NovelToon NovelToon
Titipan Mata Arwah

Titipan Mata Arwah

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Horor / Tamat
Popularitas:132k
Nilai: 5
Nama Author: RN

kisah horor mendebarkan yang penuh dengan pemicu Adrenalin. Kisah ini menceritakan balas dendam seorang arwah gentayangan bernama Hapsari lewat tubuh Dira manusia yang baru dikenalnya tapi memiliki kemampuan melihat arwah.

Perjanjian antara Dira dan Hapsari mendekatkan Dira pada Dika mantan Hapsari selagi masih hidup.

Rasa cinta yang dimiliki Hapsari ternyata masih tidak bisa merelakan Dika ada di samping wanita lain.

Keinginan Hapsari adalah membalas dendam atas kematian nya dan mencari tahu siapa pembunuhnya dan itu semua harus Dira temukan.

Bagaimana petualangan Dira dalam mencari pembunuh Hapsari dan mengapa saa kot bersentuhan dengan Dika semua arwah tidak bisa Dira lihat ada apa dengan Dika.

JANGAN MEMBACA SENDIRIAN Di SAAT MALAM!!

UP JUM'AT INSYA ALLAH

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Beda Alam

..."Jangan kau pikir cepat untuk aku menghapus namamu Yang Terukir Indah di hatiku. karena itu salah"...

...~Dika~...

LIKE FAVORIT KOMENTAR NYA KAKAK 🙏

...~~~~~~~~...

Dika berbaring di bangku taman belakang sekolah, tempat di mana dulu Dia selalu menghabiskan waktu bersama Hapsari. Perjalanan cinta mereka selama 2 tahun begitu penuh kenangan indah dan juga berkesan.

Sulit bagi Dika untuk melupakan Hapsari atau perasaan cintanya. Dika memejamkan matanya ada air yang mengalir di kedua pelipisnya.

"Mine, Gue kangen sama Elu. Gue kangen banget sama Lu Mine. Apa Lu juga ngerasain perasaan yang sama dengan apa yang Gue rasa saat ini?" bisik Dika dengan suara parau.

"Kenapa Lu pergi tanpa pesan kenapa Lu hilang mendadak tanpa jejak, apa Lu nggak bahagia ada di samping Gue. apa Gue salah sama Lu Mine." ratap Dika cowok yang biasanya cool kuat dan penuh percaya diri saat ini Dia terlihat sangat rapuh.

"Mungkin cuma Gue yang merindukan Lu, meneteskan air mata, dan berharap bertemu secepatnya." bisik Dika membuat arwah Hapsari yang berdiri tepat ada di sampingnya ikut meneteskan air mata di pipi putih pucat piasnya.

"Sedalam itukah perasaanmu padaku Mars, hingga membuat hatimu begitu perih akan ketidak hadiran ku. Tapi kenapa engkau sekarang bisa berjalan dan tertawa di samping cewek lain apa arti itu semua?" ucap Hapsari dengan mata tergenang tampak sekali kecewa yang sangat jelas di raut wajahnya.

"Gue mungkin sekarang ada di samping cewek lain karena Gue butuh pelarian. Tapi hati Gue nggak pernah bisa ngelupain Lu Mine, hati gue nggak pernah bisa terima kalau ada cewek lain di samping Gue dan semua pikiran gue masih sama Lu." Dika kembali berbisik suara parau nya terdengar miris ditelinga siapapun yang mendengar.

Hapsari jongkok dia menatap wajah tampan di depannya yang berlinang air mata, tangan Hapsari mencoba untuk mengusap wajah tampan itu namun tidak bisa disentuh.

"Aaaaaaa!" teriak Hapsari kesal tapi tak ada seorang pun yang mendengar.

Beda dunia dan alam membuat jarak mereka dekat tapi teramat jauh, Tak ada dinding tapi tak bisa saling bersentuhan. Hapsari tertunduk menangis.

"Hiks hiks hiks hiks, Kenapa jadi seperti ini. Bagaimana aku bisa meninggalkan dunia ini dengan ikhlas kalau orang yang kucinta hidupnya sangat menderita." ratap Hapsari.

Keduanya menangis tapi tidak bisa saling menghibur keduanya larut dalam kesedihan tapi tidak bisa saling menguatkan.

"Dira! Aku harus menemui Dira cuma dia yang bisa jadi penghubung antara Aku dan Mars." gumam Hapsari lalu arwah itu menghilang dalam sekejap.

***

Di kelas IPS XII 2.

