NovelToon NovelToon
Seperti Sampah

Seperti Sampah

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Para PenghuniSurga

Suci harus menanggung kesalahannya di masa lalu, dengan mengorbankan kebahagiaannya pada masa sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Para PenghuniSurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gossip di tempat kerja.

Semenjak aku dekat dengan pak Doni, rasanya setiap karyawan di tempat kerja selalu menatapku. Kebanyakan dari mereka memandang sinis, meski ada beberapa yang melempar senyuman saat bertemu denganku. Bahkan pernah tanpa sengaja aku mendengar obrolan mereka mengenai hubunganku dengan pak Doni.

"Itu tuh, Adm baru. So cantik banget. Gimana caranya dia bisa sedekat itu dengan pak Doni ?" salah seorang dari mereka berbicara.

"Cantik apanya, gayanya juga norak gitu. Pasti dia ngelakuin segala cara biar bisa jadi teman deketnya pak Doni." Tambah yang lain.

"Alah...paling tuh cewek pengen cepet naik jabatan lewat jalur cepat."

Astagfirullah. Rasanya jantungku remuk saat mendengar omongon mereka yang begitu tajam.

Mereka sama sekali tak mengenalku, tapi mereka berani menilaiku seburuk itu. Padahal aku tak seperti yang mereka kira.

Tapi aku harus kuat. Aku ada di sini untuk bekerja, agar bisa memenuhi kebutuhanku dan ibu. Bukan untuk meladeni orang-orang seperti mereka yang sebenarnya tidak penting.

Usai makan siang, aku bergegas ke mushola yang disediakan perusahaan. Aku mengambil wudhu dan kemudian shalat Dzuhur. Selepas sholat aku merapalkan dzikir pendek dan shalawat. Lalu menadahkan kedua tanganku ke hadiratNya.

Ku tumpahkan segala beban dan kesedihanku pada sang Ilahi Robbi. Aku meminta diberikan ketabahan dalam menjalani hidup. Dan berharap agar keimananku tetap terjaga sampai nanti aku melepas nyawa.

Setelah itu aku buru-buru melangkah menuju meja kerjaku. Ku sandarkan tubuh ini di kursi. Ahhh sungguh nyaman rasanya.

"Suci, semua karyawan line A bahkan line yang lain juga pada gossipin kamu. Apa benar kamu pacaran dengan manager kita ?" Dwi tiba-tiba datang dan mengagetkanku dengan perkataannya.

"Untuk saat ini, kami memang tidak ada hubungan apa-apa. Dan aku tidak bisa memprediksi ke depannya akan seperti apa. Hanya Allah yang tahu. Tapi yang jelas, aku gak melakukan cara licik dan aku gak punya niat buruk pada pak Doni. Kedekatan kami bukanlah rencanaku." Jelasku pada Dwi.

"Aku percaya sama kamu Ci. Tapi kamu jangan dengerin omongan nyinyir mereka. Ok !"

Dwi memang teman yang baik. Dia selalu mencoba menghiburku di saat aku bersedih.

"Pasti. Makasih ya kamu udah selalu support aku." Ku berikan senyuman terbaikku pada Dwi.

Ia pun membalas dengan nyengirnya. Aku beruntung mempunyai teman seperti Dwi.

Tak terasa akhirnya pekerjaanku pun selesai. Ini saatnya untuk pulang.

Kali ini aku harus bisa menolak pak Doni agar tidak mengantarku pulang. Tapi bagaimana caranya ? aku bingung.

Aku terus melangkah cepat dan hendak menunggu angkot. Aku harap aku tidak bertemu dengan pak Doni.

Namun sudah jadi kebiasaan pak Doni untuk jadi sopir pribadiku. Saat aku menyetop angkot, pak Doni memanggilku. Ia rupanya telah turun dari mobil.

"Gak usah pak, jalan aja. Kami mau pulang bareng." Pak Doni berbicara pada sopir angkot.

"Pak, maaf sekali. Sebaiknya bapak tidak usah repot-repot antar jemput saya lagi. Gak enak sama karyawan lain."

"Jangan peduliin yang lain. Saya aja gak masalah kok."

"Tapi pak, maaf. Saya mau naik angkot saja."

Aku mencoba lagi menyetop angkot namun lagi-lagi pak Doni melakukan hal yang sama. Bahkan saat aku akan menaiki angkot yang sedang ngetem pun, pak Doni menyuruh sopir angkot itu pergi.

"Ayo masuk mobil ! atau mau saya gendong biar kamu mau ?"

