NovelToon NovelToon
Gabby, My Fierce Girl

Gabby, My Fierce Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Cintapertama / CEO / Hamil di luar nikah / Romansa / Tamat
Popularitas:21.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

[Area termehek-mehek, siapkan tisu untuk menyeka air mata]

George selalu memperlakukan Gabby dengan kasar, dingin, dan mereka berdua selalu berseteru. Hingga membuat Gabby sangat membenci George.

Suatu ketika, Geroge mengetahui siapa Gabby sesungguhnya. Orang yang ia cari selama ini. Ia hendak menepati janjinya untuk menikah dengan Gabby setelah mengetahui identitas wanita itu. Namun sayang, hati Gabby sudah terlanjur beku. Ia sudah membenci George.

Disaat George sedang mencoba mendekati Gabby, seorang pria bernama Marvel hadir dengan membawa pembuktian cinta untuk Gabby.

Hingga suatu hari, George dan Gabby terjebak dalam satu ruangan dan terjadilah malam yang membuat Gabby kehilangan kehormatannya.

“Aku akan bertanggung jawab dengan perbuatanku, aku akan menikahimu.” George.

“Jika kau ingin menikah denganku hanya karena ingin bertanggung jawab atas kejadian ini atau ingin memenuhi janjimu dulu. Maka lupakan, aku tak membutuhkannya.” Gabby.

“Aku tetap mencintaimu, walaupun bedebah itu sudah mengambil sesuatu yang berharga darimu.” Marvel.

Siapakah yang akan dipilih oleh Gabby? George yang sudah merenggut kehormatannya atau Marvel yang menunjukkan betapa besar cintanya pada Gabby?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2

George Gabriel Giorgio, meskipun terlahir dari keluarga yang kaya raya, pengusaha kedua di Eropa. Ia tak pernah mau menjalankan perusahaan milik keluarganya. Ia memilih menjadi asisten sahabatnya—Davis. Ada alasan tersendiri mengapa dirinya tak mau menjadi penerus papanya.

Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh di apartemen yang diberikan olehnya, bertepatan dengan niatnya ingin melamar sang kekasih yang sudah lima tahun terjalin, membuatnya menjadi pria yang sangat dingin dan menutup rapat hatinya dengan wanita manapun.

Setelah kejadian itu, ia merasa bahwa ini adalah balasan karena melupakan janjinya dengan bocah kecil yang bertemu dengannya empat belas tahun silam. Ia menganggap janjinya dengan bocah itu hanya sebuah angin lalu saja. Namun kenyataannya, ia sungguh terikat dengan janjinya sendiri. Ia terus memikirkan apakah bocah itu masih hidup atau tidak, dan mencoba mencari keberadaannya.

Setelah memberitahukan ruangan pengantin wanita pada Gabby. George langsung mengecek kembali seluruh persiapan pernikahan Davis dan Diora. Ia tak mengenali wajah Gabby, yang tak lain adalah gadis kecil yang ia cari. Sebab wanita itu lebih cantik dibandingkan saat kecil.

“Ada keributan apa itu?” gumam Geroge saat dirinya berada di dekat ruangan pengantin wanita.

George langsung membuka pintu yang sedikit terbuka itu, terlihat di depan matanya jika sahabatnya sedang berdebat dengan seorang pria yang tak lain adalah Danzel—mantan kekasih Diora.

“Keluar kau!” raung George dengan wajahnya yang tak menunjukkan ekspresi apapun. Ia langsung menyeret paksa Danzel untuk keluar ruangan. Rasa setia kawannya yang begitu besar dengan sahabatnya membuatnya bertekad untuk menyingkirkan siapa saja yang menggangu kebahagiaan Davis.

George kembali masuk ke dalam ruangan, dengan santai dan tak memperdulikan Gabby, Diora, dan Davis yang sedang saling berdebat. Ia langsung menghempaskan tubuhnya di sofa dan menonton drama yang ada di depan matanya.

Mata Gabby tak pernah lepas dari gerak-gerik yang dilakukan George, bahkan ekspresi wajah pria itu pun tak luput dari pengamatannya.

“Kondisikan matamu jika kau masih ingin bisa melihat!” ancam George yang merasa diperhatikan dan tak suka dirinya menjadi objek penglihatan orang lain, terlebih itu adalah wanita. Ia berucap tanpa memandang Gabby yang hendak keluar ruangan, matanya terus menatap lurus kedepan.

“Mata-mataku, terserah aku ingin melihat siapa! Kau fikir aku akan takut dengan gertakanmu itu! Cih! Pria sepertimu tak pantas untukku takuti,” sembur Gabby dengan wajah galaknya.