"Ra, Lo beneran udah baik-baik saja?" tanya Nisa khawatir sambil memandang wajah Dira yang masih terlihat pucat dan lemas.

"Iya, Gue udah gak papa kok." jawab Dira menyandarkan tubuhnya di kursi tapi tatapan matanya jelas terlihat ada yang mengganggu pikirannya.

"Ada apa Ra?" tanya Nisa melihat wajah Dira terlihat gelisah.

"Apa- ada yang ganggu pikiran Lu?" tanya Nisa menebak.

"Cerita nggak ya tentang mayat Hapsari yang ada di dalam Tong itu sama Nisa. Aduh ya Allah! Kenapa jadi bingung gini." batin Dira sambil menghela napas dan memejamkan matanya.

Hal ini memancing kecurigaan dan rasa penasaran Nisa kepada Dira, Nisa yakin Dira menyembunyikan sesuatu.

"Kita sahabatan kan Ra? dan kalau sahabat enggak ada yang disembunyiin satu sama lain. Gue yakin saat ini Lu lagi nyembunyiin sesuatu sama Gue," ucap Nisa menatap Dira lekat-lekat.

"Hapsari- Gue tau dia ada dimana Nis." sahut Dira pelan takut suara nya terdengar murid lain.

"Hah? Lo tau dia di mana Ra?" Nisa semakin bersemangat dengan teka-teki kematian Hapsari.

"Iya. Sebetulnya tadi pagi pas Lu ikuti Gue ke perpus itu Gue lagi-" Kata-kata Dira terpotong.

Blusss

Arwah Hapsari kembali masuk kedalam tubuh Dira wajah cerah seketika berubah pias, sorot matanya kosong Dira beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Nisa yang tercengang dengan perubahan Dira yang tiba-tiba.

"Dira! Lu mau kemana?" tanya Nisa tapi Dira menghiraukannya, dia tetap berjalan mengarah ke taman belakang.

Nisa hendak mengejar Dira tapi di pintu masuk kelas Nisa berpapasan dengan Bu Ida guru MTK dan Nisa pun mengurungkan niatnya untuk mengejar Dira dengan wajah kecewa.

"Kurang gercep Gue." gumam Nisa kesal dan kembali duduk di bangkunya.

"Siapa yang belum masuk kelas? Dika Ke mana ada yang tahu?" tanya Bu Ida mencari murid kesayangannya yang tak tampak.

"Mungkin masih di toilet Bu." jawab Agung asal jawab.

"Kumpulkan PR nya minggu lalu." perintah Bu Ida.

"Minggu lalu emang ada PR Bu?" tanya Hans pada Cilla yang duduk di samping nya.

"Mana Gue tau, kan selasa kemarin Gue libur." jawab Cilla sambil mengangkat kedua bahunya.

"Selasa kemarin Gue masuk apa libur sih?" tanya Hans kepada dirinya sendiri bingung.

"Bu Ida maaf, bukannya hari Selasa kemarin tanggal merah Bu?" tanya Agung ragu-ragu

Pertanyaan Agung membuat murid lain melihat kalender di hp-nya.

"Masa? Emang iya?" jawab Bu Ida bingung juga.

Bu Ida lalu melihat kalender di hp-nya dan ternyata benar Selasa kemarin adalah libur nasional.

"Oh iya. Hehe maaf Ibu Lupa." sahut Bu Ida sambil tertawa.

"Faktor U, harap di mengerti." ucap Bu Ida lagi di sambut gelak tawa seisi kelas.

"Bukan faktor "U" Kali Bu, tapi faktor kebanyakan akrab sama angka dan rumus." celetuk Agung membuat yang lain tertawa.

"Dah, sekarang kita lanjut pelajaran berikutnya." ucap Bu Ida serius.

***

Di taman belakang sekolah.

Dira yang tubuhnya telah dirasuki oleh Hapsari berjalan mendekati Dika di tangan kanannya memegang sebotol lemon tea rasa leci dingin minuman kesukaan Dika

"Mars." desis Dira saat jarak keduanya semakin dekat.

Dika masih terbaring sambil menekuk satu kakinya, menjadikan tangan kanannya sebagai bantalan kepala yang satu tangannya lagi menutupi mata dari silau sinar matahari yang menembus di daunan pohon pinus.

"Aku datang menghiburmu Mars." bisik lembut suara Dira hampir tak terdengar.

Apakah Dika sedang tertidur atau tidak tapi semakin Dira mendekati Dika, tubuh Dika tetap tak bergerak. Dengan perlahan Hapsari yang ada di dalam tubuh Dira mengulurkan tangannya yang memegang lemon tea dan menempelkan di pipi kiri Dika.

