NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA TEMA KREATIF YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Bab 16

Langkah Kemuning terseok-seok saat mendengar mertuanya pingsan dan di bawa ke puskesmas oleh tetangganya. Walaupun dia marah kepada Bu Ratih yang sering menyakiti hatinya, dia masih punya tanggung jawab sebagai menantu. Terlebih lagi Aditya saat ini sedang berada di dalam penjara.

"Mau apa kamu ke sini?" tanya Bu Ratih begitu Kemuning masuk ruang rawat.

Wanita paruh baya itu rupanya sudah sadar. Dia melotot penuh kebencian terhadap menantunya.

"Aku dengar ibu pingsan," jawab Kemuning, tenang.

"Ini semua gara-gara kamu!" teriak Bu Ratih sambil menunjuk kepada Kemuning. "Tega sekali kamu memenjarakan suamimu sendiri!"

Kemuning bergeming di tempatnya tak membalas ucapan Bu Ratih. Dia juga tidak menunjukan rasa bersalah atau pun bersikap arogan. 

"Cepat kamu cabut laporan itu. Keluarkan Aditya!" jerit Bu Ratih seperti orang yang tidak waras.

"Aku tidak akan pernah mencabut laporannya," ucap Kemuning tegas, lalu tersenyum tipis. "Karena Mas Aditya dan Lavanya pantas mendapatkan hukuman atas perbuatannya itu!"

"Pergi kamu dari sini!" Bu Ratih menunjuk ke luar ruangan itu. "Kamu bukan menantuku lagi!"

Mendengar itu Kemuning tidak sedih. Justru dia tersenyum, merasa senang. 

***

Berita tentang perselingkuhan dan penggerebekan Aditya semakin meluas. Nama Aditya sebagai juragan ayam potong yang dulu dihormati, kini disebut dengan nada sinis.

Bu Ratih tidak tinggal diam. Dengan wajah tegang dan langkah tergesa, ia mondar-mandir di depan ruang tunggu kantor polisi. Sejak Aditya di penjara, dia beberapa kali  menghubungi kerabatnya, meminta bantuan. Beruntung mendapatkan respon.

“Pokoknya Aditya harus keluar! Ibu enggak terima anak ibu diperlakukan kayak penjahat!” kata Bu Ratih dengan suara bergetar, antara marah dan panik.

“Kita harus sewa pengacara,” ucap salah satu kerabat Bu Ratih.

“Benar juga,” gumam Bu Ratih yang baru kepikiran hal itu. “Kalau begitu kita harus punya banyak uang untuk membayarnya.”

Keluarga besar pun mulai turun tangan. Mereka pun mengumpulkan uang. Bu Ratih sampai menjual semua perhiasan dan mobil milik Aditya yang baru dibeli tahun lalu.

Kemudian mereka mencari pengacara terbaik yang bisa mereka bayar. Segala cara ditempuh untuk mengeluarkan Aditya.

Beberapa hari kemudian, seorang pengacara bernama Burhan, datang menemui Aditya. Dia datang dengan penuh rasa percaya diri.

“Kami akan ajukan penangguhan penahanan,” kata Burhan singkat, namun tegas. “Tapi kamu harus mengikuti semua arahan ku.”

Aditya tersenyum dan mengangguk cepat. Untuk pertama kalinya sejak ditahan, ada secercah harapan di wajahnya.

Keluarga Lavanya pun melakukan hal yang sama. Mereka bekerja sama dengan Bu Ratih dan memberikan uang walau sedikit karena habis untuk pengobatan Pak Bagus yang terkena serangan stroke ringan.

Proses penangguhan tahanan itu tidak instan. Harus mengajukan berkas. Jaminan yang disiapkan. Lalu, melakukan negosiasi. Setelah melalui prosedur yang panjang dan melelahkan, penangguhan penahanan Aditya dan Lavanya pun dikabulkan.

Hari itu, pintu sel terbuka. Aditya melangkah keluar dengan wajah kusut, tetapi sorot matanya berubah. Itu bukan penyesalan, melainkan kemarahan yang dipendam.

Di luar, Bu Ratih langsung memeluknya erat dan tangisannya pun pecah. Ini air mata kebahagiaan.

“Adit, anak Ibu ... kamu enggak apa-apa, kan?” tanya Bu Ratih disela isak tangis dengan suara yang bergetar. Kedua tangannya menangkup wajah Aditya.

“Aku enggak akan tinggal diam, Bu,” gumam Aditya pelan. “Semua ini gara-gara Kemuning.”

Nama itu keluar begitu saja dari mulut Aditya penuh kebencian. Karena laporan istrinya ke polisi, sudah menghancurkan nama baiknya.

Tidak jauh dari sana, Lavanya juga keluar, dijemput oleh orang tuanya. Bu Dewi menangis melihat kondisi putrinya, sementara Pak Bagus hanya diam dengan wajah tegang, duduk di kursi roda.

“Akhirnya kamu bisa bebas,” ujar Bu Dewi tersedu-sedu sambil memeluk anak perempuannya.

“Kemuning harus membayar mahal atas perbuatannya kepadaku!“ desis Lavanya dengan mata memerah menahan amarah.

Bukannya menyesali perbuatannya kemarin, Lavanya justru menyimpan dendam dan kemarahan kepada Kemuning.

“Semua ini karena wanita mandul itu,” ucap Bu Dewi lirih, matanya memerah. 

Kabar bebasnya Aditya dari tahanan menyebar cepat, jauh lebih cepat daripada kabar saat ia ditangkap. Bukan karena kebenaran yang menang, melainkan karena uang yang berbicara. 

