NovelToon NovelToon
Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Nipi Nupu

Dean Justin Lee, seorang sutradara muda terkenal yang digilai oleh fans dan para aktris itu membuat skandal yang paling gila. Ia menikahi seorang petugas laundry bernama Jessy Julian yang memiliki paras cantik dengan mata berwarna hazel dan rambut pirang paling indah.

Jessy Julian merupakan seorang wanita mandiri yang sejak kecil ditemukan oleh seorang wanita pemilik yayasan. Ia pindah ke New York untuk mengadu nasib sebagai petugas laundry.

Pertemuan pertama Jessy dan Dean justru membuat mereka harus mengarah pada suatu proses pernikahan. Namun, Apakah perbedaan status keduanya dapat membuat pernikahan mereka berlangsung lama? Lalu bagaimanakah Jessy menjaga hatinya karena pesona Dean yang membuat wanita lain terpesona?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nipi Nupu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2

Jessy Julian adalah seorang gadis cantik yang berasal dari negara bagian Amerika serikat, Nevada. Ia datang ke New York untuk mencari keberuntungan. Namun nyatanya ia malah bekerja disebuah tempat laundry. Dandanannya biasa, ia menggunakan kacamata besar dan dengan rambut blonde panjang yang ia gulung keatas dan sedikit acak-acakan. Kecantikannya tertutup oleh penampilannya. Ia tidak memiliki siapapun di dunia ini. Orangtuanya sudah meninggal ketika ia masih bayi. Tidak ada yang mengurusnya selain panti asuhan. Itu menurut ibu panti yang memberitahunya.

Hari sudah malam tapi kesibukan kota New York benar-benar membuatnya tak berdaya. Ia harus menaiki bis untuk mencapai apartemen mininya dipinggiran kota New York. Dan itu membutuhkan waktu 30 menit perjalanan menggunakan bis. Jika menggunakan mobil pribadi bisa lebih cepat sampai.

Jalanan masih ramai dihampir semua jalan. Tampak Billboard di kota itu menayangkan iklan dari aktris yang baru saja bermain dalam film Death. Film horror yang sedang naik daun saat ini. Dimana pun ia berada, orang-orang pasti membicarakannya. Ia teringat bagaimana orang-orang membicarakannya selama di tempat laundry. Mereka mengelu- elukan aktor dan aktrisnya. Jessy pernah melihatnya di koran yang dijual pedagang. Mereka memang tampan dan cantik. Wajar saja jika mereka jadi bahan pembicaraan. Sedangkan ia, ia tidak terlalu menyukai film horror. Siapapun pemeran film itu, baginya sama saja.

Selama perjalanan, ia menyandarkan kepalanya kesamping kaca karena ia benar-benar lelah. Terkadang ia berfikir, kehidupannya sangat tidak menyenangkan. Hidup tanpa orangtua dan harus bekerja keras untuk mendapatkan uang seperti sekarang. Tapi ia tidak ingin melalui dengan sulit.

Ketika bis menurunkannya di halte dekat apartemen, ia melihat pasangan tua yang ia tahu adalah tetangganya. Dengan berlari ia menghampiri pasangan itu hanya untuk menyapanya.

"Kakek, nenek, apa yang kalian lakukan diluar pada malam hari? "

"Kami baru saja pergi makan. Kami merayakan ulangtahun pernikahan kami yang ke 50."jawab salah seorang dari mereka.

"Aku sangat bahagia mendengarnya. Aku ingin seperti kalian." Ucap Jessy sambil memeluk mereka berdua. Yang ia tahu mereka berdua memiliki seorang anak. Anak mereka berada di Michigan beserta suami dan anak-anaknya. Mereka biasa mengunjungi orangtua mereka sebulan sekali. Para orangtua itu mengajak Jessy untuk mampir ke apartemen mereka. Sayangnya, Jessy harus menolaknya karena ia benar-benar kelelahan. Dan sebenarnya ada yang paling dibutuhkan olehnya saat ini. MANDI.

Beberapa saat kemudian, Jessy sudah berada didalam kamarnya. Tubuhnya ambruk sesaat setelah ia melihat ranjang di kamarnya. Tubuhnya sangat lelah. Tapi ia masih bisa berfikir.