"MINE!" teriak Dika kaget mengangkat tangannya dan melihat benda dingin yang menempel di pipinya.

Dika langsung bangun dari tidurannya dan melihat tangan yang memegang botol itu. Betapa terkejutnya Dika saat tahu tangan itu adalah tangan milik Dira, matanya langsung melotot ke ke arah Dira marah dan kesel.

"Ngapain Lu di sini?" tanya Dika tidak senang dengan kehadiran Dira yang mengganggu kesendiriannya.

"Mars ini aku." suara Hapsari lirih dengan mata menggenang.

Panggilan Mars yang keluar dari bibir Dira membuat Dika tersentak, begitu juga suara yang keluar dari mulut Dira adalah suara yang paling dia kenal selama ini. Suara yang selalu membuat telinganya rindu untuk mendengarnya, itu adalah suara Hapsari.

"APA INI SEMUA! KATAKAN SAMA GUE!!" teriak Dika.

"Mars please ini aku, Mine milikmu." Hapsari berkata air mata sudah mengalir di kedua pipi Dira tatapannya begitu sendu dan sedih.

"Aku terpaksa meminjam tubuh ini agar aku bisa menemui mu kembali." Hapsari mencoba menjelaskan sedikit demi sedikit Apa yang sedang terjadi.

"APA MAKSUD MU JELASKAN! JANGAN BUAT GUE GILA!" bentak Dika dengan tatapan mata merah mengarah pada wajah Dira.

Dika masih tidak mengerti apa yang sebetulnya telah terjadi dengan cewek di depannya ini kenapa tubuh dan suara serta sikap berbeda seperti dua orang yang menyatu dalam satu tubuh.

"Aku sudah Mati Mars, ada seseorang yang telah membunuhku. Karena itulah selama ini aku tidak bisa menemui mu karena kita sudah beda alam hiks hiks hiks hiks." desis Hapsari sambil terisak.

Ucapan Hapsari sekonyong-konyong membuat tubuh Dika terhuyung dan jatuh ke tanah rerumputan, Dika bersimpuh dengan mata tergenang dan wajahnya merah. Apa yang didengarnya barusan sungguh membuat hatinya terguncang.

...😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭...

Bagaimana kisah selanjutnya ikuti terus episode titipan mata arwah

ucapan terima kasih yang paling dalam untuk semua like vote dan juga gift serta komentarnya 🙏🙏

1
Zainuri Zaira
knp setan sllu ditolong..percaya amat ama setan..setan sllu menyesatkan
Zainuri Zaira
hantu emng tk kenang budi udh di tlng mlh mau di bunuh dsar setan terkutuk
Zainuri Zaira
tpi kerumah sakit ngk nyimak bcax yh
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
semoga dengan keterbatasan nya Dira yang skrg Dika tuh masih suka sama dia dan mau berteman dengan nya walaupun skrg Dira tuh sudah tak sempurna lagi ???
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
keputusan yang sangat sulit untuk Dika buat pergi dan tinggal di kota lain,
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
kira² ke mana ya perginya mereka
RN
Alhamdulillah setelah 3 tahun tamat juga 😁
thanks buat reader setia 🙏🥰
kumbang jantan
apa dika mau bawa dira ke kuburan Hapsari untuk minta izin?
kumbang jantan
perihal Hapsari semuanya sudah selesai lalu apa yang akan dilakukan dika selanjutnya
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
selamat tinggal Hapsari semoga kau tak mengganggu mereka lagi
kumbang jantan
pasti sulit jadi Hapsari
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
untung gercep tuh Dika menyelamatkan nyawa kalau tidak kan bisa terancam
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
yakin kah itu permintaan dia yg terakhir udh GT gak akan ganggu Dira lagi
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
JD bnrn Dika mau ngejauhin Dira karena Hapsari trs mengganggu nya.
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
akan kah selanjutnya Dira JD korban Hapsari setelah Dika dan Dira berdekatan
kumbang jantan
sepertinya dia ga akan mau menjauh dari dia dan berusaha melindungi nya yang membuat Hapsari semakin marah
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
akhirnya pak Mamat kena jebakan Betmen 🤣
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
ayo lah hans bantuin mereka biar pak Mamat ke tangkep
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
rupanya ada musuh baru lagi nih sehabis Selena dan Leo mati
kumbang jantan
ribet banget masalahnya kalau gini masalahnya ga akan selesai dengan cepat, kalian hati-hati aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!