dapur, Karena ia memang sangat lapar. Tapi ia kecewa, saat di dapur terlihat sangat sunyi, sunyi enggak ada makanan yang bertebaran di atas meja yang terlihat kosong, tidak ada yang namanya bibi yang sedang menyapa saat mereka masuk.

 

“Sedang apa kau?” Vara mengikutinya ke dapur.

 

“Aku sangat lapar, tapi di sini tidak ada satu pun yang bisa aku makan.” Ucapnya dengan membongkar lemari.

 

“Bukanya kau itu manusia pemakan segalanya? Itu banyak, ada piring kaca, gelas kaca, sabun, ka-“

 

“Kau pikir aku piranha?”

 

“ Loh… kenapa lari ke Piranha? Apa hubungannya?” tanya Vara dengan mengerutkan dahinya.

 

“Entahlah, aku juga tidak tahu! Di mana kakak? Aku mau meminta makan padanya.” balas Defan dengan meninggalkan dapur di ikuti oleh Vara, keduanya berjalan ke arah tangga rumah mewah itu.

 

“Kenapa, kau sangat suka mengganggu kakakku sih?” Vara berjalan tepat di belakang tubuh Defan.

 

“Kak Rava itu  bukan hanya kakakmu saja Vara, tapi kakakku juga. Kau itu kakak perempuanku tapi maaf aku tidak mau mengakuinya.” sambung Defan dengan terikikik.

 

“Wuh.. dasar Lu!, orang enggak tahu diri.” ucap Vara kesal.

 

Sesampainya di atas, Vara langsung saja ke kamar tamu, ia malas mengikuti si Defan menemui kakaknya, ujung-ujungnya pastilah berdebat.

 

 

“Kak Rava,” panggilnya dengan menggedor pintu kamar Rava.

 

“Kak Ravaaaa!” kali ini ia berteriak lebih kencang.

 

“Ribut banget sih lo, wak!." ucap Vara di depan pintu kamarnya. Defan menatap Vara, dan ia kesal sendiri dengan sepupunya itu. “Enggak  usah ngomong ,sama gua! Masuk saja sana!” ketus Defan kesal.

 

Vara menarik nafas dan menggelengkan kepalanya, kemudian ia langsung saja masuk kembali, Defan memang suka membuat kesal dan mampu merubah mood dalam hitungan detik, pikir Vara. Defan kembali memanggil Rava, hingga pintu terbuka. Dengan cepat ia masuk dan Defan mengejar Rava serta memuluknya dari arah belakang.

 

“Kau ini! Lepaskan aku! Ada saja tingkahmu, Defan.” Ketus Rava dengan meronta. Tubuhnya yang barusan usai mandi dengan rambut setengah basah menambah gairah Defan untuk membuat kakaknya marah.

 

“Kak, Defan sangat merindukan kakak. Kenapa kakak terus mengabaikan Defan?” tanya nya dengan pura-pura menangis.

 

“Baiklah Defan, sudah lepaskan kakak. Kau itu bau, mandi sana.” Perintah Rava.

 

“Wajar kak, Defan kan baru pulang main Basket.” jawabnya dengan menyunggingkan senyum.

 

“Asataga.. pantesan saja kau sangat bau! Aku akan menjadi bau jika kau terus memelukku, Defan! sudah sana ke kamar mandi kamarmu!” ketus Rava menolak Defan.

 

“Aku sangat lapar, kak.” katanya dengan sedih.

 

“Sudah sana mandilah, kakak akan memesan Delivery untuk kita bertiga.”

 

Wajah Defan berubah senang dengan mata yang berbinar dan dengan senyuman menghiasi bibirnya, “Iya… sudah sana,” jawab Rava seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

 

Dengan perasaan senang, Defan pun berlari ke kamarnya dan melakukan yang di perintahkan oleh Rava, Rava sendiri mengambil ponselnya dan memesan makanan yang mereka sukai. Seusai memesan makanan, Rava berjalan kearah kamar sang adik.

 

“Sayang, apa kau di dalam?” panggil Raka seraya mengetuk pintu kamar Vara.

