NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Duapuluh Tiga

"Y-Yang Mulia! Ini fitnah! Hamba tidak tahu apa-apa! Qiao'er... mungkin Qiao'er telah disuap oleh klan Shen untuk menjebak hamba! Hamba sangat mencintai Anda, mana mungkin hamba melakukan hal sejijik ini?!" Chu Xinyue langsung menjatuhkan dirinya ke lantai, berlutut dengan tubuh gemetar hebat. Air mata ketakutan yang kini benar-benar nyata mulai membasahi wajah cantiknya.

"Disuap? Selir Chu, jangan memutar balikkan fakta," Shen Ran terkekeh pelan, langkah kakinya mendekati Chu Xinyue yang bersimpuh di lantai.

Shen Ran memberikan isyarat dengan jentikan jarinya. Salah satu agen bayangan langsung melepaskan sumbat mulut Qiao'er dan menekan titik saraf di leher pelayan itu hingga ia tersengal-sengal ketakutan.

"Qiao'er," suara Shen Ran menggelegar dingin di seluruh ruangan. "Di hadapan Kaisar dan para pengawal kekaisaran, katakan... siapa yang memerintahkanmu mengambil ramuan Hehuan dari ruang penyimpanan obat rahasia dan menyuruh kasim ini menyusup ke Istana Phoenix dan berusaha menjebakku?"

Qiao'er menatap Chu Xinyue yang memberikan tatapan mengancam, namun ketika mata pelayan itu beralih pada pedang-pedang terhunus milik prajurit klan Shen dan aura membunuh dari Long Tianqi, pertahanannya runtuh sepenuhnya.

"Ampun, Yang Mulia Kaisar! Ampun!" Qiao'er meratap sambil memukulkan dahinya ke lantai pualam hingga berdarah.

"Kalian berani menjebak Permaisuri di kekaisaran Yan. Apa kalian semua menganggap remeh aku?" tanya Shen Ran, menatap mereka semua dengan tatapan tajam.

Atmosfer di dalam Aula Istana Phoenix mendadak membeku. Kata-kata Shen Ran yang menggelegar tenang namun sarat akan ancaman mutlak itu menggantung di udara, menekan dada setiap orang yang bernapas di ruangan tersebut.

"Ha-hamba mengaku!" teriak Qiao'er tiba-tiba, menatap Chu Xinyue bergetar ketakutan. "Hamba yang sendiri yang berencana menjebak Permaisuri. Ini tidak ada hubungannya dengan Selir Chu, Yang mulia Kaisar Agung. Ha-hamba hanya tida tega melihat Selir Chu selalu ditindas oleh Permaisuri. Jadi, hamba bermaksud balas dendam."

Tawa dingin nan tajam mendadak lolos dari bibir Shen Ran, mengikis keheningan mencekam yang sempat menggantung di udara. Ia melangkah mendekati Qiao'er yang masih bersujud gemetar di atas lantai pualam.

"Pengakuan yang sangat jujur, Qiao'er," ucap Shen Ran, suaranya terdengar lembut namun sarat akan intrik yang mengintimidasi. "Seorang pelayan biasa, tanpa akses, tanpa kekuatan finansial, mendadak mampu menyuap kasim Istana, menembus penjagaan ketat pengawal kekaisaran, dan mendapatkan obat Hehuan yang terlarang dari ruang obat rahasia... hanya demi 'balas dendam'?"

Shen Ran, yang terbiasa membedah kesaksian palsu di meja hijau, menatap Qiao'er bak seekor elang yang sedang membedah mangsanya.

"Logika yang sangat dangkal," lanjut Shen Ran datar, lalu mengalihkan pandangannya langsung kepada Long Tianqi yang berdiri kaku. "Yang Mulia Kaisar, apakah Anda cukup bodoh untuk mempercayai bahwa seorang pelayan rendahan memiliki otoritas dan sumber daya sebesar ini di dalam istana Anda? Jika seorang pelayan bisa bergerak sebebas ini tanpa dalang di belakangnya, maka sistem keamanan Istana Kekaisaran Yan tidak lebih dari lelucon. Mengakulah, apa Selir Chu yang menyuruhmu?"

Long Tianqi mengepalkan tangannya rapat-rapat. Paranoia dan ego kekaisarannya tersenggol keras oleh ucapan Shen Ran. Tatapannya yang berkilat penuh amarah kini tertuju pada Chu Xinyue yang sempat menarik napas lega atas pengakuan Qiao'er.

"H-hamba..." Qiao'er terbata-bata, menyadarkan dirinya bahwa kebohongan impulsifnya justru makin menyudutkan posisinya.

"Cukup! Lagi-lagi ada seseorang yang ingin menjebak Selir Chu. Aku tidak percaya Selir Chu mampu menggunakan taktik rendahan sepeti ini," bentak Long Tianqi, suaranya menggelegar memotong seluruh kebohongan di ruangan itu. Sang Kaisar melangkah maju, menatap Chu Xinyue dengan kebencian yang mendalam karena merasa dipermainkan.

