Zara gadis cantik yang merasakan patah hati karena cinta pertama dalam hidupnya telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Baba atau Ayah Zara meninggal dunia karena penyakit jantung.
Belum usai masa berkabungnya, kini gadis malang itu harus kembali merasakan patah hati untuk ke dua kalinya.
Serkan Sayisman, pria yang selama 3 tahun ini mengisi hari-harinya telah memutuskan hubungan mereka yang abu-abu karena kesenjangan sosial yang jauh.
Zara memilih pulang ke negara asal Ibunya dan memulai hidup baru disana berharap bisa dengan cepat melupakan Serkan.
Jantung Zara berdetak kencang kala menatap pria berwajah tampan dan manis yang berdiri di depannya.
Angga Adnan Prayoga,
pria misterius dengan sejuta pesona yang mampu menggeser posisi Serkan di hati Zara.
Namun, Zara harus berjuang keras saat Angga mengatakan;
"Apa kau siap mengetahui siapa diriku yang memiliki orientasi BERBEDA?"
Deg!!
Perjalanan cinta Zara Khayatian Al Rasyid mengejar cinta Angga Adnan Prayoga di mulai!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NalaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
At the First sight
...Apa ini?...
...Jantung ku......
...Kenapa dengan jantung ku?...
...Ku rasa aku harus ke dokter jantung....
Di sebuah apartemen,
Angga sedang menatap laptop dan memeriksa kegiatan apa saja yang di lakukan organisasi bawah tanah yang di pimpinnya.
Selain mengabdi kepada keluarga Jarvis, organisasi bawah tanah yang di pimpin oleh Angga ini juga bekerja kepada para konglomerat yang membutuhkan jasa pengawalan, penagihan juga keamanan. Dari situlah Angga menggaji anak buahnya dengan nominal tinggi dan jaminan kesejahteraan untuk keluarga mereka, karena pekerjaan yang di lakukan sangat beresiko tinggi.
Saat sedang fokus di ke laptopnya, ponsel berharga 25 juta itu berdering.
Kring....
"Halo, ada apa?"
"......"
"Apa???"
"......"
"Oke, gue kesana. Loe tenang dulu,"
"....."
Tut.
Angga langsung mengambil jaket dan kontak mobilnya dan bergegas turun ke basemen.
Blam...
Pintu mobil tertutup dan Angga langsung memacu kuda besinya secepat mungkin agar bisa segera sampai di tempat tujuannya.
Tit.. tit..
"Halo, loe lacak ponsel gue sekarang. Dan loe langsung ke lokasi gue berada."
"....."
Tut.
Angga terus memacu kuda besi seharga 3,5 Milyar itu seperti orang kesetanan, banyak klakson di bunyikan untuk dirinya yang begitu ngawur mengendarai mobilnya dengan sering menerabas rambu lalu lintas.
15 menit kemudian,
Angga telah sampai di parkiran rumah sakit dan langsung berlari ke ruang operasi.
Tap ...
Tap...
Angga melihat El duduk bersimpuh di depan pintu ruang operasi dan menangis terisak. Hati Angga sangat sakit dan perih melihat orang yang di cintainya sedang kacau dan bersedih.
Angga berjongkok dan memeluk El yang terus
menangis. El membalas pelukan Angga dan menumpahkan kesedihan yang khawatir kepada Sarah istrinya yang berjuang di meja operasi karena di dorong oleh Windy hingga mengakibatkan Sarah di operasi untuk menyelamatkan kandungannya yang berusia 8 bulan. (cerita Sarah dan El ada di novel "HARUSKAH KEMBALI?") lanjut!
"Gue takut terjadi apa-apa sama istri gue,Ngga. Gue nggak mau dia kenapa-napa, gue takut." Angga menahan air matanya agar tidak tumpah, saat mendengar dan melihat pria yang di cintainya dalam diam terus menangis dan mengadu ketakutannya kehilangan istrinya. Bila di bilang cemburu sudah pasti iya, namun Angga mengesampingkan hal tsb karena nyawa Sarah dan bayinya jauh lebih penting ketimbang perasaannya.
"Sarah wanita kuat, dia pasti bertahan buat kita semua, terutama loe. Loe harus tenang dan sebisa mungkin mengontrol emosi loe, berdoa aja menurut keyakinan loe gue yakin Sarah akan baik-baik aja. Lalu siapa yang melakukan ini semua?" Tanya Angga sambil terus mengusap punggung El.
"Istri dari mantan suami Sarah, wanita jal*ng itu mendorong tubuh Sarah, hingga membentur kursi besi dengan keras, gue lihat sendiri tapi gue telat nyelametin Sarah," ucap El menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa Sarah.
"Brengs*k!!!!! Loe tunggu disini, gue yang akan urus ini semua sama Delon. Gue pastiin wanita sialan itu akan menerima akibat yang setimpal," jawab Angga dengan berapi-api.