 

Tak lama , pintu itu terbuka. Tampak wajah lelah si Vara yang tadinya sedang rebahan dan hampir tertidur.

 

“Ada apa kak?” tanya Vara dengan malas.

 

“Boleh kakak masuk?" Rava berjalan masuk tanpa menunggu jawaban sang Adik.

 

“Tentu boleh, ini kan rumah kakak.”

 

“Rumahmu juga,” ucap Rava sambilan duduk di  pinggir ranjang.

 

“Ada apa, Kak?” tanya Vara dengan menggaruk kepalanya.

 

“Kau, tidak ingin berkata sesuatu?” tanya Rava dengan menatap serius ke Vara.

 

“Berkata apa kak?” jawabnya heran.

 

“Ya..tentang temanmu yang jahat itu.” ucap Rava lagi.

 

“Ooo..kan Vara uda katakan ke kakak. Vara enggak akan cerita tentang apapun ke kakak lagi. Karena vara mau menjadi anak yang tidak menyusahkan orang lain.”

 

“Tapi aku ini kakakmu,  bukan orang lain sayang.” tatapan sendunya menatap wajah adik semata wayangnya.

 

“sama aja kak, Vara enggak mau menjadi beban kak Rava.”  balas Vara dengan wajah sendu.

 

“Tidak akan sayang, sampai kapan pun, Vara tetap akan menjadi bagian hidup kakak. Walaupun kakak sudah menikah nantinya.”

 

“Kakak,” balas nya mendekati Rava dan memeluk sang kakak.

 

“Jangan seperti ini, kau sama saja dengan si Defan.” Rava melonggarkan pelukan sang adik manjanya.

 

“Yeee… giliran kakak di peluk sama ceweknya aja mesra banget malahan kagak mau di lepas.” jawabnya melepaskan pelukannya.

 

“Wah… Kenapa adikku sangat pintar sekali,”kata Rava dengan tertawa kaku.

 

“Oh ya, Kak. Vara dapat teman baru, pelayan di Cafe tadi semuanya membantu Vara mengusir, Zahra dan teman-temannya.”

 

“Benarkah? Apa yang mereka lakukan untukmu?” Rava penasaran, dia menatap wajah sang adik dengan serius.

 

“Hemm... tadi salah satu pelayan Cafe bernama Alice, dia sengaja menumpahkan air putih ke dress mininya Luna, sontak Luna meradang, Dengan suara keras dia memaki Alice dan  kakak tahu, Alice sangat pintar melawan Luna.Vara kagum dengan wanita seperti itu, Vara mau seperti itu kak. Menjadi wanita tangguh seperti mama." ujar Vara dengan menengadah ke atas seakan mengingat sang mama.

 

“Jangan banyak bermimpi, jadila dirimu sendiri.” Rava mengusap wajah Vara dengan tangannya.

 

“Kakak…” ucapnya dengan manja, Rava tersenyum.

 

 

Drrrrtttttt…Drrrtrttttttt…

suara getaran ponsel Rava terdengar di atas ranjang Vara, ia mengambil cepat dan ia pikir itu petugas pengantar makanan yang ia pesan tadi.

 

 

“Hallo Nad,” ucap Rava di balik ponselnya.

 

“Tuan… yang anda perintahkan ke saya tadi pagi, sudah di terima langsung oleh Nona Renata, sesuai jam di Jakarta.” Jawab Nadia, Sekretaris Rava.

 

“Baiklah Nad, Terima kasih atas bantuannya.” balasnya ke Nadia.

 

 

Seusai Rava memutus sambungannya, ia membuka aplikasi pesan singkatnya, tetapi tidak ada  pesan dari orang yang ia tunggu. Vara melihat ke kakaknya merasa penasaran , saat wajah kakaknya berubah dan terus melihat layar ponselnya, “ Ada apa Kak?” Vara mendekatkan tubuhnya di samping Rava.

 

 

Rava melirik ke Vara dan tersenyum, “Enggak apa-apa.” jawabnya mengacak rambut Vara.

