Bagaimana jika kamu dipertemukan kembali dengan cinta pertama kamu, setelah 4 tahun berpisah karena kesalahpahaman dan setiap harinya kamu harus berhadapan langsung dengannya padahal cinta itu masih ada.
Memang benar kata orang cinta pertama itu susah dilupakan.
GEMILANG PUTRA ABIMANYU (Elang)
CEO paling tampan dikota P, yang sangat digilai para wanita cantik, baik itu artis, model dan anak pengusaha, namun elang justru jatuh cinta dengan seorang gadis sederhana bernama Nana.
NADINE SALSABILA (Nana)
Wanita dengan paras yang cantik alami, dengan tubuh yang langsing bak model dan kulit putih mulus, namun tertutupi dengan penampilannya.
"Nana kembalilah bersamaku, tolong maafkan kesalahanku dimasa lalu" *elang mendekap tubuh Nana saat nana mencoba untuk keluar dari ruangan CEO.
"Tolong jaga sikap bapak, ini kantor dan masih jam kerja"* ucap Nana dengan nada sangat dingin.
Nana mencoba melepaskan diri dari pelukan elang dan keluar dari ruangan tersebut.
Perasaannya campur aduk, bagaimana dia bisa melupakan cinta pertamanya jika setiap hari selalu bertemu.
Akankan mereka berdua bersama kembali?
Penasaran kan ceritanya.
Yuk baca karya pertamaku disini..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie pamungkas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ULAT BULU
Elang pergi menuju cafe Brown miliknya, untuk mengecek keadaan cafenya, sekaligus makan siang disana.
Sebenarnya, elang ingin sekali makan dikantin karyawan, agar bisa makan bersama Nana, tapi elang mengurungkan niatnya karena takut Nana akan semakin tidak nyaman dengannya.
Semenjak kejadian tadi, elang memutuskan untuk pelan pelan mendekati Nana kembali, elang tidak mau terburu-buru yang nantinya membuat Nana semakin membuat jarak dengannya.
setelah melakukan 15 menit perjalanan
Elang sampai dicafe miliknya, memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam cafe menuju ruangannya.
"Selamat siang bos " *** sapa karyawan cafe yang berpapasan dengan elang.
Elang hanya mengangguk dan terus berjalan menuju ruangannya.
Sesampainya di ruangan, elang duduk dan mengambil ponselnya, untuk menelpon pelayan cafe.
"selamat siang bos, ada yang bisa saya bantu?" ***tanya seseorang dari seberang telepon.
" tolong bawakan makan siang untuk saya, seperti biasa" ***perintah elang.
"Baik bos segera saya siapkan dan saya antar" *** balas pelayan cafe.
Tanpa menjawab, elang langsung mematikan telepon nya.
Setelah menunggu cukup lama, terdengar suara ketukan pintu.
tokk.tokkk. took.
"Masuk" ***ucap elang dari dalam.
"Permisi bos, ini pesanan anda" ***ucap pelayan yang mengantarkan pesanan elang.
"Taruh dimeja saja" ***jawab elang yang sedang fokus dengan ponselnya.
Pelayanpun menata makanan diatas meja sesuai perintah bosnya.
"Sudah bos, saya permisi dulu, jika ada yang perlu dipesan, bisa panggil saya kembali" ***ucap pelayan.
Elang hanya mengangguk sebagai jawaban.
Pelayan langsung keluar ketika melihat bosnya mengangguk.
Ditempat lain tepatnya dikantin perusahaan ABIMANYU PROPERTI.
Nana dan teman temannya sedang asyik mengobrol, sambil menikmati makan siang mereka.
"cyiinn, gimana rasanya bisa sering ketemu pak bos, kalau aku jadi kamu si gak kebayang deh, tambah betah kali dikantor, lembur tiap hari juga rela, asal sebelah aku ada pak bos" ***ucap Naura dengan membayangkan wajah bos tampannya.
