Qin Mu, putra Patriark Keluarga Qin, dianggap sebagai sampah karena gagal membuka meridian meski telah berlatih selama satu tahun. Di tengah hinaan, tekanan keluarga, dan ancaman diusir pada Upacara Uji Spiritual, ia tetap bertahan dengan tekad kuat.
Namun, di balik kegagalannya, tersembunyi misteri besar dalam tubuhnya. Hingga suatu malam, ia akhirnya melihat energi spiritual untuk pertama kalinya, tanda awal kebangkitan yang akan mengubah nasibnya.
Dari kehinaan menuju kekuatan tertinggi, Qin Mu menantang takdir untuk menjadi Penguasa Agung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 23 — Sesuai Dugaan Qin Mu
Di tengah lapangan arena yang dipenuhi oleh bau amis darah, Patriark Qin Feiyan membelalakkan matanya lebar-lebar. Ia menatap tak percaya pada puluhan mayat tanpa kepala yang tergeletak bersimbah darah di tribun penonton. Jelas sekali bahwa mereka adalah pasukan elit dari Sekte Segitiga Hitam, bawahan langsung dari wanita dengan tato segitiga hitam di podium kehormatan.
Namun, kenapa mereka tiba-tiba mati secara bersamaan tanpa ada pertarungan yang berarti?
Bahkan tanpa membuat kerusakan masif dan kesalahan serangan terhadap anggota keluarganya.
Qin Feiyan merasakan secercah harapan. Ia tahu ada seseorang yang diam-diam memberikan bantuan kepadanya, meskipun ia sendiri masih buta akan identitas dari penolong misterius tersebut.
Siapakah orang yang membunuh mereka?
Tanpa membuang waktu lagi, ia memutuskan untuk memanfaatkan momen ini. Ia mengalirkan seluruh sisa energi spiritualnya ke dalam artefak Lonceng Emas.
Wush!
Swosh!
Drattt!
Artefak itu terus membesar. Dengan stimulasi energi spiritual yang terus diberikan Qin Feiyan, diameternya akhirnya telah mencapai lebih dari dua puluh meter, menciptakan bayangan raksasa keemasan yang menutupi sepertiga lapangan arena yang sudah hancur luluh lantah. Aura emas yang kuat menguar, siap menghancurkan semua orang yang berada di podium kehormatan.
Namun, sebelum Qin Feiyan sempat mengayunkan tangannya untuk melancarkan serangan pemungkas itu, sebuah sentuhan hangat tiba-tiba mendarat di pundaknya.
Patriark Qin Feiyan itu tersentak. Sebagai kultivator berpengalaman yang telah meraih puncak Ranah Lautan Qi, ia biasanya dapat merasakan kehadiran siapa pun yang mendekat. Tetapi sentuhan ini terasa sangat halus dan begitu cepat hingga lolos dari indranya. Ia menoleh ke belakang dan mendapati seorang wanita berpakaian hitam dengan tahi lalat di bawah bibirnya berdiri tepat di sisinya.
Transmisi suara batin Luo Yan langsung menggema di dalam pikiran Qin Feiyan tanpa pikir panjang.
"Sudah cukup, Tuan Qin Feiyan. Dengan kondisi tubuhmu yang sudah mencapai batasnya. Jika kau memaksakan diri melancarkan serangan penuh dari artefak Lonceng Emas itu sekarang, meridianmu akan rusak dan dantian mu bisa saja akan hancur dan kau tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi. Mundurlah dan biarkan aku yang mengurus sisanya."
Mendengar suara itu, Qin Feiyan mengerutkan keningnya. Darahnya mendidih oleh sifat keras kepalanya. Ia tidak mengenal wanita ini, dan ia tidak mungkin membiarkan nasib keluarganya diserahkan begitu saja kepada orang asing yang tiba-tiba muncul.
"Siapa kau?!" balas Qin Feiyan.
"Jangan bicara omong kosong! Aku adalah Patriark di klan ini, dan sudah menjadi tugasku untuk melindungi semua anggota Keluarga Qin!" bantah Qin Feiyan dengan keras kepala.
Ketika Qin Feiyan memandang pakaian yang dikenakan wanita itu, itu senada dengan jubah hitam yang di pakai pasukan yang baru saja terpenggal cepat.