 

Vara menatap tajam dengan kening yang di kerutkan, “Kak Rava… jangan bohong sama adikmu. Kalau kakaknya saja tukang bohong, bagaimana dengan adikmu kak?” tanya Vara dengan wajah seriusnya.

 

 

“Hemmm… kenapa kau semakin pintar saja, kakak lagi bingung sayang, kak Renata sedang sakit. Tapi dianya enggak ada ngabarin ke kakak, kau tahu kan bagaimana doirinya.” jawabnya dengan senyum yang merona.

 

Vara menatap sendu ke kakaknya, “Kak, sebenarnya kakak suka enggak sih dengan kak Rena?” tanya Vara dengan serius.

 

Drtttttt….Drttttt…Drttttt…

Getar ponsel Rava kembali bergetar dan ternyata, panggilan dari pengantar makanan.

 

“Sayang, kakak ke bawah dulu. Kamu bersiaplah, kakak akan mempersiapkan makan malam kita.” ucap Rava, seraya beranjak dari ranjang, tanpa menjawab pertanyaan Vara.

 

 

“Dih kakak, sebenarnya aku suka bingung dengan kakak, kakak itu suka apa enggak sih dengan kak Renata?”

 

 

“Ya suka dong, “

 

 

BERSAMBUNG.

*******

Mana Like, dan Votenya. Jangan malas-malas ya anak mommy semuanya, mommy sayang kok sama kalian. emuaaaaccchhhh ^_^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1
Fatim Ummu Ayes
ciri khas frans banget ni si defan....😁😁😁😁
Fatim Ummu Ayes
bebal bnget si vara nih... jadi pengen getok kepalanya....
Fatim Ummu Ayes
kok q brasa cosplay jadi renata ya thos... sakitnya nyesek bangetttttt.....
Fatim Ummu Ayes
apakah nanti si zyan yg bikin rava cemburu na dia suka renata...?
Fatim Ummu Ayes
q nyangkax di awal si alice yg bkaal jadi pembantu di rumah rava🤭🤭🤭
Fatim Ummu Ayes
kok aku bacanya kayak bakal ada sakit"nya ya thor... secara q tim renata yg tetep swtia cintanya ke rava.. meskipun rava dah pernah khianat ma vanesa... masak iya sekrang mo khianat ama alice lagi...
❦վαղղí❦
tiba2 kangen pengan baca lagi,,novel favorit aku,,padahal bukan pertama baca tapi ttp mewek..☺️
Ema Sham
good 👍👍👍
Mohammad Ryan Haisy
bagus
VEI
🤩
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
numpang lesehan bentar kak 🙏🏻🤭
A⃟🍏 ⍣⃝Sɾყ✪ƚҽɾʂҽɳყυɱ🖋️🎗️🌼
kukira akan ada season berikutnya ternyata judul baru,,siap meluncur lah 😉😉
Entin Fatkurina
siap meluncur.
Putritritri IG: @_putritritrii: Makasih kk :)
total 1 replies
Wayan Raningsih
Hai Kak Put apa kabar? /
terima kasih krn masih mau menulis cerita untuk kami di sini 😍😍
Putritritri IG: @_putritritrii: Hehwehe puji Tuhan sehat kak. Mampir ya kak 🤗
total 1 replies
༄༅⃟𝐐✰͜͡w⃠🆃🅸🆃🅾ᵉᶜ✿☂⃝⃞⃟ᶜᶠ𓆊
waaoooo kayaknya kereeen
Putritritri IG: @_putritritrii: Mampir ya kak 🤗
total 1 replies
Jumriana
semangatt kakak 😍😍😍
Putritritri IG: @_putritritrii: Makasih kak. Mampir ya 🤗
total 1 replies
Diana Hartati Tampubolon
hadirrrrr
Putritritri IG: @_putritritrii: Wah masih ada yg baca. Mampir ya kak 😍
total 1 replies
Mamaya Mamafaren
ya
Pratiwi Mulyani
lho belum
sarah Nhk
novel terbaik yg aku baca d noveltoon..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!