"dan untungnya bukan kamu ya Ra, yang ditunjuk buat nggantiin mba via jadi sekertaris pak elang, mungkin Tuhan tau kalau kamu yang jadi sekertaris, nanti badan pak bos gatal- gatal, trus kulitnya merah- merah dan rasanya panas perih gitu, iddiiihh ngeri deh pokonya"
***ucap Bilal menanggapi ucapan Naura.
"si*lan kamu bil, kamu kira aku ulet bulu"
***ucap Naura tidak terima dan melempar wortel yang digunakan untuk hiasan di makanan pesanan Naura.
"hahahaha pisss na"
***Bilal menyengir kuda sambil menunjukan 2 jari berbentuk V.
"kalian kenapa si heboh banget gitu, Nana juga biasa aja noh liat" ***ucap Nabil sambil menunjuk Nana dengan dagunya.
Nana yang sedang memperhatikan perdebatan Naura dan Bilal hanya geleng-gelang kepala.
Mereka tidak tau saja, gimana perasaan Nana yang campur aduk antara kesel, kecewa dan sangat tidak nyaman dengan sikap pak bos mereka.
"biasa aja si, kalo aku" ***jawab Nana kepada ketiga temannya, dan membuat Naura membulatkan matanya.
" Ya ampuuunn cyinnn, kamu jadi sekertaris bos gantengnya minta ampyuuun kaya gitu, kok bisa biasa aja si?"
***ucap Naura yang tidak puas dengan jawaban Nana.
"lah trus aku harus gimana dong, ya emang aku ngrasanya biasa aja" ***jawab Nana enteng dan kembali menghabiskan makanannya.
"Ya iyalah lah, Nana biasa aja, Nana kan ngga kaya kamu yang tergila-gila sama pak bos, padahal mah dilirik sama pak bos aja kamu ngga pernah" ***ucap Bilal.
hahahaha...mereka tertawa terbahak-bahak,
kecuali Nana yang tersenyum kecut karna faktanya dia teramat sangat ingin menghindari pak bos yang mereka ceritakan dari tadi.
"udah yuuuk, dihabisin makanannya bentar lagi waktunya masuk" ***ucap Nabil.
Merekapun menyelesaikan makanan mereka dan kembali keruang masing-masing.
Kembali ke elang
setengah jam berlalu
Elang kembali ke kantor, karena jam menunjukan pukul 12.45 dan itu artinya istirahat hampir selesai.
walaupun elang adalah pemilik perusahaan, tetapi untuk aturan perusahaan elang sangat mematuhi nya.
Elang keluar dari cafe, lalu menuju mobil diparkiran, elang masuk kedalam mobil, menyalakan mesin dan melajukan mobilnya menuju kantor miliknya.
Sesampainya dikantor, elang berjalan kelift untuk naik keatas menuju ruangannya, namun saat akan menutup pintu lift, Nana menahan pintu lift dan melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam lift.
Nana yang dari tadi lari lari dari kantin, karena takut telat, tidak melihat siapa yang sudah berada didalam lift, saat masuk kedalam, Nana baru melihat siapa yang sudah berada didalam lift dan berniat untuk keluar lagi.
Namun elang segera menarik tangan Nana untuk tetap berada didalam lift dan segera memencet tombol 30 yaitu ruang CEO.
"masuk saja na, tujuan kita sama kan?"
*** ucap elang datar, padahal didalam hati dia bersorak.
Sedangkan jantung Nana sudah lompat lopmat didalam.
Nana, Nana, gimana ya biar loe gak sering ketemu pak bos author kasian sebenernya , tapi ya gimana lagi author ngga bisa bantu.
Nana POV "" tolong lah Thor jangan mempermainkan hidup gue lagi.
elang POV " lanjutkan Thor gue padamu.
Author POV "waah gue dikedipin babang Elang
auto dukung babang Elang nih.
Nana POV" egois loe Thor dasar.
Author pov " Maaf ya Nana , author tidak bisa menolak kedipan mata babang elang.
mantap thor lanjut