"Gue percaya sama loe, makasih Ngga." Angga mengangguk dan membantu El berdiri agar duduk di kursi tunggu yabg ada depan ruang operasi.
"Loe harus kuat, kalau loe lemah siapa yang akan menjaga dan menghibur Sarah, hemm? Ayo hapus air mata loe dan kuat untuk Sarah dan anak loe," ucap Angga memberi semangat kepada El walau hatinya harus menahan sakit karena melihat El begitu hancur.
"Iya Ngga. Gue terlalu takut, makasih loe selalu ada buat gue." Angga benar-benar terharu mendengar El mengatakan hal itu, walau hanya kata sederhana sudah cukup membuat Angga berbunga-bunga.
"Gue pergi dulu, loe harus kuat oke?" El mengangguk dan Angga langsung pergi dari hadapan El.
Angga berjalan setengah berlari keluar dari rumah sakit menuju mobilnya.Ternyata Delon sudah berada di samping mobil Angga menunggu Angga.
"Kamu cari wanita ini," Angga menunjukkan foto Windy kepada Delon.
"Oke," jawab Delon singkat dan langsung pergi meninggalkan Angga di parkiran mobil.
"Sekarang, giliran mantan suami Sarah yang akan aku cari. Laki-laki macam ta* nggak bisa jaga istri tol*lnya agar tidak berulah," monolog Angga.
Angga langsung tancap gas guna pergi mendatangi rumah Nendra. Angga akan membuat perhitungan dengan pria itu, karena sudah membuat nyawa Sarah dan anak yang dikandungnya terancam.
Angga yang sudah biasa dengan pekerjaan seperti sangat mudah menyelesaikannya. Mulai dari urusan hukum dan prosesnya, namun kali ini Angga menyerahkan semuanya kepada Delon. Karena Angga harus terbang ke kota pahlawan menjemput Ami Ika dan Nyonya Rosie.
Angga sudah mendarat dengan selamat menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Jarvis.
Angga yang sudah di tunggu anak buahnya langsung pergi menuju rumah Ami Ika.
Sampai di rumah Ami Ika,
Tok ...
Tok ...
Ceklek,
Deg!!!!!
"Apa ini? Mata ini?
Hangat dan menenangkan saat lama-lama menatapnya. Warna coklat jernih membuat
hati ku merasakan getaran yang kuat kala menatapnya. Cantik dan polos," batin Angga begitu kagum menatap mata indah di depannya.
"Cari siapa ya?" Tanya gadis bermata indah itu.
Hening..
"Halo, mas!! Cari siapa?" Tanya gadis itu lagi.
"Ooow maaf, saya Angga. Saya ingin bertemu Ami Ika," jawab Angga terus menatap gadis itu.
"Siapa, Ra tamunya?" Tanya Ami Ika yang sudah berada di belakang gadis itu.
"Ami..." Ucap Angga memanggil Ami Ika.
"Angga sayangnya Ami!! Ayo masuk, tumben kesini?" Jawab Ami Ika langsung menggandeng tangan Angga untuk masuk ke dalam rumah.
"Ada hal penting yang harus Angga sampaikan. Nenek ada ?" Tanya Angga.
"Ada kok, di dalam lagi santai aja. Eeehh sampai lupa, Ngga ini kenalin namanya Zara dia masih saudara Jauh Ami dan dia tinggal di sini trus kerja di kantor El," ucap Ami Ika memperkenalkan Zara kepada Angga.
"Hii gue Angga," Angga mengulurkan tangan kepada Zara.
"Hi juga Ka, nama saya Zara Khayatian Al Rasyid senang berkenalan dengan Kaka," ucap gadis manis itu dengan riang sambil membalas uluran tangan Angga.
Deg .. Deg ...
Apa ini???
Hati ku bergetar kuat saat telapak tangan lembut dan hangat itu menyentuh tangan ku.
Perasaan apa ini ?
Ini hampir sama seperti aku berdekatan dengan El.
Tidak mungkin kan aku jatuh cinta kepada gadis kecil ini? Atau aku hanya kagum?
Aah.. aku harus memastikan perasaan apa ini.
"Nama yang cantik. Gue juga senang bisa berkenalan sama loe," jawab Angga tersenyum.
"Zara sayang, minta Mbok Narsih buat minum ya? Ami mau mengangkat cookies yang Ami buat. Nanti langsung di antar ke ruang tengah," titah Ami Ika dan langsung dilaksanakan oleh Zara.
Angga mencuri pandang ke arah Zara yang berjalan meninggalkan dirinya dan Ami Ika. Angga sampai memegangi dadanya yang berdetak kencang saat bertemu.
Apakah Angga jatuh cinta kepada Zara?
Tbc .
.malu sm hijab mu..tdk tau adab..
😃😃😃