“Harta Bu Ratih habis dijual untuk membebaskan anaknya dari penjara,” ucap seorang wanita paruh baya memakai daster hitam.

“Ya, mau bagaimana lagi ... Aditya itu anak satu-satunya. Pastinya Bu Ratih akan melakukan segala cara untuk membebaskannya,” timbal wanita memakai daster merah.

“Menurutku, Aditya itu tidak tahu diri,” celetuk wanita berdaster biru. “Punya istri baik, malah selingkuh sampai zina. Terus Bu Ratih juga terlalu menuruti Aditya. Apa pun keinginannya selalu dikabulkan.”

Bukannya rasa simpati dan dukungan, diberikan warga kepada Bu Ratih dan Aditya, mereka malah menghujat.

Hari itu, Kemuning datang ke rumah Aditya dengan langkah pelan. Selama ini rumah itu selalu terkunci karena tidak ada penghuninya. Wanita itu tidak berniat tinggal lagi di sana, dia hanya ingin mengambil beberapa barang miliknya yang tertinggal. 

Namun, begitu Kemuning menginjakan kakinya di teras, suara Bu Ratih sudah lebih dulu menyambutnya.

“Kamu masih berani ke sini?” Nada suara wanita paruh baya itu begitu tajam, penuh kebencian yang tidak lagi disembunyikan.

Kemuning diam sejenak. Ia menatap ibu mertuanya, mencoba mencari sisa-sisa kehangatan yang dulu pernah ia rasakan. Namun, kini tidak ada, yang tersisa hanya kebencian.

“Aku cuma mau ambil barangku, Bu,” jawab Kemuning pelan.

“Barang?” Bu Ratih tertawa sinis. “Kamu itu sungguh enggak tahu diri! Sudah mandul, enggak bisa kasih keturunan, masih mau ngerepotin anakku lagi!”

Dulu, kata-kata seperti itu bisa membuat Kemuning menangis semalaman. Namun sekarang, ia hanya berdiri diam. Rasa sakit, tentu saja ada, tetapi tidak lagi melemahkan dirinya

Dari dalam rumah Aditya keluar. Wajahnya terlihat lelah dan kusut, tetapi bukan karena penyesalan, melainkan marah karena harga dirinya yang terluka.

***

Sambil menunggu update bab berikutnya, yuk, baca juga karya temanku ini.

1
djerrih leni
salut dgn sifat dan kebaikannya bu arumi it's the best 😍
djerrih leni
cepet juga ya baru setahun menjalin hubungan perutnya dah membesar....
djerrih leni
ternyata ibu kandungnya Arya
djerrih leni
siapa ya wanita itu apa mantan istrinya Arka atau ibu kandung dr Arya....
djerrih leni
kaka othor sering lupa ya sama pangilan Arka n kemuning kadang ayah bunda terus berganti papa mama ... 🤭😄
djerrih leni
biasa orang perkampungan bisa di hasut tanpa mikir kebenarannya,... tp jangan takut kemuning kebenarannya akan selalu terlihat..
djerrih leni
sadar kelakuan diri sendiri ya Dit, yg akibatnya kamu tanggung sekarang
djerrih leni
tapi kan kami blm halal secara agama kemuning, segera halalin hubungan dgn Arka
djerrih leni
Arka ayo cepat nikahin Kemuning sebelum kabar tdk baik menyebar
djerrih leni
kebencianmu tdk beralasan dan akhirnya berbalik pada dirimu.... sadar diri lava
djerrih leni
arka...terbawa genre film td ya... ooiiii tp inget itu fasum Loch.. n blm halal juga utk di cipika-cipiki sabar... sabar.. ya
djerrih leni
kaka othur itu bioskop jadul ya kok selesai film kursinya harus bergeser yach.. 🤭🤭
bioskop millenial n GenZ kursinya pas bangun tetap stay on site...
djerrih leni
bu coba ngaca dulu sejenak liat siapa yg berbuat zholim dan siapa yg terzolimi.. kenapa seolah-olah jd terbalik posisinya... sadar ya bu..
djerrih leni
nyeselnya belakangan ya dit, baru sadar pas sdh jatuh ya ...
djerrih leni
dah seperti takdir alam siapa yg sedang berjaya/ duitnya tak berseri.., siapa pun datang mengaku saudara jauh dl....
djerrih leni
bukannya kamu ibu yg mendukung kesalahan anakmu, kau jadikan blm adany kehadiran anak sebagai alasanmu bu... coba koreksi dirimu sendiri...
djerrih leni
kenapaa baru sekarang taunya, kamu sampai lupa sama istri yg tulus setia menunggu kamu pulang... ngak usah nyesel kan kamu menikmatinya masa itu.. suami yg tak tau berterima kasih, dah di kasih kesempatan utk menjalankan usaha istri, setelah berkembang malah lupa dr mana uang yg kau peroleh... Terima nasib mu dgn lapang dada..
djerrih leni
penyesalan itu datang nya emang terlambat ya Adit, kalau di depan namanya pendaftaran...
biar kamu rasakan gimana rasanya kehilangan yg pernah hadir dlm hidupmu.. tau mana yg tulus dan mana yg cuma mau hidup enak dgn cara licik....
djerrih leni
ternyata pak pengacara juga punya masa lalu yg sama, jd lebih memahami ya
djerrih leni
semangat kemuning, semoga tama bener2 bisa bantu sampai selesai semua urusan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!