NovelToon NovelToon
Bernafas Tanpamu

Bernafas Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Udara terasa berbeda hari itu lebih berat, lebih sunyi. Ia mengucapkan sebuah kalimat yang telah lama ia simpan, berharap waktu masih cukup untuk mendengarnya kembali.

Tak ada balasan.

Hanya diam yang terlalu lama untuk diabaikan.

Detik demi detik berlalu tanpa perubahan, seakan sesuatu telah bergeser tanpa bisa dikembalikan. Kata cinta itu menggantung, tidak jatuh, tidak pula sampai, meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab.
Apakah kejujuran memang selalu datang terlambat?

Atau ada perasaan yang memang ditakdirkan untuk tak pernah didengar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Velvet Threat

Suasana di dalam "The Vintage Page" mendadak berubah menjadi medan pertempuran yang mencekam setelah kepergian Adrian yang merasa tidak enak hati. Liora berdiri dengan tangan mengepal di samping meja kasir, sementara Leo yang baru saja keluar namun kembali lagi karena emosinya belum tuntas berdiri di depan pintu yang tertutup, menghalangi cahaya matahari yang masuk.

​Jacob berdiri di luar, memandang melalui kaca jendela dengan helaan napas panjang. Ia tahu bosnya sudah kehilangan akal sehatnya.

​"Apa lagi, Leo? Belum puas Anda mempermalukan saya?" suara Liora bergetar, bukan karena takut, tapi karena amarah yang sudah mencapai ubun-ubun.

​Leo melangkah maju, sangat lambat, hingga ia berdiri tepat di hadapan Liora. Ia tidak berteriak, namun suaranya yang rendah justru jauh lebih mengerikan. "Jangan pernah berpikir untuk membawa pria itu ke dalam hidupmu lagi, Liora. Aku tidak suka berbagi apa yang sudah masuk ke dalam lingkaran pengaruhku."

​"Saya bukan milik Anda! Saya bukan properti Caelum Empire!" balas Liora berani.

​Leo menyeringai, sebuah senyum predator yang tidak mencapai matanya. "Kau tinggal di rumahku.

Kau makan dari meja ibuku. Secara teknis, setiap sel di tubuhmu adalah tanggung jawabku. Jika aku melihat pria itu mendekatimu lagi, aku akan memastikan karir akademisnya berakhir besok pagi. Satu telepon dariku, dan dia tidak akan pernah bisa mengajar bahkan di taman kanak-kanak

sekalipun."

​Liora terkesiap, wajahnya pucat pasi. "Anda... Anda gila. Anda akan menghancurkan hidup orang yang tidak bersalah hanya karena ego Anda?"

​"Aku sudah pernah melakukannya padamu, bukan? Jangan uji batas kesabaranku, Liora," ancam Leo. Ia mendekatkan wajahnya, menghirup aroma sabun murah Liora yang entah kenapa mulai membuatnya ketagihan. "Jangan mencoba menjadi pahlawan bagi pria lemah itu. Tetaplah menjadi asisten penurut di rumah Ibu, dan mungkin aku akan membiarkannya tetap memiliki pekerjaannya."

​Leo berbalik, namun sebelum keluar, ia memberikan satu kalimat terakhir yang menghujam jantung Liora. "Ingat, Liora. Kau adalah sampah yang aku temukan di jalanan. Dan sampah tidak berhak memilih siapa yang boleh memungutnya selain pemilik tempat sampahnya sendiri."

​Liora berdiri mematung, menatap punggung Leo yang menjauh. Di luar, ia melihat Jacob memberikan tatapan iba padanya sebelum masuk ke mobil mengikuti Leo. Liora menyadari, meskipun ia kini tinggal di mansion, ia sebenarnya hanya pindah dari satu neraka ke neraka yang lebih mewah. Leo tidak akan pernah membiarkannya bernapas dengan tenang selama pria itu masih merasa memiliki hak atas penderitaannya.

​"Bagi Leo, mengancam orang lain adalah cara termudah untuk membuktikan bahwa ia masih memegang tali kekang di leher Liora."

​"Liora baru menyadari bahwa kemiskinannya dulu adalah penjara fisik, namun obsesi Leo kini adalah penjara bagi jiwanya."

​"Leo mencondongkan tubuhnya, membiarkan bayangan tubuh tegapnya menelan sosok Liora sepenuhnya. Tatapannya tidak lagi sekadar dingin, melainkan menyimpan kegilaan yang posesif.

Baginya, Liora bukanlah orang bebas yang bisa menentukan arah langkahnya sendiri; Liora adalah bidak catur yang telah ia kunci dalam papan permainannya, di mana setiap gerakan keluar berarti kehancuran bagi siapapun yang berani mengulurkan tangan."

​"Ancaman Leo bukan tentang rasa takut akan kehilangan Liora, melainkan tentang ketakutannya kehilangan objek yang bisa ia sakiti."

Poor liora 🥺

1
brawijaya Viloid
Thorr update setiap harii bintang 6 untuk author 🥰🥰
Ra H Fadillah: "Wow, terima kasih atas rating bintang 5 nya 💞! 🙏 Rasanya senang banget ceritanya bisa menyentuh hati kamu. Kalau penasaran dengan kisah lain yang penuh emosi dan drama, aku baru saja merilis ‘Breathing Without You’. Siap-siap terbawa perasaan, ya!"
total 1 replies
Anonymous
mo nangiss bgt wajib baca sihh 😢
Anonymous
jgn ngagantung dong authro plis 😭
Anonymous
awas menyesal leo 🥺
Anonymous
seru bgt mo nangisss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!