NovelToon NovelToon
THE 13TH FLOOR

THE 13TH FLOOR

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:221
Nilai: 5
Nama Author: Putri CS

1. "THE 13TH FLOOR"

Genre: Horror • Mystery • Psychological • Plot Twist

Sinopsis: Sekelompok siswa mengikuti study tour ke sebuah hotel tua. Hotel itu hanya memiliki 12 lantai... tapi setiap jam 00.13, lift selalu berhenti di lantai 13.

Anehya, lantai itu tidak ada di denah hotel.

Satu per satu siswa yang turun ke lantai itu mulai menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri CS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8 jangan ikuti dia

Semua orang di lobi seolah tidak menyadari keberadaan gadis kecil itu.

Beberapa siswa masih sibuk mengobrol. Guru pendamping sedang berbicara dengan resepsionis. Bahkan ada yang tertawa di dekat pintu masuk.

Hanya Alea dan kelima temannya yang bisa melihat sosok itu berdiri di dalam lift.

Gadis kecil itu perlahan mengangkat boneka hangusnya.

Lalu menunjuk ke arah Alea.

"Dia... manggil kamu..." bisik Naya dengan wajah pucat.

Alea tidak mampu menjawab.

Tatapan gadis itu terasa aneh. Tidak marah. Tidak menyeramkan.

Justru seperti seseorang yang sedang meminta tolong.

"Lea, jangan mendekat!" seru Keanu.

Namun tanpa sadar, kaki Alea melangkah satu langkah ke depan.

Lalu satu langkah lagi.

Suara di sekelilingnya perlahan menghilang.

Tawa para siswa...

Percakapan guru...

Semuanya lenyap.

Yang tersisa hanya suara dengungan pelan dari dalam lift.

"Alea..."

Suara gadis kecil itu akhirnya terdengar jelas.

Lembut.

Hampir seperti bisikan.

"Mereka berbohong..."

Jantung Alea berdetak semakin cepat.

"Siapa?"

Gadis itu tidak menjawab.

Ia hanya mengangkat telunjuknya, lalu menunjuk ke arah langit-langit lift.

Di sana, dengan goresan hitam yang hampir tidak terlihat, tertulis sebuah kalimat.

JANGAN PERCAYA RESEPSIONIS.

Belum sempat Alea membaca lebih jelas, sebuah tangan menarik bahunya dengan kuat.

"ALEA!"

Keanu.

Alea tersentak dan mundur beberapa langkah.

Saat ia kembali melihat ke dalam lift...

Gadis kecil itu telah menghilang.

Pintu lift perlahan menutup.

DING.

Panel angka bergerak sendiri.

3...

5...

8...

10...

12...

Semua menahan napas.

Lalu...13 Lift berhenti Lampunya langsung padam.

Tak lama kemudian terdengar suara benturan keras dari dalam.

BRAK!

Disusul suara benda-benda jatuh.

Kemudian...Jeritan puluhan orang sekaligus.

Suara itu memenuhi seluruh lobi.

Beberapa siswa langsung menutup telinga.

Namun anehnya...Guru-guru tampak tidak mendengar apa pun.

"Pak! Bapak nggak dengar?" teriak Dimas panik.

Guru itu hanya menatap heran.

"Dengar apa?"

Jeritan itu semakin keras.

Alea memejamkan mata sambil menahan kedua telinganya.

Di sela-sela jeritan itu...

Ia mendengar satu kalimat.

"TEMUKAN KAMAR 1307..."

Lalu semuanya mendadak hening.

Lift kembali turun ke lantai dasar.

DING.

Pintunya terbuka perlahan.

Kosong...Tidak ada siapa pun.

Namun di lantai lift...Tergeletak sebuah buku harian kecil dengan sampul kulit yang sudah hangus di bagian tepinya.

Raka mengambilnya perlahan.

Di halaman pertama hanya tertulis satu nama.

"MAYA."

Dan tepat di bawah nama itu terdapat kalimat yang membuat keenam sahabat itu saling berpandangan dengan wajah pucat.

«"Kalau kamu membaca buku ini... berarti aku sudah mati."

Keheningan menyelimuti lobi hotel.

Tak ada satu pun dari mereka yang berani menyentuh buku harian itu.

Raka masih berdiri di depan lift, menggenggam buku bersampul hitam yang tepinya hangus terbakar. Entah mengapa, buku itu terasa hangat, seolah baru saja diambil dari dekat kobaran api.

"Apa kita... buka?" tanya Dimas lirih.

Keanu menggeleng.

"Kita cari tempat yang lebih aman dulu."

Mereka berenam segera menuju kamar Alea dan Naya. Begitu pintu tertutup rapat, Keanu mengunci pintu dan menutup semua gorden.

Suasana kamar mendadak terasa sesak.

Raka meletakkan buku itu di atas meja.

Dengan hati-hati, Alea membuka halaman pertama.

Tulisan tangan di dalamnya sangat rapi.

«18 Juli 2006

Hari ini sekolah kami tiba di Hotel Arunika untuk study tour. Semua terlihat biasa saja. Tapi resepsionis itu terus menatap kami seolah sudah mengenal kami sejak lama. Sebelum kami naik ke kamar, dia berkata, "Kalau mendengar lift berbunyi pukul 00.13, jangan pernah keluar." Kami menertawakannya... dan sekarang aku menyesal.»

Semua saling berpandangan.

"Tanggalnya..." bisik Naya.

"Itu sama seperti yang ada di buku tamu," jawab Alea pelan.

Alea membalik halaman berikutnya.

«19 Juli 2006

Doni menghilang tadi malam. Guru bilang dia mungkin kabur karena takut dimarahi orang tuanya. Tapi kami tahu itu bohong. Kami melihat Doni masuk ke lift. Lift berhenti di lantai 13. Setelah itu... dia tidak pernah kembali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!