Tetapi kata-kata Long Tianqi yang membela Chu Xinyue mendadak berhenti di udara. Tatapan matanya yang tadi sempat melembut pada sang Selir Agung, tiba-tiba bertabrakan dengan sorot mata Shen Ran yang teramat dingin, sebuah tatapan yang menyiratkan kecerdasan tajam dan penghinaan terselubung atas kebodohan sang Kaisar.

"Seseorang lagi yang ingin menjebak Selir Chu?" Clara terkekeh pelan, tawa sinis yang menggema berani di seluruh aula utama Istana Phoenix. Ia tidak lagi bertindak sebagai Shen Ran yang lemah lembut, melainkan sebagai seorang mantan pengacara senior yang sedang membedah kejahatan di depan hakim yang bias.

"Sungguh sebuah kebetulan yang sangat luar biasa, Yang Mulia," sahut Shen Ran sambil melangkah perlahan mengitari Qiao'er dan kasim yang masih terkulai. "Setiap kali ada skandal di istana ini, selalu ada pelayan setia yang pasrah menyerahkan nyawanya demi menyapu bersih nama Selir Chu. Pertama, dokumen palsu di Istana Barat. Kedua, penyelundupan racun di perjamuan. Dan sekarang... percobaan jebakan perzinaan di Istana Phoenix."

Shen Ran menghentikan langkahnya tepat di sebelah Long Tianqi, merendahkan suaranya namun memberi penekanan pada setiap kata yang keluar dari bibirnya.

"Jika Anda terus-menerus menutup mata dan menyebut semua ini sekadar kebetulan atau 'fitnah', maka esok hari seluruh menteri dan klan Shen akan mempertanyakan satu hal, apakah Kaisar Kekaisaran Yan dipimpin oleh akal sehatnya, atau hanya menjadi boneka yang dituntun oleh air mata seorang wanita?"

Wajah Long Tianqi mendadak pucat, disusul rona merah padam akibat harga dirinya yang terinjak keras. Paranoia terbesarnya bukanlah kehilangan cinta, melainkan terlihat lemah dan bodoh di mata rakyat serta para menterinya.

"Shen Ran! Berani-beraninya kau..."

"Hamba hanya menyampaikan fakta hukum dan logika istana, Yang Mulia," potong Shen Ran tanpa rasa takut sedikit pun. Ia lalu melirik ke arah Mei'er yang berdiri di ambang pintu side paviliun.

"Permaisuri, mengapa anda selalu memojokkan hamba? Apa karena Yang mulia Kaisar lebih perhatian kepada hamba daripada Permaisuri?" kata Chu Xinyue, meneteskan air matanya palsu.

Shen Ran menghentikan langkahnya tepat di depan Chu Xinyue, lalu menyunggingkan senyum tipis yang penuh penghinaan. Clara, yang jiwanya bersemayam di dalam tubuh Shen Ran, tidak bisa menahan rasa geli mendengarkan argumen dangkal tersebut.

"Perhatian?" Shen Ran terkekeh pelan, suaranya jernih nan elegan memantul di dinding-dinding pualam Istana Phoenix. "Selir Chu, kau bertaruh nyawa dan masa depan klanmu di atas panggung politik kekaisaran, namun pikiranmu masih tertinggal di level perebutan kasih sayang seorang pria?"

Shen Ran membungkuk sedikit, menatap lurus ke dalam mata Chu Xinyue yang berair dengan sorot mata yang begitu dingin hingga membuat sang Selir Agung bergidik ngeri.

"Aku memojokkanmu bukan karena cemburu, melainkan karena kau adalah musuh negara yang menggunakan manipulasi murah untuk merusak tatanan hukum kekaisaran. Jangan menyamakan posisiku sebagai Permaisuri yang memegang stempel kekuasaan dengan hasratmu yang hanya haus akan bela kasihan," desis Shen Ran tajam.

Long Tianqi, yang mendengarkan pertukaran kalimat itu, merasakan tamparan keras pada harga dirinya. Kata-kata Shen Ran seolah menelanjangi kenyataan bahwa perhatian yang selama ini diperebutkan Chu Xinyue tidak ada harganya di mata sang Permaisuri. Paranoia dan rasa malunya mendadak memuncak hingga membakar habis sisa keibaannya terhadap Chu Xinyue.

"Cukup! Jangan terus memojokkan Selir Chu, Shen Ran! Hatimu busuk sekali!" bentak Long Tianqi dengan suara menggelegar, matanya memerah menatap Chu Xinyue.

"Di saat negeri ini di ambang krisis dan faksi sayap kanan mengacaukan logistik militer, Yang mulia Kaisar hanya perduli pada Selirnya? Bukankah seharusnya Kaisar pergi menemani Feng Muyue mengurus negara?" tanya Shen Ran, menyinggung soal politik.

1
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!