"Tidak pak, saya bisa sendiri."

Akhirnya aku pun kembali duduk bersama pak Doni di dalam mobilnya.

Seperti biasa pak Doni selalu bertanya tentang diriku. Dan bercerita tentang dirinya. Kali ini dia menanyakan tentang makanan favoritku.

"Sama dong, saya juga suka nasi Padang. Kita makan dulu yuk. Tuh di depan ada warung nasi Padang. Biar saya yang traktir."

"Gak usah pak. Saya gak enak ngerepotin bapak terus."

"Gak apa-apa. Saya malah senang. Kalo kamu nolak, saya bakalan sakit lho. Oh ya, mau makan di sini atau dibungkus ?

"Terserah bapak saja."

"Kalo saya sih lebih suka dibungkus. Gak usah dipindahin ke dalam piring. Makannya pake tangan, jadi rasanya lebih nikmat."

Namun sebelum ke rumah makan Padang, kami masuk mushola dulu untuk sholat ashar. Setelah itu, kami pun singgah di sana.

Pak Doni memesan dua bungkus nasi Padang dengan lauk rendang untukku dan pak Doni. Dan sebungkus lagi dengan lauk kepala kakap untuk ibuku.

Pak Doni memang sudah tahu bahwa aku tinggal berdua dengan ibu.

Setelah pak Doni membayar, kami pun kembali ke mobil. Tak lama kemudian mobil berhenti tepat di depan gang.

Pak Doni memarkirkan dulu mobilnya. Setelah itu kami berjalan kaki menuju rumah. Aku berjalan di depan, dan pak Doni berada di belakangku.

Ada perasaan aneh sewaktu aku berjalan berdua dengannya. Rasa gugup bercampur senang. Entahlah, belakangan ini pak Doni selalu ada dalam beranda pikiranku.

Apa mungkin karena kami sering bertemu ? ah, perasaan macam apa ini ?

Jujur baru kali ini aku merasakannya. Apa mungkin ini yang namanya jatuh cinta ?

Sungguh begitu indah rasanya. Pipiku sampai memerah karena memikirkannya.

Astaghfirullah...lagi-lagi aku memikirkan pria yang bukan mahromku.

1
Emily
dah tau nanyak lagi
Denni Siahaan
bagus banget ceritanya semangat Thor
Sri MM.: makasih dah mampir, nanti baca juga novelku yang lain ya hehe
total 1 replies
Denni Siahaan
udah suci jangan sedih dasar Doni sampah
Denni Siahaan
Thor jangan buat ceritanya suci menderita kasian
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Erlinda
nampak sekali author kehabisan ide masa sih ada org DTG ngantarin makanan terus adalagi tamu tak dikenal datang ngajakin bikin kue eh ibu ayu main ikut aja ...receh banget..
Sri MM.: makasih dah mampir di karya receh ini
total 1 replies
Erlinda
Raisa nya jg bodoh udah dikasih tau kakak nya bukan nya ngusir malah ditinggal pergi kekamar dan ga mengunci pintu kamar nya.
Erlinda
semoga Bu Merly sadar akan perbuatan jahat nya .dan semoga buk Merly membuang semua sifat angkuh dan sombong nya
Sri MM.: makasih dah mampir ☺️
total 1 replies
Aminah Aqhifa
suka sama ceritanya
Sri MM.: makasih dah mampir ☺️
total 1 replies
Desi Hes
ya di rmh aja lah f9kus urus suami buat apa lagi kerja...
Lili Adelia
suci tuh berhijab tp gk jga kelakuan yah
Lili Adelia
Suci itu goblok yah udah nikah ke 2 kali mash pura2 tanya bukanx diam aja,katax mau jd wanita yg lebih baik harusx nurut ama suami apa lg udah syah ,sebel
Lili Adelia
Sucinya yg goblok gk teriak waktu di kunciin di kamar
gini belataa iwnainwyb
yah bensini opo mensino su Psy psyn
gini belataa iwnainwyb
tuangag pa omyanaoaks
Sri MM.: artinya apa sih??? hehehe
total 1 replies
gini belataa iwnainwyb
tuang sedanga ianta pa alall siant. pa layyyyoama
gini belataa iwnainwyb
taianya pa alaggg yg apasih hainta apa oamtabpapp alyyy soap iantty apa sedoamps
Harmia Nurlindasahril
buat Doni nyesal dong thoor
Dede Pahrioga
😇😇😇
Cici Kartini
toso minta d tonjokkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!