Aku ingin seperti mereka. Hidup selama itu menjadi pasangan yang saling mencintai. Bagaimana dengan orangtuaku? Apakah ketika hidup kalian saling mencintai?

Jessy mendesah. Rasanya ia belum pernah jatuh cinta pada siapapun. Menginjak usianya yang ke 20 tahun, sangat aneh baginya karena ia belum pernah memiliki pacar. Ia terlalu sibuk bekerja. Sampai-sampai ia tidak sempat mencari pasangan. Jessy memandang apartemennya. Semuanya dilakukan dalam satu ruangan. Hanya kamar mandi yang memiliki tembok sendiri. Tidak ada sofa, yang ada hanya kursi kuno. Itupun pemberian dari pemilik apartemennya. Dapur berada disamping sebelah kanan. Hanya ada lemari es mini, kompor kecil dan perabotan seadanya.

Ia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Yang paling ia sukai hanya ranjang dan kamar mandi. Sehingga ia hanya menyayangi keduanya karena ia rela mengeluarkan uang lebih bagi keduanya. Konyol memang, tapi sejak ia tinggal di panti asuhan tidak pernah sekalipun ia memiliki kamar mandi. Anak-anak panti biasa mandi di sungai yang mengalir dibelakang rumah.

Jessy memutar kran air hangat dan mengeluarkan cairan sabun dan essence untuk merelax kan tubuhnya. Jessy menatap cermin dihadapannya. Ia perlahan menatap dirinya. Kacamata tebalnya dibuka dan disimpan di rak kaca depan cermin. Rambutnya yang digulung keatas ia uraikan. Rambut berwarna kuning keemasan langsung terurai.

Setelah melepas pakaiannya, ia masuk kedalam bath tub dan menyandarkan tubuhnya disana. Perasaan relax langsung terasa. Bath tub itu bukan baru. Ia mendapatkannya dari tetangga yang membutuhkan uang. Begitu pula dengan pemanas air. Jika membeli yang asli, uangnya dari pekerjaan sebagai laundry tidak akan cukup.

Ia hanya berharap suatu saat nanti ia akan bisa keluar dari ketidaknyamanan itu. Iapun mulai bernyanyi..

I walked through the door with you

The air was cold

But something about it felt like home somehow

And I left my scarf there at your sister's house

And you've still got it in your drawer even now

Oh, your sweet disposition

And my wide-eyed gaze

We're singing in the car, getting lost upstate

Autumn leaves falling down like pieces into place

And I can picture it after all these days

And I know it's long gone and that magic's not here no more

And I might be okay but I'm not fine at all

'Cause there we are again on that little town street

You almost ran the red 'cause you were lookin' over at me

Wind in my hair, I was there

I remember it all too well

^^^Taylor Swift^^^

1
Anisa Sasmita
lanjut doong please🙏🙏🙏
Maya Sari
bagus
Anna Anna
kok aku kasian y sm Lili, terlepas dr masa lalu ny yg jahat tp dia udh bertobat dan berhak mendapatkan maaf dr smua org
~Burberry
kok lily gitu sihhh
~Burberry
badai akan segera datang
reginus tarang
bagus
Miss Tiya😊
Luar biasa
Tut Eny
lanjut
Susanna Ani
bagus
bunda DF 💞
bagus bangeet ceritanya,,,bikin emosi naik turun,,, tp romantiiis 😍😍
Mrs. O'Neil
satu part lagi donk... pengen baca kebahagian Alv Joan punya jagoan 🙏🙏🙏
Darmawati Pachri
karena itulah cara Dean mencintaimu...
Darmawati Pachri
😭😭😭pasti salah faham yg terjadi akan lebih besar lagi
Darmawati Pachri
susah kalo sudah curiga dihati..
Darmawati Pachri
betul banget
Darmawati Pachri
bicara dong jangan langsung memvonis akhirnya salah faham
ArrdiLLa
ceritanya bagus..
mudah dimengerti...
enak dibaca
Kosong (uninstall)
💕💕😍😍😍😍😍😍
Kosong (uninstall)
nama juga dokter biar pun umum yang pasti hal2 seperti itu juga mereka tau ya kan. masa masih lingkungan dokter gak tau? betul gak netizen?
Mrs. O'Neil: Alv bukan dokter umum
total 1 replies
irish gia
happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!