George mengalihkan pandangan matanya ke arah Gabby. Kedua mata mereka saling beradu. Sorot mata George yang dingin dan tak terbaca, menangkap jelas ada kebencian yang mendalam di dalam mata Gabby. Ia tak tahu apa yang membuat wanita itu begitu menatap benci ke arahnya, tak mungkin hanya karena ancaman yang dilayangkan olehnya bisa membuat seseorang sangat membenci dirinya. Namun dia tak perduli dengan tatapan itu, ia tak ambil pusing.

“Berani sekali kau denganku!” George melipat kedua tangannya di dada seolah menunjukkan bahwa dirinya tak main-main dengan ucapannya.

“Memangnya ada alasan untukku takut denganmu? Ha! Pria sok dingin!” Gabby mengucapkannya dengan penuh penekanan, tak lupa ia tersenyum sinis menanggapinya.

Wanita yang menarik! Tak kenal takut. gumam George dalam hati.

“Kali ini, ku maafkan kau.” George mengibaskan tangannya mengusir Gabby yang sudah diambang pintu untuk segera keluar.

“Aku tak meminta pengampunanmu ataupun maafmu!” raung Gabby, giginya bergemelatuk dan matanya mendelik kesal dengan George yang sangat percaya diri itu.

“Keluarlah, sebelum aku berubah fikiran,” usir George lagi dengan sangat dingin.

“Tanpa kau suruh, aku akan keluar!” Gabby langsung melangkahkan kakinya dan menutup pintu dengan sangat kencang hingga membuat semuanya menatap ke arah suara keras itu.

1
juhaina R💫💫
andai tak kau ikat pasti akan sebanding😂
juhaina R💫💫
lahhh seperti nya takdir berkata lain, sabar y Gebby 🤣
juhaina R💫💫
kangan jdi baca ulang 😂 tapi didetik terakhir sesak bgt
Wahyunni Winarto
sakitt bnggtt😭😭😭😭
Wahyunni Winarto
kasihan gabyy
mending mati aja klo kyk gtu
huhuhu😭😭😭
Wahyunni Winarto
😭😭😭😭
Wahyunni Winarto
hati orng kok pd buat mainan
sakit bngt jd gabby
Wahyunni Winarto
sedihhh jd gabbyy
Wahyunni Winarto
dia dah mati rasa yg ada sesakit apapun dah g dirasa
SLina
skt bgt jd gabby
SLina
skip deh, g kuat sama bpknya, sgt egois. ganti judul aja
SLina
thor, kok anda kejam sekali sama gabby
SLina
pengen ku kasih racun ke lord
Shifa Burhan
coba kalian (author dan reader2) bayangkan kalian diposisi George jangan hanya melihat dari posisi pemeran utama wanita saja

*aku kalau diposisi George mana mau menunggu gabi, ditolak, melihat gabi bermesraan dengan pria lain, melihat gabi bercumbu dengan pria lain, dan hanya dibuat kayak boneka yang pasrah dan megiti gabi selesai dia harus ada

thor aku tanya pribadi padamu, apakah kau diposisi George dan dilakukan kayak gitu kau mau menerima begitu saja

thor jadi novelis netral, lihat lah semua disitu pandang jangan hanya melihat sudut pandang wanita saja
*sudut pandang gabi enak menolak Georg menikah dan bercumbu dengan pria lain didepan Georg setelah dia selesai dengan pria itu, Georgia harus ada untuknya, enak benar hidupnya
*yang kasian geoge, ditolak, harus pasah melihat gabi bermesraan dan bercumbu dengan pria lain, setelah gabi selesai dengan pria itu, George harus menerima begitu saja

thor pakai hati berkarya, kalau kau adil buat gabi berjuang juga untuk George, karena faktanya gabi telah melukai hati George, jangan semudah itu, kalian buat George kayak boneka yang tidak punya hati yang bisa terluka juga

pakai hati thor
mars
sedih bgt pas scene marvel' paadahal aku berharap marvel mati tpi pura2 dan kabur gitu
mars
adik george ya
mars
bosen kesel sendiri batu bgt sih
Riki Amteme
Luar biasa
Riki Amteme
Lumayan
Sabarina Sitepu
Damai banget rasanya membaca karyamu thor, seperti air dipegunungan, mengalir lembut, menyejukkan. Sulit merangkai kata utk menunjukkan bahagia yg kuraih ketika membaca, tidak ada kebosanan, semoga author diberi kesehatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!