"Kau..! Kau harus ku lenyapkan!"
"Sebentar."
Luo Yan menghela napas pelan. Ia mengirimkan kembali transmisi suara yang hanya dapat didengar oleh Qin Feiyan.
"Tuan Qin Feiyan... apakah kau masih mengingatnya? Pikirkan kembali. Lonceng Emas itu... bukankah itu adalah harta pemberian dari Guru Luo Shixuan?"
Mendengar nama Luo Shixuan disebut, tubuh Qin Feiyan membeku seketika. Matanya melebar, dan napasnya tercekat di tenggorokan. Bagaimana mungkin wanita asing ini mengetahui nama istrinya yang telah hilang selama bertahun-tahun?
"Kau?! Bagaimana bisa kau mengetahuinya? Apa hubunganmu dengan Xuan'er?!" tanya Qin Feiyan keras.
Sementara itu, di podium kehormatan, perhatian Tetua Songqian dari Sekte Segitiga Hitam teralihkan dari mayat-mayat bawahannya kepada sosok Luo Yan yang berdiri di dekat Patriark.
Songqian mengerutkan keningnya, menatap tajam pakaian Luo Yan yang tampak senada dengan jubah bawahannya di Sekte Segitiga Hitam, namun ia sangat yakin bahwa wanita itu adalah bawahannya yang sebelumnya bergerak terlebih dahulu tanpa perintah dari siapapun.
"Hei kau jalang! Siapa kau?!" bentak Songqian dengan suara tinggi, menunjuk ke arah Luo Yan.
"Kau mengenakan jubah bawahanku, tetapi aku sama sekali tidak mengenalmu! Jangan berani-berani ikut campur urusan kami!"
Qin Feiyan tertegun, melihat bolak-balik antara Luo Yan dan Songqian. Namun, yang membuat seluruh orang di arena lebih terkejut lagi adalah saat tubuh Luo Yan perlahan-lahan terangkat dari tanah dan melayang di udara.
Di belakang punggung Luo Yan, sebuah roda cahaya biru yang berbentuk bundar perlahan muncul dan berputar secara konstan, memancarkan aura agung yang membuat siapa pun yang merasakannya merasa kecil.
Di tribun, Qin Mu menutup mulutnya karena takjub. Ia baru menyadari bahwa wanita di depannya ini bukanlah kultivator biasa, melainkan seorang kultivator agung yang mampu melayang di udara! Firasatnya sehari sebelum upacara pengujian spiritual ternyata benar.
Wanita itu benar-benar lebih kuat dari ayahnya!
Merasakan aura penindasan yang luar biasa besar dari roda biru tersebut, Qin Chukai, Songqian, dan beberapa tetua yang mencoba bangkit dari luka-luka mereka seketika berlutut. Tubuh mereka gemetar hebat, dipaksa bersujud di bawah tekanan kultivasi yang sangat absolut.
"Senior..." gumam Songqian, suaranya berubah hormat. Tubuhnya bergetar hebat saat ia mengangkat wajahnya yang pucat dihadapan kekuatan masif wanita itu.
"Apa yang dilakukan oleh seorang ahli agung seperti Anda di sini? Ini hanyalah urusan internal dari para kultivator rendahan, tidak mungkin Anda sudi ikut campur..."
Sebelum Songqian menyelesaikan kalimatnya, sebuah kilatan cahaya tak terlihat meluncur dengan kecepatan ekstrem.
Sring!
Darah segar menyembur ke udara. Tanpa sempat bereaksi atau bergerak dari tempatnya, leher Tetua Songqian tertebas dengan presisi yang mengerikan. Kepala wanita dengan tato segitiga di dahinya itu terpisah dari tubuhnya dan menggelinding di lantai podium kehormatan.
Luo Yan menurunkan jari-jarinya yang seolah tampak menari-nari, memperlihatkan sisa-sisa benang spiritual tak kasat mata yang baru saja ia gunakan untuk mengeksekusi tetua dari Sekte Segitiga Hitam itu dalam sekejap mata.
"Perselisihan internal kultivator rendahan? Kenapa juga kau ikut campur perselisihan keluarga ini." gumam Luo Yan pelan, guratan wajahnya dingin memandang mayat Shongqian.
"Dasar jalang."